Eps. 9 [NAIF]

Saat ini Renara dan Irsyam sedang berjalan menuju parkiran, tempat motor Irsyam di simpan.

"Tolong bawain belajaan gue," ucap Irsyam sambil memberikan belanjaan nya pada Renara.

"Lo kira gue istri lo apa?" tanya Renara sambil membawa belajaan Irsyam.

"Belum," jawab Irsyam.

"Dih, siapa juga yang mau sama lo?" tanya Renara.

"Bukannya lo sendiri yang bilang?" tanya Irsyam sambil tersenyum tipis.

Namun saat Renara ingin membalas pertanyaan dari Irsyam, matanya tak sengaja melihat motor yang sangat familiar.

"Eh Rafa?" tanya Renara sambil menyipitkan matanya melihat kearah sebrang supermarket yang terdapat cafe.

"Siapa?" tanya Irsyam.

Renara tidak menjawab pertanyaan Irsyam, dia masih fokus melihat Rafael yang sedang bergandengan tangan bersama dengan wanita yang dia kenali.

"Sam, tau cewek itu?" tanya Renara sambil menunjuk wanita yang bersama dengan Rafael.

"Violetta," jawab Irsyam saat melihat wanita yang di tunjuk oleh Renara.

Pantas saja Renara sangat familiar dengan wanita yang bersama Rafael apa lagi sosok. yang berada di belakang wanita tersebut.

Tanpa berpikir panjang Renara langsung memberikan kantung belanjaannya kepada Irsyam dan berjalan menuju Rafael yang sedang menggandeng tangan Violetta.

Renara tidak langsung melabrak begitu saja, dia ingin tahu siapa Violetta di kehidupan Rafael, dirinya berjalan mengikuti kedua orang tersebut memasuki Cafe.

Renara duduk di salah satu kursi dekat dengan Rafael dan Violetta, duduk membelakangi kedua orang tersebut.

"Rasanya kangen banget bisa jalan-jalan lagi sama kamu" ucap Violetta.

"Maaf ya, akhir-akhir ini aku sibuk dan jarang luangin waktu buat kamu," ujar Rafael sambil menggenggam tangan Violetta.

"Ha? aku, kamu?" tanya Renara dalam hati, mendengar percakapan dia orang tersebut.

"Gak apa-apa, asalkan kamu tetep jadiin aku yang pertama dan yang terakhir buat kamu," ucap Violetta sambil mengelus tangan Rafael yang sedang menggenggam tangannya.

"Sial! sakit banget." batin Renara saat mendengar percakapan tersebut.

Selama ini dugaan teman-temannya itu benar, Rafa sering bermain belakang.

"Kamu bakalan tetep jadi prioritas aku leta," ucap Rafael sambil membenarkan rambut Violeta yang terbang bebas karena AC di cafe ini.

"Ah sial! Gue pacaran sama lelaki seperti ini?" tanya Renara yang merutuki kebodohannya itu.

Saat Renara sedang tersulut emosi, Tiba-tiba saja Irsyam datang menghampiri dirinya. Dia tidak bertanya ataupun berkata apapun, tapi yang pasti Irsyam tahu bahwa Renara sedang menahan amarahnya.

"Gimana kabar pacar kamu yang namanya Renara?" tanya Violetta.

"Dia terlalu naif." jawab Rafael.

Irsyam yang mendengar percakapan itu langsung menatap ke arah Renara yang sedang mendengarkan percakapan tersebut.

Renara menyuruh Irsyam agar tenang dulu, biarkan mereka berdua membicarakan niat jahatnya. Sedangkan Irsyam menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Udah lah jangan bahas itu, ini hubungan antara kita," sambung Rafael.

"Kapan kamu putusin dia? aku gak mau jadi yang kedua," ucap Violetta dengan nada yang kesal.

"Mungkin besok," ujar Rafael.

"Really?" tanya Violetta antusias.

"Iya, apa sih yang engga buat kamu," jawab Rafael sambil mencubit gemas pipi Violetta.

Renara yang sudah tidak tahan dengan percakapan tersebut langsung menghampiri Rafael dan Violetta yang sedang bermesraan.

Sedangkan Irsyam hanya diam saja, dia tidak ingin ikut campur masalah Renara, kecuali jika Rafael sudah berani mengangkat tangannya atau berkata kasar yang mampu melukai hati Renara.

"Cara main mu kurang apik el," ucap Renara sambil berdiri di antara Rafael dan Violetta.

Violetta dan Rafael di buat kaget dengan kedatangan Renara yang secara tiba-tiba.

"Sejak kapan kamu disini?" tanya Rafael.

"Kenapa emangnya? kaget? Makannya kalau mau main belakang yang apik ya jangan murahan kayak gini," jawab Renara dengan nada santai namun menusuk.

"Heh! jangan asal-asalan kalau ngomong!" bentak Violetta sambil menunjuk wajah Renara.

"Wah, kakak mohon maaf jarinya gak sopan, Nara lagi ngomong baik-baik Rafa nya, bukan sama kakak," ucap Renara sambil menurunkan jari Violetta.

"Ra, aku bisa jelasin semuanya," ujar Rafael sambil menggenggam tangan Renara.

"Penjelasan yang mana? gue gak peduli sama omong kosong lo!" bentak Renara.

"Kasih aku kesempatan Ra," ucap Rafael.

"Kesempatan? Nara gak pernah ngasih kesempatan sama orang yang bahkan omongannya udah jelas Nara denger sendiri!" bentak Renara.

"Heh! gak usah bentak kayak gitu!" bentak Violetta sambil mendorong tubuh Renara hingga terjatuh.

Irsyam yang melihat Renara terjatuh itu tanpa berpikir panjang langsung membantunya untuk berdiri.

"Siapa laki-laki ini?" tanya Rafael sambil menatap tajam kearah Renara yang sudah berdiri.

"Kenapa emang nya? apa masalahnya sama lo? gue juga gak nanya siapa perempuan ini." jawab Renara.

"Dasar perempuan murahan!" ucap Rafael sambil menatap sinis kearah Renara.

"Bro, di bayar berapa sama perempuan ini?" tanya Rafael sambil menatap kearah Irsyam yang sedang menahan amarahnya.

BUGH..

Satu pukulan mendarat di wajah tampan milik Rafael, Irsyam tidak dapat menahan lagi amarahnya ketika melihat Renara yang sudah berkaca-kaca. Bahkan dirinya tidak peduli dengan orang-orang yang berada di dalam cafe tersebut.

BUGH.. BUGH.. BUGH..

Irsyam terus meluncurkan pukulannya kepada Rafael tanpa ampun, seolah dirinya tidak memberi peluang untuk Rafael bernafas.

"Sam, udah," ucap Renara sambil memegang bahu Irsyam. Namun ucapan Renara seolah angin lalu bagi dirinya, pukulan ini belum seberapa dengan perkataan yang Rafael berikan kepada Renara.

BUGH.. BUGH.. BUGH.. BUGH..

Kini pukulan itu mendarat di wajah Irsyam, bahkan Rafael tidak memberi ampun untuk Irsyam yang terus memukulnya.

"Lo ngebela cewek dengan harga murah kayak dia? Cih!" ucap Rafael sambil memegang kerah baju seragam Irsyam.

"Sekali lagi lo bilang kata itu dari mulut menjijikan lo, jangan harap hidup lo aman!" ujar Irsyam yang sedang menatap tajam kearah Rafael.

Beberapa pegawai berusaha untuk melerai perkelahian tersebut, namun mereka malah mendapatkan hantaman yang lebih keras.

"Sam, Udah. Gue mau pulang." ucap Renara sambil menangis.

Irsyam yang mendengar isak tangis dari Renara langsung melepaskan Rafael begitu saja sambil mendorongnya.

"Awas lo!" ucap Rafael sambil menyeka darah di sudut bibirnya.

"Mulai saat ini kita gak ada hubungan apapun." ujar Renara sambil menatap tajam ke arah Rafael dengan air mata yang terus menetes.

Irsyam tidak memperdulikan ancaman tersebut, dia bahkan tidak takut dengan ancamannya itu. Yang dia perdulikan saat ini adalah Renara yang sedang mengusap air matanya kasar.

Renara menuntun tangan Irsyam untuk segera menuju parkiran dengan air mata yang tidak bisa berhenti.

Sesampainya di parkiran, Irsyam langsung menyalakan motornya, Renara langsung naik keatas motor Irsyam dan mereka pergi meninggalkan parkiran tersebut.

"Sam, gue boleh minta sesuatu?" tanya Renara.

"Apa?" tanya Irsyam yang sedang menahan rasa nyeri di sudut bibinya.

"Jangan bawa gue pulang dulu," jawab Renara.

"Lo mau kemana?" tanya Irsyam.

"Terserah tapi gue gak mau pulang dulu," jawab Renara. Irsyam hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dia tahu rasa sakit yang saat ini Renara rasakan.

Setelah mendapat jawaban seperti itu, Renara memeluk pinggang Irsyam dan menyembunyikan kepalanya di balik punggung lelaki yang sudah dua kali menolongnya.

"Makasih," gumam Renara.

Irsyam yang merasakan ada tangan melingkar di pinggang nya itu tersenyum di balik helm full face nya dengan luka yang terasa nyeri.

Terpopuler

Comments

Hasnah Siti

Hasnah Siti

ciehhh ..! ade peluang nih buat sam sama ara..huhu

2022-05-06

0

🤑🤑🤑🤕🤕😭😭😪😪😂😂

🤑🤑🤑🤕🤕😭😭😪😪😂😂

akhirnya rafa gak sma renara lgi
emang mrka dua gak cocok

2021-06-19

0

HF Love Island

HF Love Island

iss rafa gak tau berhadapan sama siapa

2021-05-15

14

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!