Setelah lolos dan bisa keluar dari resto itu mereka di jemput oleh orang-orang yang sudah menunggu di sana.
Belum sempat memasukkannya ke dalam mobil. Dari arah belakang ada sebuah mobil yg di kendarai asisten Rey melaju kencang dan menabrakkan ke arah mobil yg berhenti itu. Sampai badan Pagi dan yang menggendongnya terhempas jatuh ke trotoar jalan dan kepalanya terbentur tiang lampu sedikit keras. Seketika pria tersebut ikut pingsan
Dengan tergesa-gesa Rey keluar dari mobil dan terjadilah perkelahian di sana. Rey di bantu oleh orang-orang suruhannya dengan segala kemampuan mereka.
Merasa tenaga penjahat itu kuwalahan akhirnya merekapun melarikan diri. Asisten Rey yang ingin mengejarnya di halangi oleh salah satu anak buahnya.
"Tuan biarkan saja, "saya sudah mencatat plat mobil mereka di memori saya, "ucap anak buah
"Baiklah segera cari tau siapa mereka dan bawa laki-laki itu ke gudang kosong seperti biasa, " ucap Rey dengan berjongkok ingin mengangkat anak Bosnya itu.
Dari kejauhan ada suara teriakan yang memanggil namanya. siapa lagi kalau bukan si Kuda Pony yang sadari tadi menyaksikan perkelahian itu dari dalam mobilnya dan bersembunyi di blakang sang supir sambil mengintip. Takut tapi kepo
"Kak Rey, "teriak Pony sambil berlari kearah asisten itu.
"Pony kenapa kamu kesini, " tanya Rey dengan mengangkat tubuh pagi dan menidurkannya di bangku kedua.
"A aku kawatir dengannya kak tiba-tiba dia menghilang, " jawab Pony sambil ngos ngosan
"Dari tadi aku menelponmu berkali-kali tapi tidak di angkat, " sautnya lagi
"Ma'af aku tidak sempat, " sebaiknya kamu segera pulang ini sudah larut, "ucap Rey
"Bagamana keadaanya, " tanya Pony
"Dia hanya pingsan mungkin pengaruh obat bius, saya akan membawanya pulang, " jawab Rey
"Emm baiklah kak Rey kalau begitu aku pamit pulang dulu, tapi besok aku akan menjenguknya, "saut Pony dan kembali berlari ke arah mobilnya
Setelah kepergian Pony. Bintang datang dengan mengendarai mobilnya sendiri tanpa supir. Melihat keadaan kakaknya yang tertidur di dalam mobil membuatnya kawatir.
"Bintang kenapa kamu kemari, "tanya Rey kaget dengan kedatangannya.
" Aku kawatir dengan kak Pagi, kak Pony bilang kakak hilang, jadi aku langsung mencarinya kesini, "jawab Bintang menjelaskan.
"Pagi tidak apa dia hanya pingsan, sebaiknya kita pulang sekarang sebelum mobil patroli lewat, " saut Rey
"Kamu ikutlah denganku biar mobilmu mereka yang bawa, " titahnya lagi dan menyuruh anak buahnya membawa kensaraan tersebut
Bintang hanya menganggukan kepalanya dan menyerahkan kunci kepada orang tersebut.
Sesampainya di rumah. Membopong pagi masuk kedalam kamarnya dan menyuruh bi laras untuk mengganti pakaiannya.
Rey dan Bintang duduk diruang tengah mereka membicarakan kejadian yang telah dialami oleh sang kakak kepada Pak Bram.
"Nak Rey entah kenapa saya mencurigai suami Ny. Yuana dalang dari semua ini, " ucap Pak bram
"Saya juga belum tau paman, tadi saya sempat menangkap salah satu dari mereka dan anak buah saya membawanya ke gudang tempat biasa, " ucap Rey. "Besok setelah Meeting saya akan menyeleseikannya, " titahnya lagi
"Ohh baguslah, " saut Pak bram
"Apa paman pernah melihat Om Arman bertindak kasar kepada kak Pagi, " tanya Bintang
"Tidak Tuan muda tetapi saya melihat tatapanya ke Nona Pagi seperti ada yang ia inginkan, " ucap pak Bram
"Dasar Om Om genit, "saut Bintang
"Nona Pagi menjulukinya Om Om beruban, " sambung pak bram.
Merekapun tertawa bersama. Sejenak meninggalkan kejadian yang baru saja terjadi Dan membicarakan perihal lain. Sampai jarum jam menunjukkan angka 12 itu berarti sudah tengah malam.
"Sebaiknya segeralah istirahat Tuan muda dan Nak Rey menginaplah di sini ini sudah terlalu larut untuk pulang, " ucap pak bram.
"Iya kak Rey istirahatlah di sini agar besok bisa berangkat ke kantor dengan kakak, " saut Bintang
"Baiklah, "ucap Rey singkat.
Setelah kepergian mereka bertiga. Di dalam kamar Bi laras dengan setia menemani Pagi yang masih tertidur pulas. Beliau kawatir akan keadaan Majikannya itu seandainya terbangun tengah malam dan membutuhlan bantuan dalam benaknya.
Tidur di sofa membungkus tubuhnya dengan selimut karena tidak terbiasa tidur di tempat ber AC. Sejenak kebangun dan melihat ke arah Pagi "ah masih tidur, " gumamnya. Beliaupun melanjutkan tidurnya.
***
Like
Koment
&
Vote
Sebanyak banyaknya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
K.A
Hai thor aku mampir😊
mampir yuga yuk ke-karya ku❣
2021-03-28
1