Aku terus berjalan tanpa keraguan dan langsung menempati tempat duduk yang sudah ditujukan Bu Enny untukku.
"Hai Ruby, kenalin namaku Nina," ucap seorang perempuan yang duduk tepat di sebelahku sambil menjulurkan tangannya untuk mengajak bersalaman.
"Oh hai Nina, salam kenal yah! Kita akan jadi teman sebangku mulai sekarang." Aku tersenyum ramah sambil meraih tangan Nina untuk menjawab salamnya.
Kami pun mulai mengikuti pelajaran bersama tanpa sedikitpun aku menoleh ke belakang untuk melihat cowok angkuh itu. Aku terus memikirkan bagaimana cara yang tepat untuk mengembalikan uang kompensasi miliknya, karena aku juga tidak ingin terlalu menarik perhatian murid-murid yang lainnya.
Triiinggggg!
Suara bel istirahat pun berbunyi, para murid mulai meninggalkan kelas untuk beristirahat.
"Ruby kita ke kantin bareng yuk," ajak Nina.
"Loh Nin kamu mau ninggalin kita nih?" Terdengar sahutan dari anak perempuan yang duduk di depan mejaku.
"Oh ya Ruby, kenalin dia ini Anggita dan yang duduk di sebelahnya namanya Sabina, mereka juga teman baikku." Nina menunjuk temannya satu persatu.
"Hai Ruby," ucap Anggita dan Sabina bersamaan.
"Salam kenal semuanya." Aku menjawab mereka dengan senyuman ramah.
Yah, sekarang mereka bertiga menjadi teman baruku. Kurasa mereka adalah teman yang baik dan ramah. Kami pun bersama-sama menuju ke kantin untuk makan siang.
Pengenalan karakter
Nina: dia adalah gadis yang rajin di kelas, berkacamata, memiliki rambut pendek berwarna hitam, dan memiliki sifat yang lebih dewasa dibandingkan dengan Anggita dan Sabina.
Anggita: dia adalah gadis yang tomboy, memiliki rambut panjang berwarna coklat yang sering diikat, dan dia sangat setia kawan membantu teman-temannya yang sedang dalam masalah.
Sabina: dia adalah gadis manis yang pendiam dan pemalu, memiliki rambut panjang berwarna hitam dan dia satu-satunya yang sudah memiliki pacar diantara kita.
Ruby: gadis cantik yang sedang menyamar menjadi jelek untuk menemukan teman dan cinta sejati, memiliki rambut berwarna pirang kecoklatan alami, rajin belajar dan berkepribadian ceria walaupun sedikit ceroboh.
Saat di kantin
Tampak para murid sedang berbaris menunggu giliran untuk mengambil makan siangnya masing-masing. Kedua tanganku sudah membawa baki yang berisi sebuah piring dan mangkuk kosong. Aku pun ikut berbaris di belakang bersama dengan Nina dan yang lainnya. Setelah mengambil makan siang, kami mencari tempat duduk untuk segera menyantap makanan yang ada di tangan kami.
"Ahh di sana ada bangku kosong yang pas untuk kita berempat guys. Kesana yuk!" Anggita menunjuk kearah bangku kosong.
Belum sempat kami menduduki bangku kosong itu, tiba-tiba ada seorang wanita merebut bangku yang hendak kita duduki dengan seenaknya. Wanita itu tampak sangat cantik elegan dan memiliki rambut panjang tergerai berwarna hitam.
"Teman-teman kita duduk disini saja nih!" teriak wanita itu sambil memanggil teman-temannya.
"Hellooow ... kamu nggak lihat apa kita yang pertama mau duduk disini?" ucap Anggita penuh emosi.
"Ah hellow juga cewek tomboi jelek, kamu sama teman-temanmu itu mending cari tempat lain aja gih sana! Jangan ngerusak pemandangan disini!" jawab wanita itu dengan sombong.
"Hah? Apa kamu bilang? Kamu tuh yang dasar cewek manja sok cantik!" balas Anggita dengan geram.
"Hei sudah-sudah jangan ribut lagi. Anggita kita pergi aja yuk cari tempat lain! Percuma juga ribut sama lalat, lalat kan memang suka seenaknya sendiri hinggap di meja orang," ucapku dengan nada santai.
"Siapa yang kamu panggil lalat? Kamu murid baru ya? Kamu nggak tahu siapa aku? Berani sekali kamu dasar jelek nggak tahu diri!" Wanita itu menunjukan jarinya ke wajahku dengan tatapan penuh emosi.
"Sudah teman-teman jangan ribut disini, ayo kita pergi aja cari tempat duduk lain, itu disana ada yang kosong kok!" ajak Nina sambil menarik tanganku dan Anggita.
"Ya udah bagus deh, pergi sana! Hush, hush ...," celetuk wanita itu sambil menghempaskan tangannya.
Kami pun pergi dan tak lama ada tiga anak laki-laki menuju ke bangku yang tadi kita perebutkan. Tak kusangka dari tiga anak laki-laki itu, salah satunya adalah si cowok angkuh yang kutemui tadi pagi. Lagi-lagi aku bertemu dengannya. Ternyata dia adalah teman dari cewek angkuh yang merebut bangku kami tadi. Cocok deh, kataku dalam hati. Tak sengaja mata kami pun bertatapan lagi dan aku sengaja membalas tatapannya dengan penuh emosi lalu memalingkan muka.
Setelah perdebatan sengit dalam perebutan bangku makan, kami pun akhirnya dapat tempat duduk dan bisa mulai menyantap makanan kami.
"Siapa sih cewek yang tadi itu? Sombong amat!" Aku bertanya sambil memandangi wanita itu dari kejauhan.
"Oh, dia itu Luna si gadis tercantik sekaligus dewi sekolah ini, dia sombong begitu karena orang tuanya adalah pemegang saham terbesar nomor tiga disini, jadi ya gitu deh," jawab Nina.
"Idihh ... dewi apanya? Dewi kok sifatnya kayak gitu? Dia mah siluman buaya putih kali bukan dewi! Amit-amit jabang bayi deh." Anggita masih geram dan penuh emosi.
"Oh ... kalau cowok yang disebelahnya itu siapa?" tanyaku lagi sambil menunjuk kearah laki-laki angkuh yang kutemui tadi pagi.
"Kalau laki-laki itu namanya Ken, dia cowok paling populer disini, orang tuanya juga donatur terbesar nomer satu di sekolah ini, jadi kamu harus hati-hati sama dia, selain tampan dia juga memiliki IQ yang jenius dan selalu jadi juara kelas," jawab Nina penuh dengan kekaguman.
"Eitts ... Ken juga pandai berolahraga terutama basket. Lihat aja postur tubuhnya yang tinggi itu, kelihatan banget kan? Selain basket dia juga pernah mengikuti lomba kejuaraan renang tingkat internasional loh! Kita juga ikut lihat langsung dan dukung dia saat lomba renang kok. Udah ganteng, jenius, pinter olahraga, tajir melintir lagi! Ahh ... sempurna ...," jawab Anggita penuh dengan semangat.
"Iya ... dan kamu sampai ngiler kan ngelihat dada sixpack nya Ken saat lomba renang? Dasar cewek mesum!" celetuk Sabina yang mengejek Anggita.
"Hahahaha ...." Kami tertawa bersama sambil menyantap makanan di meja.
"Hmm kalau Ken pemegang saham nomer 1, Luna nomer 3, terus pemegang saham terbesar nomer 2 siapa?" tanyaku penasaran.
"Kalau pemegang saham terbesar nomor 2 nggak pernah ada yang tahu Ruby, cuman yang kutahu kalau anaknya yang sekolah disini seorang cowok aja, dan dari berita yang tersebar konon katanya anak dari si nomor 2 ini terkenal rendah hati, jadi dia nggak suka sampai ada yang tahu identitasnya gitu," Nina menjelaskan.
"Oh gitu, bagus dong malahan kalau kayak gitu, rendah hati dan nggak sombong, aku lebih suka yang kayak gitu malahan dibanding kayak idola kalian itu hehehe," celetukku yang sedang menggoda mereka.
"Iya sih, Ken memang sangat dingin dan terkesan sombong tapi menurutku dia begitu wajar aja sih karena dia udah terlahir dengan sendok emas di mulutnya, jadi apapun yang dia mau pasti ada, walaupun begitu dia nggak pernah pacaran sama sekali loh, padahal cewek yang antri banyak bangeeeet! Udah kayak antri sembako gratis! Termasuk itu si Luna siluman buaya putih yang ngikutin Ken kemana-mana udah kayak ekornya," jawab Anggita.
"Hmm ya ... ya ... memang kalau udah suka mah selalu bikin buta ya," ucapku sambil tersenyum kecil.
"Awas aja ya kamu Ruby kalau lama-lama juga ikutan nge fans sama Ken, kamu harus traktir kita semua makan enak!" sahut Anggita.
"Idihhh. No! Never! Aku tuh sukanya cowok yang lembut dan baik hati tau, bukan yang angkuh dan nyebelin kayak dia!" sahutku sambil membayangkan pangeran tampan yang ada di mimpiku.
Tak terasa jam istirahat pun telah berakhir karena kami terlalu asyik menikmati obrolan kami yang menyenangkan selama makan siang. Kami akhirnya bersiap untuk kembali ke kelas.
Waktu pelajaran pun berlalu begitu saja dan tibalah jam pulang sekolah. Aku masih belum menemukan cara dan waktu yang pas untuk mengembalikan uang Ken karena aku tidak ingin terlalu menarik perhatian yang lainnya mengingat betapa populernya si Ken makhluk angkuh itu.
***
.
.
.
.
.
*Mohon dukungannya untuk Author ya :) dengan klik favorit, like, vote, dan komen..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
🌹glory🌹
aku terlambat kenal Ken..
2022-03-06
0
Desi Ratna
lanjut
2022-01-14
0
Eliyana Mustikarini
sejauh ini, q suka ceritamu thor
q dkung... 👍👍
2021-11-14
1