Matahari sudah mulai menampakkan dirinya, namun kini seorang gadis masih saja terlelap dari tidurnya, seolah dia lupa bahwa hari ini dirinya harus sekolah.
Gadis remaja yang masih memanjakan alam mimpinya itu adalah Renara, siapa lagi kalau bukan gadis petakilan, ceria, cerewet, tegas dan pemarah.
Semalam Renara terlalu lupa waktu saat sedang mencari tahu tentang apa yang terjadi pada sosok mengerikan yang terpental itu.
Namun hasilnya nihil, dia tidak menemukan jawaban dari setiap pertanyaannya di beberapa situs yang berkaitan dengan horor, sampai dia lupa waktu tidurnya.
Flashback On
Renara sedang menatap fokus ke layar laptopnya dan membaca beberapa artikel tentang hal-hal yang bersifat supranatural.
"Indigo adalah sebutan yang biasa digunakan untuk seseorang yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat spesial. Hal tak biasa tersebut dikatakan karena mereka mengalami pengalaman supranatural." ucap Renara yang sedang membaca artikel di layar laptopnya.
"Bukan ini yang Nara cari," sambung Renara kesal.
Pasalnya dari 3 jam yang lalu dia terus mencari artikel yang pas dengan jawaban nya itu namun tidak mendapat jawabannya.
"Semangat Ra! ini pertama kalinya di hidup kamu!" ujar Renara menyemangati dirinya sendiri.
"Adikodrati atau supranatural (supra berarti atas, dan nature yang berarti alam, pertama kali digunakan pada 1520 - 1530 M) adalah sebutan untuk kejadian yang tidak bisa dijelaskan dengan hukum alam, atau berada di atas dan di luar alam." ucap Renara yang kembali membaca salah satu artikel layar laptopnya. Dia kembali menghela nafasnya panjang, lagi dan lagi dia tidak menemukan jawabannya.
"Dah lah Nara mau tidur aja," ujar Renara tanpa mematikan layar laptopnya dan berjalan menuju ranjangnya untuk menjumpai alam mimpi.
Flashback off.
"Nara!!" teriak seorang wanita paruh baya di balik pintu kamar nya. Siapa lagi kalau bukan Zanna, ibunya Renara.
"Nara!! ini jam 7 kamu masih tidur?!" sambung Zanna yang masih mencoba untuk mengetuk pintu kamar anak gadisnya itu.
"Iya ma, 5 menit lagi," ucap Renara yang masih?? memejamkan matanya, jika Renara jujur, matanya itu seperti memiliki lem perekat yang sangat kuat.
"Pacar kamu nunggu di bawah dari tadi!" ucap Zanna.
"Siapa?" tanya Renara yang masih saja memejamkan matanya.
"Emang kamu punya pacar berapa Nara?!" ucap Zanna yang kesal dengan anaknya itu, dia seolah lelah dengan perilaku anak gadisnya itu.
"Jam berapa ini?" gumam Renara sambil melihat jam dinding. Dalam seketika dirinya melotot kan matanya melihat jam sudah menunjukkan pukul 06. 44
"Sial!" ucap Renara bergegas bangun dari tidurnya dan membuka kan pintu kamarnya.
"Kamu ini, mama bangunin dari tadi! abis ngapain aja semalam?!" tanya Zanna saat Renara sudah membuka pintu kamarnya.
"Abis kerjain tugas ma," jawab Renara berbohong.
Zanna melihat sekeliling kamar Renara yang di penuhi oleh buku-buku yang berserakan dan laptop yang masih menyala.
Melihat penampilan kamar Renara yang di penuhi oleh buku-buku, Zanna sedikit percaya bahwa anak gadisnya itu habis mengerjakan tugas, padahal yang Renara lakukan adalah mencari jawaban dari pertanyaan semalam.
Kenapa sosok itu bisa terpental sangat jauh?
Pertanyaan itu masih saja menghantui pikiran Renara sampai saat ini, pasalnya dia belum melihat hal seperti itu dalam kehidupannya.
...----------------...
10 menit telah berlalu Renara sudah selesai dengan ritual paginya, dia menuruni anak setiap tangga untuk mengambil sarapan yang Zanna sudah siapkan seperti biasanya.
Saat di ujung tangga dia melihat seorang pria yang sedang duduk di salah satu sofa rumahnya sedang bermain ponsel, dia adalah Rafael aditama, kekasih nya.
"Udah lama?" tanya Renara saat turun dari tangga.
"Dari tadi," jawab Rafael sambil menatap Renara yang sedang menuju dapur.
"Ma, sarapan Nara mana?" tanya Renara menghampiri Zanna.
"Udah mama masukin ke tas," sahut Zanna.
"Makasih Ma, Nara pergi dulu ya, udah telat," ucap Renara.
"Iya sana kamu pergi, mama lagi di atas," ujar Zanna.
"Iya ma, Assalamu'alaikum," ucap Renara pada ibunya sambil melangkahkan kakinya menuju Rafael.
"Udah?" tanya Rafael.
"Yuk, berangkat," ajak Renara.
"Mama mana?" tanya Rafael.
"Mama lagi di atas," jawab Renara.
"Maa, Rafa pergi ya," pamit Rafael pada Zanna.
"Iya, kalian pergi aja," sahut Zanna
"Assalamualaikum," ucap Rafael.
"Waalaikumsalam," jawab Zanna.
Renara dan Rafael keluar dari rumah untuk pergi ke sekolah bersama setelah berpamitan pada ibunya Renara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Cikgu Raaa
suka ceritanya riu walau seram tp romantis 😂
2021-09-10
0
ᶜᶠkavella hera🌿🌿[🐧²⁴]
narra sama irsyam aja,yah aku mendukung mu😅😁
2021-06-30
1
Nurhalimah Al Dwii Pratama
kirain sma sam gx taunya udh punya pacar ya
2021-06-10
2