Penyelidikan

"Kenapa dengan kalian !! " apa ucapanku ada yang salah, hah.. ". Sewot pagi

"Yaa.. Bisa di bilang kita sebagai anak cuma bisa menghabiakan harta orang tua saja. Tanpa mengeluarkan tenaga dan keringat". Ujar bintang sedikit mengeraskan suaranya 1 oktaf.

Pagi menimbang nimbang perkataan adiknya. "Apa jadinya kalau aku ikut bekerja, yang ada aku menyusahkan asisten Rey". Gumamnya dlm hati..

"Ahaa...!! "??????? ".

"Kenapa bukan kamu yang menggantikan posisi papa, sebagai anak laki laki satu satunya". " Bagaimana.. Bagaimana..?? ". Ucap pagi sembari mengedip ngedipkan matanya.

"Apa apaan..!! Enggak ada".

"Aku saja baru mulai Sekolang Menengah Atas. Apalagi tugas sekolahku banyak. Belum lagi ekskul ini itu". "Aku masih ingin bermain bukan bekerja ! ". Tolak bintang tidak mau kalah dengan kakaknya.

"Ahh.. Kau ini adik tidak berguna". Gerutu pagi sembari melempar bantal sofa kearah adiknya.

"Kakak yang enggak guna..! "Harusnya kakak yang bekerja karena kakak anak tertua bukan aku".

Mereka berdua terus berdebat. Tapi perdebatan itu hanyalah sebatas kasih sayang antara seorang kakak kepada adiknya.dimana mereka saling membutuhkan dan melindungi. Terkadang mereka saling cemo'oh satu sama lain. Bahkan malah tertawa bersama.

Asisten Rey hanya menyaksikan perdebatan anak majikanya tanpa menengahinya. Ia malah sibuk tertawa tanpa berkomentar. Menggeleng gelengkan kepalanya atas kegaduhan yang di ciptakan oleh kedua kakak beradik itu.

Inilah moment yang di tunggu tunggu. yang selalu menghangatkan suasana rumah majikanya. Sifat dan karakter mereka begitu menggemaskan baginya.

"STOooP.. ". Akhirnya Rey bersuara juga.

Keduanya seketika diam membisu.

"Kalian ini sudah dewasa masih saja bertingkah kekanakan"ujarnya.

"Bintang, kamu mengikuti ekskul apa di sekolah". Titahnya lagi.

"Aku ikut Basket, Taekwondo, sama Musik Kak". Jawabnya.

" Yaa.. Dan karena kegiatanmu yang banyak itu, membuatku membatasi waktu mainku dengan sahabatku". Sautnya.

" Kenapa aku yang di salahkan". Sewot bintang.

"Sudah.. Sudah.. Kalian ini..!! ". Saya datang kesini tidak untuk melihat kalian bertengkar".

"Saya hanya ingin menyampaikan permintaan paman Bram untuk mempekerjakan orang orang pilihan untuk menjaga kalian berdua". Sautnya lagi.

" Setuju atau tidak, saya tidak peduli. Ini perintah". Ucapnya tegas.

"Kalau sudah begitu kenapa harus melapor ke kami, Lakukanlah sesukamu". Gerutu pagi.

"Apa itu tidak berlebihan kak Rey..? ". Seperti seorang pangeran dari kerajaan saja harus dikawal kemana mana". Tanya bintang.

"Itu untuk ke amanan kalian, lagian mereka akan memantau kalian dari kejauhan. Jadi tidak akan membuat kalian menjadi risih". Jelaa Rey.

" Baiklah.. Jangan sampai mengganggu kegiatanku. Apalagi teman temanku tau. Aku nggak mau di bilang anak manja". Saut bintang.

" Meski kalian mahir beladiri apa salahnya berjaga jaga. Saya tidak bisa mengawasi kalian. Karena pekerjaanku hanya di perusahaan ". Aku harap kalian mengerti". Tutur Rey sembari menepuk punggung bintang pelan.

Bintang menganggukan kepalanya tanda mengerti.

Benar saja, sedari duduk d bangku Sekolah Dasar. Pagi dan Bintang sudah menekuni

Seni beladiri Taekwondo. Jadi tidak di elakan lagi bagaimana kemampuan mereka. Akan tetapi untuk memastikan keselamatanya. Mau tidak mau mereka menuruti apa yang di anggap itu butuh.

"Saya pamit pulang dulu, ini sudah malam aebaiknya kalian istirahlah". Ucap Rey

Bintang masuk kedalam kamarnya setelah berpamitan dengan kakak kakaknya. Tinggal Pagi dan Rey. Seketika suasana menjadi canggung melihat mereka berdua sama sama membisu.

"Kak Rey.. "

"Pagi.. ".

Ucapnya bersamaan.

"Kamu dulu"..

"Tidak.. Kak Rey saja".

"Baiklah.. !! "Begini Saya hanya ingin menyampaikan tentang penyelidikan kasus kematian Papamu.

"Secara diam diam saya dan paman Bram merencanakan semua ini" Karena saya merasakan keganjalan dalam kematian Tuan Teja dan istri". Jelasnya.

"Keganjalan apa maksud Kak Rey..? ". Tanya pagi.

Rey menceritakan dari awal di saat jenazah berada di RS. Xx kala itu.

*Flashback *

Di saat pagi pingsan dan di bawa petugas perawat untuk memberi perrolongan pertama.

Dan bintang sudah sedikit tenang. Pak bram menyuruh anaknya untuk menjaga bintang.

"Nak, tolong jaga bintang sebentar". Saya ingin berbicara dengan dokter".

"Baik Ayah.. ".

"Mari silahkan dok..! ". " kita bicara di luar saja". Sambungnya.

Mereka beriringan berjalan keluar dari kamar jenazah.

" Begini dokter, Saya keluarga dari ketiga jenazah ini. Dan mereka berdua adalah anak aanaknya. Saya akan mengurus kepulangan jenazah dengan segera". Ucap pak bram.

"Baik pak..!! ". "Saya akan segera menguruskan untuk bapak.

"Emm.. Sebelumnya saya minta ma'f karena lancang telah memandikan jenazah tanpa ijin terlebih dahulu kepada keluarganya". Ucap dokter itu menjelaskan. "Karena ini perintah dari orang orang yang membawa ketiga jenazah itu kesini". Titahnya lagi.

" Orang-Orang!! ". Jawab pak bram bingung.

"Siapa yang dokter maksud". Tanyanya lagi.

"Yaa.. Ada tiga Orang yang membawa jenazah datang kesini dengan keadaan sudah meninggal". Katanya korban kecelakaan".

"Dan mereka juga yang meminta kami untuk memandikan jenazah dengan segera". Titahnya lagi. "Mereka bilang keluarga akan segera menjemput" sambungnya.

" Untuk masalah ini saya akan membicarakanya kepada Asisten Pribadi Keluarga Admadja".

"Segera saya akan menemui dokter lagi setelah Asisten Rey datang". Dan saya ingin diperjelas lagi mengenai kedatangan jenazah secara mendadak ini" saut pak bram.

" Baik.. Saya pamit keruangan saya dulu. "Saya akan menunggu anda di sana". Ucap dokter itu berlalu.

" Trimakasih.. ". Jwb pak bram.

Setelah kepergian sang Dokter. Pak bram segera menelpon Asisten Rey.

Mendengar kabar dari sang supir. Asisten Rey tergopoh gopoh mengendarai kendaraanya di atas rata-rata. Tanpa memikirkan keselamatannya. Yang ia pikirkan hanya segera sampai dan menyaksikan secara langsung keadaan Bosnya.

Setelah sampai dan bertemu dg sang supir. Mereka berdua langsung menuju ruangan dokter yang sudah membuat janji setengah jam yang lalu.

Dokter menjelaskan dengan terinci. Dengan di temani seorang perawat yang kala itu menjemput jenazah dari mobil yang membawanya.

"Apa mereka tidak menyebutkan namanya atau meninggalkan Kartu nama". Tanya Asisten Rey.

" Sama sekali saya tidak tahu pak. Tadi mereka hanya mengaku mengenal korban. Dan akan memberitahu keluarga agar segera di jemput dan di kebumikan serta memberikan barang barang milik korban". Ucap perawat itu dan menunjuk barang barang seperti koper dll yang tergeletak di lantai. "Setelah itu mereka langsung pergi". Jelasnya lagi.

Asisten Rey dan sang supir hanya bisa menerka nerka siapa dan siapa.

Bembicaraan itu berlanjut hingga satu jam lamanya. Dengan pertimbangan dan juga keganjalan mereka sepakat ingin menyelidikinya. Di bantu oleh pihak Rumah sakit pastinya. Dan menyembunyikan semuanya sampai kasus bisa terpecahkan.

*Flashback Off *

Episodes
1 AMAZING GIRL'S
2 Berita duka
3 Di Kediaman Admadja
4 Kedatangan tamu
5 Di Pemakaman
6 Warisan
7 Penyelidikan
8 Asal Usul Nama Pagi
9 Tugas yang sulit
10 Pony Ngambek
11 Hampir tertabrak
12 Gadis Bar Bar
13 Kedatangan Oma Laurent
14 Perasaan asisten Rey
15 Manis
16 Hasil Lab
17 Berkencan
18 Berkencan 2
19 Pagi menghilang
20 Pagi Di bius
21 Masih tertidur
22 Menghadiri Meeting
23 Nenek Dua Abad
24 Peran pengganti
25 Pura-pura Pingsan
26 Gara-gara kopi hitam
27 Permainan Gobak Sodor
28 Tidur panjang Oma Laurent
29 Membeli baju adat
30 Persiapan 1
31 Persiapan 2
32 Pentas 1
33 Selingan
34 Ciuman pertamaku
35 Pasangan romantis
36 Tertembak
37 Menjadi bahan ejekan
38 Kesedihan bintang
39 Guling hidup
40 Gio cemburu
41 Rekaman Video
42 Rayuan maut dewa
43 Pagi bertemu dengan Ny selly
44 Benda dingin menempol pipi Gio
45 Benar benar istri idaman.
46 Rencana Alea dan Dewa
47 Calon suami
48 Aku mencintaimu
49 Si Kancil
50 Bergandengan tangan
51 Terjebak dengan dua pria sekaligus
52 "Perfect"
53 "Cantik"
54 Asisten Rey tidak sadarkan diri
55 Alea menghasut Ny Selly
56 Rencana Rey
57 Suara ledakan
58 Gio menjalankan misi Rey
59 Tante Yuana di culik
60 Serangan bertubi tubi dari Pagi
61 Rey menemukan bukti pembunuhan itu
62 Seperti Ada di negeri dongeng kerajaan
63 Membentuk tim baru
64 Niat Baik Gio
65 Tangan kanan Arman
66 Will you marry me
67 Keluargaku adalah keluargamu
68 Di pulau terpencil
69 Cinta memang aneh
70 Pookie
71 Jalan-jalan ke pasar malam
72 Sidang akhir Wisuda 1
73 Sidang akhir wisuda 2
74 Pesta lajang untuk Gio
75 Pesta lajang untuk Gio 2
76 Tunggu kejutan dariku
77 Persiapan Akad
78 Ijab Qabul
79 Persiapan Resepsi
80 Kejutan Video di malam resepsi
81 Hukuman untuk Gio
82 Malam pertama salah kamar
83 Akibat balsem dan odol
84 Serumit ini menjalani rumah tangga
85 Meminum Jus aneh sebagai hukuman
86 Mengundang tukang pijat ke Mansion
87 Pagi pergi dari Mansion
88 Pagi bertemu Alea
89 Gio mencicipi Tumis Pare pedas
90 Kedatangan Tuan George
91 Ancaman Mami kepada Papi George
92 MorningKiss
93 Wejangan dari Tuan George
94 Mendapat surprise dadakan
95 Duo Big Melon
96 Kecurigaan Oma
97 Perempuan paling spesial
98 Sepasang angsa
99 Biang penghasut
100 Apa dia wanita plus-plus?
101 Shisha
102 Alea memanggil orang-orang bayaran
103 Via bertemu seseorang
104 Gio pingsan akibat ranjau rujak pedas
105 Naskah proklamasi
106 Alea menjenguk Gio
107 Tiket Honeymoon
108 Saudara kembar Dewa
109 Ny selly bertemu sekertaris Sonya
110 Ibu kandung Sonya
111 Boby menjemput Sonya
112 Sonya bertemu mantan kekasih
113 Apa Dia menyindirku
114 Boby pingsan
115 Gio terkena bogeman mentah
116 Ganti celanamu dengan rok mini
117 Dewa
118 Baiknya istriku
119 Gio di keroyok tiga wanita membuatnya tak berdaya
120 Pony memberi tugas misi kepada Via
121 Buket bunga dan kado tanpa Nama
Episodes

Updated 121 Episodes

1
AMAZING GIRL'S
2
Berita duka
3
Di Kediaman Admadja
4
Kedatangan tamu
5
Di Pemakaman
6
Warisan
7
Penyelidikan
8
Asal Usul Nama Pagi
9
Tugas yang sulit
10
Pony Ngambek
11
Hampir tertabrak
12
Gadis Bar Bar
13
Kedatangan Oma Laurent
14
Perasaan asisten Rey
15
Manis
16
Hasil Lab
17
Berkencan
18
Berkencan 2
19
Pagi menghilang
20
Pagi Di bius
21
Masih tertidur
22
Menghadiri Meeting
23
Nenek Dua Abad
24
Peran pengganti
25
Pura-pura Pingsan
26
Gara-gara kopi hitam
27
Permainan Gobak Sodor
28
Tidur panjang Oma Laurent
29
Membeli baju adat
30
Persiapan 1
31
Persiapan 2
32
Pentas 1
33
Selingan
34
Ciuman pertamaku
35
Pasangan romantis
36
Tertembak
37
Menjadi bahan ejekan
38
Kesedihan bintang
39
Guling hidup
40
Gio cemburu
41
Rekaman Video
42
Rayuan maut dewa
43
Pagi bertemu dengan Ny selly
44
Benda dingin menempol pipi Gio
45
Benar benar istri idaman.
46
Rencana Alea dan Dewa
47
Calon suami
48
Aku mencintaimu
49
Si Kancil
50
Bergandengan tangan
51
Terjebak dengan dua pria sekaligus
52
"Perfect"
53
"Cantik"
54
Asisten Rey tidak sadarkan diri
55
Alea menghasut Ny Selly
56
Rencana Rey
57
Suara ledakan
58
Gio menjalankan misi Rey
59
Tante Yuana di culik
60
Serangan bertubi tubi dari Pagi
61
Rey menemukan bukti pembunuhan itu
62
Seperti Ada di negeri dongeng kerajaan
63
Membentuk tim baru
64
Niat Baik Gio
65
Tangan kanan Arman
66
Will you marry me
67
Keluargaku adalah keluargamu
68
Di pulau terpencil
69
Cinta memang aneh
70
Pookie
71
Jalan-jalan ke pasar malam
72
Sidang akhir Wisuda 1
73
Sidang akhir wisuda 2
74
Pesta lajang untuk Gio
75
Pesta lajang untuk Gio 2
76
Tunggu kejutan dariku
77
Persiapan Akad
78
Ijab Qabul
79
Persiapan Resepsi
80
Kejutan Video di malam resepsi
81
Hukuman untuk Gio
82
Malam pertama salah kamar
83
Akibat balsem dan odol
84
Serumit ini menjalani rumah tangga
85
Meminum Jus aneh sebagai hukuman
86
Mengundang tukang pijat ke Mansion
87
Pagi pergi dari Mansion
88
Pagi bertemu Alea
89
Gio mencicipi Tumis Pare pedas
90
Kedatangan Tuan George
91
Ancaman Mami kepada Papi George
92
MorningKiss
93
Wejangan dari Tuan George
94
Mendapat surprise dadakan
95
Duo Big Melon
96
Kecurigaan Oma
97
Perempuan paling spesial
98
Sepasang angsa
99
Biang penghasut
100
Apa dia wanita plus-plus?
101
Shisha
102
Alea memanggil orang-orang bayaran
103
Via bertemu seseorang
104
Gio pingsan akibat ranjau rujak pedas
105
Naskah proklamasi
106
Alea menjenguk Gio
107
Tiket Honeymoon
108
Saudara kembar Dewa
109
Ny selly bertemu sekertaris Sonya
110
Ibu kandung Sonya
111
Boby menjemput Sonya
112
Sonya bertemu mantan kekasih
113
Apa Dia menyindirku
114
Boby pingsan
115
Gio terkena bogeman mentah
116
Ganti celanamu dengan rok mini
117
Dewa
118
Baiknya istriku
119
Gio di keroyok tiga wanita membuatnya tak berdaya
120
Pony memberi tugas misi kepada Via
121
Buket bunga dan kado tanpa Nama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!