Eps. 2 [TEMAN]

Saat ini Renara masih berada di tempat segerombol preman tadi bersama dengan seorang pria yang menolongnya, padahal Pria tersebut tidak mengenali Renara.

"Lawan kita sebelum lewat," ucap Preman tersebut sambil memegang motor yang kini sedang Renara naikki.

"Lo siapa?" tanya Pria tersebut dengan nada kesal dan sepertinya pria yang sudah menolongnya itu mulai tersulut emosi.

"Gue, penguasa jalan sini, lo mau apa hah? bocah!" bentak Preman tersebut sambil menatap tajam.

Renara dapat melihat perubahan sikap dari Pria yang menolongnya itu sudah mulai terpancing emosi, terlihat dari kepalan tangannya, dengan cepat Renara langsung menggenggam tangan pria tersebut.

Renara tau apa yang akan terjadi selanjutnya jika pria yang bersama nya ini turun dan di pukuli habis-habisan oleh preman yang ada di depannya.

"Udah, jangan dilayanin, kalau lo layanin dia lo sama aja kayak mereka, lebih baik kita pergi aja," bisik Renara, Pria itu menatap kearah spion untuk melihat wajah Renara yang sedang berbicara padanya itu.

Pria tersebut nampak berpikir beberapa saat sebelum pada akhirnya menepis tangan Renara yang menggenggam tangannya.

"Sakit tau!" bentak Renara saat tangannya di tepis oleh pria yang menolongnya itu, padahal tadi pria tersebut dengan leluasa menggenggam tangannya.

"Berisik." ucap Pria tersebut. Sedangkan Renara hanya memeletkan lidahnya lewat kaca spion saat pria itu menatap nya dari arah spion.

"Pegangan kalau lo mau masih hidup," ucap Pria tersebut.

"Dih ogah," ujar Renara.

"Terserah," ucap Pria tersebut.

Pria yang tidak Renara kenali itu mulai menyalakan mesin motornya dan tanpa aba-aba pria tersebut langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi hingga dirinya hampir terjengkang ke belakang jika dia tidak cekatan memeluk pinggang pria tersebut.

Renara tidak dapat melihat dengan jelas pepohonan yang ada di jalanan, semuanya seolah seperti sekelebatan saja saking kencangnya laju motor pria tersebut bahkan dia hampir tidak bisa bernafas.

"Udah," ucap Pria tersebut, Renara merasakan laju motor tersebut sudah di batas standar, dia dapat merasakan dari angin yang menerpa rambutnya dengan tenang tidak seperti tadi, rambutnya seperti ingin terbang mencapai langit.

"Lo gila ya? kalau mau mati jangan ngajak gue," ucap Renara geram, dia masih belum menyadari bahwa dirinya masih belum melepaskan pelukannya pada pinggang pria tersebut.

"Rumah lo dimana?" ujar pria tersebut.

"Rumah gue? Mau ngapain?" tanya Renara.

"Terus lo mau pulang kemana?" tanya pria tersebut, dalam seketika pertanyaan pria tersebut membuat Renara tersadar dari lamunannya.

"Rumah gue pertengahan jalan sana blok B," jawab Renara.

"Blok B?" tanya pria tersebut.

"Iya, lo budeg apa gimana sih?" tanya Renara yang kesal dengan tingkah pria tersebut.

"Terserah," jawab Pria tersebut.

Ketika mereka sampai di rumah yang bertuliskan Blok B itu, pria tersebut langsung memasukkan motornya kedalam pekarangan rumahnya.

"Makasih," ucap Renara sambil tersenyum dan sudah turun dari motor sport milik pria yang menolongnya itu.

"Hm," gumam pria tersebut sambil melepas helm nya yang sejak tadi menutupi wajahnya itu.

"Siapa Ra?" teriak suara seorang pria.

"Temen bang," sahut Renara, Pria yang berteriak itu adah Daren, kakak kandung nya Renara.

"Sejak kapan lo temen gue?" tanya pria yang kini sudah melepas helm nya itu.

Renara melihat wajah tampan dari pria tersebut, hidung mancung, mata berwarna coklat layak nya orang Indonesia pada umumnya tapi wajahnya lebih mencerminkan luar negri.

"Ra," panggil Daren yang sedang menggunakan jam tangannya itu.

"Eh, bang ini, temen Ara," sahut Renara.

"Siapa?" tanya Daren yang masih menggunakan jam tangannya itu, setelah selesai menggunakan jam tangannya Daren langsung melihat kearah pria yang mengantar Renara pulang, dia menyipitkan mata melihat pria tersebut.

"Sam?" tanya Daren saat melihat pria yang mengantar adik nya itu.

"Iya, kenapa kaget lo?" tanya pria tersebut.

Pria yang menolong Renara itu adalah Irsyam Anggara Putra, sahabat dari Daren- kakaknya Renara. mereka baru bertemu lagi setelah sekian lama berpisah.

"Sejak kapan lo pulang?" tanya Daren.

"Udah lama," jawab Irsyam.

"Makin ganteng aja lo sam," ucap Daren sambil menatap Irsyam yang terlihat tampan, sedangkan Irsyam hanya menanggapinya dengan wajah ketus dan soal Renara, dia hanya menonton antara dua insan yang saling mengenal ini.

"Abang kenal dia?" tanya Renara.

"Iya, dia sahabat abang Ra," jawab Daren.

"Kok Ara gak pernah liat sih bang?" tanya Renara sambil menatap wajah Irsyam, dari sekian banyak sahabat Daren yang sering ke rumah dia belum pernah sama sekali melihat pria yang menolongnya ini.

"Ya gimana mau liat, orang dia di luar negri," jawab Daren. Renara hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Tapi sahabat abang yang satu ini kenapa nyebelin ya?" tanya Renara yang langsung berlari secepat kilat sebelum dirinya di tampar lagi oleh ocehan pedas dari pria yang bernama Irsyam.

"Nara!!" teriak Daren kesal, sedangkan Renara hanya memeletkan lidahnya dan setelah itu hilang dari pandangan mata.

"Adik lo?" tanya Irsyam sambil tersenyum tipis melihat kelakuan adiknya Daren.

"Iya, dia emang nyebelin, eh tapi kenapa lo bisa ketemu sama dia?" tanya Daren penasaran saat Irsyam datang bersama Renara, namun saat Irsyam ingin menjawab pertanyaan Daren tiba-tiba saja ada satu teriakan yang mampu membuat mulut Irsyam bungkam tidak menjawab pertanyaan Daren.

"Abang! kata Mama suruh temen yang nyebelin itu masuk ke rumah!" teriak Renara dari atas balkon kamarnya yang masih menggunakan seragam sekolahnya.

"Berisik!" ucap Daren dan Irsyam bersamaan setelah mendengar teriakan tersebut sambil menatap kearah Renara yang kini tersenyum senang karena teriakannya itu mampu membuat orang kesal.

Terpopuler

Comments

Momy Evelyne BrHotang Sorganimusu

Momy Evelyne BrHotang Sorganimusu

pendatang baru nih ka 😊

2022-03-03

0

Widya Gracia Lase

Widya Gracia Lase

kak gimana donk cara masuk grup chatnya😢

2021-07-09

1

ᶜᶠkavella hera🌿🌿[🐧²⁴]

ᶜᶠkavella hera🌿🌿[🐧²⁴]

ghost school,ghost villa,dah beres teror lagi nunggu up nya author sambil baca indigo lanjuut thor

2021-06-30

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!