Ayumna langsung berlari keluar dari kamar Langit. Meski ia bertekad akan menjalani pernikahan ini dengan ikhlas, namun ia belum siap bila Langit meminta hak nya sebagai suami dan itu merupakan kewajiban Ayumna untuk melayaninya.
Mereka menikmati sarapan mereka dengan nikmat. Hal yang tidak pernah Langit lakukan dari dulu, kecuali bila ia berada di kediaman Bagaskara. Ia tidak pernah sarapan atau berlama-lama berada di dalam apartemennya.
"Mas, aku berangkat dulu ya," Ayumna membuka pintu kamar Langit dan melangkah kearah Langit berada.
Setelah sarapan tadi, mereka masuk ke dalam kamar masing-masing. Bersiap-siap akan berangkat kerja. Saat Ayumna masuk ke dalam kamar Langit, Langit sedang berdiri di depan cermin. Di tangannya ada dasi dengan warna yang senada dengan jas yang ia kenakan.
"Mau kemana?" tanya Langit.
Langit mengerntitkan dahinya saat melihat penampilan Ayumna yang sangat menarik. Dengan menggunakan setelan yang memperlihatkan betis jenjangnya terekspos jelas. Karena rok yang di pakai Ayumna hanya sebatas lutut saja.
"Ya kerja lah, Mas! Udah berpenampilan rapi begini massa iya mau pergi ke pasar?" kesal Ayumna lalu mengambil dasi yang di pegang oleh Langit.
"Mau apa?" saat Ayumna mengangkat tangannya mau meraih leher Langit.
"Aku mau jadi istri yang sholehah, Mas. Masangin dasi buat suamiku yang gantengnya maksimal ini biar dapat pahala," Ayumna tersenyum geli lalu mengalungkan tangannya ke leher Langit.
Langit menggelengkan kepala mendengar perkataan istrinya. Memang akhir-akhir ini Ayumna lebih sering menggoda dirinya. Namun, bila Langit balas menggoda, Ayumna langsung kabur. Seperti halnya tadi saat Ayumna bermaksud memanggil Langit untuk sarapan.
"Mas kenapa tinggi banget sih? Padahal aku sudah pakai sepatu yang ada hak-nya loh!" gerutu Ayumna yang tidak kunjung selesai memasangkan dasi pada Langit.
Lalu Langit mencondongkan badannya dan menunduk ke arah Ayumna. Membuat Ayumna kaget seketika. Bagaimana tidak, bila kini wajah mereka hampir bersentuhan.
Ayumna tahu bila Langit sedang menggoda nya. Maka dari itu ia beranikan untuk mengecup bibir Langit sekilas. Membuat Langit terdiam dan tercengang di posisinya.
"Kecupan sebelum bekerja, biar tambah semangat cari nafkah untuk istrinya yang seksih ini." Ayumna segera menyelesaikan tugasnya. Karena ia merasa malu di tatap oleh Langit seperti ini.
Saat Ayumna menarik tangannya dari leher Langit, dengan segera Langit meraih pinggang istrinya. Hingga tiada jarak yang memisahkan tubuh mereka.
"M-mas ... Aku sudah hampir telat," Ayumna memalingkan wajahnya saat Langit semakin mengikis jarak di antara mereka.
Kenapa dengan jantungku? Massa iya, aku duluan yang yang jatuh hati sama dia? Harusnya aku yang membuat dia jatuh hati kepadaku duluan. Ayumna semakin waspada. Di tambah ia tidak bisa melepaskan diri dari jeratan Langit yang semakin erat.
"Kenapa takut? Hmm?" Langit menyeringai tipis melihat wajah Ayumna yang berubah menjadi pucat pasi.
"Eng-enggak! Aku hanya takut terlambat. Karena ada pasien yang harus segera aku periksa," jawab Ayumna tidak berani menatap netra coklat milik Langit.
"Aku hanya mau lakuin ini sebelum berangkat kerja."
Cup!
Langit mencium kening Ayumna dengan lembut. Membuat tubuh Ayumna tegang. Jantungnya pun berdetak di atas normal. Lalu langit melepas rengkuhannya dan mengulurkan tangan kearah Ayumna.
"Bukannya ini yang mau kamu lakukan?" Langit menarik ujung hidung Ayumna, karena uluran tangannya tak kunjung di raih istrinya itu.
"Ah, i-iya!" Ayumna tersadar dari lamunannya yang sempat tercengang dengan sikap Langit hari ini.
Sikap Langit semakin hari semakin lembut padanya. Membuat Ayumna terheran-heran.Apakah Langit juga sudah menerima pernikahan ini dan menjalani semestinya. Seperti dirinya yang ikhlas menjalani takdir yang sudah tertulis kan untuk nya.
Dengan penuh kelembutan, Ayumna meraih tangan Langit. Kemudian mengecup punggung tangan suaminya yang lebih besar dari telapak tangannya.
"Apa mau aku antar?" tawar Langit sembari mengambil tas kerjanya di atas meja samping tempat tidurnya.
"Ah, enggak usah, Mas! Aku nanti mau menemui Gio dulu sepulang kerja. Aku harus mengakhiri hubungan kami. Bolehkan aku menemuinya?" tanya Ayumna dengan hati-hati. Karena tidak mau Langit marah padanya. Biar bagaimanapun ia harus segera mengakhiri hubungannya dengan Gio.
"Boleh, asal ....,"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Diana diana
uhhuyy
2024-06-23
0
borjun as
ishhh ayyyy,jangan ngegemesin nanti didigit sama mas langit 😃
2023-09-03
3
Alea
dua duanya sama sama menerima pernikahan mereka walaupun sebelumnya nggak saling kenal.
cerita yang menarik.
biasanya kalau tentang nikah karena perjodohan cerita nya pasti saling benci,atau suaminya yg benci karena udah punya kekasih yg seorang model yg ujung ujungnya selingkuh
2023-07-24
0