Pony Ngambek

Ke esokan paginya dengan semangat menjalankan aktifitasnya seperti biasa. Pergi ke kampus untuk menimba ilmu. Menjalankan perannya sebagai mahasiswi, bertemu teman dan sahabat kesayanganya, bercanda bersama.

Karena suasana masih terlalu pagi. Ia susuk di bangku taman dekat gerbang masuk kampusnya. Membuka tasnya, dan mengoreksi tugasnya apa masih ada yang kurang. Dalam benaknya.

"Pagi". Sapa seseorang dari arah gerbang berlari mendekat.

Pagi menoleh sumber suara yang tidak asing baginya. "Astaga kau mengagetkan saja". Sautnya.

"Ahh.. Kau ini jangan suka melamun pagi hari, itu tidak baik bagi pencernaan". Jawab Pony.

"Siapa yang melamun, kau lihat aku sedang apa". Sautnya sembari memperlihatkan lampiran tugas yang ia pegang.

" Suaramu itu cempreng sekali enggak ada merdu merdunya. Membuat telingaku sakit. Sambungnya lagi.

"Aisshttt... ". Kalau suaraku merdu. Pastilah aku sudah mengikuti ajang audisi Dangdut yang di tayangkan di salah satu Stasiun TV itu". Gerutu Pony

Dengan melenggak lenggokan tubuhnya menirukan goyangan yang lagi Viral di Tik Tok jaman new. Akan tetapi malah seperti cacing kepanasan. Dengan menyayikan lagu sang Idola.

Aku masih ting ting

Di jamin masih ting ting

Sama sekali belum berpengalaman

...

By. AYU TING TING.

Pagi hanya bisa melongo dan membungkam mulutnya yang susah tidak tahan tertawa. Melihat tingkah konyol sahabatnya yang selalu mengocok perut. Bahkan orang-orang sekitar yang menyaksikan aksinya mereka semua tertawa ngakak sampai ada yang terjungkal-jungkal.

"TARIK SIS... SEMONGKO". Teriak Orang-Orang sekitar.

" Hey.. Kalian..!! " berani sekali mentertawakanku. Apa kalian sudah bosan bernafas". Teriak Pony tidak terima ditertawakan.

"Sudah aku bilang jangan berteriak". Saut Pagi.

"Wajar saja mereka tertawa, melihat goyanganmu yang seperti ulet keket enggak ada indah-indahnya di liat". Titahnya lagi sembari mengusap air matanya karena menahan tawa.

" ahh.. Kau sama saja menyebalkan seperti mereka". Jawab Pony sembari pergi meninggalkan sahabatnya tanpa pamit.

" Pony tunggu..!! Beraninya meninggalkanku". Teriak Pagi sembari memasukkan pekerjaannya ke dalam tas dan berlari mengejar sahabatnya.

" Kau enggak asyik.. ". Saut Pony.

"Hey.. Ayolah jangan ngambek. Kalau kau ngambek hidungmu akan bertambah panjang". Ujar Pagi.

"Aku hanya ngambek bukan berbohong". Saut Pony ketus.

"Wah.. Kalau kau lagi ngambek begini otakmu nyambung". Ucap Pagi.

Dan Pony hanya mendengar tanpa menyautinya. Ia hanya memanyunkan bibirnya kesal.

Pagi terus mengekori Pony, berjalan di blakangnya sambil terus berbicara.

"Pony jangan diamkan aku seperti ini, Ayolah...

"Harusnya kamu menghiburku, kenapa malah kamu yang minta di hibur". Mulutmu itu tidak pantas diam". Gerutunya sedikit kesal karena dari tadi di mengomel tidak si tanggapi.

Pony menghentikan langkahnya dan menatap sahabatnya itu.

"Aku enggak minta di hibur, aku diam karena aku haus. Tenggorokanku sesikit sakit". Akhirnya Pony bersuara dan kembali berjalan ke arah kantin.

Mendengat perkataan sahabatnya itu. Pagi hanya menggaruk Pelipis matanya yang tidak gatal. Menggelengkan kepalanya sambil menggerutu tidak jelas.

Mereka berdua menikmati minuman yang dipesan sambil ngobrol dan sesekali tertawa. Membuat siapapun yang melihat tingkah mereka hanya bisa menggelengkan kepala.

"Pagi nanti malam aku akan menjemputmu saja. Kita berangkat keMALL bersama bagaimana". Tanya Pony.

"Terserah kamu saja. Asal tidak merepotkan". Jawab Pagi.

"Tidak.. Aku tidak repot". Yang repot supirku, aku hanya duduk manis". Sautnya cengengesanan.

"Lagian aku ingin bertemu dengan bintang, sudah lama sekali aku tidak pernah melihat Adik gantengku". Ucapnya lagi.

"Ia.. Dia sibuk sekali akhir akhir ini seperti kita. akupun jarang bertemu denganya".

"Kamu jangan begitu sesibuk apapun itu kamu sebagai kakak harus terus memperhatikanya". Saut Pony.

"Jelaslah.. Dia adikku, satu satunya Harta yang paling berharga yang aku punya. Enggak mungkin aku tidak mempedulikannya". Ucap Pagi dengan mata berkaca-kaca.

Melihat Sahabatnya dengan ekspresi sedih Pony merangkul pendak Pagi menguatkan.

"Kamu jangan begitu, aku menyayangi kalian, Papi mami juga menyayangi kalian". Ucap Pony.

"Papi Mami.. ". Gumam Pagi.

"Bagaimana kabar Mereka Pony..!! Aku sangat merindukannya". Tanyanya.

" Papi mami mereka Baik kok. Mungkin bulan depan baru akan balik kesini". Jawab Pony.

" Apa Mami Ella Akan terus melakukan pengobatan".

"Entahlah Pagi.. Rasanya aku kasihan sama mami yang harus bolak balik ke singapure untuk mengontrol sakitnya itu". Jawab pony sembari termenung melihat keadaan maminya sebelum berangkat berobat ke negara tetangga.

"Ahh.. Sudah sudah.. Kenapa kita jadi Melow melow an gini". Ucap Pagi mengahiri pembicaraanya sambil tersenyum agar tidak terhanyut dengan kesedihan lagi.

***

Itulah arti sahabat. Sahabat dikala susah, sedih ataupun senang mereka akan tetap mendampingi. Mensuport satu sama lain. Menghibur terkadang juga memberi pertolongan meski kita sendiri tidak memintanya.

***

Selalu dukung Novelku ini..

Like..

Koment kalian aku tunggu yaa.. Untuk inspirasiku melanjutkan cerita ini.

Jangan lupa juga VOTE sebanyak banyaknya..

Happy Reading.

Episodes
1 AMAZING GIRL'S
2 Berita duka
3 Di Kediaman Admadja
4 Kedatangan tamu
5 Di Pemakaman
6 Warisan
7 Penyelidikan
8 Asal Usul Nama Pagi
9 Tugas yang sulit
10 Pony Ngambek
11 Hampir tertabrak
12 Gadis Bar Bar
13 Kedatangan Oma Laurent
14 Perasaan asisten Rey
15 Manis
16 Hasil Lab
17 Berkencan
18 Berkencan 2
19 Pagi menghilang
20 Pagi Di bius
21 Masih tertidur
22 Menghadiri Meeting
23 Nenek Dua Abad
24 Peran pengganti
25 Pura-pura Pingsan
26 Gara-gara kopi hitam
27 Permainan Gobak Sodor
28 Tidur panjang Oma Laurent
29 Membeli baju adat
30 Persiapan 1
31 Persiapan 2
32 Pentas 1
33 Selingan
34 Ciuman pertamaku
35 Pasangan romantis
36 Tertembak
37 Menjadi bahan ejekan
38 Kesedihan bintang
39 Guling hidup
40 Gio cemburu
41 Rekaman Video
42 Rayuan maut dewa
43 Pagi bertemu dengan Ny selly
44 Benda dingin menempol pipi Gio
45 Benar benar istri idaman.
46 Rencana Alea dan Dewa
47 Calon suami
48 Aku mencintaimu
49 Si Kancil
50 Bergandengan tangan
51 Terjebak dengan dua pria sekaligus
52 "Perfect"
53 "Cantik"
54 Asisten Rey tidak sadarkan diri
55 Alea menghasut Ny Selly
56 Rencana Rey
57 Suara ledakan
58 Gio menjalankan misi Rey
59 Tante Yuana di culik
60 Serangan bertubi tubi dari Pagi
61 Rey menemukan bukti pembunuhan itu
62 Seperti Ada di negeri dongeng kerajaan
63 Membentuk tim baru
64 Niat Baik Gio
65 Tangan kanan Arman
66 Will you marry me
67 Keluargaku adalah keluargamu
68 Di pulau terpencil
69 Cinta memang aneh
70 Pookie
71 Jalan-jalan ke pasar malam
72 Sidang akhir Wisuda 1
73 Sidang akhir wisuda 2
74 Pesta lajang untuk Gio
75 Pesta lajang untuk Gio 2
76 Tunggu kejutan dariku
77 Persiapan Akad
78 Ijab Qabul
79 Persiapan Resepsi
80 Kejutan Video di malam resepsi
81 Hukuman untuk Gio
82 Malam pertama salah kamar
83 Akibat balsem dan odol
84 Serumit ini menjalani rumah tangga
85 Meminum Jus aneh sebagai hukuman
86 Mengundang tukang pijat ke Mansion
87 Pagi pergi dari Mansion
88 Pagi bertemu Alea
89 Gio mencicipi Tumis Pare pedas
90 Kedatangan Tuan George
91 Ancaman Mami kepada Papi George
92 MorningKiss
93 Wejangan dari Tuan George
94 Mendapat surprise dadakan
95 Duo Big Melon
96 Kecurigaan Oma
97 Perempuan paling spesial
98 Sepasang angsa
99 Biang penghasut
100 Apa dia wanita plus-plus?
101 Shisha
102 Alea memanggil orang-orang bayaran
103 Via bertemu seseorang
104 Gio pingsan akibat ranjau rujak pedas
105 Naskah proklamasi
106 Alea menjenguk Gio
107 Tiket Honeymoon
108 Saudara kembar Dewa
109 Ny selly bertemu sekertaris Sonya
110 Ibu kandung Sonya
111 Boby menjemput Sonya
112 Sonya bertemu mantan kekasih
113 Apa Dia menyindirku
114 Boby pingsan
115 Gio terkena bogeman mentah
116 Ganti celanamu dengan rok mini
117 Dewa
118 Baiknya istriku
119 Gio di keroyok tiga wanita membuatnya tak berdaya
120 Pony memberi tugas misi kepada Via
121 Buket bunga dan kado tanpa Nama
Episodes

Updated 121 Episodes

1
AMAZING GIRL'S
2
Berita duka
3
Di Kediaman Admadja
4
Kedatangan tamu
5
Di Pemakaman
6
Warisan
7
Penyelidikan
8
Asal Usul Nama Pagi
9
Tugas yang sulit
10
Pony Ngambek
11
Hampir tertabrak
12
Gadis Bar Bar
13
Kedatangan Oma Laurent
14
Perasaan asisten Rey
15
Manis
16
Hasil Lab
17
Berkencan
18
Berkencan 2
19
Pagi menghilang
20
Pagi Di bius
21
Masih tertidur
22
Menghadiri Meeting
23
Nenek Dua Abad
24
Peran pengganti
25
Pura-pura Pingsan
26
Gara-gara kopi hitam
27
Permainan Gobak Sodor
28
Tidur panjang Oma Laurent
29
Membeli baju adat
30
Persiapan 1
31
Persiapan 2
32
Pentas 1
33
Selingan
34
Ciuman pertamaku
35
Pasangan romantis
36
Tertembak
37
Menjadi bahan ejekan
38
Kesedihan bintang
39
Guling hidup
40
Gio cemburu
41
Rekaman Video
42
Rayuan maut dewa
43
Pagi bertemu dengan Ny selly
44
Benda dingin menempol pipi Gio
45
Benar benar istri idaman.
46
Rencana Alea dan Dewa
47
Calon suami
48
Aku mencintaimu
49
Si Kancil
50
Bergandengan tangan
51
Terjebak dengan dua pria sekaligus
52
"Perfect"
53
"Cantik"
54
Asisten Rey tidak sadarkan diri
55
Alea menghasut Ny Selly
56
Rencana Rey
57
Suara ledakan
58
Gio menjalankan misi Rey
59
Tante Yuana di culik
60
Serangan bertubi tubi dari Pagi
61
Rey menemukan bukti pembunuhan itu
62
Seperti Ada di negeri dongeng kerajaan
63
Membentuk tim baru
64
Niat Baik Gio
65
Tangan kanan Arman
66
Will you marry me
67
Keluargaku adalah keluargamu
68
Di pulau terpencil
69
Cinta memang aneh
70
Pookie
71
Jalan-jalan ke pasar malam
72
Sidang akhir Wisuda 1
73
Sidang akhir wisuda 2
74
Pesta lajang untuk Gio
75
Pesta lajang untuk Gio 2
76
Tunggu kejutan dariku
77
Persiapan Akad
78
Ijab Qabul
79
Persiapan Resepsi
80
Kejutan Video di malam resepsi
81
Hukuman untuk Gio
82
Malam pertama salah kamar
83
Akibat balsem dan odol
84
Serumit ini menjalani rumah tangga
85
Meminum Jus aneh sebagai hukuman
86
Mengundang tukang pijat ke Mansion
87
Pagi pergi dari Mansion
88
Pagi bertemu Alea
89
Gio mencicipi Tumis Pare pedas
90
Kedatangan Tuan George
91
Ancaman Mami kepada Papi George
92
MorningKiss
93
Wejangan dari Tuan George
94
Mendapat surprise dadakan
95
Duo Big Melon
96
Kecurigaan Oma
97
Perempuan paling spesial
98
Sepasang angsa
99
Biang penghasut
100
Apa dia wanita plus-plus?
101
Shisha
102
Alea memanggil orang-orang bayaran
103
Via bertemu seseorang
104
Gio pingsan akibat ranjau rujak pedas
105
Naskah proklamasi
106
Alea menjenguk Gio
107
Tiket Honeymoon
108
Saudara kembar Dewa
109
Ny selly bertemu sekertaris Sonya
110
Ibu kandung Sonya
111
Boby menjemput Sonya
112
Sonya bertemu mantan kekasih
113
Apa Dia menyindirku
114
Boby pingsan
115
Gio terkena bogeman mentah
116
Ganti celanamu dengan rok mini
117
Dewa
118
Baiknya istriku
119
Gio di keroyok tiga wanita membuatnya tak berdaya
120
Pony memberi tugas misi kepada Via
121
Buket bunga dan kado tanpa Nama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!