Setelah makan malam selesei Pagi dan Nensy bergurau sambil menonton drakor faforit mereka. Sedangkan kedua pria itu duduk santai di balkon taman sambil menikmati kopi susu. Minuman yang sangat cocok untuk cuaca dingin malam hari.
"Bintang, setelah kelulusanmu nanti kamu akan melanjutkan kemana, " Tanya Rey.
"Sepertinya aku akan mengikuti jejak Papa ke Universitas Of Cambridge kota kelahiran mama (Britania raya), dan mencari keberadaan kerabat mama di sana siapa tau masih ada, " jawab bintang.
"Dan kamu akan mencari gadis juga di sana seperti papamu bertemu dengan mamamu, "saut Rey.
"Kalau masalah itu aku belum memikirkannya, " Titah bintang.
Merekapun tertawa bersama.
Kedua gadis itu mendengar gelak tawa dari arah balkon taman.
"Mereka berisik sekali, " ucap Pagi.
"Apa yang mereka bahas, " Gumamnya lagi.
"Biasalah masalah laki-laki, " saut Nensy.
"Awas saja kalau kak Rey mengajari adikku yang tidak tidak, "gerutunya.
Nensy hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Sebagai seorang kakak pastilah kawatir tentang pergaulan jaman sekarang. Maka dari itu dia sangat membatasi pergaulannya dan selalu mengawasi adik satu satunya. Meski dia seorang laki-laki.
***
"Pagi aku ingin bicara, " ucap Rey yang baru saja masuk di temani bintang dan duduk di sofa.
"Iya bicaralah, " saut Pagi tapi matanya masih fokus dengan drakornya itu.
Rey menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
"Wajahku lebih tampan dari mereka, "ucap Rey sedikit mengeraskan suaranya membanggakan diri.
Mendengar perkataan asistennya itu pagi langsung melongo. Sedangkan Nensy ia cekikikan begitu juga bintang.
"PeDe banget, " jawabnya singkat.
"Kamu akan menyesal bicara seperti itu, " saut Rey.
"Ahh.. Kak Rey, bicaralah apa yang akan kamu bicarakan, ". Tanya Pagi jengah.
"Lihat aku dulu, saya seperti bicara dengan makhluk halus ada suara g' ada rupa, " ucap Rey tersenyum.
"Kau selalu menyebalkan, " ucap pagi sembari melempar boneka yang sejak tadi ia pangku.
"Hehehe.. Iya iya!!, " aku hanya ingin mengingatkan janjimu waktu itu, "
"Kakak punya janji apa sama Kak Rey, " tanya Bintang.
"Janji kalau kakakmu itu mau menemani saya untuk bertemu dengan kolage, " jawab Rey.
"Wah.. Yang benar saja, " apa kakak sudah mulai mau bekerja di kantor papa, "tanya Bintang.
"Iya, " ucap Rey
"Tidak, " saut Pagi singkat
"Apa kamu lupa dengan janjimu, aku sudah membantumu mengerjakan tugasmu seminggu ini sebagai ganti, ".
"Aku hanya menemanimu bertemu dengan kolage seperti yang kamu ceritakan waktu itu, "
"Yaa.. Itu artinya kamu akan selalu di butuhkan di sana dan akan terikat dengan perjanjian yang akan di sepakati oleh kolage kita, "ucap rey menjelaskan.
"Ahh.. Kau menjebakku, "saut Pagi beranjak dari duduknya mendekati asistennya itu dan memukul-mukulinya. Seperti anak kecil yang mainanya direbut.
Gelam tawa menyelimuti kediaman Rumah Pagi. Kebisingan itu disaksikan oleh kedua pasurti yg sejak tadi memperhatikan mereka dari arah dapur karena tidak ada sekat yang memisahkan ruangan di sana.
"Ini sudah malam, Pagi aku pamit pulang, "aku janji akan sering menjengukmu kemari, " ucap Nensy.
"Baiklah kak terima kasih sudah menemaniku hari ini, " saut Pagi. "Jangan lupa kabari aku kalau sudah waktunya, "sambungnya lagi.
"Itu pasti, ". Jawab Nensy berpamitan dengan semua orang yang ada di situ dan kedua orang tuanya pastinya.
Di teras rumah ia tidak sengaja bertemu dengan asisten Rey yang hendak pulang juga.
"Kak Rey mau pulang, " sapanya.
"Iya.., "
"Kamu pulang dengan siapa, apa perlu aku antar, "tanya Rey.
"Tidak usah saya bawa motor sendiri itu, ". Ucap Nensy sembari menjukkan keberadaan motornya.
"Oh.. Baiklah hati-hati, " .
Nensy hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Berlalu meninggalkan Asisten Rey yang masih mematung melihat orang yang baru di sapanya sampai keluar dari gerbang dan tidak terlihat. Barulah Rey masuk kedalam mobilnya sambil cengar cengir tidak jelas.
"Manis, " gumamnya dalam hati.
Suara getar HP membuyarkan lamunannya. Entah apa yang di bayangkan oleh asisten itu. Author sampai frustasi memikirkannya.
"Yaa hallo, " ucapnya.
***
Entah apalagi sekarang yang di bicarakan dengan seseorang melalui sambungan setan gepeng itu. Kadang terkejut tiba-tiba tertawa sendiri.
Seperti author juga kalau sedang baca Novel di NOVELTOON ini. cerita sedih ikut sedih, lucu ikut ngakak, ahh begitulah. Pasti kalian juga kan.. Maka dari itu terus ikuti AMAZING GIRL'S
Jangan lupa bantu author untuk menyelesekan misi cerita ini di kolom Koment yaa.. Aothor akan menunggu dengan sabar.
LIKE dan VOTE sebanyaknya..
Happy Reading..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments