Eps. 11 [MENYERAMKAN]

Malam semakin larut, namun Daren dan Zanna belum pulang ke rumah, sedangkan Renara telah selesai memakan nasi goreng buatannya tadi.

"Bangunin Sam jangan ya? Dia belum makan kayaknya," ucap Renara sambil menyiapkan nasi goreng buatannya untuk Irsyam.

Renara melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu untuk membangunkan Irsyam sambil membawa nasi goreng dan air minum.

"Sam," panggil Renara menyimpan nasi goreng dan air putih itu di atas meja. Namun tidak ada jawaban dari Irsyam, lelaki tampan itu masih asik di alam mimpinya.

"Sam," panggil Renara lagi.

"Hm," gumam Irsyam yang masih memejamkan matanya.

"Makan dulu, pasti lo laper," ucap Renara.

"Iya, simpen aja dulu, gue masih ngantuk," ujar Irsyam kembali tertidur.

Renara yang mendapat jawaban seperti itu langsung pergi ke kamarnya untuk persiapan besok.

Sesampainya di kamar, Renara membuka ponselnya, banyak sekali pesan masuk pada dirinya

...MamaaAra...

Ra, mama gak bakalan bisa pulang malem ini.

Papa belum pulang dari kantornya.

Katanya Bang Daren juga bakalan pulang larut malam.

Kamu sama siapa di rumah?

Sendiri?

^^^Yah, Ma, Nara besok mau kemah^^^

^^^gak ada yang bantuin Nara siap-siap.^^^

^^^Sama Sam ma, temennya Bang Daren^^^

^^^yang kemarin.^^^

^^^Mama kapan pulang?^^^

Besok mama pulang pagi.

Syukur kalau ada yang temenin.

Jangan tidur larut malem.

Mama udah izinin kamu buat ikut kemah

ke Bang Daren.

^^^Iya ma^^^

Tidak ada balasan lagi dari Zanna, Renara kembali membuka pesan dari Rafael mantan kekasihnya itu.

...Ael...

Ra, maafin aku.

Kamu mau maafin aku kan?

Aku gak mau hubungan kita sampai disini

Besok aku jemput kamu ya.

Kamu kemah kan besok?

Jaga diri baik-baik ya

Aku sayang kamu

^^^El, kita udah gak ada hubungan lagi^^^

^^^Bukannya ini yang lo mau kan?^^^

^^^Putus dari gue.^^^

^^^Mending lo kejar cewek yang lo mau^^^

^^^Jangan jadiin gue sebagai mainan lo^^^

^^^Dan terakhir jangan hubungin gue lagi^^^

^^^jangan jemput gue^^^

Tapi Ra, aku mau kamu.

Aku salah besar.

Kasih aku kesempatan Ra.

^^^El, lo tau kan kalau gue udah kecewa^^^

^^^gue gak bakalan kasih kesempatan^^^

Ra, maafin aku.

Besok aku jemput.

Renara tidak membalas pesan dari Rafael lagi, dia sudah jengah dengan sikap Rafael. Renara kembali membuka pesan grup yang berisi dirinya, Metta dan Safira.

...No Gibah No Talk...

Ira: Ra, lo putus sama Rafa?

Tata: Serius lo putus Ra?

^^^Iya^^^

Tata: pasti gara-gara selingkuh kan?

emang bener-bener gak tau malu

Ira: Lo gak apa-apa kan?

Tadi lo pulang sama siapa?

^^^Iya, biasalah mainnya kurang apik^^^

^^^sama Irsyam^^^

Tata: Whatt?! Irsyam? Calon cursh gue

Ira: Pede banget lo ta

Lagian Irsyam maunya sama Nara

Tata: Oke gpp gue bisa cari lagi

Irsyam buat lo aja Ra

Renara tidak membalas pesan grup tersebut, hatinya masih sedikit bersalah atas kejadian tadi, Irsyam selalu ada di waktu yang tepat.

Renara menutup layar ponselnya, dia sedang mempersiapkan barang-barang untuk dirinya besok.

Namun saat dirinya memasukkan barang yang dia perlukan matanya langsung tertuju pada jendela yang tirainya terbuka sedikit.

Di balik jendela tersebut ada mahluk yang sedang mengintip dirinya dengan tatapan yang kosong.

"Jangan di liat Ra, jangan," ucap Renara pada dirinya sambil mengalihkan pandangannya.

Namun sosok tersebut masih diam di jendela kamar menatap dirinya. Renara ingin sekali lari dari kamarnya itu, namun jika dia lari, sosok itu akan mengetahui dirinya bisa melihat mahluk tak kasat mata atau bisa saja sosok itu mengejar dirinya.

"Pergi, pergi, gue takut," ucap Renara dalam hati sambil memasukkan barang yang dia butuhkan untuk kemah.

"Apa kau bisa melihat ku?" tanya sosok yang berada di balik jendela dengan suara menggema memenuhi kamar Renara.

"Kau pasti bisa melihat ku kan?" tanya sosok tersebut yang kini berubah menjadi sosok yang mengerikan.

"Tolong, izin kan aku masuk," ucap sosok tersebut dengan di akhiri suara tawa yang melengking.

Sedangkan Renara mencoba untuk tidak terlihat ketakutan dengan suara tersebut.

Tok.. tok.. tok..

Suara ketukan pintu kamarnya membuat Renara terlonjak kaget.

"Abang," gumam Renara beralibi bahwa yang mengetuk pintu kamarnya itu adalah Daren.

Dengan cepat Renara langsung membuka pintu kamarnya tersebut, sambil menghambur kepelukan orang yang mengetuk pintu kamarnya, tanpa melihat wajah orang tersebut.

"Abanggg, Nara takut." ucap Renara sambil mempererat pelukannya itu.

Sedangkan orang yang di peluk secara tiba-tiba itu hanya bisa diam, dia tidak tahu harus bagaimana menanggapinya.

Orang yang Renara peluk tersebut bukan lah Daren kakaknya, melainkan Irsyam.

Setelah 5 menit berlalu dalam pelukan Irsyam, dia berani membuka suaranya.

"Ra," panggil Irsyam.

Renara yang menyadari bahwa suara itu bukan lah suara Daren langsung melihat kearah wajah orang tersebut.

"Sam," ucap Renara kaget saat melihat orang yang di peluk dirinya adalah Irsyam, dengan cepat dia langsung melepas pelukannya itu sambil melihat ke arah jendela kamarnya yang sudah tidak ada sosok mengerikan tadi.

"Kemana sosok itu?" tanya Renara dalam hati.

"Ra, gue mau pulang dulu," ucap Irsyam.

Perkataan Irsyam mampu membuat Renara melototkan matanya, bagaimana bisa dirinya tinggal di rumah sendirian? dengan sosok yang bisa kapan saja muncul.

"Mau pulang? terus gue gimana?" tanya Renara.

"Gue belum siap-siap buat besok," jawab Irsyam.

Renara kembali teringat dengan posisi Irsyam yang menjadi keamanan di anggota OSIS.

"Tapi gue takut sendiri di rumah," ucap Renara.

"Gue gak bakalan lama, nanti kesini lagi," ujar Irsyam.

"Gak lama kan?" tanya Renara.

"Iya," jawab Irsyam.

"Bakalan kesini lagi?" tanya Renara.

"Iya Ra," jawab Irsyam.

"Sam, gue takut sendirian," ucap Renara.

Irsyam mengeluarkan ponselnya sambil menelpon nomor seseorang.

Tak lama dari itu, ponsel Renara berdering, menandakan ada telpon masuk, dia langsung melihat ke layar ponsel tersebut.

"Nomor gue," ucap Irsyam saat melihat Renara yang kebingungan dengan nor yang tidak di kenal.

"Kenapa nelpon gue?" tanya Renara bingung.

"Selama lo sendiri di sini, lo telponan sama gue, biar ga takut," jawab Irsyam.

"Lo gak lama kan?" tanya Renara.

"Engga Ra," jawab Irsyam.

"Gue pergi dulu keburu malem," sambung Irsyam.

Renara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Irsyam pergi meninggalkan Renara sendirian dirumah tanpa memutuskan sambungan telponnya, begitupun dengan Renara dia sibuk mempersiapkan untuk keperluan besok.

Seulas senyuman tercetak di bibir Renara ketika menatap layar ponselnya yang sedang tersambung dengan ponsel Irsyam.

"Kalo lo takut, ngobrol aja, gue dengerin," ucap Irsyam.

"Jangan baper, jangan Ra." ucap Renara dalam hati saat mendengar suara motor Irsyam.

Renara belum pernah mendapat perlakuan seperti ini dari orang yang pernah singgah di kehidupannya, hal kecil seperti ini terlihat sangat menggemaskan bagi dirinya.

Terpopuler

Comments

Afifa16

Afifa16

cerita kakk selalu menarik,,
mulai dari ghost school,ghost villa, teror dan sekarang ini...
mantap kak😍.. Tp teror nya udah lama GK up2 Kk,, aku masih setia menunggu😅

2022-04-23

3

Resti Restiani Nasa

Resti Restiani Nasa

setelah Bara sekarang aku tergila" sama Sam

2021-10-02

3

angel

angel

aah Sem manis banget sih!

2021-06-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!