"Baiklah aku mengerti". Jawab Pagi.
Rey berpamitan pulang karena malam sudah semakin larut.
***
Bulan berikutnya Pagi di sibukkan dengan kegiatan kegiatan kampus. Yang mengadakan pegelaran seni dan berbagai perlombaan untuk menyambut hari hari jadi Universitas tempatnya meninpa ilmu pengetahuan.
Karena perlombaan akan di adakan sesuai kelas masing masing. Dengan antusias Pagi Sebagai ketua kelas dia membagi team sesuai kemampuan teman temannya.
Sifat periang dan mudah bergaul serta Prestasi yang ia dapat. Membuatnya Populer dkalangan mahasiswi yang lain. Banyak teman laki lakinya yang mengagumi bukan hanya prestasinya melainkan kecantikanya yang paripurna menurut mereka.
Bahkan di usia remaja. Pagi yang tumbuh menjadi gadis cantik berwajah blesteran Indo- Inggris. Mewarisi kecantikan sang Mama dari Inggris dan Papa Indo. Tepatnya Kota Semarang(Jawa tengah). Mungkin inilah asal usul nama yang di berikan oleh orang tuanya.
"Mentari Wilujeng Enjing" yang memiliki arti dalam bahasa Jawa." Enjing\= Pagi".
He.. He.. Athir bisa aja yaa..
Dia dengan timnya mereka merembukan rencana rencana dan menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan untuk perlombaan.
"Achh.. Lelahnya". Keluh pagi.
"Sama.. Aku juga". Saut Pony sahabat pagi sadari susuk di bangku Sekolah dasar.
Mereka berdua duduk bersila di rerumputan taman. Mengobrol sambi menikmati cemilan.
"Pagi beaok weekend ngeMall yuk. Suntuk nich". Ajak pony.
"Boleh.. "Jawabnya singkat.
"Eh.. Kemaren aku bertemu dengan Asisten Rey, Dia lagi Ngopi bareng sama cewek cantik". Ucapnya. " Mungkin dia kekasihnya" sambungnya lagi.
"Apa kamu enggak cemburu". Tannyanya lagi.
Pagi menjitak kepala sahabatnya itu. Mendengar perkataanya yang menurutnya mengada ngada.
"Aww.. "Teriaknya.
"Kenapa kamu menjitakku". Ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya.
" Karena pertanyaanmu ngelantur..!! ". Jawab pagi.
"Karena kamu tidak cemburu, maka aku yang akan cemburu" saut pony.
"Kenapa kamu yang cemburu".
"Apa selama ini kau diam diam mengagungi kak Rey.. ". Tanya pagi.
".. Pony memikirkan omonganya barusan". iya kenapa aku bisa cemburu". Gumamnya.
"Ahh bukan begitu.. Aku hanya cemburu dengan penampilan perempuan itu. Sungguh elegan sekali, sepertinya dia seorang model". Titahnya.
Pagi menjitak kepala temanya lagi
" Aww.. ".
"Itu bukan cemburu tapi iri lola..! ". Jawabnya sembari merapatkan giginya menahan emosi.
"Namaku Pony bukan Lola". Jawab pony tidak terima.
"Ahh.. Terserah". Saut pagi. Berdiri meregangkan kakinya. Dan berjalan mninggalkan sahabatnya itu sendirian.
"Wooy..". Pagi kau selalu meninggalkanku". Grutunya dengan mengejar sahabatnya yg telah meninggalkannya sendirian.
Di kantin ia bersama sahabatnya itu menikmati makan siangnya. Bercanda dengan teman lainya.
Dari kejauhan ada sorot mata yang terus memperhatikannya. Pony mengetahui itu.
"Pagi.. lihatlah dari tadi dia menatapmu terus".
"Siapa..? ".
". Itu.. ".
Pony hanya mengarahkan pandangannya san menggerakakn kepalanya menunjukkan arah yang ia maksut.
" Kak Dewa". Gumam pagi menoleh arah yang temanya maksud.
Melihat Pagi mengetahui keberadaanya ia bergegas menghampiri dua gadis itu.
"Hay Pagi.. Pony.. ". Sapanya.
"Hay.. Kak Dew ". Jawabnya bersama.
"Dari tadi saya perhatikan kalian sangat seru mengobrol, apa yang kalian obrolkan" tanya dewa.
" kami hanya membicarakan perlombaan yang akan kami ikuti" jawab pagi.
" kalian akan mengikuti semua perlombaan".
"Iya dongg.. ". Saut Pony dengan semangat.
"Apa kalian sanggup". Tanya Bewa sembari tersenyum.
" Kenapa tidak, kan kami punya banyak team. Lagian kami sekelas sudah membagi team dan perlombaan yang akan kami ikuti". Ucap Pony menjelaskan.
Dewa hanya manggut manggut tanda mengerti.
Obrolan pun berlanjut. Sampai waktu Bel berbunyi tanda Istirahat selesei.
Pagi dan Pony berpamitan untuk segera masuk kelas. Berjalan beriringan terkadang mereka masih melanjutlan candanya.
"Pagi tunggu.. "Teriak Dewa sambil berlari mendekat
"Iya.. Ada apa lagi Kak.. ". Tanyanya.
"Emm.. Anu". Dewa menggaruk kepalanya yang tidak gatal bingung harus berkata apa agar ia bisa mengajak pagi ngedate.
"Sa.. Saya ingin mengajakmu jalan weekend ini. Apa bisa". Tanyanya sedikit gerogi.
" Bisa ". Pagi pasti bisa. "Iyakan Pagi..!! ". Pony menjawab. Sembari menyenggol sahabatnya itu.
" Kau ini bicara apa.. ". Bisik pagi kepada sahabatnya itu.
"Bagaimana.. Apa kamu bisa". Tanya Dewa.
" Jawab Pagi.. Atau kita akan terlambat masuk kelaanya si botak." bisik Pony.
"I.. Iya. Weekend ini sebenarnya aku akan ngeMall dengan Pony. Tapi kalau kakak mau ikut silahkan saja". Jawab Pagi.
Sebenarnya Dewa ingin sekali jalan hanya berdua. Tapi karena ia pertama kalinya mengajak Pagi jalan tidak apalah asal bersamanya seharian. Dalam benaknya.
"Baiklah saya ikut". Kita bertemu langsung d Mall saja". Titahnya lagi.
Mereka mengangguk dan berlalu ke ruang masing masing.
Selamat membaca.. Dan dukung selalu karya baruku ini.. Trimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments