Demi Nana

...Beberapa Jam Yang Lalu.......

Sepulang dari Sekolah, Morgan langsung menuju kantor Daddynya. Dia malas pergi ke rumah. Selain selalu di mintai mengasuh adik kecilnya, Morgan juga malas melihat rumah yang tetap begitu-begitu saja dari dulu sampai sekarang.

Memang, Mikhayla dan keluarga kecilnya masih tinggal di rumah kecil yang dia dan Mikhael pilih dulu. Niat hati ingin menjauhkan Morgan dari kesombongan dan kebiasaan menghamburkan harta orang tua, tetap darah yang paling kuat!.

Jika Ibu dan Ayahnya juga sama, sama-sama boros dan pembangkang sewaktu ramaja, mana ada anaknya baik! Jikapun ada, berarti itu titisan anak tetangga.

Saat menginjak SMP, Morgan mulai berulah. Karena dia yang semasa SDnya minder karena keadaan, mulai melunjak saat tahu memiliki Opa dan Oma yang kaya raya. Juga sang Daddy yang nyatanya seorang bos dari perusahaan pencakar langit yang selalu dia lewati saat Tk.

" Daddy!! Di mana kau, Daddy? Daddy!! ".

" Berisik! " Tegur Mikhael yang terduduk di kursi besarnya.

Morgan dengan lancang duduk di sofa dan menyambar sekaleng bir yang ada di meja.

" Ah.. Gerah hati, gerah body, lihat gebetan, di gebet teman. Asek.. ".

Mikhael menggeleng kepala melihat tingkah putra sulungnya.

" Mau apa? " Mikhael to the point.

Dia tahu, jika Putranya menemuinya pasti ada yang Morgan inginkan. Yakin Mikhael.

" He he.. Tahu aja. Suka deh, sama to the point Daddy, suka asli. "

" Mau apa? Cepetan! Kamu ganggu tahu gak? Daddy sibuk, ".

" Elah.. So sibuk. Padahal kalo di rumah sibuk mepetin Mommy, ".

" Sekali lagi kamu omong kosong, Daddy panggil satpam buat nyeret kamu! " Ancam Mikhael.

Bukannya takut, Morgan malah mengangkat sebelah tangan dan menyimpannya di samping kursi yang dia duduki seraya berkata:

" Usir aja, usir! Tar aku pulang ke rumah marah-marah, terus bilang ke Mommy kalo Mor mergokin Daddy selingkuh. "

Mikhael memejamkan matanya, guna menahan emosi. Sepertinya ini yang dulu Ayahnya rasakan, sangat menyebalkan mempunyai anak yang pandai melawan.

" Bilang, Morgan. Mau apa? ".

Morgan membenahi duduknya, dia mulai serius menatap sang Daddy.

" Daddy tahu, si Na Na udah datang? ".

" Hm, ".

" Hm apa? Daddy kayak nyayiin lagu si Mbak, gak mau gak suka gelayy!! ".

Mikhael menatap anaknya tajam.

" Iya iya, serius ini. " Morgan berdehem, lalu melanjutkan kalimatnya. " Mor mau tinggal di rumah Opa! ".

Mikhael sedikir membelalak, sedetik kemudian dia mengubah ekspresinya menjadi biasa.

" Rumah Opa ya? Gak masalah, kamu pergi aja! Pasti karena Angel kan? ".

" He he.. Tahu aja, kalo aku ke sana demi Nana, bukan demi Alex. " Jawab Morgan cengengesan.

Mikhael mendengus, kemudian dia menatap anaknya serius.

" Ingat, Morgan. Kalian sepupu, cukup sayangi dia layaknya kamu menyayangi Kia. Jangan sampai ada perasaan lebih dari itu. Karena jika terjadi, tidak akan berakhir baik. "

Morgan melamun sebentar, mencerna perkataan Daddynya.

" Apa mencintai itu sebuah kesalahan? Apa hati bisa di larang untuk tidak mencintai seseorang? Apa gue gak bisa serius pada orang yang udah nyantol di hati? Kenapa harus Reyna? Kenapa harus dia yang jadi sepupu gue? " Gumam Morgan lirih.

" Kamu bilang apa? ".

Lamunan Morgan buyar saat Mikhael bersuara.

" Hah? Apa? ".

" Denger gak perkataan Daddy? ".

" Iya, Dad. Mor denger kok. Tapi.. Emang siapa yang suka si Nana? Ha ha.. " Morgan tertawa terbahak-bahak.

" Yang bener aja? Astaga.. Cewek vampir gue pacarin. Ih, bisa abis darah gue dia sedot. "

Mikhael kembali menggelengkan kepala menghadapi tingkah putranya yang sama persis dengan dirinya di masa remaja dulu.

" Daddy cuma peringatin kamu, Mor. Jangan sampai rasa itu tumbuh tanpa kamu sadari. Daddy bilang begini agar kamu mulai membangun benteng dari sekarang. Angel cantik, dia juga ketus kalo sama kamu. Biasanya, cowok yang selalu dikelilingi banyak wanita seperti kamu suka penasaran jika ada gadis langka seperti Angel. Dan Daddy tidak mau karena rasa penasaran itu, membuat kamu mencintainya tanpa kamu sadari. Kamu pasti tahu bukan, akhir kisah kalian akan seperti apa nantinya? Tidak mendapat restu orang tua, dan itu akan sangat menyiksa kalian. Terutama kamu! " Jelas Mikhael panjang lebar.

" Ha ha.. Apa sih? Ya enggak lah! Asal Daddy tahu, si Nana bukan selera aku! " Elak Morgan tertawa hambar.

" Peringatin aja, ".

" Dad, ".

" Hm, ".

" Kalo Mor suka beneran sama si Nana, gimana? " Pertanyaan Morgan berhasil menarik perhatian Mikhael dari laptopnya.

" Baik itu Daddy, Aunty Bella, Mommy, bahkan Uncle Marchel sekalipun gak bakalan ada yang merestui hubungan kalian! " Tegasnya.

Morgan mendesah kecewa.

" Yah.. Padahal si Nana cantik loh, bodynya juga bahenoll. "

" Morgan!! ".

Morgan tertawa, dia bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa lagi.

Di luar ruangan Mikhael, langkah Morgan terhenti. Dia meraba jantungnya yang berdebar tak karuan, juga rasa sakit saat mendengar perkataan terakhir Daddynya.

" Kenapa gue? Apa bener gue suka si Nana? Hah, yang bener aja. Enggak lah! Bahaya banget gue suka sama Nyi Vampir, " Gumam Morgan.

Morgan menggeleng kecil, dia kembali melanjutkan langkahnya dan langsung meluncur ke rumah Sang Opa dengan motor besarnya.

--

...Sesampainya di kediaman Alexander.....

" Oppa! Ya, ya ya, ya ya ya ya, Boombayah. Oppa!! ".

" Berisik! " Teriak Alex.

Morgan tertawa, dia berjalan mendekati Alex dan memeluknya.

" Apa kabar, Opa? Kapan masuk tanah? Jangan lupa ngasih warisan sama Morgan, ".

Bughk.

" Kewalat kamu, ".

Morgan kembali tertawa. Kemudian dia celingak-celinguk saat menyadari keadaan rumah yang sepi.

" Kemana para makhluk? Kok gak ada? Makhluk Tuhan paling sexy mana? ".

" Di sini! " Lyandra datang dengan gaya elegannya dari kamar bawah.

" Astaga dragon, ini mah makhluk Tuhan paling peot. "

" Morgan!! ".

" Ha ha.. Becanda, Omaku sayang. Sini peluk! " Morgan dan Lyandra saling berpelukan.

" Mana si David? " Tanya Morgan setelah pelukan mereka terlepas.

" Dia— Heh mau ke mana kamu?! Gak boleh keluar malem lagi ya, kamu lupa kalo kamu lagi dalam masa tahanan?! " Teriak Lyandra pada David yang turun dengan memakai jaket tebal, seperti hendak keluar rumah.

" Oma, Angel gak bisa di hubungi. David takut dia mati gak ada yang tahu, ".

" David!! Kewalat kamu, sama adik sendiri juga. "

David mendekat, berdiri di hadapan ketiganya.

" David serius, Oma. Nih, udah berkali-kali di telepon tetep aja si cantik yang bilang, ' Nomor Yang Anda tuju sedang tidak aktif, coba beberapa menit lagi. ' Gitu katanya, ".

Lyandra mulai gusar, " Aduh.. Terus di mana My Angel? Masa iya dia jatuh ke selokan, pasti bisa bangun lah dia. "

Morgan menggeleng.

" Tungguin aja, mungkin bentar lagi. Biasalah, Oma. Perempuan kalo baru pindah Negara ya apa lagi kalau bukan Shopping shopping? ".

Ting.

Ting.

Ting.

Ting.

Ting.

Tatapan mereka teralih pada bunyi nyaring yang terus berulang dari ponsel Alex. Tatapan mereka naik pada wajah sang Opa yang terlihat lesu.

" Hah.. Uang pensiunanku habis di bobol Angel, sayang. "

Dan mengertilah mereka jika ucapan Morgan itu benar!.

" Ck, gak tahu waktu banget sih. Udah hampir maghrib gini belanja, kayak gak ada besok aja. " Gerutu David.

" Udahlah! Lo mana ngerti cewek, ".

" Nginep lo? " Tanya David.

" Gak, ".

" Terus? ".

" Gue netep, ".

" Maksudnya? ".

" Gue— ".

" Morgan!!! ".

Keempat orang yang sedang berbicara itu dibuat tutup telinga mendengar teriakan yang hampir setiap hari Morgan dengar.

Mikhayla datang dengan bayi digendongannya dan pria remaja berusia 13 tahun yang mengikutinya dari belakang bersama Mikhael si suami siaga.

" Kamu mau pindah kok gak kasih tahu Mommy? Kalo kamu pindah, siapa yang jagain Kia? Kamu pikir Mommy gak butuh makeup-an apa?! " Teriak Mikhayla menatap kesal pada putra pertamanya.

Nakhyla Azahra, bayi montok berusia 8 bulan. Kia adalah anak perempuan pertama Mikhayla dan Mikhael. Dia lahir setelah Morgan dan Zaidan, putra pertama dan kedua mereka.

Morgan Eduardo, putra sulung dari Mikhayla dan suaminya. Lima tahun setelah kelahiran Morgan, mereka dikaruniai lagi seorang putra, yang diberi nama Zaidan Adlian. Kini Zaidan berusia 13 tahun dengan Morgan berusia hampir 19 tahun. Delapan bulan yang lalu, mereka dikaruniai lagi seorang anak, kali ini perempuan. Yang Mikhayla beri nama Nakhyla Azahra.

" Aduh Mom.. Kan ada si atom aida. Kenapa Mor mulu yang elapin beraknya si Dedek sih? " Kesal Morgan.

" Zaidan sekolah, Kak. Kalo Kakak kan sering bolos, manfaatin dong bolosnya sama bersihin pantattnya si Dedek. " Ucap Zaidan tidak mau kalah.

" Apa lo bilang?! Heh bocah, gini-gini gue Ketua Osis yah! Lah elo? Ketua apa lo? Ketua geng tawuran yang ada! ".

" Kok ngegas? ".

" Wah.. Minta di gaplok ni anak, ".

" Morgan, Aida, cukup!! " Teriak Mikhyla.

" Ftt.. Mommy juga setuju, kalo nama lo gue ganti. Dari Zaidan, jadi aida. Ha ha.. ".

" Mom, ".

" So-sorry, Mommy keceplosan, Boy. Salahin Kakak kamu tuh yang manggilnya itu mulu! Ketularan kan jadinya, " Cicit Mikhayla.

" Opa, Zaidan denger Kak Angel di sini. Mana dia? " Tanya Zaidan mengalihkan pembicaraan.

Berdebat dengan Kakak dan Mommynya tidak akan sampai pada pengujung jalan kenangan.

" Ada, cuma belum pulang saja. Ayo, lebih baik kalian duduk dulu! " Suruh Alex.

Mereka pun beranjak menuju ruang tamu dan terduduk di sana.

...Satu setengah jam kemudian.....

" Ini si Angel kemana sih? Bikin gue panik aja. Ntar kalo bokapnya nelpon gimana? " Gerutu David yang setia memantau status WhatsApp adiknya.

Saat ini, David dan Morgan sedang berada di kamar David. Yang setelah ini mungkin akan menjadi kamar mereka.

" Dia sibuk kali... Biasa, cewek kalo belanja suka lupa waktu. " Ucap Morgan.

" Asal lo tahu aja, demi Nana gue tahu kalo si Angel gak suka belanja. Di ajak Mommy aja dia ogah-ogahan, " Ucap David yang tahu tabiat adiknya.

Meskipun lama di Indonesia, tetap jika akhir tahun atau saat libur panjang David pulang ke tempat di mana keluarganya berada. Jadi dia sering menghabiskan banyak waktu dengan Reyna dan tahu bagaimana sifat adiknya.

" Lah, kalo gitu terus di mana dia? Jangan-jangan dia mati, terus black card yang Opa kasih di bobol pembunuhnya. Astoge... Sayang banget, padahal bening. " Celetuk Morgan.

David tidak mengindahkan celetukan sepupunya. Dia semakin gusar, takut adiknya kenapa-napa. Namun saat melihat status WhatsApp adiknya yang berubah menjadi ' Online ', hatinya mendadak lega. Buru-buru David menekan tombol telpon.

" Hallo, Kak? Kenapa? " Terdengar suara Reyna di sebrang sana.

" Di mana lo? Gak tahu jam berapa? Kenapa ponsel lo gak aktif dari tadi? Apa gunanya teknologi? ".

Cerocosan David membuat Morgan menahan nafas.

" Sorry, tadi gue main sama— ".

" Bagus, bagus lo. Baru sekolah sehari udah bikin ulah, pulang— ".

" Angel depan rumah, bye! " Reyna mematikan telponnya.

" Dek, dek, Reyna? Reyna?!! Anjingg! " Kesal David.

" Sabar Vid, sabar.. Tarik nafas, buang. Sabar, nanti lo cepet tua. Makin gak ada deh yang suka sama lo yang tua, " Ucap Morgan mengelus pundak sahabatnya.

--

" Hallo, Anak kampung. Angel pulang, mana nih ceramahnya?! " Teriakan Reyna membuat David dan Morgan saling lirik.

" Samperin? ".

Tanpa menjawab, David bangkit dari ranjang dan beranjak keluar dari kamar.

" Woi, tunggu! Elah.. Dasar brother complex! ".

--

Sesampainya di bawah, David melihat adiknya yang sedang mengobrol dengan Tantenya dengan cengiran khas Reyna.

" Inget jalan balik juga lo, " David angkat suara, membuat Reyna menatapnya.

" K-Kok, elo— ".

Morgan menampilkan wajah tengiknya saat Reyna menatap ke arahnya dengan mata membulat.

" Hallo, Adik sepupu tercintah! Kenapa? Kaget yah lihat gue yang ganteng? Jangan kaget, bahkan lebih kaget lagi kalo gue bilang mulai sekarang kita satu rumah. Seneng kan lo? Oh, pastinya. " Celetuknya.

Reyna menggeleng kecil, gadis itu seperti bergumam namun Morgan maupun David tidak ada yang bisa mendengarnya.

" Ngomong apa? Gue ganteng? Makasih, udah dari kodratnya gue pari purna. "

_-_

TBC!

Terpopuler

Comments

Fitria Dafina

Fitria Dafina

Ngk ada yg bener prasaan Somplak smua 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2021-08-20

2

Na_ernaauk

Na_ernaauk

keluarga gokil🤣

2021-04-03

2

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Kedatangan Reyna
3 Nana?
4 Osis Sengklek
5 Tendangan Maut
6 Serumah?!
7 Demi Nana
8 Modus Morgan
9 Siapa Dia?
10 Balkon Di Malam Hari
11 Serpihan Hati Nayara
12 Zona Pendekatan
13 Sebuah Rahasia
14 Cinta Terhalang Turunan
15 Dimulainya Sebuah Konflik
16 Tikungan Tajam
17 Kenapa Tidak?
18 Dia, Gavin
19 Mine
20 Cinta dan Obsesi
21 Menjauh
22 Pengakuan Rey
23 Tidak Memiliki Keluarga
24 Hanya David
25 Di Dua Hati
26 Kehancuran Atau Keselamatan?
27 Pilih Nikah?
28 Like Mikhael
29 Insiden Pagi Hari
30 Pemilihan Osis Baru
31 Lagi?
32 Usaha David
33 Menutup Hati
34 Selesai Di Sini
35 Study Tour
36 Selalu Bersama
37 ENDING
38 PERFECTION
39 Setelah Enam Tahun, Sayang
40 Senyuman Aneh
41 Kemirisan sebuah Takdir
42 Permintaan Morgan
43 Dasar Gila
44 Pertemuan Kembali
45 Obsesi David
46 Permintaan Bram
47 Reyna Marah
48 Memilih Menerima
49 David otak Mesum
50 Pengakuan Morgan
51 Bersama Calon
52 Memaksa Mengingat
53 Rey Bramasta
54 Pacar Reyna
55 Gavin Haydar
56 Ada Rahasia
57 Dara Day
58 Rival Sesungguhnya
59 Karena Cemburu
60 Sebelum Tidur
61 Gavin Vs Morgan 1
62 Gavin Vs Morgan 2
63 Perkara Balon
64 Memulai Hari Baru
65 Pak CEO
66 First Day Many Haters
67 Pesona Morgan Eduardo
68 Jalani Saja Dulu
69 Keputusan Sepihak
70 Bukan Main
71 Konflik Rumah Tangga
72 Nasihat Bella
73 Morgan Kembali
74 Bukan Milik Siapapun
75 Miss Kiss
76 Ingin Reyna
77 The Perfection
78 Tanpa Keraguan
79 Berjuang Bersama
80 Ayang
81 Sudah Waktunya
82 Tempat Mengadu
83 Debu-debu Keraguan
84 Cinta dalam Dosa
85 Mungkinkah..
86 Kabar Kehamilan
87 Tidak berarti
88 Kebohongan dan Kebodohan
89 Sudahi
90 Sama-sama Terpuruk
91 Freya Kembali
92 Dinner Part 1
93 Dinner Part 2
94 Gavin Manja?
95 Dan Nyatanya
96 Goodbye
97 Baru dimulai
98 Lyora, siapa?
99 Menuju Peresmian
100 David Nayara, Love Hate
101 Gila Tanpa Ayang
102 Satu Langkah Lagi
103 Not End Of Happines
104 Setelahnya
105 Penyelesaian Masalah
Episodes

Updated 105 Episodes

1
PROLOG
2
Kedatangan Reyna
3
Nana?
4
Osis Sengklek
5
Tendangan Maut
6
Serumah?!
7
Demi Nana
8
Modus Morgan
9
Siapa Dia?
10
Balkon Di Malam Hari
11
Serpihan Hati Nayara
12
Zona Pendekatan
13
Sebuah Rahasia
14
Cinta Terhalang Turunan
15
Dimulainya Sebuah Konflik
16
Tikungan Tajam
17
Kenapa Tidak?
18
Dia, Gavin
19
Mine
20
Cinta dan Obsesi
21
Menjauh
22
Pengakuan Rey
23
Tidak Memiliki Keluarga
24
Hanya David
25
Di Dua Hati
26
Kehancuran Atau Keselamatan?
27
Pilih Nikah?
28
Like Mikhael
29
Insiden Pagi Hari
30
Pemilihan Osis Baru
31
Lagi?
32
Usaha David
33
Menutup Hati
34
Selesai Di Sini
35
Study Tour
36
Selalu Bersama
37
ENDING
38
PERFECTION
39
Setelah Enam Tahun, Sayang
40
Senyuman Aneh
41
Kemirisan sebuah Takdir
42
Permintaan Morgan
43
Dasar Gila
44
Pertemuan Kembali
45
Obsesi David
46
Permintaan Bram
47
Reyna Marah
48
Memilih Menerima
49
David otak Mesum
50
Pengakuan Morgan
51
Bersama Calon
52
Memaksa Mengingat
53
Rey Bramasta
54
Pacar Reyna
55
Gavin Haydar
56
Ada Rahasia
57
Dara Day
58
Rival Sesungguhnya
59
Karena Cemburu
60
Sebelum Tidur
61
Gavin Vs Morgan 1
62
Gavin Vs Morgan 2
63
Perkara Balon
64
Memulai Hari Baru
65
Pak CEO
66
First Day Many Haters
67
Pesona Morgan Eduardo
68
Jalani Saja Dulu
69
Keputusan Sepihak
70
Bukan Main
71
Konflik Rumah Tangga
72
Nasihat Bella
73
Morgan Kembali
74
Bukan Milik Siapapun
75
Miss Kiss
76
Ingin Reyna
77
The Perfection
78
Tanpa Keraguan
79
Berjuang Bersama
80
Ayang
81
Sudah Waktunya
82
Tempat Mengadu
83
Debu-debu Keraguan
84
Cinta dalam Dosa
85
Mungkinkah..
86
Kabar Kehamilan
87
Tidak berarti
88
Kebohongan dan Kebodohan
89
Sudahi
90
Sama-sama Terpuruk
91
Freya Kembali
92
Dinner Part 1
93
Dinner Part 2
94
Gavin Manja?
95
Dan Nyatanya
96
Goodbye
97
Baru dimulai
98
Lyora, siapa?
99
Menuju Peresmian
100
David Nayara, Love Hate
101
Gila Tanpa Ayang
102
Satu Langkah Lagi
103
Not End Of Happines
104
Setelahnya
105
Penyelesaian Masalah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!