Eps. 15 [KHAWATIR]

3 jam telah berlalu, bus yang di tumpangi oleh Renara, Metta dan Safira sampai di tempat tujuan.

Tempat ini terlihat agak mengerikan bagi Renara, pohon-pohon menjulang tinggi, di selimuti oleh kabut, jauh dari pemukiman warga dan yang pasti banyak sekali sosok mengerikan menatap kedatangan semua murid SMA pelita harapan.

Renara juga melihat ada mobil Daren yang sudah ada sejak dia turun dari bus nya.

"Tuh mobil abang lo Ra," Ucap Metta.

"Iya gue tau, tapi Bang Daren dimana?" Tanya Renara sambil melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Daren yang membawa tas nya.

"Ra," Panggil Safira.

"Apaan fi? Gue lagi cari bang Daren," ucap Renara sambil terus mencari Daren di banyaknya kerumunan murid yang turun dari bus.

"Itu," ujar Safira yang melihat Irsyam sedang berjalan kearah Renara, namun Renara tidak tahu Irsyam menuju ke arah dirinya.

"Apaan si Fi?" Tanya Renara yang kesal dengan ketidak jelasan Safira.

"Noh kak Irsyam datang," Jawab Metta yang melihat Irsyam mendekat ke arah Renara.

Renara yang mendengar perkataan Metta langsung melihat ke arah Irsyam yang sedang melangkahkan kaki kearahnya.

Terlihat tampan dengan setelan baju OSIS yang lengkap di tambah almamater dengan menggulungnya setengah tangan.

"Ngapain dia kesini?" Tanya Renara.

"Mana gue tau, lo punya salah kali sama Kak Irsyam," Jawab Metta.

"Ikut gue," Ucap Irsyam yang kini sudah berada di hadapan Renara.

"Kemana?" Tanya Renara.

"Ambil tas lo," Jawab Irsyam dengan wajah dingin nya.

"Bang Daren mana?" Tanya Renara.

"Lagi rapat," Jawab Irsyam singkat.

"Ayo, nanti keburu baris dan gue ketinggalan terus di hukum," Ajak Renara.

"Fi, Ta, tungguin di sini ya, sebentar aja kok," Sambung Renara.

"Iya, kita tunggu disini," Ucap Safira. Sedangkan Metta hanya menatap Irsyam yang berada di hadapannya. Ciptaan dari Tuhan yang tidak boleh di sia-siakan untuk di lihat.

Renara melangkahkan kakinya pergi menuju mobil Daren di ikuti dengan Irsyam yang berada di belakang nya.

"Sejak kapan lo berangkat?" Tanya Renara sambil menatap ke arah Irsyam yang berada di sampingnya.

"Sebelum lo berangkat," Jawab Irsyam.

Renara merasa aneh ketika dirinya berjalan bersama Irsyam, tak ada satu pun sosok yang berani mendekatinya.

Beda hal nya ketika dengan Safira dan Meta, dengan leluasa sosok mengerikan itu mendekat kearahnya dengan senang hati.

"Aneh," Ucap Renara dalam hati.

Sesampainya di depan mobil, Irsyam langsung membuka mobil yang di kunci.

"Nih," Ucap Irsyam sambil memberikan tas milik Renara yang langsung di terima oleh pemilik tas tersebut.

Susah payah Renara membawa tas yang banyak sekali barang-barang miliknya, bagi tubuh mungilnya, tas nya itu sangat berat.

Sedangkan Irsyam yang baru mengunci mobil milik daren itu tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya ketika melihat Renara yang keberatan membawa tasnya tersebut.

"Gue aja yang bawa," ucap Irsyam sambil menatap kearah Renara.

"Nih," Ujar Renara sambil memberikan tas nya dengan senyuman manis kepada Irsyam.

"Kening lo kenapa?" Tanya Irsyam yang melihat lebam di kening Renara.

"Mang supir nya rem mendadak, kening gue ke jedot besi yang di deket sandaran kursi," Jawab Renara.

"Sakit?" Tanya Irsyam.

"Lumayan, tapi gak apa-apa," Jawab Renara.

"Lo khawatir ya sama gue?" Tanya Renara sambil menaik turunkan alisnya.

"Makannya jangan mikirin gue terus," ucap Irsyam mengalihkan pembicaraan yang membuat dirinya bisa kapan saja terpojok.

"Gak usah ke geeran ya," Ujar Renara berbohong.

Padahal sejak di bus tadi, dirinya selalu teringat dengan bayangan lelaki yang kini berada di hadapannya.

"Oke," Ucap Irsyam yang melangkahkan kakinya. Meninggalkan Renara sendirian.

"Sam, tungguin gue!" Panggil Renara sambil menyusul Irsyam yang berada jauh di depannya.

Banyak pasang mata dari mahluk tak kasat mata yang menetap kepergian Renara.

...----------------...

Setelah mengambil tas miliknya, Renara masuk kedalam barisan untuk mendengarkan intruksi selanjutnya.

"Silahkan dirikan tenda dengan kelompok yang sudah kalian tentukan," ucap pradana putra yang memberi intuksi untuk segera mendirikan tenda.

"Baik kak," ujar semua murid kompak.

Renara, Metta, Safira dan teman se kelompoknya bergegas untuk mendirikan tenda yang tadi sudah di berikan.

"Ta, tolong ambilin tambangnya di tas," ucap Renara. Metta yang mendapat perkataan seperti itu langsung mengambil tambang di dalam tas milik Renara.

"Nih," ujar Metta sambil memberikan tambang nya.

"Ra," panggil seseorang.

"Eh Rey, kenapa?" tanya Renara yang melihat orang tersebut adalah Reyhan.

"Di suruh ke tenda pradana putra buat cek peserta yang tampilin bakatnya," jawab Reyhan.

"Sekarang?" tanya Renara.

"Iya, sambil bawa buku sama pensil nanti bakalan ada pengarahan," jawab Reyhan.

"Gue aja?" tanya Renara.

"Sama gue," jawab Reyhan.

"Udah Ra kesana keburu telat nanti malah di hukum, ini biar gue yang kerjain," ucap Safira.

"Yaudah, bentar gue ambil dulu buku sama pensilnya," ujar Renara sambil mengambil buku dan pensil yang berada di dalam tasnya.

Setelah mengambil buku dan pensil miliknya, Renara dan Reyhan pergi menuju tenda pramuka untuk pengarahan.

"Sudah datang semuanya?" tanya pradana putra yang bisa di bilang tampan.

"Sudah kak," jawab murid yang berada di dalam. tenda.

"Sebelumnya, perkenalkan nama kakak, Angkasa Gibran Erlangga, kalian bisa panggil kakak sesuai yang kalian inginkan." ucap pradana putra.

"Sudah di bawa buku dan pensilnya?" tanya Angkasa.

"Sudah kak," jawab semua murid.

"Bagi sekertaris silahkan kalian tulis dan bagi ketua kelompok kalian bisa dengarkan baik-baik supaya tidak ada kekeliruan," ucap Angkasa.

Angkasa memberi jadwal yang akan dilakukan untuk tiga hari ke depan dan persiapan yang harus di matangkan ketika ada waktu luang.

"Bagaimana paham?" tanya Angkasa.

"Paham kak," jawab semua murid.

"Baik, kalian bisa kembali membantu teman-teman kalian mendirikan tenda, maaf kakak mengganggu waktunya," ucap Angkasa.

Semua murid keluar dari tenda tersebut, namun saat Renara melewati Angkasa, Tiba-tiba saja tangannya di cekal, dirinya jalan paling belakang diantara perwakilan Kelas yang lain.

"Kenapa kak?" tanya Renara yang merasakan tangannya di cekal oleh Angkasa.

"Siapa namamu?" tanya Angkasa.

"Renara maharani dari 10 mipa 3 kak," jawab Renara sambil menatap Angkasa.

"Terimakasih, kamu bisa pergi," ucap Angkasa. Renara melangkahkan kakinya keluar dari tenda menyusul Reyhan.

"Kenapa lama?" tanya Reyhan.

"Gak apa-apa, udah ah ayo, gue harus bantu yang lain buat pasang tenda," jawab Renara.

Renara dan Reyhan melangkahkan kakinya pergi dari tenda pramuka tanpa melihat kebelakang ada Irsyam dan Angkasa yang menatap kepergiannya bersama Reyhan.

"Renara.." gumam Angkasa.

"Kenapa gue liatin Nara?" tanya Irsyam pada dirinya sendiri sambil menatap kepergian Renara.

Terpopuler

Comments

angel

angel

waah bakalan ada saingan niih banyak lagi🤭🤭🤭

2021-06-30

0

Nurhalimah Al Dwii Pratama

Nurhalimah Al Dwii Pratama

jgan" anggara apa angkasa suka lg

2021-06-10

0

아름다운

아름다운

mirip hi gadis indigo 🙄tp smpah ini bagus🧐🧐🧐tp buat nara lbh kuat y thor..kasian☹️☹️☹️

2021-05-30

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!