Eps. 10 [MENGENAL]

Saat ini Renara sedang bersama Irsyam di tepi danau dengan hamparan rumput yang indah dan luas, bahkan air di danau tersebut jernih, terlihat dari sinar senja yang memantul dari air tersebut.

Mereka berdua larut dalam keheningan sambil memandang danau luas tiada batas. Irsyam tidak ingin bertanya kenapa, siapa dan bagaimana kepada gadis cantik yang kini berada di sampingnya dengan air mata yang terus turun tanpa henti.

"Disini lo bisa teriak sekeras yang lo mau," ucap Irsyam sambil menatap wajah Renara dari samping.

Luka yang ada di wajahnya bahkan sudah mengering sedikit perih ketika di sentuh tapi luka itu tak sebanding dengan perkataan Rafael yang menyebut Renara adalah wanita murahan di hadapan orang banyak.

"Gue gak perlu itu Sam," ujar Renara dengan suara lemahnya.

Irsyam tidak membalas perkataan Renara lagi, dia larut dalam pikirannya, tempat ini adalah salah satu tempat favoritnya tidak ada yang mengetahui tempat ini kecuali dirinya.

Irsyam kembali mengingat ketika dulu dirinya sedang tidak baik-baik saja, dia selalu mengunjungi tempat ini sendirian, tidak ada yang mengetahui dirinya sedang menangis sambil merengkuh lututnya.

Tapi sekarang Irsyam dengan suka rela berbagi tempat favoritnya dengan gadis yang baru saja dia kenal, entah kenapa dia bisa sehangat ini kepada Renara, padahal banyak wanita yang sedang mengejar dirinya.

"Lo tau?" tanya Renara sambil menghapus air matanya kasar sambil menatap Irsyam yang juga menatap dirinya.

"Hal yang paling gue benci adalah sepi," sambung Renara. Sedangkan Irsyam yang bingung dengan perkataan Renara hanya menaikkan alisnya.

"Ketika gue sendiri, gue selalu sia-siain air mata gue buat hal-hal tidak bermanfaat sama sekali, gue selalu nangis tentang percintaan yang gue tata sendiri, padahal ada yang lebih penting daripada itu," ucap Renara sambil menatap langit yang sudah berwarna jingga.

"Gue bener-bener takut ketika satu persatu orang yang gue sayang ninggalin gue, gue percaya tentang pepatah yang mengatakan semakin dewasa dirimu semakin hilang orang terdekatmu, ini adalah salah satu ketakutan yang paling gue benci." jelas Renara.

Irsyam hanya mendengar kan perkataan Renara, dia bukan tipe orang yang ingin mengetahui lebih tentang kehidupan orang lain, jika orang itu suka rela menceritakan hidupnya maka dengan senang hati dia akan mendengarkannya dan jika orang itu tidak ingin menceritakan hidupnya tidak masalah.

"Jam berapa ini?" tanya Renara sambil menghela nafasnya.

"Jam 6 sore," jawab Irsyam.

"Maafin gue," ucap Renara sambil menatap wajah Irsyam yang lebam-lebam karena dirinya.

"Buat?" tanya Irsyam bingung.

"Gue udah bikin muka ganteng lo jadi kayak gini, nanti kalau pulang ke rumah pasti gue di marahin abis-abisan sama bang Daren," jawab Renara.

"Mau pulang?" tanya Irsyam. Renara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Mereka berdua melangkahkan kakinya dari tempat tersebut, tempat yang menjadi saksi bisu kedekatan antara dua insan yang di takdir kan untuk saling mengenal satu sama lain.

Irsyam melakukan motornya, membelah jalanan yang terlihat lenggang di sore hari ini dengan sinar senja yang dia suka dan satu hal lagi, ada wanita yang mengisi jok belakang motornya.

Renara memeluk pinggang Irsyam sambil menyimpan kepalanya di bahu Irsyam, Renara bahkan tidak mengerti kenapa bahu lelaki yang baru dia kenal bisa senyaman ini, berbeda dengan Rafael.

...----------------...

15 menit telah berlalu, kini Renara sudah sampai di pekarangan rumahnya yang terlihat sepi.

Ting.. Ting.. Ting..

Suara bunyi notifikasi dari ponsel Irsyam beberapa kali, saat dia mematikan mode silent nya.

...Daren...

Sam, gue titip Nara dulu

Mama lagi gak ada

Palingan nanti malem gue pulang

^^^Ya^^^

Irsyam hanya membalas pesan tersebut dan kembali menutup ponselnya tanpa menyalakan mode silent.

"Abang lo bilang Mama lagi gak di rumah," ucap Irsyam.

"Serius?" tanya Renara.

"Iya, ngapain gue bohong," jawab Irsyam.

"Terus lo pulang?" tanya Renara.

"Iya," jawab Irsyam berbohong.

"Temenin gue disini, gue takut," ucap Renara.

"Lo udah gede, gak perlu di temenin," ujar Irsyam.

"Sam... temenin gue ya... gue takut sendiri... " rengek Renara layaknya anak kecil yang meminta sesuatu.

"Hm," gumam Irsyam.

"Ayo," ajak Renara sambil menggenggam tangan Irsyam untuk mengikuti dirinya masuk kedalam rumah.

Sesampainya di dalam rumah, Irsyam duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya.

"Bentar, gue mau ganti baju dulu abis itu obatin muka lo," ucap Renara sambil menaiki anak tangga untuk pergi ke kamarnya.

Sesampainya di kamar, Renara menyimpan tas nya asal sambil merebahkan tubuhnya sebentar dan membuka ponselnya.

Dia melihat banyak sekali notifikasi dari Rafael, mantan kekasihnya itu.

...Ael...

Ra, aku bisa jelasin semuanya.

Aku minta maaf sama kata-kata yang keluar dari mulut aku tadi.

Aku cuman cemburu liat kamu sama lelaki tadi.

Aku gak suka liat kamu jalan sama laki-laki selain sama aku.

Aku sama Vio gak punya hubungan apa-apa.

Percaya sama aku.

Ra

Ra

Ra

kamu mau maafin aku kan?

Renara menghela nafasnya panjang membaca pesan dari mantan kekasihnya itu.

"Bodo amat, gue gak peduli sama lo lagi, respect gue hilang saat lo bilang gue wanita murahan." ucap Renara sambil berlalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

...----------------...

20 menit telah berlalu, Renara telah selesai membersihkan tubuhnya dan menggunakan bajunya. Dia langsung mencari kotak p3k untuk mengobati luka di wajah Irsyam.

Setelah menemukan kotak p3k nya Renara langsung turun untuk menemui Irsyam di ruang tamu.

Namun saat dirinya turun, dia melihat Irsyam yang tertidur pulas di sofa dengan ponsel dalam genggaman tangannya.

Renara pun melihat Irsyam yang sudah mengganti bajunya dengan baju milik daren, terlihat seperti sudah mandi.

Renara mendudukkan dirinya di samping Irsyam sambil menyimpan ponsel milik Irsyam di atas meja.

"Di liat-liat Sam ganteng juga ya," ucap Renara sambil menatap wajah Irsyam yang sedang tertidur pulas meskipun ada beberapa luka lebam di wajahnya.

"Apaan sih Ra, jangan sampai suka sama dia, lo gak bisa nempatin nama di hatinya," sambung Renara sambil mengobati luka yang ada di wajah Irsyam pelan agar tidak membangunkan sang pemilik wajah tersebut.

Setelah selesai mengobati Irsyam, Renara melangkahkan kakinya ke dapur untuk memasak makanan agar perutnya terisi.

Saat di dapur Renara mengingat tentang sosok yang selalu berada di samping Violetta, sosok yang sama saat berada di belakang Daren.

"Apa mungkin Violetta itu pake guna-guna?" tanya Renara pada dirinya sendiri.

"Mukanya biasa aja tapi kenapa pas laki-laki liat di bilang cantik," ucap Renara.

"Bodo amat sama apa yang di pake Violetta itu yang penting abang gue gak kenapa-kenapa, ya kali gue ngediemin abang sendiri kena guna-guna kayak gitu," sambung Renara sambil. mempersiapkan bahan untuk memasak nasi goreng kesukaannya.

"Pokoknya Nara harus bisa singkirin mahluk itu dari bang Daren." ucap Renara.

Terpopuler

Comments

Nurhalimah Al Dwii Pratama

Nurhalimah Al Dwii Pratama

bagus ren musmahin sklian byar rafa nyesel

2021-06-10

0

NOVITA SARI

NOVITA SARI

Up lagi dong thor.. Seru nih
.

2021-05-16

1

Risdawati Manullang

Risdawati Manullang

lanjut Thor

2021-05-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!