"Mari adik,adik sebelum berangkat kita berdoa dulu ya, semoga selamat sampai tujuan dan pulang juga tanpa ada yang kurang dan di terhindar dari bahaya, berdoa sesuai keyakinan masing-masing mulai," Ucap pemandu bus cantik, semua murid yang berada di dalam bus itu berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Renara duduk di bus bersama Metta dan Safira, ketua OSIS dan wakil ketua OSIS yang menyusun tempat duduk nya.
Mungkin saja Daren sengaja mempersatukan antara Renara dan teman-temannya.
"Berdoa selesai," Ucap pemandu bus.
"Baik adik-adik, apakah kalian sudah siap untuk kemah 3 hari ke depan?" Tanya pemandu bus tersebut.
"Siap kak," Jawab semua murid yang berada di bus itu, termasuk Renara dan teman-temannya.
Supir bus tersebut telah melajukan bus nya mengikuti mobil guru-guru yang berada di depan.
Renara mencari mobil Daren, namun nihil, dia tidak menemukan mobil Daren di depan.
"Eh, Ra, lo serius putus sama Rafa?" Tanya Metta tiba-tiba.
"Iya," Jawab Renara.
"Gak ada niatan buat balikan lagi kan? Gue gak mau lo harus balikan sama cowok yang gak bisa ngehargain cewek," Ucap Metta.
"Gak ada Ta, lagian siapa juga yang mau sama Ael? Dia udah punya bahagianya sendiri dan gue juga udah nemu bahagia gue sendiri," Ujar Renara.
"Gue tebak, bahagia lo pasti sama Irsyam kan?" Tanya Metta.
"Mungkin, tapi bukan tentang sam, gue bahagia banget bisa lepas dari cowok yang kayak gitu sebelum akhirnya gue bener-bener jatuh cinta," Jawab Renara sambil mengingat tentang Irsyam yang selalu membuat Renara salah tingkah dengan perilakunya.
"iya juga sih, gue ikhlas kok ra kalau lo mau sama Irsyam," Ucap Metta.
"Lo ikhlas gara-gara apa? Jadian juga engga, kenal juga engga, putus juga engga," Ujar Safira.
Safira tipikal orang yang berterus terang, jika saja tidak kenal dia lebih jauh, mungkin orang yang mendapat perkataan seperti itu langsung membenci Safira.
"Iya juga sih, aku ini siapa nya dia? Sebelumnya aku juga gak punya posisi apa-apa," Ucap Metta dengan suara yang sengaja di sedihkan.
"Gak usah akting Ta, kita udah tau muka palsu lo," Ujar Renara saat melihat Metta yang seperti itu.
"Eh, btw Violetta yang lo maksud itu termasuk anggota OSIS," Ucap Metta.
"Serius? Tapi waktu perkenalan dia gak ada," Ujar Renara.
"Iya, gue serius gak pake bohong," Ucap Metta dengan wajah serius yang jarang dia tampilkan.
Renara yang mendapat perkataan seperti itu menjadi khawatir tentang keadaan Daren.
"Kenapa ngelamun? Masih belum terima putus dari Rafa?" Tanya Safira yang melihat Renara melamun.
"Engga, mana ada gue gagal move on? Lagian banyak cowok di luar sana yang lebih bagus attitudenya, lebih menghargai keberadaan wanitanya dan lebih bangga dengan kehadiran wanitanya," Jawab Renara yang teringat dengan kata-kata Irsyam.
"Wah ternyata Renara udah dewasa ya Fi?" Tanya Metta.
"Iya, kayaknya di balik kata-kata itu ada orang yang menguatkan Nara," Jawab Safira.
Renara tidak menjawab perkataan itu, yang di katakan oleh Safira memang benar, di balik kalimat tersebut ada seseorang yang selalu ada, selalu menguatkan, selalu faham dengan kondisi dirinya.
"Sam," ucap Renara dalam hati sambil tersenyum mengingat wajah tampan Irsyam.
Tidak ada percakapan lagi antara Renara Metta dan Safira, mereka larut dalam pikiran nya masing-masing.
Di saat Renara asik dengan pikirannya, tiba-tiba saja bus tersebut berhenti tiba-tiba hingga membuat semua murid yang berada di dalam nya terbentur ke sandaran kursi.
"Mang, kenapa berhenti mendadak?" tanya salah satu siswa.
"Iya mang, kenapa si? sakit kening aku," sambung Metta sambil mengelus keningnya yang terasa sakit.
"Kayaknya di depan ada kecelakaan dek," jawab supir bus.
"Ha? kecelakaan?" tanya semua murid kaget.
"Iya," jawab Supir bus.
Renara langsung melihat ke arah depan, posisi duduk Renara dekat dengan kaca. Meskipun terhalang dengan beberapa orang yang berada di tempat kejadian, dia dapat melihat bahwa yang mencelakai mobil tersebut adalah sosok peliharaan milik Violetta.
Sosok itu meminta makan dan akhirnya mencelakai pengendara yang berada di jalanan, membuatnya buta akan jalanan hingga kecelakaan.
"Jahat banget," ucap Renara dalam hati yang melihat sosok peliharaan Violetta sedang menjilati darah mengalir dari kecelakaan tersebut.
"Ra, lo kenapa?" tanya Safira.
"Eh, engga apa-apa," jawab Renara.
"Ra, kening lo lebam," ucap Metta yang melihat kening Renara berwarna ungu.
"Masa? pantesan aja sakit," ujar Renara sambil melihat lebam yang berada di kening nya karena tadi dia terbentur ke besi kursi.
"Iya, lo gak hilang ingatan kan?" tanya Metta.
"apa-apaan si ta, gue masih inget kali," jawab Renara.
"Syukurlah, ini masih nara nya gue," ucap Metta.
Bus tersebut kembali melanjutkan perjalanannya, di saat berpapasan dengan kecelakaan tersebut Renara masih melihat sosok itu sedang meminum darah dari korban kecelakaan, siapapun bisa mual melihat caranya minum darah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Dianlee Afa
kasih visual nya donk thor
2021-11-21
1
Nurhalimah Al Dwii Pratama
cepet musnahin gimna caranya byar pelet si Violetta pudarr
2021-06-10
3
Sabila Anasera
kata mengkopy kata kata yang di ucapkan irsyam..
2021-05-21
2