Pagi Harinya...
Dring... Dring... Dring..
Tut
" Halo? ".
Dengan kesadaran yang belum sepenuhnya kembali, Reyna menjawab telepon yang entah dari mana.
Waktu menunjukkan pukul 07:30 pagi. Namun baik dia maupun Nayara masih bergelut dengan alam mimpi masing-masing jika saja ponsel Reyna tidak berdering.
Mereka kurang tidur, dan itu jelas dikarenakan kegiatan semalam. Sore tadi, setelah belanja dan setelah Nayara kembali dari rumah Omanya, mereka langsung mandi dan malamnya bakar-bakar di pinggir pantai sesuai yang dijanjikan.
Saking asyiknya menikmati moment kebersamaan, keempatnya lupa waktu. Jadilah Reyna, Nayara, Morgan dan David tidur larut malam semalam.
Di moment malam yang dipenuhi beribu bintang malam tadi, banyak moment yang membekas di hati Reyna maupun Nayara. Keduanya dibuat salting dan berdebar oleh perlakuan manis Morgan dan David pada mereka.
Sangat-sangat manis, membuat mereka tidak mau waktu cepat berlalu. Eh apa?
" Gel loe bangun tidur? Gila, ini loe seriusan baru bangun? Gel kita ada acara loh, sama kelas dua belas juga. " Pekik Freya di seberang sana.
Rupanya Freya yang mengganggu tidur cantiknya. Dengan diselingi menguap, Reyna menjawab:
" Apa si, Frey. Loe gak tahu gue ngantuk? Kurang tidur semalam ini, " Keluhnya.
" Ya terus? Loe gak bakalan ke sekolah gitu? Gel loe gak buka grup yah? ".
" Hmm, " Jawab Reyna dengan mata yang masih setia tertutup rapat.
" Astaga Angel!! Loe kok santai gitu sih jawabnya? Ini acara tiga puluh menit lagi di mulai loh. Tapi elo? " Terdengar helaan nafas dari Freya sebelum melanjutkan ucapannya.
" Pokoknya gak mau tahu, jam delapan loe sana Naya harus udah ada di sini. Perlu info lanjutan? Cek grup! Sekian dan terima kasih, ".
Tut.
Tanpa menunggu balasan darinya, Freya malah menutup sambungan telepon mereka. Hal itu membuat Reyna membuka matanya, merasa aneh dengan Freya yang berceloteh garang sepagi ini.
Wait, bukannya sekarang hari sabtu? Yang berarti sekolah libur? Lalu maksud Freya, apa?.
" Gue cek coba, " Gumam Reyna mulai mengutak-atik ponselnya.
Tok tok..
" Na!! " Terdengar suara Morgan di luar pintu kamarnya yang terkunci.
Tok tok..
" Nana?! Bangun loe! Na!! ".
" Ih, iya iya bentar! " Teriak Reyna kesal.
Dengan malas, Reyna pun beranjak dari ranjang dan membukakan pintu untuk Morgan.
" Astaga, " Pekik Reyna kaget.
Bagaimana tidak? Morgan datang dalam keadaan berantakan. Baju kusut, rambut acak-acakan, muka lelah, dan jangan lupa juga dengan lingkaran hitam di bawah matanya.
" Loe, nakutin gue. Mor, " Lirih Reyna.
" Napa? Jelek yah? Bodolah! " Jawab Morgan sambil mengusap wajahnya.
" Na loe gak buka grup sekolah? Katanya minggu ini kita gak ada weekend, alias sekolah Sabtu-Minggu. Cuma kelas sepuluh yang gak diwajibin. Loe mau ke sana? Wajib loh katanya, " Jelas Morgan.
Reyna terdiam sesaat. Tidak lama kemudian, dia mengadahkan kepalanya menatap Morgan.
" Jadi loe ke sini cuma mau bilang itu? ".
" Iya, ".
" Ya terus? ".
" Apa? ".
" Loe sendiri? Mau ke sana? " Tanya Reyna.
" Tergantung elo si gue, ".
" Hah? ".
" Ya kalo loe mau, gue juga oke. Kalo loe enggak, buat apa juga gue ke sana? " Jawab Morgan.
" Ini promosi salah satu kampus ternama loh, Morgan. Bisa aja kan loe dapat beasiswa. Denger-denger loe pinter, mana beberapa bulan lagi kelulusan lagi. Lumayan kan, kalo daftar dari sekarang, " Ujar Reyna.
" Bokap gue kaya loh Na, jangan lupa! ".
" Ck, ya maksud gue lumayan aja gitu, kalo loe dapet beasiswa terus ngampus di Indo, gak di luar negri. "
" Loe sukanya yang mana? ".
" Maksudnya? ".
" Jauh dari gue atau deket dari gue? ".
" Jauh, " Jawab Reyna spontan.
Memang siapa yang mau dekat-dekat dengan orang mesum seperti Morgan?.
" Ya udah, gue daftar aja di sekolah senior yang promoin kampusnya nanti. Biar bisa deket sama loe, gak usah Ldr-an. "
Reyna dibuat cengo olehnya. Tidak mau ambil pusing, dia pun mengangguk dan mengibas-ngibaskan tangannya mengusir Morgan.
" Terserah loe lah, gak peduli juga gue. Sana pergi! Gue ngantuk, ".
" Eh tunggu! Ke sekolah gak? " Tanya Morgan menahan pintu yang hendak Reyna tutup.
" Ogah si gue. Tapi kalo di wajibin, apa lagi? ".
Senyuman mengembang di wajah masam Morgan.
" Oke, siap-siap dulu gue Na. Sampai jumpa di bawah! " Teriak Morgan langsung berlari meninggalkan Reyna yang menatapnya bingung.
" Apa si? Gak jelas banget tu orang, " Gumam Reyna menutup pintu.
--
" Ini para cewek kemana si anjiir? Lumutan gue nunggu, " Gerutu Erza.
Erza? Ya, tentu si rempong Erza! Pagi ini dia dan kedua temannya langsung go to Morgan's home saat mendapat info sore tadi. Rencananya si.. Mereka akan berangkat bersama. Dengan Erza dan Arzan yang numpang pada Rey.
Rey? Tentu datang! Dia memang kesal karena dibentak Morgan saat bertengkar dengan Freya kemarin. Namun apalah dayanya? Sahabat tetap yang utama. Rey tidak bisa memusuhi teman yang sudah dia kenal lama hanya gara-gara bentakan dengan kesalahan yang ada pada dirinya.
" Sabar elah.. Si Nana sama Naya lagi dandan mungkin! Maklum lah, cewek itu. " Ucap Morgan yang sudah tampak maco dengan motor besarnya.
" Naya? Maksud loe cewek gue? " Tanya Rey.
" Cewek yah? Gak salah tuh? ".
" Maksud loe apa? " Semprot Rey pada David.
David mengangkat bahunya tidak peduli. Dia kembali menatap depan dengan punggung yang bersandar di mobil mewahnya.
" Vid, loe nyetir sendiri? " Tanya Arzan.
" Iya, ".
" Gak takut ngidam ya lo? " Celetuk Erza.
" Eh bangkee, loe kira gue apaan?! ".
" Ya kali, Vid. Orang loe tiap naik mobil selalu muntah. Periksa aja gih! Siapa tahu loe beneran ngidam setelah kelonin guling, " Canda Erza.
" Eh anyingg, ".
Morgan menggeleng mendengar perdebatan antara calon Kakak ipar dan temannya. Begitulah Erza! Di antara mereka berlima, hanya Erza yang memiliki kekuatan membuat orang darah tinggi.
Jika perlu di jelaskan, yang paling kalem di antara mereka hanyalah Arzan. Rey yang dingin, David yang diam-diam mengejutkan, Erza yang menyebalkan, dan dirinya yang berotak mesum. Tentu hanya pada Reyna! Karena hanya untuk Reyna lah rancangan kenikmatan masa depan dia jabarkan.
" Nah, tu pawang gue! " Seru David.
Kompak mereka menatap yang ditunjuk David, termasuk Rey. Mata Rey sedikit membulat melihat Nayara. Mungkinkah yang dimaksud David itu... Pacarnya?.
" Ara, loe bareng gue yah?! " Pinta David excited.
Nayara menatap Rey yang sejak tadi menatapnya tajam. Dengan berani dia mengalihkan pandangannya pada David dan mengangguk sambil tersenyum manis.
" Iya, Kak David. Lagian kata Reyna dia mau sama Kak Morgan. Jadi aku ikut Kak David aja deh! " Ujar Nayara dengan suara lembutnya.
" Ah... Suara kamu Dek, mulus banget. Gimana desahannya coba? " Celetuk David.
" Abang! ".
" Iya iya, bercanda kali, Gel. " David selalu dibuat tak bisa mengelak jika Reyna sudah memanggilnya ' Abang '. Itu berarti apa yang dia lakukan tidak disukai sang adik tercinta.
" Mamposs Anda, mamposs! ".
" Diem lu nyett! " David melotot pada Erza yang terbahak.
" Otw sekarang? " Tanya Morgan setelah Reyna terduduk cantik di belakangnya.
" Kuylah! ".
Semua orang bersiap-siap pada tempatnya. Saat Nayara hendak masuk ke dalam mobil yang pintunya telah dibuka oleh David, suara Rey membuat langkahnya terhenti.
" Nayara! ".
Naya terdiam sesaat. Dia menghela nafasnya panjang dan menoleh.
" Ya? Kak Rey? ".
" Kak? " Ulang Rey.
Nayara tersenyum.
" Gak sopan rasanya aku panggil Kakak kelas dengan namanya doang. Aku kan adik kelas kamu, Kak Rey. "
Deg.
Rey dilanda perasaan tidak enak. Dia merasa jika Nayara—.
" Meskipun diantara kita telah terjadi sesuatu yang tidak mengenakan, bukan berarti kita tidak bisa bertemankan, Kak Rey? ".
Jleb!.
Benar saja. Nayara menganggap hubungan mereka telah berakhir. Beraninya gadis itu!.
" Loe anggap gue udah mutusin loe, hah?! " Bentak Rey dengan mata merahnya.
" Gak kok, Kak. Dari awal memang hubungan kita udah gak sehat, ".
" Beraninya loe— ".
" Ara, my baby honey sweetie. Ayo masuk! ".
" Anying! Maksud loe apa David?!! " Amuk Rey.
" Ar! ".
Dengan sigap Arzan yang telah masuk ke dalam mobil beranjak keluar dan menarik paksa Rey agar masuk ke dalam mobil setelah mendapat kode dari Morgan.
" Lepasin! ".
" Za, loe yang nyetir! ".
" Ashiap Pak Bos! Di usahain di sana jangan di pertemukan yah.. Ini!, " Seru Erza.
" Hem, ".
Brum..
Mobil David melaju yang disusul oleh mobil Rey dengan si pengendara Erza. Sementara motor yang dikendarai Morgan masih diam ditempat.
" Tunggu apa lagi? " Reyna bertanya serasa berbisik merdu ditelinga Morgan.
" Nungguin tangan loe melingkar di pinggang gue, ".
" Ngarep! ".
" Ya udah gini aja terus, ".
Jika sudah begini terpaksa Reyna menuruti. Merasakan pelukan di pinggangnya, Morgan senang bukan kepalang.
" Oke my baby yang belum gue cetak, ayo meluncur ke sekolah Papi! ".
Brum..
" Ah, " Reyna sedikit terperanjak. " Dasar sinting! ".
Di lapangan, kelas sebelas dan kelas dua belas Senior High School tempat Reyna sekolah digabung dengan duduk melingkari lapangan. Terlihat di tengah-tengahnya banyak para pria dan wanita yang di yakini adalah perwakilan dari Kampus ternama yang akan berpromosi.
Saat Reyna dan Morgan tiba, mendadak mereka menjadi pusat perhatian para siswa.
Bagaimana tidak? Mereka baru masuk gerbang, yang otomatis menghadap langsung ke lapangan. Berbeda dengan David dan lainnya yang memilih gerbang belakang.
" Mor, loe begoo. " Bisik Reyna.
" Ya sorry, gak kepikiran gue. Salah siapa coba, loe ganggu konsentrasi gue? ".
" Gue gak ganggu! ".
" Loe meluk gue! ".
" Ya terus? ".
" Bikin jantung gue dag-dig-dug, Na. Itu yang buat gue nge-blank, " Ucapnya.
Reyna hanya memutar bola matanya malas. Sampai fokusnya tergantikan pada salah satu Senior yang berjalan menghadapnya.
" Reyna Angelica. Do you remember me? ".
Deg.
Suara yang agak familiar terdengar lantang di telinga Reyna. Dia menatap datar pria dihadapannya, berusaha meneliti siapa pria yang memanggilnya dengan nama lengkap.
" Tidak ingat? Sayang sekali, " Kekeh pria itu. " Padahal dulu Saya yang bantuin kamu ambil boneka, Sweetie. "
Apa?
Mata Reyna melotot. Dia memiringkan kepalanya dan tersenyum lebar saat mengingat sosok malaikat yang menjadi salah satu alasannya mau datang ke Jakarta.
" Astaga. Kak Gavin?! " Pekik Reyna senang.
Gavin Haydar, pria tampan yang sudah lama mencintai Reyna itu tersenyum hangat. Perlahan dia merentangkan tangannya dan berkata:
" It's Me, My Lady! ".
_-_
TBC!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
maestuti dewi saraswati
mulai galau ni morgan 😂😂
2021-09-10
1
VIDAYA
lanjut thor
2021-05-10
1
Dilla
kalo mau mengambil hati wanita jangan menjadi menyebalkan 😂
2021-05-08
2