Saat mereka terdiam menikmati keindahan yang ada pada pasangan mereka, tiba-tiba terdengar suara pintu apartemen di buka. Mereka kompak mengalihkan pandangannya tertuju pada pintu apartemen yang terbuka. Sedetik kemudian, munculah seorang laki-laki asing yang tidak di kenali Ayumna.
"Ups! Maaf, aku datang di waktu yang tepat, ya?" tanpa sungkan, Devan melangkah masuk. Tak menghiraukan tatapan tajam dari Langit.
"Sialan lo! Ngapain kesini? Pergi sana!" umpat Langit kesal terhadap Devan yang datang di momen yang tidak pas.
"Gue mau numpang sarapan. Udah mateng, kan?" dengan tidak tahu diri, Devan mengambil tempat duduk di meja makan tersebut. Menunggu Ayumna menghidangkan masakannya.
Sementara Ayumna diam membisu. Ia berpikir bagaimana orang ini bisa mengetahui kode sandi pintu apartemen milik Langit. Ia masih menatap ke arah Devan yang bersikap biasa saja. Tanpa ada rasa canggung maupun sungkan.
"Biarin saja dia. Dia pasti sudah sarapan di rumahnya sebelum datang kesini." ucap Langit kemudian mengambil piring dan menaruh nasi goreng ke piringngnya dan juga Ayumna.
"Loh, Mas. Kok cuma dua? Kan ada temen Mas yang datang. Lagian ini juga masih ada untuk seporsi," Ayumna bertanya pada Langit, karena Langit hanya menghidangkan dua piring saja. Sementara ada temannya yang berkunjung ke apartemen Langit di pagi buta begini.
"Jahat banget sih, lo! Ada temen kesini malah nggak di kasih makan," kesal Devan karena tidak di sambut dengan baik. Lalu ia berdiri menghampiri Ayumna. "Kenalin, gue Devan. Sahabatnya Langit dari kecil. Lo pasti Ayumna, kan? Istri si singa ini?" Devan mengulurkan tangannya pada Ayumna.
Ayumna hendak menyambut uluran tangan Devan. Namun, belum sempat jari mereka bersentuhan, Langit segera menepis tangan Devan yang bermaksud menjabat tangan istrinya yang lembut. Membuat Ayumna kaget dengan tindakan Langit. Dan Devan mendengus kesal atas apa yang di lakukan Langit.
Devan tahu betul, bagaimana sifat Langit. Karena dirinya dan Langit hampis setiap waktu bersama. Jadi ia mengerti semua sifat posesif nya sekarang ketua Black Leo. Langit akan marah bila sesuatu miliknya di sentuh maupun di ganggu. Dan dia tidak akan mau berbagi dengan temannya. Apalagi ini menyangkut perasaannya.
"Nggak usah modus! Ngapain lo kesini?" ketus Langit kemudian mengajak Ayumna untuk duduk di sebelah nya. Membiarkan Devan mengambil nasi gorengnya sendiri di atas kompor.
"Pelit banget! Gue cuma mau ngajak kenalan sama kakak ipar. Dan kalau lo lupa, gue ke sini karena lo yang nyuruh." Devan mengambil nasi goreng nya lalu duduk di depan mereka.
"Sudah, jangan pada berantem. Udah pada tua, juga." Ayumna mencoba melerai perdebatan kedua lelaki tampan yang berada di hadapannya.
"Kamu mengatai aku sudah tua, Ay?" Langit menatap tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Ayumna.
Padahal tubuhnya gagah dan juga parasnya yang sangat sempurna. Bisa-bisanya istrinya itu bilang dirinya sudah tua. Langit menahan rasa geramnya pada Ayumna. Berbeda dengan Langit, Devan justru cekikikan di tempatnya. Ia tahu, sahabatnya itu pasti menahan amarahnya yang tidak bisa di keluarkan.
"Meskipun lelaki yang kau anggap tua ini, ia masih bertenaga dan bisa membuatmu tidak bisa berjalan beberapa hari," bisik Langit dengan senyum menyeringai. Ayumna bukannya tidak mengerti apa yang di maksud oleh Langit. Ia tahu betul, mengarah kemana ucapan suaminya itu.
"Udah, ah! Ayo makan, keburu dingin nanti!" Ayumna mengalihkan pembicaraan. Karena saat ini wajahnya terasa padas dan bersemu merah mengaan malu.
Sedangkan Devan hanya menggeleng kepalanya, ketika melihat sikap Langit yang jauh berbeda sekarang. Langit bersikap sangat lembut dan penuh kasih sayang pada Ayumna. Berbeda dulu saat Langit dengan Jesselyn.
Langit tersenyum puas melihat wajah Ayumna yang memerah karena ulahnya. Terlihat begitu menggemaskan dan ingin memakannya sebagai hidangan pembuka. Bila ia tidak memperdulikan perasaaan Ayumna.
Kemudian mereka melanjutkan acara sarapan pagi, dengan datangnya tamu yang cukup menyebalkan bagi Langit. Karena datang di momen yang tidak tepat dan mengganggu waktu berduannya bersama Ayumna.
Tidak bosan ku ingatkan. Like cerita ini di setiap part nya. Itu merupakan dukungan kalian untukku yang manis ini🤧
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Agustina Kusuma Dewi
lion singa pejantan tangguh
hmm..pas deh..ada singa betinanya
2024-06-17
0
Alea
padahal aku dah siap siap halu lo tadi
2023-07-24
3
Renireni Reni
selalu saja ada sahabat tak berahklak
2023-06-24
1