"Pony tunggu, " teriak Pagi mengejar sahabatnya itu dan iku berjalan cepat. Di ikuti dengan Dewa di belakangnya
"Pony, kamu kenapa, " tanyanya sembari menarik tangannya dari belakang.
Pony menoleh ke arah sahabatnya itu dengan masih cemberut.
"Aku merasa jadi obat batuk di sini, " ucapnya Pony yang masih memanyunkan bibirnya
"Siapa yang batuk, " tanya Pagi
" Kamu dan kamu, " saut pony dengan menunjuk kedua temannya itu.
"Astagaa, " gumam Pagi mengerti apa yang di maksud sahabatnya itu.
"Kau tau, "kau itu enggak pantes jadi nyamuk, " ucap Pagi sembari menonyor jidat sahabatnya itu
"Lalu aku jadi apa, " tanyanya polos
"Astaga bener bener si Oon, " gerutu pagi
" kau pantasnya jadi kuda, " ucapnya
"Kuda Pony jalan-jalan ke Mall naik odong odong, "ucapnya lagi sembari cengengesan dan Pony hanya membalas dengan cengar cengir juga
Melihat tingkah kedua gadis itu Dewa hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Begitu juga dengan orang-orang yang ada di dekat mereka. Melihat dan mendengar percakapan yang absurd itu merekapun ikut ikutan terbawa suasana
"APa kalian tidak capek berkeliling terus, " ucap Dewa yang ada di belakang kedua gadis itu
"Iya aku capek, ayo kita ke cave itu, " ucap Pony bersemangat lagi dengan menunjuk cave yang sedikit ramai oleh pengunjung.
Mereka bertiga menikmati minuman yang di pesan untuk menghilangkan dahaganya. San ber bincang-bincang. Entah apa yang mereka bincangkan hanya mereka yang tau. dan juga author pastinya hehe.
Dari kejauhan ada sepasang mata yang selalu mengintai mereka. Entah siapa targetnya. Memotret setiap gerak gerik mereka terkadang ia juga berbicara dengan pengunjung lain dan seperti melaporkan kegiatanya. Atau mungkin mereka adalah team
Setelah merilekskan kakinya dan menghilangkan hausnya Dewa mengajak kedua gadis itu Nonton ke Bioskop yang ada di Mall itu
"Setelah ini ayo kita nonton, " ucap Dewa
" Ayo, " jawab Pony semangat
Mereka melanajutkan berjalan menuju tempat Bioskop san melihat -lihat judul film yang akan di tonton.
"Kamu ingin menonton apa Pagi, " tanya dewa
"Terserah kakak saja, " jawab Pagi
"Pony, apa yang ingin kamu tonton, " tanya Dewa lagi
"Aku ingin menonton itu.. " CARITA DE ANGEL" Ucap Pony antusias
"Telenovela, " saut dewa dengan menepuk jidadnya
"Ayolah kak.. Mau Ya.. Ya.., "rengek Pony dengan menggoyang-goyangkan tangan Dewa
"Baiklah -baiklah, "
"Aku akan beli popcorn dan minuman kalian beli tiketnya biar cepat, " ucap dewa meninggalkan kedua gadis itu menuju stand snack
"Pagi ayo mengantri beli tiket nanti kita tidak kebagian kursi, " ucap Pony menggeret temannya itu.
Mereka membagi tugas agar tidak memakan waktu terlalu lama. Setelah itu mereka bersama-sama masuk ke dalam ruangan dan dusuk di kursi masing-masing sesuai nomor urut tiket. Pagi duduk tengah di antara Pony dan Dewa. Menunggu pemutaran film dimulai mereka sudah asyik memakan cemilan yg mereka bawa sembari mengobrol sejenak.
"Pony kenapa kamu milih film telenovela, " bisik Pagi ke telinga Pony agar Pria yang ada di sebelahnya tidak mendengar
"Kalau aku pilih film romantis aku akan benar benar jadi obat batuk kalian, "bisik Pony dengan cekikikan.
"Benar juga, " saut Pagi
"Kali ini otakmu enggak gesrek, " sautnya lagi
"Diamlah filmnya sudah mulai aku ingin melihat "Ciripa " kuda kesayangan Dulce Maria.
"Anjing, " saut Pagi cepat
Pony hanya cengar cengir mendengarnya.
Mereka menonton film itu dengan antusias terkadang tertawa terkadang ikut merasakan sedih. Sedangkan dewa yang tadinya merasa jengah dengan pilihan Pony kini ia juga sangat menikmati melihat kelucuan tingkah sang pemeran utama Dulce Maria dengan anjingnya. Ia teringat keponakannya yang tinggal di negri sebrang.
"Ahh jadi kangen dengan Chika, "gumamnya dan terus menonton hingga film itu tamat.
Setelah film itu selesei mereka keluar dari ruangan yang sedikit pengap itu untuk segera menghirup udara segar
"Ahh serunyaa, " ucap Pony
"Apa setelah ini kalian akan pulang, "tanya Dewa
"Pagi melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, " sepertinya masih ada waktu sebentar aku ingin membelikan adikku bintang buku bacaan, " ucap Pagi
"Baiklah aku antar, " saut Dewa
"Aku juga ikut, " saut Pony juga
Di dalam kios buku mereka berpencar mencari dan memilah milah buku yang ingin di belinya. Membuka halamannya dan sedikit mengintip isi di dalamnya.
"Pagi apa kamu audah menemukan buku yang kau cari, " tanya Dewa
Belum sempat menjawab terdengar dering telpon milik Dewa
Dert.. Dert..
"Sebentah ini dari mama aku akan mengangkatnya dulu, " ucapnya lagi
5 menit kemudian
"Pagi ma'af aku harus segera pulang barusan mama mengabari kalau papa tiba-tiba kolaps dan harus segera di bawa ke rumah sakit, " ucap Dewa menjelaskan
"Baiklah kak tidak apa, ada Pony yang menemaniku, " jawab Pagi
"Baiklah aku tinggal duluan, salam ma'afku ke Pony, "sautnya sambil berjalan menuju pintu keluar.
Pagi memandangi pria itu hingga tidak terlihat kembali dan melanjutkan untuk mencari buku yang di minta adiknya lewat chat.
"Nah ketemu, " gumamnya senang dan bergegas ke kasir untuk membayarnya.
"Pagi apa kau sudah selesei, " tanya Pony
"Sudah nich, " jawabnya dengat mengangkat bungkusan yang berisi buku-buku
"Dimana kak Dewa, " tanya Pony
"Dia sudah pulang duluan karena papanya masuk rumah sakit, "
"Benarkah !! " kasihan sekali, " jawab Pony
"Ya sudah ayo pulang, " titahnya lagi
***
Hanya sekedar mengingatkan
**LIKE
KOMENT
&
VOTE
SEBANYAK-BANYAKNYA
HAPPY READING**..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments