Di Bandara International Soekarto Hatta
Oma Laurent yang dari tadi menunggu cucunya yang akan menjemputnya tak kunjung datang. Sudah 2jam lamanya semenjak pesawat yang di tumpanginya mendarat dengan selamat.
"Di mana anak nakal itu, kenapa belum juga datang". Gerutunya sembari berjalan tertatih-tatih mendorong kopernya sendiri tanpa ada yang membantu. Dan memberhentikan taksi yang lewat di depanya.
Supir itupun berhenti dan mengambil alih koper yang di bawa oleh penumpangnya dan memasukkanya ke dalam bagasi. Belum sempat perempuan paruh baya itu masuk, terdengar panggilan dari suara sang cucu.
"Omaa.. ". Teriak Gio dari arah pemberhentian mobil jemputan di sekitar bandara.
Ia berlari mendekati Nenek kesayangannya yang terlihat akan masuk ke dalam taksi yang ada di depannya itu. Di ikuti Boby sang asisten di belakangnya.
"Anak nakal dia sudah datang rupanya". Gumamnya dan menghentikan langkahnya menoleh ke sumber suara sambil tersenyum.
"Oma ma'afkan Gio tadi ada sedikit masalah di jalan". Ucap Gio dengan terengah-engah mengatur nafasnya setelah berlarian.
"Kau ini selalu beralasan, "kau tau aku hampir saja mati kelaparan menunghumu disini". Ucap Oma Laurent pura-pura kesal.
"Kalau lapar kenapa Mami Bos tidak makan saja disini, "kan banyak jenis makanan Nusantara yang di jajakan di sekitar sini". Saut Boby.
"Diam kamu kaleng".
"Aku hanya ingin menikmati masakan menantu kesayanganku saja, "aku kangen masakanya". Ucap Oma ketus.
"Ahh.. Mami Bos selalu saja mengataiku kaleng, "emang mukaku seperti kaleng apa". Ujar Boby tidak terima.
"Gelagatmu itu seperti banci kaleng". Saut Oma lagi dan memperhatikan hidung cucunya yang di tutup dengan plester dan sedikit kemerahan di sekitarnya.
"Kenapa dengan hidungmu itu anak nakal, " apa kamu habis berantem". Tanya Oma.
"Kau ini susah dewasa kenapa masih bertingkah seperti anak labil yang masih suka berkelahi dimana-mana". Sambungnya lagi.
"Iya Oma siBos abis di jontos sama seorang gadis tadi". Ucap Boby.
"Apa!! ". Teriak Oma.
"Siapa gadis itu yang sudah berani menonjok cucuku". Titahnya lagi.
"Emang Mami Bos mau apain". Tanya Boby.
"Aku akan mengacunginya dengan jempol". Jawab Oma sembari mengacungkan kedua jempolnya.
Bobi dan sang supir taksi itu tertawa mendengar penuturan dari omanya tersebut.
Bagaimana bisa sang nenek malah membanggakan orang yang sudah membuat cucunya babak belur. Hanya kalian yang pecinta karya Novel dan author pastinya hehe.
"Kenapa Oma sama saja dengannya".
"Menyebalkan ". Gerutu Gio yang jengah saat ditertawakan.
"Dengan siapa? ". Tanya Oma.
"Dengan Gadis itu". Jawab Gio.
"Kamu jangan terlalu memujinya, nanti kau akan jatuh cinta kepadanya". Ucap Oma.
"Siapa yang memujinya, " Gumam Gio yang masih didengar oleh Omanya itu.
Oma Laurent hanya tersenyum.
"Sudah ayo kita pulang, aku sudah capek disini seharian".
"Hanya 2jam kenapa Mami Bos bilang seharian". Ucap Boby.
"Diam kau Kaleng". Jawab Oma sembari tersenyum.
Gio menggandeng Omanya berjalan menuju mobil yang ada di sebrang jalan. Sedangkan boby mengambil koper yang sudah diletakkan di bagasi taksi dan memberikan tips kepada sang supir.
Di Mobil.
Gio yang duduk di sebelah Omanya sedangkan boby di samping supir.
"Coba ceritakan bagaimana bisa gadis itu melukai hidungmu". Tanya Oma.
"Emm.. Itu!! ". Jawab Gio ragu.
"Boby". Ucap Oma sedikit berteriak.
"Iya Mami Bos.. begini".
Boby menceritakan peristiwa siang tadi. Mulai dari melajukan kendaraanya dengan kencang. Karena tergesa gesa ingin menjemputnya agar tidak terlambar dan nyatanya memang sudah terlambat. serta hampir menabrak seseorang gadis yang sedang menyebrang jalan. Hingga ia terpaksa membanting setir sampai akhirnya bemper mobilnya penyok. Dan berujung perdebatan hingga akhirnya gadis itu tidak terima dengan perkataan Bosnya itu dan terjadilah adu pukul.
Oma Laurent yang dari tadi mendengar pria gemulai itu bercerita dengan logatnya. Membuatnya terus tertawa. Dengan menyentuh perutnya yang sedikit kram karena terlalu banyak tertawa. Begitu juga dengan sang supir yang dari tadi menahan tawanya.
"Tertawalah tertawalah sebelum tertawa itu di larang". Ucap Gio tetapi tidak ada yang menanggapinya.
"Baru kali ini aku melihat cucuku di kalahkan oleh seseorang, apalagi dia seorang perempuan ". Ucap Oma. Masih dengan tawanya.
"Aku ingin bertemu dengannya". Ujarnya lagi
"Apa Mami Bos akan memberi acungan jempol ke Nona itu secara langsung". Saut Boby.
"Tidak, justru aku akan memberinya penghargaan atas keberaniannya yang telah mengalahkan cucuku ini". Jawab Oma.
"Bukannya aku kalah, aku hanya mengalah saja, lagian dia perempuan mana bisa aku memukulnya". Bela Gio
"Ahh si Bos, yang aku lihat siBos hanya merasa kesakitan saat Nona itu menonjokmu".
"Itu karena aku langsung berasa Pusing karena pukulannya keras sekali". Belanya lagi.
"Dan kamu tidak membantu cucuku ini kaleng". Saut Oma.
"Aku membantu, "mana berani". Ucap boby dengan menunjuk wajahnya sendiri cengar cengir tidak jelas.
"Hahaha.. ". Tawa Oma melihat tingkah cucunya merasa geli.
"Kenapa Oma tertawa lagi". Tanya Gio.
"Kau memang pandai memilih asisten anak nakal. Lihatlah orang yang seharusnya melindungimu malah berbalik ingin di lindungi ". Jawab Oma.
" Bukan aku yang pilih tapi Daddy". Saut Gio tidak terima.
Benar saja sejak usia Gio remaja Tuan George selaku orangtua Gio dia mempekerjakan anak sahabatnya yang sedikit gemuai itu untuk menemani dan membantunya dalam menjalankan bisnis. Karena jasa dari ayah Boby. Beliau bisa mengibarkan sayap bisnisnya hingga ke penjuru asia. Dan kepandaian sang ayah di wariskan kepada sang anak yaitu Boby. Itulah sebabnya Tuan George menganggap Boby anak keduanya meski tak sedarah.
Sebagai aatu satunya ahli waris keluarga GEORGE. Ia harus menuruti permintaan orang tuanya. Mengembangkan perusahaan yang di kelolanya itu susah jasi tanggung jawabnya. Meski ia memiliki asisten yang gemulai tapi kepiawaiannya dalam menarik perhatian teman bisnisnya sangat bisa si andalkan karena kecerdasan sang asisten itu ia bangga memilikinya.
Tidak ada Manusia yang sempurna di dunia ini. Di antara kelebihan yang manusia miliki pasti ada kekurangan begitu juga sebaliknya.
Capek author istirahat dulu yaa..
Jangan lupa LIKE, KOMENT, Dan VOTE sebanyak- banyaknya.
Happy Reading..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments