Setelah di rasa sudah selesai mengganti bajunya, Renara bersiap-siap untuk turun kebawah, karena sejak tadi Zanna-mamanya Renara terus saja memanggil namanya dengan nada yang membuat telinga semua orang pecah.
"Nara!!" teriak Zanna pada anak gadis nya itu.
"Iya bentar ma, Nara lagi jalan dulu," sahut Renara sambil melangkahkan kakinya menuju meja makan.
Sesampainya di meja makan Renara tidak melihat Daren-kakaknya itu, biasanya dia yang akan mengompori Zanna untuk memarahi dirinya.
"Abang mana Ma?" tanya Renara sambil mendudukkan dirinya di salah satu kursi meja makan di sebelah mamanya.
"Lagi di kamar, sama sam," jawab Zanna yang sedang menghidangkan lauk pauk di piring Renara.
"Gak udah banyak-banyak ma, segini aja cukup," ucap Renara. Zanna menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Oh iya ma, yang namanya Sam itu temennya abang ya?" tanya Renara.
"Iya, Sam seumuran sama abang kamu dan katanya dia sekolah di sekolah yang sama kayak abang kamu," jawab Zanna.
"Abang sedeket itu sama Sam? padahal Nara gak pernah ketemu sama yang nama nya Sam Sebelum-sebelumnya, bahkan abang gak se excited ini kalau ketemu sama temennya," ucap Renara bingung dengan sikap Daren yang menganggap bahwa Sam itu sudah seperti saudara kandungnya.
"Mending kamu tanya sama abang kamu, kenapa dia bisa se excited itu, mama gak terlalu tau tentang persahabatan mereka," ujar Zanna sambil mengelus lembut rambut Renara.
"Oke mah, nanti Nara bakalan ngumpulin pertanyaan yang banyak, pokoknya Nara harus tau kenapa abang bisa se excited itu sama Sam, padahal orang nya nyebelin," ucap Renara
......................
15 menit berlalu, saat ini Renara sedang menyiram halaman rumahnya sambil bersenandung kecil di bawah cahaya rembulan malam ini.
Ini adalah salah satu kebiasaan aneh yang sering dia lakukan, Renara selalu menyiram halaman rumahnya ketika malam hari, rasanya seperti ada ketenangan sendiri, mendengarkan air mengalir, heningnya malam dan indahnya cahaya bulan dan bintang yang bertaburan di langit.
"Lah, cowok nyebelin itu masih disini?" tanya Renara pada dirinya sendiri saat melihat ada motor sport milik pria yang menolongnya itu.
"Kenapa emangnya? masalah buat lo?" tanya seseorang yang berada di ambang pintu keluar, Renara yang mendengar suara menggema dan tiba-tiba itu terlonjak kaget.
"Lo gak usah ngagetin!" ucap Renara kesal.
"Yang buat lo kaget siapa? gue cuman jawab apa yang lo tanyain," ujar Irsyam, si pemilik motor tersebut yang kini berada di ambang pintu.
Namun di saat Renara ingin menjawab perkataan Irsyam, tiba-tiba saja dia melihat di ujung halamannya itu berdiri sosok berbaju putih dengan rambut yang menjuntai panjang sedan bersenandung kecil mengikuti lirik yang Renara ucap tadi dan dengan seringai yang mengerikan menatap kearahnya.
Renara di buat diam mematung melihat seringai mengerikan itu, apalagi wajahnya hancur dan darah yang menetes dari wajahnya itu menambah kesan mual bagi siapapun yang melihatnya.
"Lo kenapa? liat hantu?" tanya Irsyam dari ambang pintu dengan senyum yang mengejek.
"Apa masalahnya sama lo?!" jawab Renara kesal saat melihat senyuman mengejek dari cowok yang sangat menyebalkan baginya.
"Gak ada masalahnya sih, itu masalah lo sendiri, ngapain repot ngurusin idup lo," ucap Irsyam.
"Terserah." ujar Renara kesal sambil sesekali melihat kearah sosok mengerikan yang kini mulai mendekati dirinya.
"Mau diem diluar terus? atau mau masuk kedalam?" tanya Irsyam yang kini mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.
Renara yang melihat Irsyam melangkah pergi itu di buat bingung, di satu sisi dia gengsi mengikuti pria yang menyebalkan itu dan di sisi lain dia juga takut dengan sosok mengerikan yang kini mulai mendekati dirinya dengan wajah yang terlihat jelas dan mengerikan.
"Bodo amat lah, gue buang gengsi dulu, daripada gue ketemu sama yang beginian kan?" gumam Renara yang mulai mematikan kran air nya.
"Woi, tungguin guee!!" teriak Renara sambil berlari menyusul Irsyam yang saat ini tersenyum tipis menatap wajah ketakutan Renara.
Mereka berdua masuk kedalam rumah, meninggalkan sosok berpakaian serba putih yang sangat mengerikan itu.
......................
"Btw, lo sekolah di SMA pelita harapan?" tanya Renara yang kini berjalan di samping Irsyam.
"Iya," jawab Irsyam seadanya.
"Berarti lo murid baru?" tanya Renara.
"Iya," jawab Irsyam.
"Kelas berapa?" tanya Renara.
"Kayak abang lo," jawab Irsyam.
"Sejak kapan lo kenal abang gue?" tanya Renara penasaran.
"Dari kecil," jawab Irsyam singkat.
"Bisa lo ceritain sedikit gak kenapa atau gimana lo bisa ketemu abang gue?" tanya Renara.
"Jalan, ketemu jadi temen, udah," jawab Irsyam singkat, sedangkan Renara yang mendapat jawaban singkat dari tadi itu mulai merasa kesal kembali, dia sangat tidak menyukai jawaban yang singkat, meskipun singkat, padat dan jelas tapi Renara tidak menginginkan hal yang sesingkat itu.
"Kamus bahasa lo dikit apa gimana sih?" tanya Renara kesal.
"Iya," jawab Irsyam singkat, pria menyebalkan itu seolah tidak peduli dengan kekesalan Renara.
"Males ngomong sama cowok nyebelin kayak lo," ucap Renara kesal sambil berlalu pergi dengan menghentakkan kakinya menuju anak tangga, meninggalkan Irsyam yang terkekeh melihat tingkah Renara yang seperti anak kecil namun kesan galak dan judes nya itu yang membuat Renara seperti orang dewasa.
"Mama!!" teriak Renara dengan suara yang nyaring dan lantang mampu membuat seisi rumah menutup kedua telinganya mendengar teriakan seperti itu.
"Kenapa? Mama lagi di kamar abang kamu," sahut Zanna.
Setelah mendapat sahutan seperti itu Renara membalikkan tubuhnya menatap Irsyam yang sedang menutup kedua telinganya itu.
"Rasain lo!" ucap Renara kesal saat melihat Irsyam yang menutup kedua telinganya, namun disaat dirinya ingin melangkah pergi, sorot matanya kembali tertuju pada sosok yang dia temui tadi sedang berada di ambang pintu rumahnya.
Dengan seringai yang masih sama mengerikannya, dan darah yang menetes ke lantai.
"Kamu dapat melihat ku kan?" tanya sosok mengerikan itu dengan suara tawa yang melengking, suara tawa itu mampu membuat Renara menutup kedua telinganya dan memejamkan matanya, ini adalah suara tawa yang sama sekali tidak ingin dia dengar.
"Aku tau kamu bisa mendengarkan tawa ku dan melihatku ada disini, di dalam rumahmu," ucap sosok itu yang ingin melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Renara.
"Jangann." gumam Renara saat melihat sosok yang sering kita sebut sebagai kuntilanak itu ingin masuk kedalam rumahnya, namun saat kuntilanak melangkah masuk, Tiba-tiba saja sosok itu malah menjerit kesakitan.
Renara di buat bingung dengan hal baru pertama kali dia lihat ini, biasanya sosok apapun akan masuk kedalam rumahnya dengan senang hati tanpa harus menjerit kesakitan.
"Lo ngapain geliat pintu?" tanya Irsyam yang melihat gelagat aneh Renara.
"Gak apa-apa, gue cuman takut ada maling masuk, jadi tolong tutup pintunya ya," jawab Renara cengengesan, seolah tidak ada apa-apa.
Setelah berkata seperti itu Renara langsung berlari ke kamarnya untuk mencari tau tentang sesuatu yang baru saja dia lihat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Nabilah Hanum
masuk kedalam jajaran favorit thor
2022-08-02
0
Noviani
aku udh baca semua novelnya ka Riu sumpah bagus semua cerita nya padahal aku org nya penakut,dan skg mampir kesini bagus jga ceritanya.. keren bgt nie ka Riu
2021-12-23
0
atmaranii
lcrtamu sllu bagus thorr
2021-09-17
2