Kenapa Tidak?

Nayara mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di kursi panjang yang terbuat dari kayu. Untuk menenangkan dirinya, Nayara memilih pergi ke taman belakang sekolah dibandingkan ke Uks.

Uks? Tentu saja! Karena cengkraman kuat dari Rey memberi bekas merah kebiruan di lengannya. Apalagi nafasnya yang tidak teratur karena syok. Jangan lupakan juga tubuhnya yang masih gemetaran.

Di tengah-tengah menikmati angin yang berhembus menyejukkan, seorang pria yang entah dari mana datangnya terduduk di samping Nayara.

" Loe gak apa-apa? ".

" Eh, Kak David. " Nayara sedikit terperanjak melihat keberadaan David.

David tersenyum manis. Dia menyodorkan minuman kaleng rasa jeruk pada Nayara.

" Nih minum! Loe pasti haus. Marah-marah buat tenggorokan loe kering kan? ".

Dengan agak ragu-ragu disertai senyuman kakunya, Nayara menerima.

" Terima kasih, Kak David. " David tersenyum.

Keheningan melanda mereka. Nayara sibuk menyeruput minumannya sedangkan David mulai menikmati angin yang menyejukkan wajahnya ditengah teriknya mentari.

" Capek gak? ".

" Apanya? ".

" Ngadepin Rey, ".

Hembusan nafas pelan dapat David dengar dari Nayara. Dirinya menoleh, menatap gadis ayu yang dengan bodoh sahabatnya sia-siakan.

" Dari dulu juga aku lelah, Kak. Baru beberapa menit pacaran, udah banyak aja yang bully aku. "

" Terus kenapa dipertahanin? ".

" Semuanya kalah dengan cinta, ".

" Cih, gak masuk akal. " Decis David tidak suka.

" Itu dulu, Kak David. Sekarang aku sadar, cinta sepihak itu menyakitkan. Apalagi dengan sikap buruk Rey sama aku, sungguh membuatku lelah. " Keluh Nayara.

David hanya mampu terdiam.

" Dan.. Sepertinya kini aku memiliki pemikiran baru, ".

" Apa? ".

" Aku akan lepas dari Rey. Mau dia terima atau enggak, aku tetap akan memutuskan hubungan palsu ini. Yah, akanku akhiri sampai di sini, " Ucap Nayara penuh semangat.

David tersenyum kecil melihatnya.

" Gue lebih suka elo yang ceria gini dari pada yang nangis ngemis cintanya Rey, Ara. " Ucap David seraya menatap Nayara lembut.

Nayara balik menatap David. Dia tersenyum dan mengangguk kuat.

" Aku juga akan berubah, Kak. Menyadari diriku yang bodoh karena cinta, membuatku seolah wanita yang kesepian. Padahal tanpa pria dan cinta pun aku tetap masih hidup, ".

" Tapi tanpa pendamping dan cinta, hidup loe akan hampa. " Timpal David.

Nayara memiringkan sedikit kepalanya, tidak mengerti.

" Izinkan gue gantiin posisi Rey, Ara. Meskipun loe butuh waktu buat suma sama gue, gak masalah! Gue akan berjuang buat dapetin hati loe, Nayara. "

Nayara tertegun. Ingatannya berputar pada saat dia diantar pulang oleh David. Dan detik dimana David mengungkapkan perasaannya namun dia tolak karena cowok biadab seperti Rey.

" Ara, ".

" Eh, apa? ".

" Jawab dong, deg-degan gue. " Sifat tengil David kembali.

Nayara tersenyum manis, membuat debaran di dada David semakin meledak saja.

" Kalau kamu tulus sama aku, kenapa tidak? ".

--

Di gerbang masuk, seorang pria tinggi nan gagah memasuki sekolah. Dia mendadak menjadi pusat perhatian karena wajah rupawannya.

Pria itu melirik sana-sini, seakan mencari 0 eberadaan seseorang. Karena tidak ditemukan juga, akhirnya dia pun melangkah mendekati kerumunan siswi untuk bertanya.

" Permisi, ".

Para siswi itu menoleh. Mereka pada salah tingkah dan kompak membenarkan rambut mereka saat melihat sosok pria tampan beralmamater ala-ala Mahasiswa senior di hadapannya.

Salah satu dari mereka maju menghadap si pria tampan.

" Ya Kak? Ada yang bisa Saya bantu? ".

" He he.. Maaf mengganggu waktunya. Saya dari rombongan Mahasiswa tingkat akhir yang akan melakukan promisi Kampus di sekolah ini. Namun Saya datang terlambat, dan terpisah dari rombongan Saya. Bisa tunjukkan jalan menuju ruangan Kepala Sekolah? " Pinta pria itu.

" Oh, mari Saya antar Kak! " Ucapnya dengan nada manja.

Pria itu sedikit mengerutkan alisnya bingung. Namun tak luput mengikuti langkah gadis yang menuntun jalannya menuju ruangan kepala Sekolah.

Disaat mereka berdua tengah berjalan, tiba-tiba teriakan seseorang menghentikan langkah mereka.

" Kak Gavin!! ".

Gavin Haydar, nama pria tampan yang kini menjadi bahan bisikan siswa maupun siswi di Senior High School tempat Reyna dan kawan-kawan menuntut ilmu.

Gavin menoleh. Senyuman mengembang dibibirnya saat melihat sosok yang sangat dia kenal.

" Frey? ".

Freya berhenti berlari, dia mengatur nafasnya yang memburu dan tersenyum manis para pria tampan didepannya.

--

" Bilang apa Kakak loe, Na? ".

" Dia gak peduli. Malah mikirin jackpot, " Jawab Reyna.

Saat ini, Morgan tengah berkunjung ke kelas Reyna. Dalilnya sih ingin melihat keadaan Nayara, namun nyatanya memang ingin menghabiskan waktu dengan gadis yang selalu menghantui pikirannya akhir-akhir ini.

" Pinter juga si monyett, ".

Reyna memicinkan matanya menatap Morgan.

" Loe dukung Kakak gue? Terus temen loe yang satu lagi, gimana? ".

Morgan mengubah posisinya menjadi dudum lurus menatap depan.

" Rey salah, dia terlalu keterlaluan dalam hal yang satu ini. Gue memang playboy, tapi gak serendah itu sampe-sampe mainin cewek lugu. Palingan juga gue mainin cewek yang pengen dimainin, " Celetuk Morgan.

" Racun, " Decis Reyna.

Morgan tertawa. Dia memiringkan tubuhnya menghadap Reyna.

" Kalo elo, Na? ".

" Apa? ".

" Mau gak gue mainin? " Reyna mendelik, " Atau gue masukin aja sekalian? ".

" Enyah dari sini, Setan! " Usir Reyna penuh penekanan.

Berada berlama-lama bersama Morgan membuat Reyna selalu merasa dalam bahaya. Dirinya tidak mau kerasukan setan lewat sehingga harus di Unboxing sebelum waktunya.

Morgan tertawa terbahak-bahak. Bersama dan membuat Reyna kesal bagaikan moodbooster untuknya.

" Mommy nyuruh loe nginep lagi, Na. Besok kan weeked, bisa dong ya? " Tanya Morgan.

Reyna sedikit berfikir, " Ajak Nayara, boleh? ".

" Kalau dianya mau, " Reyna mengangguk.

" Oke, gue nginep bawa Nayara. Lagian rindu juga sama si endut, " Ungkap Reyna.

" Hm, boleh. Pulangnya nanti bareng gue yah? Sekalian beli bahan buat bakar-bakar di balkon nanti, ".

" Gue maunya di pantai, kayak waktu itu. " Tolak Reyna.

" Acie.. Moment sama gue gak bisa loe lupain yah? Cie.. Nana.. Jangan-jangan loe mulai cuintah sama gue yang ganteng ini, ".

" Cih, ngarep. " Ketus Reyna.

" Ah.. Ngaku aja loe! Not problem kok, Na. Skuy pacaran! ".

" Sepupu, Morgan. " Reyna mengingatkan.

" Selalu, " Kesal Morgan.

--

Sesuai yang dijanjikan, saat ini Reyna berada dalam mobil Morgan dengan Nayara yang sudah on the way duluan bersama David.

Tujuan mereka saat ini adalah menuju super market. Tentunya membeli beberapa bahan makanan sekalian Reyna akam menguras dompet Morgan dengan beberapa kaleng bir dan cemilan yang dibelinya.

" Belok kiri kan ini? ".

" Iya. Terus nanti parkirnya di depan aja, jangan di basement. Biar simple keluarnya, " Usul Reyna.

" Oke, ".

Beberapa menit kemudian, mobil yang Morgan kendarai pun sampai di tujuan. Mereka turun dan melangkah bersama, tentunya tanpa bergandengan.

--

Hap.

Morgan menangkap tangan Reyna yang hendak mengambil bir. Tindakannya itu membuat si pemilik langsung menatapnya tidak suka.

" Lepas gak? ".

" Enggak, ".

" Morgan lepas! " Bentak Reyna seraya menghempaskam tangannya.

" Nurut, Na. Gak baik minum yang gituan terus. Gue beliin loe jus kaleng aja, ya? Mau rasa apa? Blackcurrant? ".

" Gue bilang— ".

" Nurut atau gue cium? ".

Deg.

Reyna memundurkan langkahnya dari Morgan.

" Gila loe, ".

" Gue serius, Na. Jus atau gue cium? " Ancam Morgan mulai melangkah maju.

" Terserah! " Teriak Reyna langsung ngacir.

Melihat Reyna yang berlari ketakutan, membuat Morgan tersenyum puas. Sepertinya dia memilki cara ampuh untuk membuat Reyna turut padanya.

Morgan berbalik dan mengambil beberapa kaleng jus dan minuman bersoda untuknya dan David. Juga jus jeruk untuk Nayara. Dari mana dia tahu? Tentu David yang berpesan!.

--

Sedangkan di dalam mobil, David terus mengganggam erat tangan Nayara. Nayara hanya diam tanpa menolak, karena dia tahu David sering mabuk kendaraan. Dan anehnya pria itu bilang jika dia bersentuhan dengannya David tidak akan muntah seperti biasa.

" Kak David, memang iya ya, Kakak sering mabuk? " Tanya Nayara.

" Hem. Sejak kecil gue paling anti yang namanya naik mobil. Tapi ya gimana lagi, Oma gak izinin bawa motor ke sekolah. Mobil aja masih supir yang kendarain, " Ujar David.

" Oh, begitu. "

" Eh, ke rumah Oma gue dulu yah?! Gue belum bawa baju ganti. Males pake yang si Morgan mulu, ".

" Baiklah, ".

David tersenyum senang. Dia mencondongkan badannya ke depan dan berkata:

" Pak, ke rumah Oma dulu! ".

" Baik, Den. "

_-_

TBC!

Terpopuler

Comments

Fitria Dafina

Fitria Dafina

Nayara pasti bahagia sama David.. Morgan bisa ngk nih dapatkan hati Reyna..

2021-08-21

1

Mikeyy Nouna Muda

Mikeyy Nouna Muda

paling seneng klo baca pas reyna sama morgan bikin gimana gitu,,, smangat thor mkin sering up nya

2021-05-07

1

Topik Hidayat

Topik Hidayat

akhir nya nayara sm davit ,,,,,,lanjut thor

2021-05-07

2

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Kedatangan Reyna
3 Nana?
4 Osis Sengklek
5 Tendangan Maut
6 Serumah?!
7 Demi Nana
8 Modus Morgan
9 Siapa Dia?
10 Balkon Di Malam Hari
11 Serpihan Hati Nayara
12 Zona Pendekatan
13 Sebuah Rahasia
14 Cinta Terhalang Turunan
15 Dimulainya Sebuah Konflik
16 Tikungan Tajam
17 Kenapa Tidak?
18 Dia, Gavin
19 Mine
20 Cinta dan Obsesi
21 Menjauh
22 Pengakuan Rey
23 Tidak Memiliki Keluarga
24 Hanya David
25 Di Dua Hati
26 Kehancuran Atau Keselamatan?
27 Pilih Nikah?
28 Like Mikhael
29 Insiden Pagi Hari
30 Pemilihan Osis Baru
31 Lagi?
32 Usaha David
33 Menutup Hati
34 Selesai Di Sini
35 Study Tour
36 Selalu Bersama
37 ENDING
38 PERFECTION
39 Setelah Enam Tahun, Sayang
40 Senyuman Aneh
41 Kemirisan sebuah Takdir
42 Permintaan Morgan
43 Dasar Gila
44 Pertemuan Kembali
45 Obsesi David
46 Permintaan Bram
47 Reyna Marah
48 Memilih Menerima
49 David otak Mesum
50 Pengakuan Morgan
51 Bersama Calon
52 Memaksa Mengingat
53 Rey Bramasta
54 Pacar Reyna
55 Gavin Haydar
56 Ada Rahasia
57 Dara Day
58 Rival Sesungguhnya
59 Karena Cemburu
60 Sebelum Tidur
61 Gavin Vs Morgan 1
62 Gavin Vs Morgan 2
63 Perkara Balon
64 Memulai Hari Baru
65 Pak CEO
66 First Day Many Haters
67 Pesona Morgan Eduardo
68 Jalani Saja Dulu
69 Keputusan Sepihak
70 Bukan Main
71 Konflik Rumah Tangga
72 Nasihat Bella
73 Morgan Kembali
74 Bukan Milik Siapapun
75 Miss Kiss
76 Ingin Reyna
77 The Perfection
78 Tanpa Keraguan
79 Berjuang Bersama
80 Ayang
81 Sudah Waktunya
82 Tempat Mengadu
83 Debu-debu Keraguan
84 Cinta dalam Dosa
85 Mungkinkah..
86 Kabar Kehamilan
87 Tidak berarti
88 Kebohongan dan Kebodohan
89 Sudahi
90 Sama-sama Terpuruk
91 Freya Kembali
92 Dinner Part 1
93 Dinner Part 2
94 Gavin Manja?
95 Dan Nyatanya
96 Goodbye
97 Baru dimulai
98 Lyora, siapa?
99 Menuju Peresmian
100 David Nayara, Love Hate
101 Gila Tanpa Ayang
102 Satu Langkah Lagi
103 Not End Of Happines
104 Setelahnya
105 Penyelesaian Masalah
Episodes

Updated 105 Episodes

1
PROLOG
2
Kedatangan Reyna
3
Nana?
4
Osis Sengklek
5
Tendangan Maut
6
Serumah?!
7
Demi Nana
8
Modus Morgan
9
Siapa Dia?
10
Balkon Di Malam Hari
11
Serpihan Hati Nayara
12
Zona Pendekatan
13
Sebuah Rahasia
14
Cinta Terhalang Turunan
15
Dimulainya Sebuah Konflik
16
Tikungan Tajam
17
Kenapa Tidak?
18
Dia, Gavin
19
Mine
20
Cinta dan Obsesi
21
Menjauh
22
Pengakuan Rey
23
Tidak Memiliki Keluarga
24
Hanya David
25
Di Dua Hati
26
Kehancuran Atau Keselamatan?
27
Pilih Nikah?
28
Like Mikhael
29
Insiden Pagi Hari
30
Pemilihan Osis Baru
31
Lagi?
32
Usaha David
33
Menutup Hati
34
Selesai Di Sini
35
Study Tour
36
Selalu Bersama
37
ENDING
38
PERFECTION
39
Setelah Enam Tahun, Sayang
40
Senyuman Aneh
41
Kemirisan sebuah Takdir
42
Permintaan Morgan
43
Dasar Gila
44
Pertemuan Kembali
45
Obsesi David
46
Permintaan Bram
47
Reyna Marah
48
Memilih Menerima
49
David otak Mesum
50
Pengakuan Morgan
51
Bersama Calon
52
Memaksa Mengingat
53
Rey Bramasta
54
Pacar Reyna
55
Gavin Haydar
56
Ada Rahasia
57
Dara Day
58
Rival Sesungguhnya
59
Karena Cemburu
60
Sebelum Tidur
61
Gavin Vs Morgan 1
62
Gavin Vs Morgan 2
63
Perkara Balon
64
Memulai Hari Baru
65
Pak CEO
66
First Day Many Haters
67
Pesona Morgan Eduardo
68
Jalani Saja Dulu
69
Keputusan Sepihak
70
Bukan Main
71
Konflik Rumah Tangga
72
Nasihat Bella
73
Morgan Kembali
74
Bukan Milik Siapapun
75
Miss Kiss
76
Ingin Reyna
77
The Perfection
78
Tanpa Keraguan
79
Berjuang Bersama
80
Ayang
81
Sudah Waktunya
82
Tempat Mengadu
83
Debu-debu Keraguan
84
Cinta dalam Dosa
85
Mungkinkah..
86
Kabar Kehamilan
87
Tidak berarti
88
Kebohongan dan Kebodohan
89
Sudahi
90
Sama-sama Terpuruk
91
Freya Kembali
92
Dinner Part 1
93
Dinner Part 2
94
Gavin Manja?
95
Dan Nyatanya
96
Goodbye
97
Baru dimulai
98
Lyora, siapa?
99
Menuju Peresmian
100
David Nayara, Love Hate
101
Gila Tanpa Ayang
102
Satu Langkah Lagi
103
Not End Of Happines
104
Setelahnya
105
Penyelesaian Masalah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!