Setelah urusan di kampus selesei. Mereka beriringan berjalan di trotoar dengan kembali bergurau.
"Pony, ayo kita ke kedai Es Cream itu, rasanya pasti sangan menyejukkan tenggorokan. Apalagi cuaca yang panas ini". Ucap Pagi.
"Okey, sekalian kita menunggu jemputan di sana saja, " Jawab Pony sembari mengabari supirnya dimana dia harus di jemput.
" Karena hari ini kamu yang mengajak, berarti kamu yang mentraktirnya OK.., "Titahnya lagi.
Pagi hanya mendengus kesal.
"Perasaan selalu aku deh yang mentraktirmu dari dulu". Jawab pagi tidak terima.
" hehehe.., "benarkah! "Kalau masalah itu aku mendadak amnesia", Saut Pony Cengengesan.
"Kamu memang sahabat terbaikku".
"Dan kamu adalah sahabat yang selalu menyusahkanku, " Ucap Pagi sembari tersenyum. "Tapi aku menyayangimu, " sautnya lagi.
"Aku juga menyayangimu Pagi".
Sejenak mereka berpelukan dan tertawa bersama.
Karena keasyikanya mereka bercanda, sampai tidak melihat ada mobil yang melaju sangan kencang di saat mereka mau menyebrang jalan.
Ciiiit5ttttt......
Suara rem mobil mencoba berhenti.
"Pagi Awassss..., "Teriak Pony.
Aaa.. Aaa.. Aaa..
Teriak Pagi dengan berjongkok dan menutup kedua telinganya di tengah jalan.
Brakk...
Mobil yang melaju kencang itu membanting setir hingga merusak pembatas jalan. Sampai bempernya Penyok.
"Ahh.. Sial..! ". Gerutu sang pemilik mobil dengan memukul setir.
"Pagi.., "Teriak Pony lagi berlari ke arah sahabatnya yang masih mematung di tengah jalan. Di bantu dengan warga sekitar, mereka memapahnya ke pinggir jalan agar tidak menimbulkan kemacetan.
"Pagi kau tak apa", Ujar Pony sambil menepuk-nepuk pipi sahabatnya agar sadar dari Syoknya.
"A.. Aku, Apa aku sudah mati", Sautnya sembari melihat dan meraba tubuhnya.
"Ah syukurlah masih utuh", Gumamnya pelan.
"Kamu masih hidup, kamu belum mati tenanglah aku akan melindungimu". Jawab Pony.
"Kamu mau melindungiku, Dari apa..?, " Tanya pagi.
"Dari mereka", Ujar Pony sambil menunjuk kedua pria yang berdiri di samping mobilnya yang penyok.
Pagi menoleh ke arah yang di tunjuk sahabatnya itu.
"Ohh NO..!! ". Gumamnya pelan.
"Ayo aku bantu berdiri, "Ucap Pony.
Dari kejauhan.
"Apa kalian sudah selesai berdiskusi, atau jangan-jangan kalian sedang merencanakan sesuatu, " Teriak salah satu pria itu.
Pagi dan Pony hanya melongo mendengar teriakan pria itu dan berjalan tergopoh gopoh mendekatinya.
"Diskusi, merwncanakan sesuatu, "Wong Sinting". Gumam Pagi dengan terus berjalan.
"Yaa ampun cakep banget sihh, bening, seger eneng lihatnya bang". Ucap Pony cengar cengir tidak jelas. Sembari menyenggol tangan Pagi dengan sikutnya.
"Pagi lihatlah cakep banget, seperti Oppa Oppa Turky, "Bisik Pony.
"Oppa Oppa cuma ada di Korea Oon.., "Saut Pagi.
"Ah benarkah!! ".
Mereka berdua mendekati pria itu
"Apa yang kalian rencanakan, "Ucap pria itu karena sejak tadi dia memperhatikan kedua gadir itu sedang berbisik-bisik.
"Bos sabar Bos". Titah pria di sebelahnya.
"Kau diamlah, "aku akan memberi pelajaran pada mereka". Bisa bisanya Nyebrang di tempat yang tidak semestinya, " Terangnya.
"Kamu harus mengganti semua kerusakan mobil kesayanganku ini, "Ucapnya.
"Apa.. Apa aku tidak salah dengar, kau memintaku ganti rugi, "Saut Pagi menunjuk wajahnya sendiri tidak terima.
"Harusnya aku yang minta ganti rugi, karena kamu hampir saja menabrakku, "imbuhnya lagi.
"Jelas-jelas kamu yang salah kenapa menyebrang tidak di tempat semestinya, "ucap pria itu tidak mau kalah.
"Harusnya kamu tidak ngebut di jalan saat berkendara, kamu pikir ini jalan milik Nenek moyangmu apa!! "Jawab Pagi.
"Iya.. Apa Nenek moyangmu yang membuat jalan ini hah..!! "Saut Pony sembari berkacak pinggang seperti menantang.
"Diamlah Pon.., "Bisik Pagi menoleh ke arah sahabatnya yang suka asal ngomong itu.
"Hahaha.. Salah satu pria itu tertawa.
"Kenapa kamu malah tertawa, "Tanya pria yang ada di sampingnya.
"Lucu Bos, "sejak kapan Mami Bos berprofesi sebagai tokang Cor, "ucap pria yang ternyata sedikit gemulai.
"Pagi pria yang itu sikapnya seperti bencong, "Bisik Pony sambil membekap mulutnya ingin tertawa karena sejak tadi dia memperhatikan gerak gerik pria itu.
"Kau benar, "Ucap Pagi membenarkan sambil berbisik.
"Saya tidak mau tau kalian harus ganti rugi semua ini atau saya akan melaporkan semua ini ke pihak berwajib". Ucap ptia itu.
"Dengar ya Tuan..! "Emm...??
Pagi menghentikan ucapanya, ingin menyebut nama pria yang di ajaknya bicara itu tetapi tidak tahu.
Dukung terus Novelku ini dengan cara
Like
Koment di kolom yang sudah di sediankan.
Bantu Author untuk menyeleseikan cerita ini. Dan VOTE sebanyak banyaknya.
Happy Reading.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments