Eps. 18 [KHAWATIR]

Malalm semakin larut, namun Renara masih belum bisa memejamkan matanya karena ucapan Irsyam tadi. Sedangkan yang lain sudah berada di alam mimpinya.

"Gue gak bisa tidur!" ucap Renara dalam hati sambil menutup tubuhnya dengan selimut tipis yang dia bawa.

Perkataan Irsyam seolah terus Terngiang-ngiang di telinganya sampai saat ini.

"Sam, kenapa lo bikin gue gak bisa tidur." gumam Renara.

Namun tiba-tiba saja Renara mendengar teriakan dari luar tenda, tanpa berpikir lama, dirinya langsung keluar dari tenda tanpa membangunkan teman-temannya.

"Dimana wanita itu!" teriak seorang gadis di tengah kerumunan guru, anggota OSIS, anggota PMR dan anggota Pramuka.

Renara langsung melihat ke arah sumber suara itu, menerobos masuk untuk melihat kenapa gadis itu sampai berteriak tengah malam.

Saat sudah berhasil menerobos kerumunan, Renara melihat seorang gadis yang sedang di rasuki oleh sosok kiriman dari Violetta.

"Sadar Via," ucap salah seorang guru yang sedang berusaha menahan berontakan dari gadis bernama Via.

"Aku hanya mencari wanita itu," ujar Via yang sedang di rasuki oleh sosok mengerikan, sambil melihat ke sekeliling kerumunan untuk mencari wanita yang sosok itu maksud.

Hingga sampai pada pandangan mata Renara, gadis bernama Via itu langsung tersenyum miring dan menunjuk kearah Renara.

"Kamu wanita itu." ucap Via sambil menunjuk Renara, semua orang langsung menatap ke arah Renara.

"Nara," gumam Daren, Irsyam, Reyhan dan Angkasa kompak.

"Aku?" tanya Renara bingung.

"Tidak usah berpura-pura!" jawab Via dengan meninggikan suaranya.

"Apa salahku?" tanya Renara bingung.

"Kau yang menyuruh dia mengusir ku kan?!" tanya Via dengan tatapan melotot tajam, jika di gambarkan dengan penglihatan Renara.

Sosok itu sedang melotot tajam dengan mata merah menyala dan memiliki tanduk di atas kepalanya.

"Aku tidak tau apa-apa," jawab Renara.

"Tidak udah berpura-pura! aku tahu kau bisa melihatku!" bentak Via sambil mendekat kearah Renara.

Semua orang yang mendengar penuturan itu langsung terkejut bukan main, bahkan Daren, Irsyam, Reyhan dan Angkasa diam mematung mendengar perkataan tersebut.

"Apa yang kau maksud?" tanya Renara seolah berpura-pura bingung.

"Kau!" bentak Via sambil mencekik leher Renara, semua orang yang berada di sana kaget bukan main saat Renara susah bernafas.

"Nara!" teriak Daren, Irsyam, Reyhan dan Angkasa kompak saat mereka melihat Renara mulai kehabisan nafas karena cekikan itu.

Gadis yang sedang di rasuki oleh sosok jahat itu tiba-tiba saja mengeluarkan hembusan angin yang sangat kencang hingga membuat orang-orag di sekitarnya terpental, kecuali Irsyam, dia seolah tahan akan hembusan angin tersebut.

"Lepaskan dia!" ucap Irsyam sambil memegang pundak Via.

Via langsung menatap tajam kearah Irsyam yang menganggu aktifitasnya itu, dia seolah tidak peduli dengan Irsyam yang sedang memegang pundaknya itu, Via malah kembali mencekik Renara yang sudah kehabisan oksigen.

"Lepaskan." ujar Angkasa yang berusaha untuk berdiri.

"Diam kalian! atau gadis ini akan aku habisi!" bentak Via dengan bola mata yang kini sudah memutih semua.

Semua orang yang berada disana menatap khawatir kearah Renara yang mulai kehabisan nafasnya, Irsyam sudah berusaha untuk melepaskan tangan itu, namun hasilnya nihil, tangan Via bagaikan besi yang mencap pada leher Renara.

"Apa kau yang menyuruh dia mengusir ku?" tanya Via dengan mata yang masih memutih.

"A.. ku.. ti.. da.. k.. ta.. hu.. " jawab Renara terbata-bata.

"Pembohong!" bentak Via yang mencengkram kuat leher Renara.

"Di.. a.. ya.. ng.. me.. ngingin.. kannya... sen.. di.. ri.. " ucap Renara dengan nafas yang tersenggal-senggal.

"Aku tidak percaya!" bentak Via yang langsung menghempaskan Renara kearah pohon.

BURK..

"Nara!" teriak Irsyam, Angkasa Reyhan dan Daren saat tubuh Renara menghantam pohon.

"Daren, tolong pegang Via," ucap salah satu guru saat Daren melangkahkan kakinya untuk menolong Renara.

Irsyam, Angkasa dan Reyhan langsung berlari kearah Renara yang sedang meringgis kesakitan.

"Nara, lo gak apa-apa?" tanya Irsyam yang sudah berada di samping Renara.

"Ra, lo gak apa-apa?" tanya Reyhan yang kini duduk di samping Irsyam.

"Kamu gak apa-apa Ra?" tanya Angkasa yang berada di hadapan Irsyam.

Renara tidak menjawab pertanyaan itu, dia masih menghirup udara yang tadi sempat membuat dirinya hampir mati karena kehabisan oksigen.

"Bawa dia ke tenda PMR. " ucap pembina Pramuka.

Angkasa, Irsyam dan Reyhan saling menatap satu sama lain.

"Gue aja," ucap Angkasa sambil menatap kearah Irsyam dan Reyhan.

Namun saat Angkasa ingin mengangkat tubuh Renara, tiba-tiba saja Renara mengalungkan tangannya di leher Irsyam.

Tanpa basa-basi lagi Irsyam langsung mengangkat tubuh Renara yang sedang mengalungkan tangan kecilnya di leher miliknya itu dengan mata yang mulai terpejam. Diikuti dengan Angkasa dan Reyhan di sampingnya.

"Ra, buka matanya," ucap Angkasa saat melihat mata Renara mulai terpejam.

Renara hanya tersenyum membalas ucapan tersebut, meskipun pandangannya mulai memburam.

"Ra, lo harus kuat," ujar Reyhan saat mata Renara ingin terpejam.

Irsyam melangkahkan kakinya dengan cepat untuk segera sampai di tenda PMR. Hatinya tak karuan saat melihat Renara yang meringgis kesakitan seperti tadi. Apalagi saat ini dia melihat Renara yang mulai memejamkan matanya.

"Ra, liat mata gue." ucap Irsyam saat Renara mulai memejamkan matanya.

Renara yang mendapat perkataan seperti itu langsung membuka kembali matanya yang ingin terpejam, dia langsung menatap mata Irsyam yang terlihat sangat khawatir.

Mata indah milik Irsyam itu mampu membuat Renara tersenyum sangat manis meskipun sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja tapi mata itu mampu membuat Renara melupakan rasa sakitnya.

Setelah menatap mata indah itu, dirinya sudah tidak kuat lagi untuk menahan rasa sakit di punggungnya, Renara tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Yang terakhir dia ingat adalah mata indah milik Irsyam yang khawatir akan dirinya.

Terpopuler

Comments

ᶜᶠkavella hera🌿🌿[🐧²⁴]

ᶜᶠkavella hera🌿🌿[🐧²⁴]

sosok kiriman violetta sangat kuat,,n jahat banget

2021-06-30

1

Nurhalimah Al Dwii Pratama

Nurhalimah Al Dwii Pratama

semoga abis kejadian ini nara punya kekuatan ya

2021-06-10

0

Ara_rara

Ara_rara

semangat Thor 💪😄 dan lanjut

2021-05-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!