Eps. 16 [ANEH]

Saat ini Renara sedang membereskan tenda nya sebelum melangkah pada acara selanjutnya yang katanya akan ada penampilan dari anggota pramuka.

"Ra," panggil Jesllyn teman satu tendanya Renara.

Renara yang merasa namanya di panggil itu langsung melihat kearah sumber suara tersebut.

"Eh, iya kenapa lin?" tanya Renara yang kaget dengan kedatangan Jesllyn secara tiba-tiba.

"Kata Rey, sekelas kita kumpul dulu," jawab Jesllyn.

"Kenapa?" tanya Renara bingung.

"Katanya buat penampilan bakat nanti malam, kita coba sekarang mumpung masih ada waktu," jawab Jesllyn.

"Emang nya gak apa-apa?" tanya Renara.

"Engga, tadi Rey udah bilang sama pembina pramuka," jawab Jesllyn.

"Oh yaudah lo duluan aja, nanti gue nyusul, tanggung dikit lagi," ucap Renara yang masih membereskan tendanya.

"Kalau gitu gue pergi dulu," pamit Jesllyn sambil berlalu pergi, meninggalkan Renara sendirian di tenda.

Namun di saat Renara sudah selesai membereskan tendanya itu, tiba-tiba saja ada orang yang memanggil namanya.

"Ra," panggil seseorang dari luar tenda.

"Iya, kenapa? sebentar," sahut Renara sambil keluar dari tenda.

"Kak Angkasa? kenapa kakak kesini?" tanya Renara yang melihat Angkasa berada di luar tendanya.

"Em gak apa-apa, cuman mau ngontrol aja," jawab Angkasa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Oh, mungkin tadi kakak liat temen-temen Nara di luar tenda ya? sedangkan Nara masih di dalam, ini mau nyusul mereka kok kak, tadi nanggung lagi beresin buat tidur," ucap Renara.

"Iya," ujar Angkasa.

"Nara pamit ya," pamit Renara yang mulai melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Angkasa, namun langkahnya terhenti ketika Angkasa mencekal tangannya.

Renara langsung menatap kearah tangannya yang sedang di cekal kemudian beralih menatap Angkasa.

Pada saat Angkasa mencekal tangannya, Renara merasakan ada sengatan aneh masuk kedalam tubuhnya, bukan sengatan semacam yang sering Renara rasakan bersama Irsyam, ini terasa aneh. Seperti ada energi negatif yang menempel pada Angkasa.

"Kenapa Ra?" tanya Angkasa sambil menjentikan jarinya di hadapan wajah Renara yang sedang menatap dirinya.

"Eh, gak apa-apa kak," jawab Renara salah tingkah.

"Harusnya Nara yang nanya, kakak kenapa?" tanya Renara mengalihkan pembicaraan.

"Kakak cuman mau temenan, boleh?" tanya Angkasa sambil mengubah cekalan tangannya menjadi mengulurkan tangannya.

"Boleh kak," jawab Renara sambil menerima uluran tangan Angkasa.

Di saat Renara menerima uluran tangan Angkasa, dia dapat melihat sosok sama seperti yang Violetta kirim untuk Daren.

Pantas saja Renara merasakan sengatan negatif dari tangan Angkasa, dia melihat sosok hitam besar berada di belankang dan Renara pastikan bahwa sosok itu adalah kiriman dari Violetta untuk mendapatkan Angkasa.

Namun disaat sedang fokus menatap sosok yang berada di belakang Angkasa, Renara melihat Irsyam melewatinya yang sedang menjabat tangan Angkasa sebagai perkenalan.

Dia melihat Irsyam yang terlihat cuek, dingin dan tidak sama sekali menatap dirinya bahkan melirik saja tidak, dengan cepat Renara langsung melepaskan tangannya dari tangan Angkasa.

"Nara pamit nyusul temen-temen ya kak, takut di tungguin," ucap Renara sambil berlalu pergi meninggalkan Angkasa yang tersenyum dengan tingkah Renara.

Renara melangkahkan kakinya mendekat kearah Irsyam, karena tempat kumpul teman sekelasnya searah dengan langkah Irsyam.

"Sam," panggil Renara sambil menyesuaikan langkahnya yang mungil dengan langkah Irsyam. Naum Irsyam tidak menjawab panggilan dari Renara, dia masih memasang wajah seolah tidak peduli dan tidak ingin menatap Renara yang berada di sampingnya.

"Lo liat gue disini kan? lo denger suara gue kan?" tanya Renara menghalangi jalan Irsyam.

Sedangkan Irsyam yang mendapat perlakuan seperti itu, menatap dingin kearah Renara yang sedang menghalangi jalannya.

"Minggir," jawab Irsyam ketus.

"Lo gak jawab panggilan gue," ucap Renara.

"Peting?" tanya Irsyam.

"Gak juga sih," jawab Renara cengengesan.

"Minggir," ucap Irsyam.

"Lo kenapa sih?" tanya Renara bingung dengan sikap Irsyam yang tiba-tiba menjadi ketua kepadanya.

"Gak," jawab Irsyam singkat sambil mengambil jalan yang tidak di halangi oleh Renara dan berlalu pergi meninggalkannya sendirian dengan perasaan bingung.

"Gue salah apa? Gue ada salah ya? kenapa tiba-tiba dia jadi ketus? padahal tadi baik-baik aja," tanya Renara pada dirinya sendiri saat menatap kepergian Irsyam.

Renara kembali melangkahkan kaki menyusul teman-temannya yang mungkin sedang menunggu dirinya sambil mengingat kesalahan yang telah dirinya buat hingga membuat Irsyam berubah drastis.

...----------------...

Sesampainya di tempat perkumpulan kelasnya itu, Renara langsung duduk di antara Metta dan Reyhan, karena disitu tempat yang tersisa.

"Lo kemana aja si Ra? kita nunggu lama," ucap Metta yang melihat Renara duduk disampingnya.

"Beresin tenda buat nanti lo tidur biar nyaman," jawab Renara.

"Makasih ra, lo emang the best banget," ucap Metta sambil memeluk Renara.

"Lepasin Ta," ujar Renara, Metta langsung melepaskan pelukannya saat Renara berkata seperti itu.

"Oke, sekarang Nara udah disini, kita liat penampilan dari gea yang mau ngedance sama Melati," ucap Reyhan yang melihat tulisan buku milik Renara.

Gea dan Melati melakukan gerakan dance di depan teman-temannya itu, gerakan yang membuat orang berdecak kagum dengan kelenturan tubuhnya.

"Udah?" tanya Reyhan saat Gea dan Melati sudah tidak dance lagi.

"Udah Rey, gue capek, nanti tenaga nya abis pas tampil," jawab Gea.

"Iya juga ya, yaudah kalian duduk lagi," ucap Reyhan.

"Bagus banget dance nya," ujar Renara yang terhipnotis dengan kelenturan tubuh Gea dan Melati.

"Kita yakin pasti menang," ucap Metta.

"Sekarang giliran Edward sama Clara yang tampil nyanyi," ujar Reyhan.

Edward dan Clara menampilkan suaranya, mereka berdua larut dalam lagu yang berjudul maafkan aku terlanjur mencinta.

Suara Edward dan Clara mampu menghipnotis orang yang mendengarkannya, bahkan Renara tersenyum simpul saat mendengar salah satu lirik yang menampar dirinya.

"Aku tlah tau kita memang tak mungkin tapi mengapa kita selalu bertemu," ucap Renara.

Semua teman-teman yang mendengar Edward dan Clara menyanyi pun bahkan terbawa suasana untuk mengikuti mereka bernyanyi.

Tanpa Renara sadari ada seseorang yang melihat dirinya sedang bernyanyi dengan lirik yang Renara ucapkan tadi.

"Kenapa gue gak ikhlas ya kalau Nara deket sama cowok?" tanya lelaki tersebut saat melihat Renara duduk di sebelah Reyhan.

Terpopuler

Comments

angel

angel

aaah Sem cemburu niiih

2021-06-30

0

Nurhalimah Al Dwii Pratama

Nurhalimah Al Dwii Pratama

sam cemburu

2021-06-10

0

Sasa🐙

Sasa🐙

irsyamnya cemburu😍

2021-05-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!