"Emmm ... Darimana ya aku ceritanya? Oh, ya! Dulu, aku kehilangan kedua orang tuaku pada saat aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Waktu itu, aku tidak ikut mereka pergi ke puncak untuk melakukan pertemuan penting dengan klien, karena aku sedang mengikuti ujian sekolah. Namun naas, sekembalinya dari puncak, mereka sudah berupa jasad ....," Ayumna menyeka air matanya yang jatuh sebelum melanjutkan ceritanya.
"Kata pihak kepolisian, mereka mengalami kecelakaan di jalan menuju bukit. Dengan dalih, mereka mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rat-rata. Namun, aku tidak percaya itu semua. Karena Papa tidak pernah mengijinkan sopirnya mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata-rata. Setelah sepeninggalan orang tuaku, aku di asuh oleh Om Hendra dan Tante Mayang selaku sahabat Papa. Mereka menjadi orang tua pengganti untukku. Mereka selalu menyayangi aku seperti halnya mereka menyayangi Jesicka, calon istrimu. Di situlah aku bisa dekat dengan Jesicka. Selain umur kita yang sama, dia juga baik banget sama aku, Mas." Ayumna berhenti sejenak, menatap wajah Langit yang tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Ayumna.
"Bosan, kan?" tanya Ayumna karena melihat Langit tanpa ekspresi.
"Udah, lanjutkan saja!" jawab Langit kemudian membawa Ayumna duduk lebih dekat lagi dengannya. Kini, mereka sama-sama bersandar di sandaran ranjang milik Langit.
"Aku selalu kesepian, juga merasa sedih tatkala melihat teman sebayaku di dampingi orang tua mereka masing-masing. Meskipun Om Hendra dan Tante Mayang sudah memberikan kasih sayang padaku. Namun, aku masih menginginkan belaian dari orang tuaku. Aku ingin mereka melihatku sukses dengan karirku yang sekarang ini. Dan hingga kejadian pernikahan kalian kemarin. Sebenarnya Jesicka sudah mempunyai kekasih sebelum Om Hendra memberitahukan perjodohan kalian. Waktu itu, Derris mengancam akan bunuh diri bila Jesicka tetap menikah. Dan baiknya aku, aku membantu Jesicka kabur. Karena tidak ingin ada nyawa yang melayang gara-gara perjodohan kalian."
"Dan kamu mengorbankan kebahagianmu sendiri? Cintamu?" tanya Langit yang memotong perkataan Ayumna.
"Pengorbananku tidak sebanding dengan apa yang mereka lakukan untukku, Mas. Jesicka patut bahagia dengan kekasih hatinya. Sementara aku tidak akan membiarkan Om Hendra malu karena pernikahan putrinya gagal. Dan untukmu, aku minta maaf, Mas. Bila aku masuk dalam kehidupanmu yang sempurna itu, tanpa kau duga sebelumnya."
Ayumna menunduk sembari menahan air matanya agar tidak jatuh. Bohong sekali bila dia bilang tidak apa-apa. Karena dia juga merasakan sakit yang teramat dalam, karena harus melepaskan cinta pertamanya, Giovanno Alexander.
"Apa kau ingin kembali mengejar cintamu?" tanya Langit tiba-tiba. Hatinya ikut merasakan sakit saat melihat wajah Ayumna menahan rasa pilu di hatinya.
"Itu tidak mungkin, Mas! Aku sudah menjadi istrimu. Dan aku tidak mungkin kembali sama dia, aku tidak pantas. Dia bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku. Kalaupun kamu ingin menceraikan aku, bersabarlah untuk menunggu satu tahun lagi, Mas. Aku tidak maummpphh ....,"
Ayumna tidak bisa melanjutkan perkataannya, karena bibirnya sudah di bekap oleh Langit dengan rakus. Ayumna meronta, memukul dada Langit. Namun, Langit tak mengidahkan semua itu.
Langit merasa marah pada Ayumna. Kenapa di saat dirinya sudah mulai menerima pernikahan ini, tapi Ayumna malah berbicara tentang perceraian.
"Sudah aku bilang, mari kita saling terbuka! Itu artinya mari kita jalani pernikahan ini sebagaimana mestinya, Ayumna!" geram Langit setelah melepas pagutannya.
"Kamu apaan sih, Mas! Bilang dulu dong kalo mau cium. Jadi aku ada persiapan!" ucap Ayumna tanpa menghiraukan perkataan Langit.
Dengan nafas tersengal sengal, Ayumna mengibaskan kedua tangannya di depan wajahnya. Seakan mengumpulkan kembali oksigen yang telah di rebut oleh Langit.
"Ayumna!!" geram Langit di ambang batasnya.
"Apa?" dengan polosnya Ayumna bertanya pada Langit tanpa mengetahui bahaya akan segera datang.
Kekesalannya sudah melewati batas. Dengan cepat Langit menarik tubuh Ayumna, lalu menindih tubuh seksih istrinya itu penuh posesif. Membuat Ayumna kaget seketika.
"Jangan salahkan aku, bila aku meminta hak ku sebagai suami sekarang juga!" Langit menatap Ayumna dengan senyum menyeringai.
Apakah kalian mengharapkan itu....? 😂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
lisa
cieee yang berharap🤭🤭
2025-01-16
0
Diana diana
nah loh
2024-06-23
0
Agustina Kusuma Dewi
hmmmmmmmm
2024-06-17
0