Bel pulang telah berbunyi sejak 5 menit yang lalu, Renara, Metta dan Safira sedang berada di dalam kelas menunggu yang lain keluar.
"Ra, lo pulang sama siapa?" tanya Metta.
"Paling sama abang gue," jawab Renara.
"Emang Fira gak di anterin sama Bang Daren?" tanya Metta sambil menatap Safira yang berada di sebelahnya.
"Engga, gue udah bilang bakalan di jemput sama papa," jawab Safira yang sedang memainkan ponselnya.
"Tapi katanya Bang Daren lagi kumpulan OSIS buat besok kemah," sambung Safira.
"Serius?" tanya Renara.
"Iya," jawab Safira.
"Gue chat abang dulu, trauma sama preman yang kemarin," ucap Renara, dia sudah menceritakan kejadian kemarin saat pulang sekolah bertemu dengan preman yang berwajah sangar.
"Iya, lo chat aja, daripada nanti kenapa-kenapa, kalau gue jalannya searah pasti gue bawa Ra, tapi sayang nya rumah gue sama rumah lo kayak berasa ngelilingin kota," ujar Metta.
"Kenapa coba rumah lo jauh banget?" tanya Renara sambil mengeluarkan ponselnya.
"Mana gue tau kalau sahabat gue rumah nya di sana," jawab Metta.
Renara menghidupkan layar ponselnya untuk mengirim pesan singkat kepada Daren.
...Abangg...
^^^Abanggg^^^
Apa?
^^^Pulang bareng ya^^^
y, abang lg rapat dulu bntr, tnggu aja di gerbang, bntr lg selesai.
^^^Jangan lama, Nara tunggu di depan^^^
Tidak ada balasan lagi dari Daren, dia hanya membaca pesan dari Renara tanpa membalasnya, itulah kebiasaan Daren.
"Gimana?" tanya Safira.
"Katanya bentar lagi selesai, nara di suruh tunggu di depan gerbang," jawab Renara sambil membawa tasnya.
"Ya udah kita bareng ke sana nya," ucap Metta.
Mereka bertiga melangkahkan kakinya keluar dari kelas.
...----------------...
Sesampainya di depan gerbang, Safira sudah di tunggu oleh papa nya sejak tadi.
"Ra, yakin gak mau ikut?" tanya Safira yang kini sudah duduk di dalam mobilnya.
"Gak Fi makasih ya, Nara lagi nunggu abang," jawab Renara sambil tersenyum.
"Yakin kalian gak mau ikut?" tanya David papanya Safira yang kini sedang menatap Renara dan Metta silih berganti dengan senyuman yang tak kalah manis seperti milik Safira.
"Makasih om tapi Tata di jemput sama papa, sekalian mau beli buat besok kemah," jawab Metta sambil cengengesan.
"Iya om, Nara juga lagi nunggu bang Daren lagi rapat, bentar lagi juga selesai," sambung Renara.
"Ya udah kalau gitu om pergi dulu ya," ucap David.
"Iya om," sahut Metta dan Renara kompak.
"Gue pergi dulu ya," ucap Safira sambil melambaikan tangannya yang di balas lambaian tangan oleh Metta dan Safira.
"Wah kayak nya itu mang dika deh," ujar Metta sambil melihat mobil yang menuju ke arahnya, Mang dika adalah salah satu supir pribadi yang satu frekuensi dengan dirinya.
"Ayo pulang neng," ucap Mang Dika supir Metta sambil menurunkan kaca jendela mobilnya.
"Iya mang," ujar Metta.
"Ra, gue pergi dulu ya, Hati-hati di jalan, kalau ada apa-apa lo bisa telpon gue," sambung Metta.
"Orang sibuk kayak lo mana bisa angkat telpon gue," ucap Renara.
"Ya gak sibuk banget," ujar Metta sambil masuk kedalam mobilnya.
"Iya deh iya," ucap Renara.
"Gue pergi ya," pamit Metta sambil memeletkan lidahnya ke arah Renara yang di blas dengan pelototan mata darinya.
Metta dan Safira sudah pergi ke rumah nya masing-masing, sedangkan Safira masih berada di depan gerbang menunggu Daren yang tak kunjung datang.
"Abang mana sih," ucap Renara yang kesal sedari tadi menunggu Daren.
Ting...
Bunyi notifikasi dari ponsel Renara menganggu kekesalan dirinya pada Daren.
"Siapa si?" tanya Renara sambil melihat pesan singkat tersebut.
"Rafa," gumam Renara saat melihat pesan tersebut dari Rafael, kekasihnya.
...Ael...
Ra, aku izin keluar bentar ya, maaf buat hari ini gak bisa jemput kamu
^^^Iya, gak apa-apa el,^^^
^^^lagian aku juga pulang sama abang^^^
^^^sama siapa keluarnya?^^^
Oh ya udah hati-hati ya
Sama temen Ra
^^^Iya, jangan sampai kemaleman pulangnya^^^
^^^Hati-hati di jalan ya^^^
Iya, lvyouu
^^^Too^^^
Setelah membalas pesan tersebut Renara menyimpan ponselnya kedalam tas dan kembali ber komat kamit tentang keterlambatan Daren, Tiba-tiba saja terdengar deru motor yang menghampiri nya.
"Ra," panggil orang tersebut yang kini sedang berhenti tepat di samping Renara.
"Eh, Rey, lo belum pulang?" tanya Renara saat melihat Reyhan di sampingnya.
"Tadi latihan basket sebentar," jawab Reyhan. Sedangkan Renara hanya ber oh ria menjawab perkataan Reyhan.
"Lo gak pulang?" tanya Reyhan.
"Lagi nunggu abang gue jemput," jawab Renara.
"Udah jam 4 lebih, mau gue anterin gak?" tanya Reyhan sambil melihat jam yang melingkad di pergelangan tangannya.
Renara berpikir sejenak untuk menjawab tawaran dari Reyhan, yang dia katakan memang benar, ini sudah jam 4 lebih sedangkan dirinya belum mempersiapkan apapun untuk kemah besok.
"Em, boleh deh, gue juga belum siapin barang buat besok di bawa," jawab Renara yang sudah mempertimbangkan semuanya dengan matang.
Namun saat Renara ingin naik ke atas motor sport milik Reyhan tiba-tiba saja ada motor lain yang menghampirinya.
"Ra," panggil orang tersebut.
Renara yang merasa namanya di panggil tidak jadi naik keatas motor Reyhan, dia melihat orang yang memanggil namanya tersebut.
"Sam? kenapa?" tanya Renara yang melihat orang tersebut adalah Irsyam.
"Abang lo nitipin lo ke gue," jawab Irsyam to the poin sambil menatap tajam kearah Reyhan yang juga sedang menatap dirinya.
"Abang belum selesai rapat nya?" tanya Renara.
"Belum, masih ada beberapa yang harus dia serahin sama guru," jawab Irsyam yang kini menatap Renara.
Renara yang mendapat jawaban seperti itu menjadi tidak enak sendiri untuk menolak ajakan dari Reyhan, padahal tadi dirinya mengiyakan ajakan tersebut, tapi jika dirinya menolak ajakan dari Irsyam bisa saja Daren marah besar.
"Gak apa-apa Ra, lo sama dia aja, abang lo juga kan yang minta?" tanya Reyhan sambil tersenyum manis ke arah Renara.
"Em, maaf ya Rey, gue jadi ga enak sendiri," jawab Renara.
"Gak apa-apa, kalau gitu gue pergi dulu ya," ucap Reyhan. Renara hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Setelah mendapat jawaban dari Renara, Reyhan melajukan motornya dengan kecepatan standar meninggalkan Renara dan Irsyam yang sedang menatap kepergiannya.
"Naik," ujar Irsyam sambil menatap ke arah Renara.
"Iya," ucap Renara sambil naik keatas motor sport milik Irsyam.
"Eh, gue boleh minta anterin ke supermarket dulu gak?" tanya Renara.
"Hm," gumam Irsyam.
"Iya atau engga?" tanya Renara yang kesal dengan jawaban dari Irsyam.
"Iya, supermarket mana?" tanya Irsyam.
"yang sebelum pertigaan," jawab Renara. Irsyam hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan melajukan motornya dengan kecepatan standar.
Di sepanjang perjalanan tidak ada yang memulai percakapan hanya terdengar suara mesin motor dan mobil yang saling sahut menyahut.
Entah kenapa hari ini Renara sedang tidak enak hati, dia merasa akan ada sesuatu terjadi yang membuat hatinya sakit hati.
"Kenapa ya?" tanya Renara pada dirinya sendiri yang merasa gelisah, khawatir dan ingin menangis.
"Lo punya masalah sama pacar lo?" tanya Irsyam tiba-tiba.
"Engga, gue baik-baik aja, kenapa emang nya?" tanya Renara.
"Gue liat dari tadi lo kayak mau nangis," jawab Irsyam.
"Gue juga gak tau, gak enak hati," ucap Renara.
"Mending lo pulang aja ya," ujar Irsyam yang melihat Renara gelisah.
"Nanggung sam, Gue gak mau ribet lagi," ucap Renara.
Irsyam tidak menjawab perkataan Renara, karena mereka sudah masuk ke parkiran supermarket yang Renara maksud.
"Lo mau nunggu disini apa mau ikut?" tanya Renara yang sudah turun dari motor milik Irsyam.
"Ikut, gue juga mau beli buat besok," jawab Irsyam.
"Ayo," ajak Renara sambil menggenggam tangan Irsyam, sudah terlihat seperti kekasih bukan? padahal status mereka hanya sebatas teman.
Renara tidak menyadari sejak dari parkiran tadi menggenggam tangan Irsyam, bahkan Irsyam pun tidak menyadari hal tersebut.
Banyak pasang mata yang menatap kearah mereka berdua, dari mulai masuk kedalam supermarket tersebut.
"Lo mau beli apa?" tanya Renara.
"Yang gue butuhin," jawab Irsyam seadanya.
"Terserah, gue mau kesana," ucap Renara sambil melepaskan genggamannya pada tangan Irsyam.
Irsyam yang merasakan tangannya tidak sehangat tadi langsung melihat kearah telapak tangannya yang terasa hampa dan beralih melihat Renara yang sejak dari parkiran menggenggam tangannya.
Dia tersenyum tipis saat merasakan dirinya bisa berubah drastis dengan wanita yang bernama Renara Maharani, biasanya Irsyam paling anti di sentuh oleh wanita yang seumuran dengannya.
Tanpa berpikir panjang, Irsyam melangkahkan kakinya menyusul Renara yang sedang memilih snack untuk bekal besok.
"Kenapa kesini?" tanya Renara yang merasakan Irsyam berada di sampingnya.
"Gue mau ambil yang gue butuhin," jawab Irsyam.
"Terserah," ucap Renara.
Mereka berdua belanja untuk kebutuhannya masing-masing sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.
"Ra, udah sore," ucap Irsyam yang melihat jam tangannya.
"Serius?" tanya Renara kaget.
"Iya," jawab Irsyam.
"Kita langsung ke kasir aja," ucap Renara sambil membawa barang belanjaannya menuju kasir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Nurhalimah Al Dwii Pratama
semoga perselingkuhan rafa ktauan ya
2021-06-10
0
◈••❖ica❖••◈
"Sudah terlihat seperti kekasih bukan?" maaf kak, saya tdk bisa melihatnya🙃
2021-05-23
13
Sabila Anasera
up kali ini panjang..aku suka
2021-05-15
5