Maaf ...." ucap Ayumna di sela tangisannya. Hanya itu yang mampu di ucapkan olehnya.
"Berbahagialah dengannya dan jangan lupakan aku sebagai temanmu. Jika dia menyakitimu, segera hubungi aku. Aku akan membawamu pergi darinya,"
Gio berusaha setegar mungkin dan tidak menunjukkan raut muka yang sedih. Ia juga berusaha menerima semua ini dengan ikhlas. Mungkin inilah yang terbaik untuknya dan juga Ayumna.
Jujur, rasa cintanya pada Ayumna masih sama seperti dulu. Namun, keadaan membuat mereka tidak mungkin bersama lagi. Ia hanya bisa mengenang masa indahnya dengan Ayumna di memori nya. Jujur aku tak kuasa melihat kau dengannya. Tapi, ini semua sudah menjadi skenario-NYA. Meski berat aku akan menerima semua ini dan mengubur kisah cinta kita. Batin Gio.
"Semoga kamu juga mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku, Mas. Bolehkah aku menghubungimu saat aku butuh pendapatmu?" Ayumna menghentikan tangisannya dan mengusap wajahnya dengan tisu.
"Tentu saja boleh! Tapi ingat, mintalah ijin suamimu terlebih dulu. Agar tidak ada fitnah di antara kita. Tidak baik bila seorang istri menghubungi laki-laki lain tanpa sepengetahuan suaminya. Aku tidak mau bila di anggap pebinor nantinya," ujar Gio seraya menaik turunkan alisnya.
Ia berusaha menghibur Ayumna agar tidak terlalu larut dalam kesedihannya. Meskipun hatinya sendiri lebih hancur dari Ayumna.
"Pebinor apaan sih! Dia pasti mengijinkan aku menghubungimu. Bukan begitu kan, Mas Langit?"
Ayumna mendongakkan wajahnya ke belakang Gio. Gio pun mengikuti arah yang di tatap Ayumna. Dia menoleh ke belakang dan mendapati Langit yang berada di belakangnya.
Langit tersenyum lalu beranjak dari duduknya, melangkah mendekat ke tempat Ayumna berada. Saat dia sampai di samping istrinya, ia mengecup puncak kepala istrinya. Membuat Ayumna terkesiap seketika dengan perlakuan Langit di depan Gio.
Langit yang di tatap seperti itu oleh Ayumna, hanya tersenyum tipis lalu duduk di sebelah Ayumna.
"Tentu saja boleh, asal tidak terlewat batas atau ketemuan di belakangku. Karena aku tidak mau istriku yang cantik ini bertemu laki-laki tanpa aku dampingi."
Langit membelai lembut wajah Ayumna dengan senyum yang merekah. Ia memang dengan sengaja bersikap seperti itu agar Gio sadar, Ayumna adalah miliknya seorang. Tidak ada yang boleh menyentuh miliknya.
Gio paham betul apa yang di ucapkan oleh Langit. Apalagi tadi dia sempat memeluk Ayumna, hal yang selama ini tidak pernah mereka lakukan semasa pacaran. Lelaki mana yang tahan bila istrinya di peluk oleh lelaki lain di hadapannya pula. Pasti dia sedang cemburu sekarang. Terus bagaimana denganku? Haaiisshhh istighfar, Gio... Dia sudah jadi istri orang Batin Gio.
"Kenalin Mas, dia Mas Gio. Mas Gio kenalin, dia suamiku, Mas Langit."
Ayumna memperkenalkan mereka berdua. Lalu mereka saling berjabat tangan dan melempar senyum. Entah, senyum yang seperti apa, hanya mereka yang tahu.
"Urusan kamu udah selesai kan, Sayang?" Langit bertanya sambil mengusap tangan Ayumna yang berada di atas tangannya.
Ayumna hanya mengangguk. Lalu mereka berpamitan pada Gio dan meninggalkan Gio dengan segala pemikirannya.
Sampai di dalam mobil, Langit merentangkan kedua tangannya menghadap ke Ayumna. Ayumna mengerti maksud Langit dan langsung berhambur ke dada bidang milik suaminya. Memang itu yang di butuhkan nya sekarang. Melepaskan masa lalunya dan membuka hari barunya bersama Langit.
"Menangislah! Bila itu bisa meredakan rasa perih di hatimu. Mungkin masih berat untuk melupakan semua kenangan yang kamu lalui dengannya. Hari ini adalah hari terakhirmu menangis karena lelaki lain."
Langit menepuk-nepuk bahu Ayumna dengan pelan. Sebisa mungkin memberi kenyamanan pada wanita yang sekarang menjadi istrinya itu.
Mendapat perlakuan yang lembut dari suaminya, membuat Ayumna semakin kencang tangisannya. Ia sedih sekaligus bersyukur, karena suaminya ini juga bisa bersikap lembut pada kondisi yang tepat.
Ayumna menangis di dekapan Langit hingga ia merasa lelah kemudian tertidur di dekapan Langit. Langit yang merasa tidak ada suara isakan lagi dari Ayumna, ia menunduk menatap lekat wajah yang sembab itu.
Ternyata kau begitu rapuh, tidak setegar yang kau perlihatkan selama ini saat melawanku. Aku berjanji akan membahagiakanmu selamanya. Dan aku nggak akan melepasmu walau kau sendiri yang meminta. Batin Langit. Ia menyibak rambut panjang Ayumna yang menutupi wajahnya, lalu ia selipkan ke belakang daun telinga Ayumna.
Jangan lupa like bila kalian suka, Gaeess
Oh ya, novel ini aku ikutin lomba loh! Jadi aku mohon, dukung terus ya😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Vitamincyu
👍👍👍
2024-09-04
0
Agustina Kusuma Dewi
lomba..wah..semoga dpt ranhking kak yu..cha yo
2024-06-17
1
Fi Fin
aku suka cerita seperti ini tdk ada kata2 jahat dan kejahatan semoga seperti ini di part selanjutnya
2024-03-16
2