Eps. 13 [MENGGEMASKAN]

Saat ini Renara, Irsyam dan Daren sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolahnya

"Abang!! Ini udah jam 7," teriak Renara yang sedang berada di ruang tamu bersama Irsyam.

"Bentar Ra," sahut Daren yang sedang berada di kamarnya.

"Abang enak ketua OSIS, nasib nara masih murid baru bang," ucap Renara.

"Sam, lagi ngapain?" tanya Daren.

"Diem," jawab Irsyam.

"Gue minta tolong anterin Nara, nanti barang-barang biar gue yang bawa pake mobil," ucap Daren.

"Iya," ujar Irsyam sambil menutup layar ponselnya karena sejak tadi Irsyam sudah siap.

"Mau naik apa?" tanya Renara sambil melihat Irsyam yang sedang memakai jaket nya.

"Motor," jawab Irsyam.

"Terus tas Nara gimana bawanya?" tanya Renara.

"Nanti abang yang bawa Ra," jawab Daren yang sudah turun dari tangga.

"Uang jajan bang," ucap Renara.

"Abang belum narik uangnya, nanti sekalian sambil kasih tas," ujar Daren yang sedang berjalan menuju dapur.

"Ayo," ajak Renara sambil melangkahkan kakinya di ikuti dengan Irsyam di belakangnya yang sedang memakai helm.

Mereka berdua keluar dari pekarangan rumah untuk menuju ke sekolahnya.

Irsyam melajukan motornya dengan kecepatan standar.

"Sam, gue telat," ucap Renara yang

sedang melihat jam yang melingkar di tangannya.

"Ra, lo ga liat? Ini macet," ujar Irsyam.

Namun di saat percakapan itu tiba-tiba Renara melihat Rafael yang sedang bersama violetta, hanya terhalang oleh satu mobil.

"Gak usah di liat," ucap Irsyam yang melihat Renara dari kaca spion motornya.

"Gue punya mata." ujar Renara.

"Liat nya ke gue aja," ucap Irsyam.

"Apa faedahnya ngeliat muka lo?" tanya Renara.

"Meningkatkan mood, soalnya gue ganteng," jawab Irsyam.

"Pede banget lo," ucap Renara.

"Terserah, tapi beneran gue ganteng, gue akui itu," ujar Irsyam

Renara tidak menjawab perkataan Irsyam, dia fokus pada sosok yang dirinya temui pagi tadi kini sedang berada di belakang violeta anehnya sosok itu tahan akan sinar matahari, energinya benar-benar kuat sekali, Renara harus segera menjauhkan sosok itu dari Daren, bisa saja Daren terkena musibah karena sosok kiriman dari Violetta.

"Ternyata gak cukup satu cowok ya? gak malu? Mana mungkin gue biarin abang gue di milikin sama cewek kayak lo," ucap Renara dalam hati.

Setelah mengambil Rafael dari dirinya, Renara tidak akan membiarkan Daren-kakaknya itu sebagai bahan permainannya.

"Lo kira gue gak tau niat busuk lo?" batinnya sambil menatap kearah Violetta yang sedang memeluk mesra pinggang Rafael sedangkan Rafael malah menatap Renara.

Irsyam yang melihat dari ekor matanya, Rafael sedang menatap kearah Renara, dia langsung menarik tangan Renara untuk memeluk pinggangnya. Sedangkan Renara mengikuti alurnya, dia juga sebenarnya ingin melakukan hal itu sejak tadi, namun dirinya takut Irsyam tidak nyaman dengan perlakuannya.

"Jangan liat kesana terus, masa depan lo ada depan lo sendiri," ucap Irsyam sambil menatap Rafael yang sedang menatap tangan Renara yang melingkar di pinggangnya.

"Iya, gue tau masa depan ya ada di depan gak ada yang di belakang Sam," ujar Renara yang sedang menyimpan kepalanya di bahu Irsyam, menatap lelaki tampan itu dari samping.

"Terserah," ucap Irsyam yang kembali melihat ke jalanan yang sudah tidak macet lagi.

"Sam, gue mau curhat," ujar Renara.

"Apa?" tanya Irsyam.

"Tapi gak jadi deh," jawab Renara.

"Hm," gumam Irsyam.

"Lo itu kenapa bisa deket sama abang gue sih? sedangkan abang gue itu susah buat buka circle pertemanan kalau gak sama Kak Adit," tanya Renara bertubi-tubi.

"Mungkin gue baik, jadi Daren mau temenan sama gue," jawab Irsyam.

"Dih, percaya dirinya tingkat akut," ucap Renara.

"Terserah," ujar Irsyam.

"Dih gitu banget jawabannya," ucap Renara.

"Terus mau lo gimana?" tanya Irsyam.

"Menurut lo, kalau gue kasih kesempatan sama Rafael itu baik atau engga?" tanya Renara yang masih menyimpan kepalanya di bahu Irsyam.

"Apa yang buat lo mau kembali sama dia?" tanya Irsyam.

"Gak mau, tapi gue cuman minta pendapat lo aja," jawab Renara.

"Menurut gue, kalau dia udah buat kesalahan yang fatal banget, yaudah tinggalin aja, lagian banyak cowok di luar sana yang lebih bagus attitudenya, cari cowok itu yang menghargai wanitanya, bangga sama wanitanya, bukan hanya sebatas ingin di hargai tapi tidak menghargai, ingin di banggakan ke yang lain tapi tidak membanggakan wanitanya ke circle dia." jelas Irsyam.

"Wih, gue baru denger lo ngomong sepanjang itu," ucap Renara.

"Cuman sama lo aja Ra, sama yang lain gue gak gini," gumam Irsyam di balik helm full facenya.

"Ha? gimana? gak kedengeran," ucap Renara.

"Bukannya tadi lo minta pendapat dari gue?" tanya Irsyam sambil menatap Renara dari kaca spion yang sedang bersandar di bahunya, terlihat menggemaskan.

"Iya juga sih," jawab Renara.

Setelah perkataan Renara yang seperti itu tidak ada percakapan lagi, Irsyam fokus pada jalanan dengan melakukan motor dengan kecepatan standar sedangkan Renara hanya menatap mata Irsyam yang sangat indah.

...----------------...

10 menit telah berlalu, Renara dan Irsyam telah sampai di parkiran.

"Gue pergi duluan ya," ucap Renara sambil melangkahkan kakinya.

Namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti dan berbalik menatap ke arah Irsyam yang sedang melangkah kan kaki menuju Renara.

"Kenapa?" tanya Irsyam bingung saat melihat Renara yang memberhentikan langkahnya.

"Gue lupa sesuatu," jawab Renara sambil menatap lekat wajah Irsyam.

"Apa?" tanya Irsyam.

"Makasih," jawab Renara sambil tersenyum sangat tulus, Irsyam belum pernah menemukan senyuman setulus ini dari siapapun.

"Sama-sama," ucap Irsyam sambil mengelus lembut rambut Renara dan berlalu pergi meninggalkannya sendirian dengan jantung yang berpacu lebih cepat dari biasanya dan mungkin pipinya sudah seperti kepiting rebus.

"Naraa!!" teriak Metta dan Safira yang melambaikan tangan kearah Renara.

Renara yang mendengar teriakan dari teman-temannya itu langsung tersadar dari lamunannya. Dia melangkahkan kakinya menuju ke arah Metta dan Safira.

Terpopuler

Comments

Nurhalimah Al Dwii Pratama

Nurhalimah Al Dwii Pratama

cie smoga temn" nya pada liat ya

2021-06-10

0

Cinta Azizah

Cinta Azizah

author kapan cerz up nya

2021-05-21

1

Riska Cikok

Riska Cikok

baperr aku Thor..lanjutt

2021-05-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!