"Siapa namamu Tuan, "Pagi memberanikan diri bertanya.
"Namanya GIONINO ALEXANDRO GEORGE Nona," Jawab Pria gemulai itu. "Nona bisa memanggilnya dengan Tuan GIO, " Titahnya lagi. "Dan saya Boby Asistennya, "sambungnya lagi.
GIONINO ALEXANDRO GEORGE CEO Muda Di perusahaan yang bergerak di bidang Properti, perhotelan, Mall dan Resto. Salah satu Perusahaan ternama di segara Singa dan banyak anak cabang di penjuru kota di Indonesia.
"Kenapa kamu menyebut nama lengkapku, " Bisik Gio.
"Karena mereka bertanya Bos, "Saut boby.
Mendengar ucapan asistenya itu Gio hanya mendengus kesal.
"Oh BAGIO, " ucap Pagi.
"Dengar ya.. Tuan BAGIO, saya...
"Apa..Apa..?, "kau memanggilku apa barusan!!". Saut Gio memotong pembicaraan Pagi.
"Ya Tuan BAGIO, apa di sebelahmu yang gemulai ini adalah KIRUN, "Ucap Pony asal.
"Hahaha.., salah Nona saya bukan kirun tapi TESSY, "Jawab Boby
Boby dan Pony tertawa bersama.
"Kalian ini malah bahas ludruk, " ucap pagi menghentikan tawa mereka.
"Jadi bagaimana Tuan, Apa kamu masih ingin melaporkanku ke pihak berwajib, "atas dasar apa ansa melapor, " ucapnya lagi. "Jelas di sini saya yang hampir celaka, "sambungnya.
"Benar juga yang dia katakan, "Gumam Gio sembari berpikir apa lagi alasannya.
Dari kejauhan ada mobil yang terus membunyikan klaksonya menuju ke arah mereka berdebat. Bersamaan dengan mobil derek yang boby hubungi sejak tadi karena kendaraanya tidak bisa lagi di gunakan. Dan menelpon kerumah untuk mengantarkan mobil bosnya yang lain.
"Pagi itu paman Bram, "ucap Pony sembari menunjuk arah mobil putih yang biasa mengantar jemput Pagi.
Supir itu turun dari mobil dan menghampiri dua gadis itu. "Ada apa Nona di sini dengan mereka, "Tanya supir itu dengan memandang dua pria berdasi di depannya.
"Apakah anda Orang tua dari salah satu mereka, " Tanya Gio. Sambil mengulurkan tangan menjabat tangan dengan sang supir.
Mendengar perkataan pria itu sang supir berpikir sejenak"Orang tua" gumamnya dalam hati. Merasa takut akan kesedihan anak majikannya itu mengingat kedua orang tuanya dengan mantap supir itu menjawab.
"Iya, Saya Orang tuanya, " sebenarnya ada apa Tuan.
"Begini".
Gio menceritakan secara detail peristiwa yang baru saja terjadi.
"Kalau begitu ma'afkan Putri saya tuan atas kelalaiannya, "ucap supir itu.
Pagi mendengar pembicaraan itu merasa terharu dengan sikap supirnya yang menganggapnya sebagai putrinya. Memang tidak di pungkiri disaat keterpurukannya dulu. Dia selalu di kelilingi oleh keluarga kecil sang supir bahkan anak dari sang supir itu sudah di anggapnya sebagai kakak kandungnya sendiri.
"Paman semua ini bukan salah ku sepenuhnya, dia melajukan mobilnya dengn sangat kencang, " bela pagi.
"Apa kamu bilang!! "Bisa -bisanya kamu mengelak kelalaianmu sendiri". Ucap Gio sedikit mengeraskan suaranya tidak terima.
"Iya kau juga salah, " Teriak Pagi.
"Dasar kau Gadis Bar Bar". Saut Gio karena tersulut emosi.
"Apa!! "Kau mengataiku Bar bar, " ucap Pagi sembari mengepalkan tangan menggerakannya meninju pria itu tepat di hidung.
"Ya aku memang Bar bar, Dan kamu adalah orang yang pertama kali mendapat perlakuan Bar barku ini". Titahnya lagi dengan menekan intonasi Bar Bar dengan keras.
"Aww.. ". Teriak Gio.
Karena gerakan itu sangan cepat hingga dirinya tidak sempat menghindar. Bogeman itu melayang tepat aasaran sampai dirinya meringis kesakitan.
"Kau". Ucap Gio dengan Menunjuk Pagi sembari tangan satunya memegangi hidungnya yang terasa nyeri.
Dengan segera Pak Bram melerai pertengkaran itu. Dan meminta ma'af atas kelakuan putrinya dan menyuruh kedua gadis itu masuk ke mobil.
"Ma'afkan sikap Putri saya Tuan, "Ucapnya. "Dan untuk kerusakan ini saya akan mengurusnya". Sautnya lagi dengan menganbil kartu nama yang di selipkan si dompetnya milik asisten Rey. Dan menyerahkan kepada pria yang ada di sebelahnya.
"Anda bisa menghubungi nomor itu untuk meminta ganti rugi semua kerusakan mobil Tuan, "Sya permisi". Ucapnya dan berlalu.
"Tu.. Tunggu!! ".
"Bos sudahlah ayo segera pergi dari sini, Mami Bos pasti sudah menunggu lama di bandara". Ucap Boby sang asisten.
"Tapi bob dia belum meminta ma'af kepadaku". Saut boby.
"Sudah Bos Ma'af ma'afannya nanti saja saat Lebaran nanggung kurang dua bulan lagi". Ucap boby asal.
Yang di katakan asistenya benar ia ngebut di jalan karena merasa terlambat menjemput Omanya di bandara. Dengan terpaksa dia membiarkan gadis itu pergi. Toh sudah ada kartu nama dengan mudah ia bisa mencari keberadaan gadis itu.
Di dalam mobil ia mengambil kotak P3K yang selalu di siapkan untuk mengantisipasi terjadi sesuatu seperti saat ini.
"Gara -gara gadis itu aku jadi begini, " gerutunya sembari memplester hidungnya sendiri yg agak sedikit bengkak.
"Aww sakit, "rasanya seperti ada yang patah". Gerutunya tetapi masih bisa di dengar oleh asistenya itu.
"Setelah ini aku akan periksakan hidungku ini ke Rumah sakit, "aku tidak mau kenapa napa dengan hidungku". Sambungnya.
"Baik Bos. Setelah menjemput Mami bos kita langsung ke Rumah sakit". Jawab boby.
***
Dukung terus yaa.. Di episode selanjutnya akan banyak sekali ending ending yang menarik dan membuat kalian semakin ngakak tentunya.
Jangan lupa Like koment bantu Author untuk menyelesaikan misi ini.
Dan VOTE sebanyak banyaknya.
Happy Reading.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments