Setelah pengumuman di lapangan tadi yang katanya besok akan kemah di luar sekolah, semua murid di harapkan untuk mempersiapkan dirinya dan memberitahukan hal ini kepada orang tuanya.
"Kalian mau ikut?" tanya Metta.
"Iyalah, kapan lagi kan kita kemah kayak gini?" tanya Renara.
"Yakin? tapi gue takut," jawab Metta.
"Yakin Ta, rasa takut itu yang malah ngundang hantu buat deket-deket sama kita," ucap Renara.
"Ra, jangan gitu, jadi parno," ujar Metta.
"Emang bener kata Nara, kalau kita takut pasti hantunya dateng ke kita," ucap Safira.
"Gue gak ikut aja deh," ujar Metta.
"Lah kok gitu? yakin?" tanya Renara.
"Gue takut, apalagi pasti ada jurit malam, gak ah mana bisa gue lewatin kayak gituan," jawab Metta yang sudah ketakutan.
"Yakin nih gak mau?" tanya Safira.
"Mau sih, tapi gue takut," jawab Metta.
"Terserah," ucap Safira dan Renara kompak.
"Dih, ya udah iya gue ikut, kalau kalian maksa buat gue ikut," ujar Metta dengan penuh percaya diri.
"Heii, ketua OSIS bakalan kesini," teriak salah satu siswi dari ambang pintu.
"Kekasih hati akan tiba ya Ta," ucap Renara sambil melihat kearah Safira yang sudah salah tingkah.
"Oh jelas, pujaan hati yang di tunggu-tunggu saling menatap, menetap akhirnya datang juga" ujar Metta dengan suara so puitis nya.
Tiba-tiba suasana di kelas menjadi hening saat kedatangan Daren, Aditya dan Irsyam dengan pesona nya yang sangat memikat, wajah tampan mampu membuat para wanita diam membisu.
"Mohon maaf mengganggu waktunya," ucap Daren saat berada di depan.
"Gak ganggu kok kak, mau lama disini juga gak apa-apa," ujar salah satu siswi sambil memainkan rambutnya. Sedangkan Daren hanya menganggukkan kepalanya.
"Baik, sepertinya kalian tidak terganggu dengan kehadiran kami, di sini kami akan memberi kan arahan tentang kemah besok," jelas Daren.
"Arahan akan di jelaskan oleh Irsyam," sambung Daren sambil menatap kearah Irsyam.
"Wah Ra, Irsyam ganteng banget ya," bisik Metta.
"Iya, namanya juga cowok mana ada yang cantik," bisik Renara saat melihat Irsyam yang memang tampan.
"Disini saya di beri tugas untuk memberi arahan tentang kemah besok, barang kali kalian membutuhkan alat tulis agar bisa di catat," ucap Irsyam.
"Kak, aku gak butuh alat tulis," ucap salah satu siswi cantik.
"Gak bawa alat tulis?" tanya Irsyam.
"Bawa, tapi kayaknya Gea butuh kakak aja buat arahan hidup kedepannya," jawab siswi cantik tadi yang bernama Gea.
Seketika kelas yang hening menjadi ramai karena suara sorakan dan riuh tepuk tangan dari murid di kelas Renara, bahkan Renara dan Metta juga ikut andil dalam kerusuhan kelas nya itu.
"Sudah, waktu kami disini tidak banyak, silahkan catat jika perlu," ucap Aditya menenangkan kerusuhan yang terjadi.
Setelah mendengar perkataan Aditya dalam seketika kelas pun menjadi hening kembali.
"Pertama, kalian bawa alat yang memang akan di perlukan seperti obat pribadi, alat mandi, makanan ringan. Kedua, buat kelompok, satu kelas terdiri dari dua kelompok jangan lupa tentukan ketua dan wakil ketua nya, nanti bagi yang sudah di tentukan menjadi ketua, kami harap kalian bisa memberi tugas kepada anggotanya, seperti membawa alat untuk mendirikan tenda. Ketiga kalian harus menampilkan yel-yel, satu kelas Maximal 2 yel yel dengan durasi 5 menit dan yang terakhir siapkan fisik kalian agar bisa mengikuti kemah ini, sebelum kami pamit, apa ada yang ingin di tanyakan?" jelas Irsyam dengan gaya bicara yang penuh wibawa.
"Maaf kak, Izin tanya," ucap Metta sambil mengangkat tangannya untuk bertanya.
"Iya, silahkan," jawab Aditya.
"Kalau bawa handphone boleh?" tanya Metta.
"Tidak boleh," jawab Daren.
"Kenapa kak?" tanya salah satu siswa.
"Kami tidak bertanggung jawab ketika handphone kalian hilang," jawab Daren.
"Ada yang di tanyakan lagi?" tanya Aditya.
"Maaf kak izin tanya, kalau misal nanti kelompok per kelas nya itu udah terbentuk nama kelompoknya di kasih ke siapa?" tanya Renara.
"Nanti jika kalian terpilih menjadi ketua atau wakil ketua, hubungi saja nomor ini, nanti kami akan masukkan kalian ke grup chat khusus ketua kemah," ucap Irsyam sambil menulis nomor handphone milik sekertaris OSIS.
"Maaf kak itu nomor kakak?" tanya Gea.
"Bukan, itu nomor sekertaris OSIS," jawab Irsyam yang telah selesai menulis nomor handphone nya.
Di tengah percakapan antara Irsyam dan Gea, Renara melihat ada sosok seperti bayangan hitam berada di belakang Daren, sosok itu sedang memegang pundak Daren dengan mata berwarna merah menyala.
"Sial, Abang kena guna-guna dari siapa?" tanya Renara dalam hati saat melihat sosok seperti itu adalah sosok kiriman.
Tiba-tiba saja sosok yang berada di belakang Daren menatap kearah Renara, dalam seketika Renara langsung memalingkan wajahnya menatap kearah Irsyam yang juga sedang menatap dirinya.
"Ra, gue juga mau kali di notice sama Irsyam kayak gitu," ucap Metta yang melihat Irsyam sedang menatap Renara.
"Gue gak tau kenapa dia liatin gue, mungkin emang dia pengen liat aja Ta, ngeliat gue bukan berarti dia suka atau nge notice gue Ta," ujar Renara.
"Baik jika tidak ada yang di tanyakan lagi, kami permisi," ucap Daren sambil melangkajkan kakinya keluar kelas, namun sebelum itu Daren menatap kearah Safira terlebih dahulu.
"Malu-malu tapi mau," ucap Metta yang melihat Safira tersenyum kearah Daren.
"Apaan si Ta," ujar Safira salah tingkah.
Sedangkan Renara masih terus melihat sosok jahat yang berada di belakang Daren, siapa yang berani mengirim mahluk mengerikan itu kepada kakak nya?
Renara tidak bisa menyangkal bahwa Daren banyak penggemar dari kaum wanita bahkan Daren selalu di kejar oleh siswi kelas 10,11 dan kelas 12 untuk menjadikannya pacar.
Baru kali ini Renara melihat ada orang yang berani menggunakan ilmu untuk mendekati Daren.
"Nara," panggil Metta. Renara yang sedang menatap kepergian Daren itu terlonjak kaget karena panggilan dari Metta yang membuyarkan lamunan dan pandangannya.
"Kenapa lo kaget gitu?" tanya Metta bingung.
"Engga, tadi gue cuman lagi ngelamun aja," jawab Renara.
"Ngelamunin Rafa?" tanya Safira.
"Siapa lagi kalau bukan dia," jawab Renara sambil tertawa.
"Menurut gue, mending lo udahan aja sama Rafa," ucap Safira.
"Lah kenapa?" tanya Renara dan Metta kompak.
"Gue liat kemarin Rafa lagi sama cewek boncengan," jawab Safira.
"Oh itu, Rafa bilang ke gue kalau itu sepupunya," ucap Renara.
"Jangan terlalu percaya Ra, gue takut lo di selingkuhin," ujar Safira.
"Tenang aja Fi, gue gak sepenuhnya cinta sama dia, gue gak mau berekspektasi terlalu tinggi tentang kedepannya," ucap Renara sambil tersenyum.
"Btw gue juga gak terlalu suka sama Rafa," ujar Metta.
"Kenapa?" tanya Renara.
"Gak tau, hati gue bilang kalau Rafa itu gak baik buat lo," jawab Metta.
"Makasih udah khawatirin gue, kalian emang terbaik, jangan tinggalin gue ya," ucap Renara sambil menatap Safira dan Metta dengan tatapan bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Wahyu Patuman
semoga mereka ber3 pada punya kemampuan lebih bisa saling menolong dan melengkapi... BKN cm Indigo tapi kekuatan lebih
2022-06-29
0
atmaranii
prsaan crtamu tntg ilmu hitam trus thorr...yg tntg guna2 atau pelet...klo bsa nanti bkin crta tntg detektif2an y thorr ...hihi
2021-09-17
1
ᶜᶠkavella hera🌿🌿[🐧²⁴]
tinggalin aja si rafa,,nara bisa move on sama irsyam😍
2021-06-30
1