Ayumna mengemas barang barangnya yang ada di rumah Hendra, namun tidak semua ia bawa. Hari ini Langit mengajak Ayumna untuk pindah ke apartemennya yang berada di pusat kota. Mau tidak mau Ayumna harus menuruti Langit. Karena sekarang dirinya adalah perempuan yang sudah bersuami. Yang artinya Ayumna harus meminta ijin dalam bertindak. Meski pernikahan ini hanya berjalan satu tahun sesuai kontrak yang mereka sepakati bersama.
"Apa sudah semuanya?" tanya Langit yang baru masuk ke kamar.
Langit sebenarnya ingin membatu Ayumna berkemas, namun Hendra memanggilnya dan mereka berbicara di ruang kerja Hendra. Entah apa yang di bicarakan Hendra pada Langit, sehingga sekarang lelaki itu sedikit perhatian sama Ayumna.
Contohnya sekarang, Langit membantu membawakan dua koper besar milik Ayumna dan tidak membiarkan Ayumna membawanya.
"Sudah, Mas."
Ayumna sedikit heran, kenapa sikap Langit tiba-tiba berubah. Apa ada sesuatu yang suaminya itu rencanakan. Tau ah! Yang penting dia tidak melanggar kontrak. Dan aku akan memerankan istri yang baik, asal dia tidak menyuruhku berhenti untuk bekerja. Batin Ayumna sembari memperhatikan Langit yang membawa dua koper besar miliknya.
"Ya sudah, ayo! Mau ikut aku pindah? Apa masih mau tetap disini?" tanya Langit.
Langit menghentikan langkahnya, lalu menarik tangan Ayumna yang mematung diam di tempatnya. Langit hanya tidak mau waktunya terbuang sia-sia. Karena di siang hari dirinya harus menghadiri rapat di kantornya.
Sesampainya di bawah, mereka berpamitan pada Hendra dan Mayang. Bulir air mata Ayumna menetes tatkala berpelukan dengan Mayang, wanita paruh baya yang ia anggap sebagai pengganti mamanya. Ayumna juga di beri wejangan yang intinya harus ikhlas dalam menjalani pernikahan ini. Mayang juga tidak lupa menekankan kepada Ayumna, bahwa ijin suami itu paling penting untuk seorang istri dalam menggapai ridho-NYA.
Tiga puluh menit mereka menempuh perjalanan menuju apartemen Langit. Mereka sampai di apartemen Langit tepat pukul sebelas siang.
"Aku tinggal ke kantor dulu. Kalo ada yang di butuhkan, tinggal hubungi Bi Sumi. Dia orang yang membersihkan apartemen ini dan dia tinggal di lantai bawah."
Langit menerangkan pada Ayumna dan Ayumna hanya mengangguk paham. Langit terlihat buru-buru, karena rapat di mulai sebelum jam makan siang. Ia segera mengambil tas kerjanya, sebelum menelpon seseorang di seberang sana.
"Apa semua sudah siap?" tanya Langit pada orang di seberang telepon.
Sebelum Langit benar-benar keluar dari pintu apartemennya, Ayumna berlari menyusul Langit. Langit mengentikan langkahnya ketika mendengar Ayumna memanggil namanya.
"Iihhh Mas main nyelonong aja. Inget masih punya istri, kan?" nafasnya sedikit tersengal karena berlari turun ke lantai bawah.
"Ada apa?" Langit mengernyitkan keningnya. Heran dengan tingkah wanita yang berstatus istrinya itu.
"Salim dulu, biar meeting nya lancar. Dan jangan keganjenan sama ular di kantor. Ingat, Mas sudah punya istri!"
Ayumna meraih tangan Langit lalu mencium punggung tangan suaminya itu. Ada gelenyar aneh yang mengalir di tubuh Langit, saat Ayumna menempelkan bibirnya di kulit punggung tangannya. Perasaan Langit juga merasa tenang dan hangat seketika.
"Sudah! Mas boleh berangkat kerja. Dan aku juga ijin mau keluar hari ini."
Tanpa menanggapi perkataan Ayumna, Langit keluar segera menuju mobilnya. Mengemudikan mobil keluar dari plataran apartemennya.
Ayumna tidak memperdulikan sikap Langit yang berubah seperti semula. Ia bergegas masuk ke dalam kamarnya dan segera bersiap-siap untuk masuk kerja. Hari ini Ayumna masuk shift siang.
Maaf ya, masih slow up🤧
Like jika kalian suka cerita ini, agar aku lebih semangat untuk menulisnya🤭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
H A R U K A ~C H A N
kayak gini kan enak liatnya. biaroun katanya nikah keoaksa. tp adem ayem terntrem.. ga kasar dsn ga nyakitin😚😚😚
2023-09-24
2
Alea
setidaknya Langit nggak punya kekasih yg membuat dia jahat sama istrinya kayak di novel novel lain
2023-07-24
0
epifania rendo
ayo yumna
2023-06-04
0