Setelah kepergian Daren, aditya dan Irsyam, semua murid di kelas 10 IPA 3 itu mempersiapkan kelompoknya masing-masing yang dipimpin oleh seorang siswa.
"Sebelumnya perkenalkan nama gue Reyhan Bachtera, kalian bisa panggil gue Rey," ucap siswa yang sedang berada di depan kelas.
Wajahnya Reyhan tak kalah tampan dengan anggota OSIS yang tadi, bahkan senyumannya sangat manis dan tatapan yang tajam namun terlihat hangat.
"Gue baru liat ada cowok kelas yang tampan kek Rey," ucap Metta saat melihat Reyhan berada di depan kelas.
"Lo terlalu banyak keluar kelas matanya sampai gak mau liat di dalem kelas juga banyak," ujar Renara.
"Di kelas ini ada 32 murid yang diantaranya 16 siswi dan 16 siswa." ucap Reyhan.
"Berarti dalam satu kelompok terdiri dari 8 orang, 2 kelompok siswa dan 2 kelompok siswi," sambung Reyhan.
"Rey, gue bantuin catet ya, biar gue yang laporin ke sekertaris OSIS nya," ujar Renara menawarkan dirinya untuk membantu Reyhan yang berperan sendiri di depan kelas.
"Boleh," ucap Reyhan.
"Kalian kelompok nya mau di pilih apa sendiri-sendiri?" tanya Reyhan kepada semua temen sekelasnya.
"Sendiri aja Rey, biar nanti di tenda gak ada yang terabaikan," jawab Metta.
"Nah iya bener tuh Rey, kita pilih sendiri aja," sambung Gea.
"Ya udah kalau kalian maunya kayak gitu, nanti perwakilan nya ke Nara buat kasih anggota kelompoknya," ucap Reyhan.
Setelah arahan dari Reyhan semua murid yang ada di kelas memilih anggota kelompoknya masing-masing dan yang pasti Renara akan bersama Metta dan Safira.
15 menit telah berlalu semua murid sudah menentukan anggota kelompoknya masing-masing.
"Nara, gue mau setor nama anggota," ucap Gea sambil mendekat ke kursi Renara.
"Iya, siapa aja?" tanya Renara sambil mengeluarkan ponselnya untuk menyusun nama anggota kelompok.
"Allisya, Asifa, Ciara, Clara, Gea, Leta, Nesya sama Regina," jawab Gea yang menyebutkan satu persatu nama anggota kelompok nya.
"Oke udah, mau kelompok berapa?" tanya Renara.
"Emang cewek dari kelompok berapa?" tanya Gea.
"Bentar gue tanya Rey dulu," jawab Renara.
"Rey," panggil Renara.
"Kenapa?" sahut Rey sambil melihat kearah Renara yang memanggilnya.
"Kelompok cewek dari berapa?" tanya Renara.
"Dari 3 sama 4 aja, biar cowok nya dari 1 sama 2," jawab Reyhan.
"Oke," ucap Renara.
"Jadi, lo mau kelompok berapa?" tanya Renara.
"Kelompok 4 aja," jawab Gea.
"Makasih ya Ra, gue pergi ke bangku lagi," ucap Gea, Renara hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, setelah mendapat jawaban seperti itu, Gea pergi menuju kursi nya.
"Berarti kita kelompok 3?" tanya Metta.
"Iya," jawab Safira.
"Tolong sebutin nama-nama nya," ucap Renara yang meminta kepada Safira dan Metta untuk menyebutkan nama dari anggota kelompoknya.
"Alina, Erlin, Jesllyn, Melati, Metta, Renara, Safira," ujar Metta yang menyebut nama anggota kelompoknya itu.
Renara sibuk menulis nama anggota kelompok murid yang ada di kelasnya. Sedangkan Reyhan sibuk menata siapa saja yang akan menjadi ketua dan apa saja yang akan di bawa oleh anggota nya masing-masing.
"Buat kelompok 1 ketua kelompok nya Gue sama Alvino. Kelompok 2 ketua kelompoknya Arka sama Edward. Kelompok 3 ketua kelompoknya Renara sama Metta. Kelompok 4 ketua kelompoknya Gea sama Regina." ucap Reyhan yang menyebut nama untuk ketua kelompoknya.
"Rey, kok gue?" tanya Metta.
"Gue gak nerima penolakan," jawab Reyhan.
"Rey, ayo lah gue gak mau," ucap Metta.
"Yakin?" tanya Reyhan.
Setelah mendapat pertanyaan seperti itu Metta berpikir jika menjadi wakil ketua kelompok dia akan dekat dengan kakak seniornya.
"Udah, gak apa-apa gue aja, udah berubah pikiran," jawab Metta cengengesan.
"Oke semua udah fiks," ucap Reyhan.
"Nara, lo udah kasih list nya?" tanya Reyhan.
"Udah Rey," jawab Renara.
"Oke semua udah selesai, sekarang kita tinggal ke kantin," ucap Reyhan dengan wajah santai nya.
"Bisa-bisa nya lo mikirin kantin," ujar Renara.
"Perut gue udah laper Ra," ucap Reyhan.
"Tapi gak bakalan di marahin OSIS atau guru kan kalau keluar kelas?" tanya Renara.
"Palingan yang beli satu, di bawa ke kelas," jawab Reyhan.
"Lo yang beli, gue nitip," ucap Renara sambil tersenyum manis.
"Ya udah gue yang beli sama lo, yang lain bisa liat di grup mau makanan apa," ujar Reyhan.
"Lah, kok. gue Rey?" tanya Renara.
"Bukannya lo mau keluar juga?" tanya Reyhan.
"Gue gak bilang mau keluar," jawab Renara.
"Udah, lo keluar aja, gue nitip," ucap Metta.
"Iya Ra, gue juga nitip," ujar Safira.
"Ck, yaudah iya," ucap Renara terpaksa sambil berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju keluar kelas di ikuti Reyhan di belakangnya.
Reyhan dan Renara melangkahkan kakinya untuk pergi ke kantin, membeli makanan untuk semua murid yang menitip makanan padanya.
"Banyak banget Rey," ucap Renara sambil melihat list yang ada di grup kelasnya.
"Wajar lah," ujar Reyhan.
"Lo yang pesen gue yang duduk di kursi," ucap Renara sambil. menatap Reyhan yang terlihat tampan jika di lihat sedekat ini, hidung yang mancung, alis tebal, mata yang berwarna hitam.
"Gak usah liatin gue, gue tau seorang Rey pesona nya memikat," ujar Reyhan saat merasakan Renara menatap dirinya.
"Gila lo ya," ucap Renara yang mengalihkan pandangannya.
Namun saat mengalihkan pandangan nya, Renara melihat seorang wanita dengan sosok yang sama seperti yang ada di belakang Daren.
"Sosok yang sama," ucap Renara dalam hati sambil melihat sosok yang bersama wanita cantik berseragam kelas 11.
"Rey, lo tau nama cewek itu gak?" tanya Renara yang penasaran dengan wanita tersebut.
"Oh itu Violeta," jawab Reyhan.
"Violeta." gumam Renara.
"Emang nya kenapa?" tanya Reyhan penasaran.
"Gak apa-apa, dia cantik ya," jawab Renara.
"Iya, tapi lebih cantikan lo Ra," ucap Reyhan sambil tertawa.
"Apasi lo, Receh," ujar Renara yang juga tertawa.
Saat Violeta sudah berada tepat di hadapan Renara, dia membaca salah satu Ayat alquran.
Setelah membaca Ayat alquran tersebut sosok itu bagaikan cacing yang keluar dari tanah tanpa air.
"Kenapa Ra mulut lo komat kamit kayak gitu?" tanya Reyhan.
"Ada setan," jawab Renara sambil. menatap tajam kearah sosok yang berada di belakang Violeta.
"Lo kali setannya, mana ada setan siang bolong kayak gini," ucap Reyhan.
"Ada," ujar Renara dengan tatapan serius.
"Mana?" tanya Reyhan saat melihat tatapan serius Renara.
"Ini depan gue," jawab Renara sambil menatap Reyhan.
"Gue manusia dan gue gak mau jadi setan," ucap Reyhan.
Renara melihat ke belakang, Violeta yang awalnya berjalan santai kini sudah terbirit-birit karena sosok yang berada di belakangnya itu kepanasan.
"Siapa suruh lo ngirim kayak gitu sama abang gue, di bacain dikit mampus." ucap Renara dalam hati sambil tersenyum sinis.
Namun saat Renara kembali melihat ke depan, dia melihat Irsyam berada di hadapannya sedang menatap dirinya.
Ranara tidak menyapa Irsyam, karena dia takut saat dirinya menyapa Irsyam malah pura-pura tidak mengenalinya.
Setelah di rasa sudah puas menatap Renara, Irsyam menatap Reyhan yang berada di sampingnya, menatap dengan tatapan yang sulit di artikan, begitupun dengan Reyhan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
-_-
kak buatin buatin visual dari tokoh tokoh nya dong!!👍
2021-12-17
0
Nurhalimah Al Dwii Pratama
suka si sam
2021-06-10
0
Sasa🐙
wah seru thor 😀
2021-05-29
1