3 bulan sudah berlalu. Mereka sudah melewati masa dimana selalu di ranung kesedihan. Dan kini sudah saatnya menata kembali kehidupan sedia kala. Dimana pagi dan bintang disibukkan dengan rutinitas yang sempat terabaikan.
Kelulusan sang adik tamat sekolah menengah pertama minggu lalu, membuat hati kecil pagi terbuka bahwa masih ada masa depan yang ia harus capai. Begitu juga dengan bintang. Hari harinya yang kosong kini sudah terisi dengan kesibukan untuk menghilangkan kejenuhan.
"Tingtong.. Tingtong..
Suara bel rumah.
"Iyaa.. Sebentar. "!! Sautan Suara ART dari dalam rumah.
"Ceklek".
Bi laras selaku ART yang membukakan pintu seketika tercengang membelalakan matanya terkejut melihat tamu yang datang.
"Tu.. Tuan Arman" Ny. Yuana.. ". Sapanya dengan mulut bergetar.
"Hemm.. ". Saut Arman. "Apakabar bi..? Ternyata kamu dan suamimu masih setia dengan keluarga ini". Titahnya lagi dengan tersenyum sinis. Dg tatapan yang ingin menerkam.
Bi Laras hanya menundukkan wajahnya. Tanpa berani memandang tatapan seperti itu.
"Dimana keponakan saya bik..?, Apa mereka dirumah!! ". Ucap Ny. Yuana istri arman.
"Ny. Yuana Admadja adalah adik kandung dari Tuan Suteja Admadja. Keluarga yang begitu di segani di kalangan pembisnis tanah air.
"A.. Ada Nyonya". " Nona Pagi ada di dalam, silahkan masuk saya akan memanggilkannya". Ucap ART sembari mempersilahkan tamunya masuk. Membungkukkan badan dan masuk kehalaman belakang rumah.
Pagi di kala itu sedang menyirami tanaman bunga bunga peninggalan ibunya. Dengan bernyanyi ria.
"Nona.. " Ada Ny. Yuana dengan suaminya di depan".
Pagi menoleh ke sumber suara ART itu. "Bibi memanggil saya".. Ucapnya. Karena dia tidak begitu jelas mendengar perkataan bibinya karena keasyikan bernyanyi.
"Iya.. Non"!! Ada Ny. Yuana dengan suami di depan". Ucapnya lagi.
" Tante Yuan kesini..? ". Gumam pagi sembari mengernyitkan kedua alisnya. "Tumben sekali pasti ada sesuatu". Gumamnya dalam hati.
"Nona..". Apa Nona baik baik saja". Saut ART melihat pagi mematung. Membuyarkan lamunanya.
"Ah.. Iya Bik..!! Tolong buatkan minuman untuk mereka, saya akan segera menemuinya'. Titahnya dan berlalu.
"Siang Tante Om.. Apa kabar? ". Sapa pagi sembari membungkukan badannya.
"Siang Sayang.. Kami baik" bagaimana denganmu!! ". Ucap Ny. Yuana
"Saya Baik". Saut pagi sembari mendudukan tubuhnya kesofa.
"Saya turut berduka cita atas meninggalnya Kak Teja beserta Istri. Sungguh saya tidak tau menau kabar duka ini. Baru kemaren saya dapat kabar dari rekan bisnis papamu yang tak sengaja bertemu dengannya d bandara. Saat saya dan bibimu kembali ke negara ini". Ucap Tuan Arman menjelaskan.
"Iya Pagi.. ". Sa.. Saya sangat menyesal disaat kepergian kakak, saya sebagai adik tak bisa menemani peristirahatanya terakhirnya. Ucap Ny. Yuana sembari menangis sesenggukan.
Pagi mendekati tantenya dan memeluknya. "Sudahlah tante. . Ini semua adalah takdirNYA. Sya dan bintang juga tidak menduganya. Ucap pagi dengan meneteskan air matanya lagi, kembali mengingat hari itu.
"Bintang..!! ".
" Dimana bintang..? ". Bagaimana kehidupan kalian selama ini". Saut tuan Arman sembari memegang tangan pagi yang masih berada di punggung tantenya. Dengan mengedipkan sebelah matanya sedikit menggoda.
Sontak pagi kaget dengan perlakuan Omnya yang begitu Absurd. Dengan reflek pagi langsung menarik tanganya cepat.
"Menjijikkan..!! ". Gumamnya dalam hati.
"Emm.. Anu Om Tante, Bintang ada kelas basket hari ini. Mungkin nanti sore baru pulang". Sautnya.
Om Arman hanya ber Oh.. Ria. Tapi pandanganya selalu fokus ke arah keponakanya itu. "Kamu Semakin dewasa semaki cantik pagi, seandainya saya bisa memilikimu dan menikmati tubuhmu yang segar dan saya yakin masih bersegel. Aku akan beruntung sekali. Mendapatkan mawar yang segar sekaligus dengan mudah bisa menguasai kekayaan papamu. Guman Arman dalam hati sembari menyunggingkan bibirnya. Sungguh licik dan mesum.
"Pagi, tante ingin sekali berkunjung kepemakaman kak teja dan mbak milan, apa kamu hari ini tidak ada kegiatan sayang". Ucap Ny. Yuana.
" Tidak tante saya bisa mengantarkan tante kemakam papa mama. Sebentar saya mau berganti pakaian dulu. Karena setelah itu saya langsung menjemput bintang di sekolah". Saut pagi bergegas naik kelantai dua menuju kamarnya.
"Kita naik mobil Om saja bersama" ucap Arman.
"Iya sayang.. Nanti Om dan Tante akan mengantarkan kalian pulang lagi". Saut Ny. Yiana.
"Tidak Om Tante saya tidak ingin merepotkan kalian, lagian arah pemakaman jauh dari sini dan lebih dekat dari arah rumah tante"jawab pagi. " biar saya di antar sama Paman Bram". Timpalnya lagi.
" Huff.. Semoga alasanku masuk akal". Siapa juga yang mau semobil dengan Om Om ganjen sepertinya.." Wekk.. Najis.. ". Gerutunya sembari menggerakan bibirnya seperti ingin muntah.
Mereka mengemudikan kendaraan dengan beriringan menuju pemakaman keluarga Admadja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments