Renara mengerjapkan matanya, melihat sekeliling tenda, dia juga merasakan sakit di punggung dan lehernya.
Renara bangun dari tidurnya, dia tidak melihat ada orang sama sekali di tenda tersebut, dirinya merasakan suasana masih dini hari.
"Aw, sakit," ucap Renara saat memegang lehernya.
"Kenapa sosok itu ngira Nara yang ngusir?" tanya Renara kembali mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.
"Nara juga belum ngeliat Violetta," sambung Renara.
Namun tiba-tiba saja Renara merasakan ada rambut panjang yang melilit tubuhnya dari arah belakang.
"Kau bisa merasakan rambut ini kan?" tanya sosok tersebut yang wajahnya kini menatap kearah Renara.
Renara mencoba untuk berpura-pura untuk tidak melihat sosok yang berada di hadapannya.
"Duh, kok kayak ada yang ngajak ngomong ya? tangan gue juga kayak ada yang iket," tanya Renara berpura-pura merinding.
"Aku disini, kau lihat aku kan?" tanya sosok itu yang malah kebingungan sendiri.
Renara berhasil memerankan aktingnya di hadapan sosok tersebut, dia tersenyum sinis saat melihat sosok kiriman Violetta kebingungan sendiri sambil menatap tubuhnya yang hancur dan penuh luka.
Di saat sosok itu kebingungan dengan tubuhnya, tiba-tiba saja Irsyam masuk kedalam tenda, melihat kearah Renara yang sedang duduk.
"Panas!" teriak sosok tersebut saat Irsyam mendekat kearah Renara.
"Rasain lu!" ucap Renara dalam hati melihat sosok kiriman Violetta kepanasan dan menghilang entah kemana.
"Udah bangun?" tanya Irsyam.
"Menurut lo?" tanya Renara sambil merasakan punggungnya yang kembali terasa linu.
"Gak usah so so an mau duduk kalau masih sakit," ucap Irsyam yang melihat Renara meringgis kesakitan.
"Kalau di tidurin tambah sakit sam," ujar Renara.
"Lehernya masih sakit?" tanya Irsyam yang melihat leher Renara masih merah.
"Masih," jawab Renara.
"Sam," panggil Renara.
"Apa?" sahut Irsyam yang sedang memakai minyak kayu putih di tangannya.
"Gue mau ke tenda," jawab Renara. Perkataan dari Renara mampu membuat Irsyam menatap matanya.
"Engga," ucap Irsyam yang menatap tajam mata Renara.
"Sam, gue gak apa-apa, gue juga gak bakalan cerita tentang kejadian semalam," ujar Renara yang kembali menatap mata Irsyam.
"Ra, lo tau kan gimana sempitnya di tenda?" tanya Irsyam.
"Gue tau, tapi gue gak mau disini terus," jawab Renara.
"Lo mau punggung lo patah-patah?" tanya Irsyam.
"Gak gitu juga Sam, gue gak punya temen ngobrol disini," jawab Renara.
"Ada gue," ucap Irsyam.
Namun saat Renara ingin membalas perkataan Irsyam, tiba-tiba saja Angkasa masuk kedalam tenda dan duduk di samping Renara.
"Ra, masih sakit?" tanya Angkasa menatap teduh kearah Renara.
"Udah engga kak," jawab Renara sambil tersenyum.
"Kalau emang masih sakit jangan maksain buat ikut acara selanjutnya," ucap Angkasa.
"Nara gak apa-apa kak," ujar Renara sambil melihat kearah Irsyam yang sedang menatap dirinya.
Renara berada di posisi yang membuat jantungnya berdetak kencang. Situasi ini membuat dirinya canggung.
"Masih ada waktu buat istirahat, tidur lagi gih," ucap Angkasa.
"Em, iya ini mau tidur lagi," ujar Renara.
"Kakak temenin," ucap Angkasa. Perkataan Angkasa mampu membuat Renara melotot kan matanya.
"Em, maaf kak, tapi Nara ngerasa gak enak kalau di temenin," ujar Renara berbohong. Saat ini dirinya takut dengan tatapan Irsyam, matanya itu seolah menyiratkan untuk segera menyudahi percakapan tersebut.
"Ya udah kalau gitu kakak pergi, kamu tidur ya," ucap Angkasa sambil mencubit gemas pipi Renara dan berlalu pergi begitu saja.
Irsyam yang melihat perlakuan tadi hanya diam saja sambil menatap kearah Renara yang melihat dirinya takut.
"Kenapa takut?" tanya Irsyam yang melihat Renara ketakutan menatap kearah dirinya.
"Jangan gitu liatnya," jawab Renara.
"Engga, liat sini," ucap Irsyam.
Renara yang mendapat perkataan seperti itu langsung menatap kearah Irsyam yang secara tiba-tiba mengelus pipinya baru saja Angkasa pegang.
Perlakuan Irsyam yang seperti ini kembali membuat Ranara salah tingkah dan bersemu.
"this is mine." ucap Irsyam sambil mengelus pipi Renara yang sedang bersemu, terlihat sangat menggemaskan bagi siapapun yang melihat sedekat ini. Renara yang mendapat perkataan seperti itu melotot kan matanya.
"Apa maksudnya?" tanya Renara dalam hati sambil mengigit bibir bawahnya karena terlalu kaget dengan entah sebuah pernyataan atau pertanyaan.
"This is mine?" tanya Renara lagi dalam hati, mengulang ucapan Irsyam yang masih mengelus pipinya.
"Tidur," ucap Irsyam yang menatap Renara bersemu merah karena perlakuannya. Siapapun yang mendapat perlakuan seperti itu pasti akan kaget dan salah tingkah. Bagaimana tidak? dengan mudahnya Irsyam mengatakan milikku. Renara menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kenapa?" tanya Irsyam yang tertawa tipis melihat Renara yang tiba-tiba jadi pendiam.
"Coba ulang lagi yang tadi," jawab Renara menatap lekat mata Irsyam.
"Yang mana?" tanya Irsyam pura-pura lupa.
"Yang tadi, gak usah pura-pura lupa," jawab Renara.
"Perasaan gak bilang apa-apa," ucap Irsyam.
"Gue denger sam," ujar Renara.
"Coba lo sebutin kalau emang denger," ucap Irsyam.
"Terserah, gue mau tidur," ujar Renara yang membaringkan tubuhnya. Dia menyelimuti tubuhnya dari atas rambut hingga ujung kaki membelakangi Irsyam yang sedang tersenyum tipis melihat Renara seperti ini.
"Mau denger lagi?" tanya Irsyam dengan suara berbisik, namun Renara tidak memperdulikan itu, dia hanya tidak tahu bagaimana harus menanggapi pertanyaan Irsyam.
"You're mine." sambung Irsyam sambil berbisik di telinga Renara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Hasnah Siti
haishhhh bisa romantis juga nih anak...huhuhuiiiii
2022-05-06
0
Arrum Anissa
ngungkapin perasaannya, persis kayak Bara, diperkenankan juga. karakter nya juga sama kayak Bara. sang jadi tambah suka ....
2022-03-17
0
AfifaZuyin
setan di pojokan pun baper plus iri
2022-01-12
0