Suasana duka begitu sangat mendalam bagi kedua kakak beradik itu. Para pelayat berdatangan memenuhi kediaman admadja. Mulai dari kerabat dekat, tetangga, karyawan, kolage dan juga guru serta para sahabatnya. Semua berhamburan memberi penghormatan untuk yang terakhir kalinya. Banyak juga papan nama bertuliskan bela sungkawa yang berbaris rapi disana.
Tangis pilu yang di rasakan tidak bisa di ungkapkan dengan kata. Bahkan sudah beberapa kali Pagi tidak sadarkan diri. Orang orang setia keluarga admadja selalu mendampinginya agar mereka berdua tidak merasa sendiri dan sepi.
"Pagi.. Pagi.. Bangun nak". Ucap bi laras selaku ART dan juga ibu dari Nensy. Sembari menepuk pelan kedua pipi pagi dan memberi aromaterapi ke hidungnya.
"Bagaimana buk"!!. Tanya pak bram. Apa perlu kita bawa kerumah sakit. Sudah tiga kali ini dia pingsan". Titahnya lagi.
" Entahlah yah.. Saya tidak tega melihat nona sepeeti ini, saya takut terjadi apa-apa". Ujarnya sembari memandang anak majikannya yang terkulai lemas.
"Bagaimana paman". Suara seseorang yang berdiri tegap di belakang sang supir. Pak bram menoleh sumber suara yg terdengar dari arah belakangnya.
"Nak Rey.. Nona belum juga sadar, bagaimana ini". Sautnya dengan cemas.
"Reyhandika" asisten pribadi perusahaan Admadja.
"Saya sudah menelepon Juan dokter keluarga, mungkin sebentar lagi dia datang kemari". Ujarnya sembari menepuk pundak sang supir. "Paman dan bibi jangan kawatir, pagi pasti baik-baik saja" titahnya dan berlalu meninggalkan kamar anak majikanya untuk menyambut para pelayat yang masih banyak berdatangan.
Setelah di tangani oleh dokter keluarga. Dan di kelilingi keluarga yang memberi suport agar dirinya tabah menjalani cobaan ini. Pagi bisa sedikit tenang. Ia dan adiknya mengikuti acara pemberkatan terakhir sebelum di makamkan. Setelah pemakaman itu berlangsung, semua kembali kekediaman masing masing.
Pak bram, nensy dan asisten Rey masih berada dikediaman keluarga admadja. Mereka enggan meninggalkan kedua beradik itu sendirian. Suasana sunyi sangat d rasakan di rumah itu. Tidak ada lagi canda tawa yang biasanya mereka dengar.
"Hufff.. Semoga suasana ini tidak berlangsung lama". Gumam Rey. Sambil duduk berselonjoran datas kursi.
"Minumlah Nak Rey, kamu pasti capek.. ". Ucap Bi laras.
"Terima kasih Bi.. " jawabnya sembari memejamkan matanya karna lelah.
Nensy yang baru keluar dari kamar pagi dan bergegas mengecek bintang di kamarnya' untuk memastikan bahwa dia dalam keadaan baik dan beristirahat dengan baik. Setelah memastikan, nensy berjalan keruang kluarga dimana disana ada kebisingan antara Asinten Rey dan ayahnya sedang bercakap.
"Ayah.. " sapanya.
" Bagaimana Nak, apa mereka sudah istirahat". Tanya pak bram.
" Sudah ayah, Saya juga sudah membantu pagi meminum obatnya agar dia bisa beristirahat dengan tenang sesuai petunjuk dokter juan tadi." jelas nensy.
Nensy menoleh kearah asisten Rey yang sedang berselonjoran di sofa seperti kelelahan.
"Apa Kak Rey butuh vitamin, saya akan mengambilkanya untukmu. Sepertinya kakak kecapekan".
"Tidak usah Nensy saya hanya butuh istirahat sebentar" saut Rey.
"Emm.. baiklah".
" istirahatlah dulu disini Rey.. Saya akan membantu yang lainya membersihkan ruangan". Ucap pak bram.
" Ia paman..!! Ma'af saya tidak membantu".
"Tak apa.. Kamu pasti capek". Dari kemaren kamu yang mengurus semua ini". Jawabnya sembari berjalan keluar meninggalkannya.
"Nensy bantulah ibumu di dapur untuk menyiapkan makan malam untuk semua orang disini , ayah akan membantu yang diluar". Nensy hanya menganggukn kepalanya dan berlalu meninggalkan Asinten Rey sendieian druang keluarga.
Suasana makan malam sangat sunyi, tidak ada perdebatan ataupun perebuban lauk yang biasa dilakukan anak majikanya itu. Bi laras memandang lekat anak majikanya dari kejauhan yang sedang duduk menikmati makan malamnya hanya berdua. Pagi yang enggan untuk makan hanya mengaduk ngaduk makananya yang ada di piring. Sedangkan bintang tetap menyantap makanan itu karna mubazir. Meski sebenarnya tidak berselera.
"Ibu.. Knapa ibu disini. Ayo kita makan malam bersama ayah sudah menunggu". Ucap nensy sembari menepuk pelan tangan ibunya yang sedang melamun. Da memperhatikan tatapan ibunya mengarah kearah anak majikanya yang sedang sarapan.
Melihat pagi yang hanya mengaduk makananya. Nensy berpamitan ke ibunya untuk mendekat kearah pagi dan adiknya.
"Pagi.. Bintang selamat makan". Ucap nensy sembari tersenyum.
pagi menoleh kearah suara itu. "Ah.. Kak Nensy, Makanlah dengan kami rasanya aku tak selera makan". Sautnya sambil terus mengaduk makanannya.
"Jangan begitu kamu harus makan yang banyak agar sehat. " lihatlah bintang. Dia juga membutuhkan figurmu sebagai kakak". Titahnya sembari memegang tangan pagi untuk menguatkanya.
"Iya kakak harus makan, Jangan seperti ini. Tidak hanya aku yang bersedih, melainkan orang tua kita disana juga akan bersedih melihat kakak seperti ini".
Mendengar perkataan adiknya yang begitu tabah melalui musibah ini. Pagi bertekat dalam hatinya" aku harus kuat, tidak boleh lemah.benar apa kata bintang. Aku tidak akan membiarkan papa mama bersedih disana".
Kehilangan seseorang yang sangat di cintai memang sangatlah berat. Tetapi keterpurukan yang berlarut larut akan menimbulkan efek yang tidak baik untuk kesehatan dan juga fisik. Tabah dan ikhlas hanya itu kuncinya.
Melihat ketegaran sang adik akhirnya pagi mau memakan makananya. Memasukan suapan demi suapa kedalam mulutnya dan mengunyahnya pelan.
Melihat itu semua nensy bahagia. Ia berpamitan untuk makan malam bersama keluarga kecilnya di dapur.
" kak Rey". Gumam pagi menghentikan makannya dan berdiri melangkahkan kakinya keruang dimana Rey istirahat.
"Kakak mau kemana? ". Tanya bintang melihat kakaknya beranjak ingin meninggalkan meja makan.
" Aku akan panggil kak Rey untuk makan malam dengan kita, pasti dia belum makan. " ucapx dan berlalu keruang keluarga dimana Rey sedang beristirahat.
Mereka bertiga makan bersama. Kegaduhan dua laki-laki itu membuat suasana tidak sunyi lagi. Pagi hanya tersenyum mendengarkan obrolah mereka. "Hanya karena tokoh film yang mereka gemari, biba bisanya membandingkn ketampanannya dengan pemeran tokoh itu yang jelas jelas seorang aktor Hollywood. Gumamnya sembari mengunyah makananya hingga tak tersisa.
Setiap aatu minggu sekali, Nensy selalu datang untuk menjenguk anak majikanya itu. Terkadang ia juga menginap untuk menemani pagi mengobrol agar suasana rumah tidak sepi.
Asisten pribadi Keluarga Admadja yang bertugas mengurus perusahaan. Dia juga tak pernah absen untuk memantau dan memastikan bahwa mereka baik baik saja. Mereka semua bekerja sama untuk menjaga dan mengembangkan perusahaan meski sang pemilik sudah tidak ada. Hanya balas budi dalam pikiranya. Karena kebaikan Pak Teja mereka bisa menjadi orang hebat dan bisa memenuhi kehidupan keluarga masing masing.
*
*
*
Happy Reading..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
re
Bos yg baik
2021-07-30
0