Lelaki Lembut

Akupun cemberut, seperti ada sesuatu yang menusuk saat Ken menatapku dengan sinis. Baru kemarin aku melihat senyumannya yang begitu indah seakan membuat terbuai siapapun yang melihatnya, tetapi sekarang hanya wajah ketus, dingin, dan ucapan menohok yang sedang bergelora di dalam dirinya. Entah apa yang sudah kulakukan hingga membuatnya begitu marah. Sungguh sulit untuk memahami apa yang ada di pikirannya saat ini.

Kini tugas kelompok yang diberikan Bu Enny telah usai, kami kembali ke tempat duduk masing-masing dan menunggu pergantian jam berikutnya. Karena merasa bosan aku hanya berdiam dan menidurkan kepalaku diatas meja sambil berimajinasi dan mencoret-coret bagian belakang buku tulisku.

"Don't hate you,

No, I couldn't if I wanted to

I just hatIe all the hurt that you put me through

And that I blame myself for letting you

Did you know I already knew..?"

Aku bersenandung pelan, terdengar halus dan merdu. Membuat siapa saja yang mendengar senandungku tanpa sadar menoleh kearahku, karena aku dari kecil memang sudah pandai dan menyukai seni seperti bernyanyi dan melukis.

"Couldn't even see you through the smoke

Lookin' back, I probably should have known

But I just wanted to believe that you were out sleepin' alone.."

Aku masih asyik bernyanyi, tanpa menyadari bahwa dari tadi Ken sudah kembali dari kamar mandi dan sedang mendengarkan nyanyianku dari tempat duduknya di belakangku.

"Love me with your worst intentions

Didn't even stop to question

Every time you burned me down

Don't know how, for a moment it felt like heaven.."

Aku mengakhiri nyanyianku karena mataku terasa berat dan tanpa sadar aku pun mulai tertidur. Aku sungguh tak dapat melawan rasa kantukku sekarang karena mungkin semalam aku tidak dapat tidur dengan nyenyak karena banyak pikiran yang menggangguku.

5 menit kemudian.

"Ctuuuukkk"

Suara tutup bolpoin melayang di kepalaku. Ternyata yang melempar tutup bolpoin itu adalah Bu Lina, guru Kimia killer yang sudah berdiri di depan kelas dan sedang melihatku asyik tertidur sejak tadi.

"Enak ya tidurnya Ruby?" ucap Bu Lina.

"Ah, maaf Bu saya tidak tahu kalau Ibu sudah datang," jawabku.

"Awas jangan diulang lagi! Ya udah cepat buka buku kalian halaman 62, kerjakan latihan soal!" perintah Bu Lina padaku dan murid-murid yang lainnya.

"Aduh memalukan sekali sih, lagi-lagi aku membuat ulah," gumamku dalam hati.

Satu jam kemudian.

Jam istirahat pun tiba. Sebagian besar murid bergegas keluar kelas dan tentu saja mereka akan ke kantin. Termasuk aku, Nina, Anggita dan Sabina. Sesampainya di kantin aku hanya membeli minuman jeruk hangat karena entah mengapa nafsu untuk makan ku menghilang.

"Ruby, maaf ya tadi aku udah coba bangunin kamu waktu ketiduran di kelas, tapi kamu nggak bangun juga," sahut Nina secara tiba-tiba.

"Ah nggak papa Nin, lagian aku juga yang salah nggak sadar kalau Bu Lina udah dateng," ucapku sambil menyeruput minuman jeruk hangat yang sudah ku pesan.

"Oh ya Ruby hubungan kamu sama Ken emang deket banget ya? Kemarin waktu kamu pingsan di kolam, dia kelihatan panik banget dan dia langsung gendong kamu loh, kami semua sampai nggak percaya kalau itu beneran Ken," celetuk Nina.

"Eh, enggak kok, kami nggak deket banget, kami cuman temenan biasa, buktinya tadi dia juga marah saat aku mintain tolong ajarin matematika, padahal aku banguninnya cuman toel-toel lengannya doang, enggak sakit! Emangnya aku kuman apa? Dia sampe segitu marahnya, huft!" omelku sambil memanyunkan bibir.

"Berarti dia emang nggak suka bersentuhan sama cewek dong ya, kemarin saat dipegang sama Luna juga gitu, dia juga marah banget," ucap Anggita.

"Kalian ngomongin aku?" terdengar sahutan Luna dari belakang yang sedang berdiri bersama dua orang temannya, Maya dan Shinta. "Oh jadi ini yang namanya Ruby si anak udik yang berani-beraninya godain Ken, iya?" timpa Luna lagi sambil menyilangkan tangannya di dada.

"Apa sih maksudmu? Ruby nggak pernah godain Ken tau!" balas Anggita.

"Oh ya, lihat aja tampangnya yang udik, jelek, gitu gimana bisa Ken kemarin mau nyentuh cewek jijay kayak dia kalau bukan dia yang godain?" celetuk Maya.

"Atau jangan-jangan si udik ini main pelet kali ya?" sahut Shinta sambil tertawa bersama teman-temannya.

"Hey, hey, kalian ini kalau ngomong jangan sembarangan ya," bela Sabina.

"Udah, udah bin, biarin! Aku lagi males debat sama mereka," sahutku.

"Heh, Ruby kamu jangan kebanyakan gaya! Lihat tampang mu yang jelek itu, jangan sok kecakepan apalagi kecentilan deh di hadapan Ken! Punya kaca nggak kamu dirumah? Kamu itu nggak pantes, karena Ken pantesnya cuman sama Luna, cewek tercantik di sekolah ini," ucap Maya.

"Iya, iya, ambil aja deh, lagian aku juga nggak suka sama Ken kok, dan berita baiknya lagi, kita nggak ada hubungan apa-apa seperti yang ada di pikiranmu!" jawabku dengan nada cuek.

"Bagus deh kalau kamu sadar diri juga, lagian walaupun kamu suka sama Ken, emangnya Ken juga bakalan mau sama kamu? Hahaha, udah jelek, udik, cupu, miskin lagi," celetuk Maya dengan berbagai hinaan yang dia lontarkan padaku.

"Hey, aku bisa sabar ya kalau yang kalian ributin cuman karena takut aku godain Ken, karena aku sama sekali nggak ada niat buat godain dia! Tapi kalian harus tau, aku lebih milih punya wajah yang jelek seperti yang kalian bilang, dari pada punya mulut dan kelakuan yang jelek kayak kalian! Bad attitude is more disgusting ngerti nggak?" jawabku dengan menahan emosi.

"Byuuuurrrr"

Suara air minum yang sengaja ditumpahkan Luna di wajahku. "Berani kamu ya bicara seperti itu?" ucapan Luna lirih seolah sedang mengancam.

"Haha syukurin, lagian belagu banget sih jadi orang, kamu pikir kamu lebih baik dari kami gitu? Sekarang lihat deh, laki-laki disini mana ada yang mau sama cewek udik kayak kamu jika dibandingin sama Luna yang cantik, body goals pula," celetuk Maya dengan sedikit senyuman kecut di bibirnya.

Aku pun hanya terdiam, karena yang dikatakan Maya barusan juga tidak sepenuhnya salah. Semua cowok disini pasti akan memilih Luna jika dibandingkan dengan aku yang saat ini sedang berpenampilan biasa-biasa saja.

"Siapa bilang? Aku lebih suka sama Ruby kok!" terdengar sahutan suara laki-laki dari belakang. Dia adalah Reyhan yang sedang duduk menyantap makanannya di meja dari kejauhan. Sepertinya dia merasa terganggu dan sudah memperhatikan kami sejak tadi.

Dia pun mulai berjalan mendekat, semua mata pun sontak melihat kami dan terkejut dengan pernyataan Reyhan.

"Kalian pikir body shaming itu keren ya? Sudah sana pergi, cewek kayak kalian malah bikin muak tau nggak?" timpal Reyhan.

"Apaan sih ikut campur aja, ayo gaes kita pergi!" ucap Luna.

Seketika terdengar bisikan suara dari murid-murid lainnya yang sedang menyaksikan kejadian barusan di kantin.

"Lihat deh, Reyhan belain si Ruby tuh!"

"Wah cool banget sih cowok kayak gitu,"

"Dia ketua kelas gue tau!"

Reyhan memang cukup populer di sekolah, walaupun tidak lebih populer dari Ken, tetapi dia memiliki daya tarik dan kharisma tersendiri sebagai ketua kelas yang dikenal ramah, baik, tampan dan suka menolong teman-teman yang lainnya. Siapa gadis yang tidak menyukai tipe lelaki yang lembut, perhatian, dan baik seperti Reyhan? Walaupun banyak juga gadis yang lebih menyukai lelaki yang dingin dan cuek seperti Ken karena menurut mereka lelaki seperti itu lebih menggoda.

***

Body shaming adalah tindakan mengejek atau berkomentar negatif terhadap keadaan fisik atau tubuh seseorang.

.

.

.

.

.

*Mohon dukungannya untuk Author ya :) dengan klik favorit, like, komen, dan vote..

Terpopuler

Comments

Suharti Suharti

Suharti Suharti

hahaha. ,iya tooorr

2022-05-11

0

Desi Ratna

Desi Ratna

next

2022-01-17

0

❃ᵐᵘᵗᶦᵃʳᵃ•ᵇᶦˡⓠᶦˢ𖤓꙰?

❃ᵐᵘᵗᶦᵃʳᵃ•ᵇᶦˡⓠᶦˢ𖤓꙰?

reyan urutan ke2 itu y thor

2021-02-24

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Penyamaran
3 Teman
4 Roti Sobek
5 Kesedihan Pangeran Hanz (Mimpi)
6 Kue
7 Freeckles
8 Perlombaan
9 Deja Vu
10 Senyuman
11 Marah
12 PENGUMUMAN VISUAL
13 Lelaki Lembut
14 Bersembunyi
15 Sendok Emas
16 Caffe Latte
17 Caffe Latte 2
18 Siluet Punggung
19 Cookies Buatan Ibu
20 Kecewa
21 Kesedihan Ayah dan Ibu (Mimpi)
22 Greentea Cheese dan Reyhan
23 Filosofi Pohon
24 Ruby si Upik Abu
25 Love Test for Reyhan
26 Love Test for Reyhan (2)
27 First Kiss
28 Apakah Dia Mengenalku?
29 Ujian Akhir Semester
30 Rahasia
31 It's Time to Change
32 It's Time to Change (2)
33 It's Time to Change (3)
34 Liburan di Pulau Bali
35 Permainan Bola Kertas
36 Hal yang Mengejutkan
37 Lubang Hitam
38 Ken Psycopath?
39 Rahasia Kecil
40 Hukuman Ayah dan Ibu (Mimpi)
41 Second Kiss
42 Surat Kabar
43 Teman Masa Kecil
44 Reyhan POV
45 Reyhan POV (Setitik Cahaya)
46 Perjalanan Pulang
47 Menunggumu
48 Siapa Sesungguhnya Di Balik Semuanya?
49 Gantungan Kunci
50 Gunung Es Mencair?
51 Sirloin Steak
52 Jadian
53 Hujan
54 Surat Misterius
55 Pertandingan Basket
56 Lily Putih
57 Mie Ramyun
58 Situs Web Sekolah
59 Gadis Kecil Menangis (Mimpi)
60 Pengakuan Reyhan
61 Setitik Kebenaran
62 Kencan Pertama
63 Kecupan Perpisahan
64 Naik Kereta Api
65 Siapa Gadis Itu? (Mimpi)
66 Secercah Harapan
67 Titik Terang
68 Saat Terakhir
69 S2 ~ Reinkarnasi
70 S2 ~ Permainan Dimulai
71 S2 ~ Pertemuan Pertama
72 S2 ~ Cambukan
73 S2 ~ Serigala Berbulu Domba
74 S2 ~ Kekesalan
75 S2 ~ Tak Seindah Dongeng
76 S2 ~ Pesta Pengenalan Regina
77 S2 ~ Berdansa
78 S2 ~ Genggaman Pertama
79 S2 ~ Time Travel 2
80 S2 ~ Istana Karoling
81 S2 ~ Sambal Terong
82 S2 ~ Pangeran Felix
83 S2 ~ Pangeran Hanz
84 S2 ~ Acara Minum Teh
85 S2 ~ Ksatria Merah
86 S2 ~ Melarikan Diri
87 S2 ~ Curahan Hati
88 S2 ~ Pemilihan Regina Tahap Kedua
89 S2 ~ Pangeran Mesum
90 S2 ~ Perasaan
91 S2 ~ Jawaban
92 S2 ~ The Secret
93 S2 ~ Perangkap
94 S2 ~ Pernyataan Cinta
95 S2 ~ Semangat
96 S2 ~ Crying
97 S2 ~ Penobatan
98 S2 ~ Kesepakatan
99 S2 ~ New Day
100 S2 ~ Penyamaran
101 S2 ~ Rindu
102 S2 ~ Sapu Tangan
103 S2 ~ Foie Gras dan Ratatouille
104 S2 ~ Ginger
105 S2 ~ Black Death
106 S2 ~ Wangi Lavender
107 S2 ~ Usulan Ruby
108 S2 ~ Memperbaiki Benang Kusut?
109 S2 ~ Salep
110 S2 ~ Sisi Lain
111 S2 ~ Kesal
112 S2 ~ Baling-baling Bambu
113 S2 ~ Rapat Delegasi
114 S2 ~ Rapat Delegasi 2
115 S2 ~ Cemburu
116 S2 ~ Membuka Tirai
117 S2 ~ Matahari Terbit Lagi
118 S2 ~ Awal Hari Baru
119 S2 ~ Genggaman Hangat
120 S2 ~ Kaisar Bucin
121 S2 ~ Rumah Ginger
122 S2 ~ Masalah Air Bersih
123 S2 ~ Masalah Air Bersih 2
124 S2 ~ A Kiss That's You Can't Resist
125 S2 ~ Ruby is an Angel of Love
126 S2 ~ Ruby is an Angel of Love 2
127 S2 ~ It's Not Dream
128 S2 ~ Barbara Bar-Bar
129 S2 ~ Nilai 7 Dari Kaisar
130 S2 ~ The Story About a Witch
131 S2 ~ The Story About a Witch 2
132 S2 ~ Tekhnologi Tepat Guna
133 S2 ~ Senyuman Menawan Lelaki Tampan
134 S2 ~ Mata-mata
135 S2 ~ Masalah Air Telah Usai
136 S2 ~ Rencana Jahat
137 S2 ~ Rambut Brokoli
138 S2 ~ Gadis yang Bersinar
139 S2 ~ Bukti Mencurigakan
140 S2 ~ Pinky Promise
141 S2 ~ Wanita Paruh Baya
142 S2 ~ Dokter Patricia
143 S2 ~ Sejarah Kopi di Benua Eropa
144 S2 ~ Diabaikan
145 S2 ~ Kesal
146 S2 ~ Kopi Bubuk
147 S2 ~ Terbalaskan
148 S2 ~ Tenda Biru Tua
149 S2 ~ Your Grades Still Remain
150 S2 ~ Modus
151 S2 ~ Rayuan Lily
152 S2 ~ Menepati Janji
153 S2 ~ Hari Bahagia Bersamanya
154 S2 ~ Dibius
155 S2 ~ Satu Lagi Kepingan Puzzle
156 S2 ~ Rasa Takut
157 S2 ~ Kecurigaan
158 S2 ~ Titik Terang
159 S2 ~ Lily is a Witch
160 S2 ~ Sosok Yang Dirindukan
161 S2 ~ Saat Terakhir
162 S2~ New World
163 S2 ~ On The Way
164 S2 ~ My Prince (END)
165 Pengumuman
166 S3 ~ Flashback
167 S3 ~ Melepas Rindu
168 S3 ~ Berjalan-jalan
169 S3 ~ Sayang
170 S3 ~ Ken Mesum?
171 S3 ~ Ken Mesum? (2)
172 S3 ~ Sosok Lama
173 S3 ~ Flying Fish Channel
174 S3 ~ Gunung Es Mencair
175 S3 ~ Flashback Reyhan & Sabina
176 S3 ~ Breakfast Together
177 S3 ~ Lukisan
178 S3 ~ Remember
179 S3 ~ Firasat Buruk
180 S3 ~ The Secret
181 S3 ~ Ambyar
182 S3 ~ Tersedak
183 S3 ~ Keano Abian
184 S3 ~ Cincin dan Rindu
185 S3 ~ Aura Suram
186 S3 ~ Dua Kutub yang Berbeda
187 S3 ~ Pesan Singkat
188 S3 ~ Miranda
189 S3 ~ Jembatan Keledai
190 S3 ~ Benci Jadi Cinta?
191 S3 ~ Kutu Mati
192 S3 ~ Hari Terakhir
193 S3 ~ Ken's Story
194 S3 ~ Pertarungan Sengit
195 S3 ~ A Thousand Years
196 S3 ~ Mata Tidak Bersalah
197 S3 ~ CPR
198 S3 ~ Breathing
199 S3 ~ Salah Bicara
200 S3 ~ Pendekatan
201 S3 ~ Informasi Dari Reyhan
202 S3 ~ Kisah Baru
203 S3 ~ Teman Lama
204 S3 ~ Married?
205 S3 ~ Operan
206 S3 ~ Pesona Ruby
207 S2 ~ Cemburu?
208 S3 ~ Cemburu? (2)
209 S3 ~ Hitam Berenda
210 S3 ~ Kode
211 S3 ~ Poli Jantung
212 S3 ~ Don't Hate Me
213 S3 ~ Reuni
214 Pengumuman
215 S3 ~ Candelaria Bar
216 S3 ~ Candelaria Bar (2)
217 S3 ~ Truth or Dare
218 S3 ~ Pompa balon intra-aorta (IABP)
219 S3 ~ Kafetaria
220 S3 ~ Bus
221 S3 ~ Dua Lelaki
222 S3 ~ Tiga Lelaki
223 S3 ~ Cemburu Kecil
224 S2 ~ Siapakah wanita itu?
225 S3 ~ Red Velvet
226 S3 ~ Cemburu Lagi
227 S3 ~ Menuju Titik Terang
228 S3 ~ Titik Terang
229 S3 ~ Virus
230 S3 ~ Virus 2
231 S3 ~ Virus 3
232 S3 ~ Virus 4
233 S3 ~ Last Virus
234 Epilog
235 PENGUMUMAN
236 Bonus Chapter 1
237 Bonus Chapter 2
238 Bonus Chapter 3
239 Bonus Chapter 4
240 Bonus Chapter 5
241 Bonus Chapter 6
242 Bonus Chapter 7
243 END
244 PENGUMUMAN
245 Pengumuman
Episodes

Updated 245 Episodes

1
Prolog
2
Penyamaran
3
Teman
4
Roti Sobek
5
Kesedihan Pangeran Hanz (Mimpi)
6
Kue
7
Freeckles
8
Perlombaan
9
Deja Vu
10
Senyuman
11
Marah
12
PENGUMUMAN VISUAL
13
Lelaki Lembut
14
Bersembunyi
15
Sendok Emas
16
Caffe Latte
17
Caffe Latte 2
18
Siluet Punggung
19
Cookies Buatan Ibu
20
Kecewa
21
Kesedihan Ayah dan Ibu (Mimpi)
22
Greentea Cheese dan Reyhan
23
Filosofi Pohon
24
Ruby si Upik Abu
25
Love Test for Reyhan
26
Love Test for Reyhan (2)
27
First Kiss
28
Apakah Dia Mengenalku?
29
Ujian Akhir Semester
30
Rahasia
31
It's Time to Change
32
It's Time to Change (2)
33
It's Time to Change (3)
34
Liburan di Pulau Bali
35
Permainan Bola Kertas
36
Hal yang Mengejutkan
37
Lubang Hitam
38
Ken Psycopath?
39
Rahasia Kecil
40
Hukuman Ayah dan Ibu (Mimpi)
41
Second Kiss
42
Surat Kabar
43
Teman Masa Kecil
44
Reyhan POV
45
Reyhan POV (Setitik Cahaya)
46
Perjalanan Pulang
47
Menunggumu
48
Siapa Sesungguhnya Di Balik Semuanya?
49
Gantungan Kunci
50
Gunung Es Mencair?
51
Sirloin Steak
52
Jadian
53
Hujan
54
Surat Misterius
55
Pertandingan Basket
56
Lily Putih
57
Mie Ramyun
58
Situs Web Sekolah
59
Gadis Kecil Menangis (Mimpi)
60
Pengakuan Reyhan
61
Setitik Kebenaran
62
Kencan Pertama
63
Kecupan Perpisahan
64
Naik Kereta Api
65
Siapa Gadis Itu? (Mimpi)
66
Secercah Harapan
67
Titik Terang
68
Saat Terakhir
69
S2 ~ Reinkarnasi
70
S2 ~ Permainan Dimulai
71
S2 ~ Pertemuan Pertama
72
S2 ~ Cambukan
73
S2 ~ Serigala Berbulu Domba
74
S2 ~ Kekesalan
75
S2 ~ Tak Seindah Dongeng
76
S2 ~ Pesta Pengenalan Regina
77
S2 ~ Berdansa
78
S2 ~ Genggaman Pertama
79
S2 ~ Time Travel 2
80
S2 ~ Istana Karoling
81
S2 ~ Sambal Terong
82
S2 ~ Pangeran Felix
83
S2 ~ Pangeran Hanz
84
S2 ~ Acara Minum Teh
85
S2 ~ Ksatria Merah
86
S2 ~ Melarikan Diri
87
S2 ~ Curahan Hati
88
S2 ~ Pemilihan Regina Tahap Kedua
89
S2 ~ Pangeran Mesum
90
S2 ~ Perasaan
91
S2 ~ Jawaban
92
S2 ~ The Secret
93
S2 ~ Perangkap
94
S2 ~ Pernyataan Cinta
95
S2 ~ Semangat
96
S2 ~ Crying
97
S2 ~ Penobatan
98
S2 ~ Kesepakatan
99
S2 ~ New Day
100
S2 ~ Penyamaran
101
S2 ~ Rindu
102
S2 ~ Sapu Tangan
103
S2 ~ Foie Gras dan Ratatouille
104
S2 ~ Ginger
105
S2 ~ Black Death
106
S2 ~ Wangi Lavender
107
S2 ~ Usulan Ruby
108
S2 ~ Memperbaiki Benang Kusut?
109
S2 ~ Salep
110
S2 ~ Sisi Lain
111
S2 ~ Kesal
112
S2 ~ Baling-baling Bambu
113
S2 ~ Rapat Delegasi
114
S2 ~ Rapat Delegasi 2
115
S2 ~ Cemburu
116
S2 ~ Membuka Tirai
117
S2 ~ Matahari Terbit Lagi
118
S2 ~ Awal Hari Baru
119
S2 ~ Genggaman Hangat
120
S2 ~ Kaisar Bucin
121
S2 ~ Rumah Ginger
122
S2 ~ Masalah Air Bersih
123
S2 ~ Masalah Air Bersih 2
124
S2 ~ A Kiss That's You Can't Resist
125
S2 ~ Ruby is an Angel of Love
126
S2 ~ Ruby is an Angel of Love 2
127
S2 ~ It's Not Dream
128
S2 ~ Barbara Bar-Bar
129
S2 ~ Nilai 7 Dari Kaisar
130
S2 ~ The Story About a Witch
131
S2 ~ The Story About a Witch 2
132
S2 ~ Tekhnologi Tepat Guna
133
S2 ~ Senyuman Menawan Lelaki Tampan
134
S2 ~ Mata-mata
135
S2 ~ Masalah Air Telah Usai
136
S2 ~ Rencana Jahat
137
S2 ~ Rambut Brokoli
138
S2 ~ Gadis yang Bersinar
139
S2 ~ Bukti Mencurigakan
140
S2 ~ Pinky Promise
141
S2 ~ Wanita Paruh Baya
142
S2 ~ Dokter Patricia
143
S2 ~ Sejarah Kopi di Benua Eropa
144
S2 ~ Diabaikan
145
S2 ~ Kesal
146
S2 ~ Kopi Bubuk
147
S2 ~ Terbalaskan
148
S2 ~ Tenda Biru Tua
149
S2 ~ Your Grades Still Remain
150
S2 ~ Modus
151
S2 ~ Rayuan Lily
152
S2 ~ Menepati Janji
153
S2 ~ Hari Bahagia Bersamanya
154
S2 ~ Dibius
155
S2 ~ Satu Lagi Kepingan Puzzle
156
S2 ~ Rasa Takut
157
S2 ~ Kecurigaan
158
S2 ~ Titik Terang
159
S2 ~ Lily is a Witch
160
S2 ~ Sosok Yang Dirindukan
161
S2 ~ Saat Terakhir
162
S2~ New World
163
S2 ~ On The Way
164
S2 ~ My Prince (END)
165
Pengumuman
166
S3 ~ Flashback
167
S3 ~ Melepas Rindu
168
S3 ~ Berjalan-jalan
169
S3 ~ Sayang
170
S3 ~ Ken Mesum?
171
S3 ~ Ken Mesum? (2)
172
S3 ~ Sosok Lama
173
S3 ~ Flying Fish Channel
174
S3 ~ Gunung Es Mencair
175
S3 ~ Flashback Reyhan & Sabina
176
S3 ~ Breakfast Together
177
S3 ~ Lukisan
178
S3 ~ Remember
179
S3 ~ Firasat Buruk
180
S3 ~ The Secret
181
S3 ~ Ambyar
182
S3 ~ Tersedak
183
S3 ~ Keano Abian
184
S3 ~ Cincin dan Rindu
185
S3 ~ Aura Suram
186
S3 ~ Dua Kutub yang Berbeda
187
S3 ~ Pesan Singkat
188
S3 ~ Miranda
189
S3 ~ Jembatan Keledai
190
S3 ~ Benci Jadi Cinta?
191
S3 ~ Kutu Mati
192
S3 ~ Hari Terakhir
193
S3 ~ Ken's Story
194
S3 ~ Pertarungan Sengit
195
S3 ~ A Thousand Years
196
S3 ~ Mata Tidak Bersalah
197
S3 ~ CPR
198
S3 ~ Breathing
199
S3 ~ Salah Bicara
200
S3 ~ Pendekatan
201
S3 ~ Informasi Dari Reyhan
202
S3 ~ Kisah Baru
203
S3 ~ Teman Lama
204
S3 ~ Married?
205
S3 ~ Operan
206
S3 ~ Pesona Ruby
207
S2 ~ Cemburu?
208
S3 ~ Cemburu? (2)
209
S3 ~ Hitam Berenda
210
S3 ~ Kode
211
S3 ~ Poli Jantung
212
S3 ~ Don't Hate Me
213
S3 ~ Reuni
214
Pengumuman
215
S3 ~ Candelaria Bar
216
S3 ~ Candelaria Bar (2)
217
S3 ~ Truth or Dare
218
S3 ~ Pompa balon intra-aorta (IABP)
219
S3 ~ Kafetaria
220
S3 ~ Bus
221
S3 ~ Dua Lelaki
222
S3 ~ Tiga Lelaki
223
S3 ~ Cemburu Kecil
224
S2 ~ Siapakah wanita itu?
225
S3 ~ Red Velvet
226
S3 ~ Cemburu Lagi
227
S3 ~ Menuju Titik Terang
228
S3 ~ Titik Terang
229
S3 ~ Virus
230
S3 ~ Virus 2
231
S3 ~ Virus 3
232
S3 ~ Virus 4
233
S3 ~ Last Virus
234
Epilog
235
PENGUMUMAN
236
Bonus Chapter 1
237
Bonus Chapter 2
238
Bonus Chapter 3
239
Bonus Chapter 4
240
Bonus Chapter 5
241
Bonus Chapter 6
242
Bonus Chapter 7
243
END
244
PENGUMUMAN
245
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!