Tikungan Tajam

Beberapa menit sebelum kejadian...

Di kelas 11, Reyna dan Freya sibuk memainkan ponsel mereka setelah kepergian Nayara.

Walaupun bel istirahat telah berbunyi, keduanya malas untuk beranjak. Bahkan untuk sekedar membeli cemilan pun mereka ditawari Nayara yang dengan senang hati bersedia membelikan keduanya makanan ringan di kantin.

" Gel, loe bosan gak? " Tanya Freya seraya menyimpan ponselnya di atas meja.

" Enggak, ".

Reyna menjawab dengan tatapan yang tidak teralihkan dari ponselnya. Entah apa yang gadis itu lihat, namun sepertinya hal itu lebih menarik dari pada sekedar melirik wajah sahabatnya.

Freya mendegus. Merasa di acuhkan, dia pun bangkit dari duduknya kemudian berkata:

" Gue ke toilet dulu, Gel. Titip ponsel gue! ".

" Hm, ".

--

Dengan ditemani siulan ria dari mulutnya, Freya berjalan menelusuri kolidor. Niatnya ingin pergi ke toilet untuk menyelesaikan panggilan alam, namun siapa sangka di tengah perjalanan justru dia malah mendengar tangisan sahabatnya, Nayara.

" Sampai kapan? Mau sampai kapan kamu jadiin aku boneka kamu, Rey? ".

" Sampai gue puas, ".

Deg.

Freya tersentak, seketika emosinya meluap saat sadar salah satu teman baiknya sedang dipermainkan oleh seorang bajingann.

Dia tidak rela, Freya tidak rela jika gadis polos nan lugu seperti Nayara dijadikan bahan bulan-bulanan oleh pria tidak tahu diuntung dan tentunya tidak punya hati.

Dengan rahang mengeras, Freya maju dan menarik kerah seragam pria yang sedang membelakanginya itu sambil berteriak:

" Berengsekk!! ".

Bughk!

Bughk!

Bughk!.

Freya menghajar Rey habis-habisan. Dia meninju hidung, mulut, kedua pipi bahkan kening Rey pun tidak luput dari kepalan tangannya.

Brak!.

Rey terpental, dia meringis sambil berusaha berdiri dan menatap nyalang pada gadis yang tengah dilanda emosi di depannya.

" Loe siapa, bitchh! Beraninya loe— ".

" Tutup mulut loe, berengsekk!! Loe gak pantas sebut gue murahan dengan mulut loe yang lebih murahan!! ".

Bughk!.

Bughk!.

Nayara membelalak. Tubuhnya gemetar ketakutan saat melihat Rey yang babak belur karena ulah Freya. Dia sungguh takut, dan ketakutannya bertambah saat Rey mulai membalas pukulan Freya dan bodohnya warga sekolah hanya jadi penonton tanpa berniat memisahkan.

" Ba-bagaimana ini? Rey, he-hentikan! Frey—Angel!! " Teriak Nayara saat melihat kedatangan Reyna dan Morgan.

Reyna berhenti berlari, begitu juga dengan Morgan. Kompak tatapan keduanya tertuju pada Nayara, lalu bergeser pada Freya yang sedang menjambak habis rambut Rey dengan Rey yang mencengkram kuat pergelangan tangan Freya.

Bukannya khawatir, Morgan justru terkekeh geli.

" Gue kira yang bakalan ngamuk si David. Eh.. Taunya, ".

Reyna memutar bola matanya ke semua penjuru. Lalu tatapannya berhenti tepat pada David yang masih bersembunyi di balik tembok.

Dengan alis yang berkerut bingung, dia pun mulai melangkah mendekati David tanpa menghiraukan Morgan.

" Eh, Na? Loe mau ke mana ninggalin gue? Na na!! ".

" Urus temen loe! ".

" Hah? Hokey, ".

Morgan berjalan berlawanan arah dengan Reyna. Saat dia sibuk memisahkan Rey dan Freya, untungnya seorang siswi membawa Nayara meninggalkan tempat kejadian.

" Rey Rey, cewek loh ini. Loe gak malu apa berantem sama cewek? ".

" Dia yang mulai duluan! " Bentak Rey menunjuk Freya.

" Heh gue lakuin juga ada alasannya kelez! " Semprot Freya sambil berontak pada beberapa siswa yang memeganginya.

" Lepasin! ".

" Wow wow.. Santai dong, " Seru orang-orang yang memegangi Freya.

Morgan menggeleng kecil melihat tingkah bar-bar Freya. Jika terlalu sering bersama, mungkin Reyna juga akan berubah menjadi bar-bar seperti Freya.

Ingat akan Reyna, Morgan menoleh mencari keberadaannya. Seketika dirinya bernafas lega melihat Reyna yang berdiri tidak jauh dari kerumunan. Namun dia juga heran dengan wajah santai David. Bahkan David bersikap seolah dia tidak peduli akan apa yang terjadi.

" Loe denger percakapan gue sama pacar gue, iya? Terus loe kenapa? Gak terima gue mainin temen sampah loe? ".

Fokus Morgan kembali teralihkan saat Rey berteriak.

" Anjingg!! ".

" Wei wei... Santai! " Sorak para siswa yang lebih kuat memegangi Freya agar tidak kembali menerjang Rey.

" Fuckk, bastardd! " Freya mengacungkan jari tengahnya, kemudian menghempas kasar banyak tangan yang memeganginya dan pergi begitu saja.

Di tempatnya, Rey menatap kesal pada gadis yang membuatnya babak belur.

" Loe siapa bitchh?! Beraninya main-main sama gue!! ".

" Rey stop! " Bentak Morgan.

" Tapi Mor— ".

" Loe jadi pusat perhatian Men! Balik ke kelas sekarang, atau gue bawa loe ke ruang BK? " Ancam Morgan.

Rey menyentak kasar tangan para siswa yang juga memegangi tubuhnya layaknya Freya barusan.

" Oke, ketos. " Sinisnya. Kemudian pergi meninggalkan Morgan dan para siswa-siswi yang masih berkerumun di sana.

" Cewek tadi siapa? Sok cantik banget, ".

" Mubar, temennya si Angel Angel itu. "

" Yang sok kecakepan? Sok pamer kepintaran dengan lewatin kelas? ".

" Gue denger sih gitu, ".

" Cih, Pantesan sama centilnya. "

" Iya ih, padahal muka rongsokan. "

Morgan emosi mendengar bisikan-bisikan para siswi yang merendahkan Reyna. Tangannya mengepal kuat. Jika saja mereka pria, sudah Morgan hajar si biang gosip itu sejak tadi.

" Bentar deh, yang Rey maksud pacarnya siapa? Nayara? ".

" Nayara? Emang dia kali! Soalnya kan Vika cuma simpanan, ".

" Tapi tadi Rey bilang mainin. Apa jangan-jangan... ".

" Bubar! " Teriak Morgan menggelegar.

Bagaikan prajurit yang patuh pada komandannya, semua murid yang tadinya berkumpul membubarkan dirinya seketika.

--

Di ujung kolidor, Reyna dibuat terheran-heran menatap David. Pasalnya sejak tadi Kakak satu-satunya yang sering dia panggil Anak Kampung itu tersenyum lebar tanpa beban.

Bukankah ekspresi David salah untuk pria yang melihat wanita tercintanya dipermainkan?.

" Kayaknya loe gak bener-bener suka Naya deh, Kak. " Ucap Reyna.

" Hem? " David menatap Reyna.

" Reaksi sama ekspresi loe gak nunjukkin kalo loe sayang sama dia, " Ungkap Reyna.

" Jadi yang harusnya ada di posisi Freya itu gue? ".

" Lah, iyalah! Loe harusnya hajar Rey! Morgan bilang dia gak tulus sama temen gue. Tapi ini? Astaga, ".

David kembali memalingkan wajahnya dari Reyna. Menatap depan dengan senyuman yang semakin mengembang.

" Buat apa capek-capek hajar si Rey, kalo ada jackpot yang nungguin gue? ".

" Maksud loe? " Reyna semakin dibuat bingung olehnya.

" Rey cuma mainin Ara, sedangkan gue tulus cinta sama dia. Jika loe jadi Ara, siapa yang bakalan loe pilih? Bajingann, atau pangeran? " Seringaian muncul di bibir David saat mengatakannya.

Reyna berfikir sejenak, tak lama seringaian turut serta di bibir mungilnya. Sekarang dia faham, Kakaknya ini tengah memanfaatkan keadaan untuk keuntungannya sendiri.

Terdengar biadab memang. Namun ini juga demi kebaikan Nayara, juga keburukan untuk Rey. Karena setelah maju, pantang bagi David untuk mundur.

" Dia temen loe, Kak. "

" Apakah Saya peduli? Oh tidak! ".

" Hah, sekarang gue tahu apa yang ada dalam otak licik loe, David Alexander. " Kekeh Reyna.

" Yeah... Beginilah nasib squad yang menyukai pacar sahabatnya sendiri. Nikung gak haram kan? ".

Reyna tersenyum miring, " Gak buruk, ".

_-_

TBC!

Terpopuler

Comments

Fitria Dafina

Fitria Dafina

Tikung aja David, vowik kurang ajar macam Rey emang pantes kecewa..

2021-08-21

2

Topik Hidayat

Topik Hidayat

lanjut thor

2021-05-07

1

Dilla

Dilla

wow David jadi pebinor 😂

2021-05-06

2

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Kedatangan Reyna
3 Nana?
4 Osis Sengklek
5 Tendangan Maut
6 Serumah?!
7 Demi Nana
8 Modus Morgan
9 Siapa Dia?
10 Balkon Di Malam Hari
11 Serpihan Hati Nayara
12 Zona Pendekatan
13 Sebuah Rahasia
14 Cinta Terhalang Turunan
15 Dimulainya Sebuah Konflik
16 Tikungan Tajam
17 Kenapa Tidak?
18 Dia, Gavin
19 Mine
20 Cinta dan Obsesi
21 Menjauh
22 Pengakuan Rey
23 Tidak Memiliki Keluarga
24 Hanya David
25 Di Dua Hati
26 Kehancuran Atau Keselamatan?
27 Pilih Nikah?
28 Like Mikhael
29 Insiden Pagi Hari
30 Pemilihan Osis Baru
31 Lagi?
32 Usaha David
33 Menutup Hati
34 Selesai Di Sini
35 Study Tour
36 Selalu Bersama
37 ENDING
38 PERFECTION
39 Setelah Enam Tahun, Sayang
40 Senyuman Aneh
41 Kemirisan sebuah Takdir
42 Permintaan Morgan
43 Dasar Gila
44 Pertemuan Kembali
45 Obsesi David
46 Permintaan Bram
47 Reyna Marah
48 Memilih Menerima
49 David otak Mesum
50 Pengakuan Morgan
51 Bersama Calon
52 Memaksa Mengingat
53 Rey Bramasta
54 Pacar Reyna
55 Gavin Haydar
56 Ada Rahasia
57 Dara Day
58 Rival Sesungguhnya
59 Karena Cemburu
60 Sebelum Tidur
61 Gavin Vs Morgan 1
62 Gavin Vs Morgan 2
63 Perkara Balon
64 Memulai Hari Baru
65 Pak CEO
66 First Day Many Haters
67 Pesona Morgan Eduardo
68 Jalani Saja Dulu
69 Keputusan Sepihak
70 Bukan Main
71 Konflik Rumah Tangga
72 Nasihat Bella
73 Morgan Kembali
74 Bukan Milik Siapapun
75 Miss Kiss
76 Ingin Reyna
77 The Perfection
78 Tanpa Keraguan
79 Berjuang Bersama
80 Ayang
81 Sudah Waktunya
82 Tempat Mengadu
83 Debu-debu Keraguan
84 Cinta dalam Dosa
85 Mungkinkah..
86 Kabar Kehamilan
87 Tidak berarti
88 Kebohongan dan Kebodohan
89 Sudahi
90 Sama-sama Terpuruk
91 Freya Kembali
92 Dinner Part 1
93 Dinner Part 2
94 Gavin Manja?
95 Dan Nyatanya
96 Goodbye
97 Baru dimulai
98 Lyora, siapa?
99 Menuju Peresmian
100 David Nayara, Love Hate
101 Gila Tanpa Ayang
102 Satu Langkah Lagi
103 Not End Of Happines
104 Setelahnya
105 Penyelesaian Masalah
Episodes

Updated 105 Episodes

1
PROLOG
2
Kedatangan Reyna
3
Nana?
4
Osis Sengklek
5
Tendangan Maut
6
Serumah?!
7
Demi Nana
8
Modus Morgan
9
Siapa Dia?
10
Balkon Di Malam Hari
11
Serpihan Hati Nayara
12
Zona Pendekatan
13
Sebuah Rahasia
14
Cinta Terhalang Turunan
15
Dimulainya Sebuah Konflik
16
Tikungan Tajam
17
Kenapa Tidak?
18
Dia, Gavin
19
Mine
20
Cinta dan Obsesi
21
Menjauh
22
Pengakuan Rey
23
Tidak Memiliki Keluarga
24
Hanya David
25
Di Dua Hati
26
Kehancuran Atau Keselamatan?
27
Pilih Nikah?
28
Like Mikhael
29
Insiden Pagi Hari
30
Pemilihan Osis Baru
31
Lagi?
32
Usaha David
33
Menutup Hati
34
Selesai Di Sini
35
Study Tour
36
Selalu Bersama
37
ENDING
38
PERFECTION
39
Setelah Enam Tahun, Sayang
40
Senyuman Aneh
41
Kemirisan sebuah Takdir
42
Permintaan Morgan
43
Dasar Gila
44
Pertemuan Kembali
45
Obsesi David
46
Permintaan Bram
47
Reyna Marah
48
Memilih Menerima
49
David otak Mesum
50
Pengakuan Morgan
51
Bersama Calon
52
Memaksa Mengingat
53
Rey Bramasta
54
Pacar Reyna
55
Gavin Haydar
56
Ada Rahasia
57
Dara Day
58
Rival Sesungguhnya
59
Karena Cemburu
60
Sebelum Tidur
61
Gavin Vs Morgan 1
62
Gavin Vs Morgan 2
63
Perkara Balon
64
Memulai Hari Baru
65
Pak CEO
66
First Day Many Haters
67
Pesona Morgan Eduardo
68
Jalani Saja Dulu
69
Keputusan Sepihak
70
Bukan Main
71
Konflik Rumah Tangga
72
Nasihat Bella
73
Morgan Kembali
74
Bukan Milik Siapapun
75
Miss Kiss
76
Ingin Reyna
77
The Perfection
78
Tanpa Keraguan
79
Berjuang Bersama
80
Ayang
81
Sudah Waktunya
82
Tempat Mengadu
83
Debu-debu Keraguan
84
Cinta dalam Dosa
85
Mungkinkah..
86
Kabar Kehamilan
87
Tidak berarti
88
Kebohongan dan Kebodohan
89
Sudahi
90
Sama-sama Terpuruk
91
Freya Kembali
92
Dinner Part 1
93
Dinner Part 2
94
Gavin Manja?
95
Dan Nyatanya
96
Goodbye
97
Baru dimulai
98
Lyora, siapa?
99
Menuju Peresmian
100
David Nayara, Love Hate
101
Gila Tanpa Ayang
102
Satu Langkah Lagi
103
Not End Of Happines
104
Setelahnya
105
Penyelesaian Masalah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!