Ch 18 - Kamu Sakit Apa?

Selama tiga hari berikutnya,

Daniel kembali tidak pulang. Alma hanya bisa menunggu dengan sabar. Daniel

tidak pulang bukan karena membencinya, tapi karena pekerjaan. Alma harus

meyakinkan dirinya sendiri bahwa Daniel tidak sedang menghindarinya.

Setiap malam Alma selalu

menunggu Daniel. Dia menghabiskan waktu berjam-jam di depan TV hanya untuk

menunggu laki-laki itu pulang. Tak jarang dia sering tertidur di depan TV.

Pagi ini adalah hari ke empat

Daniel tidak pulang. Alma melihat ke sekelilingnya. Tidak ada tanda-tanda

kehadiran pria itu. Alma mendesah kecewa. Bu Ida melihat Alma dengan tatapan kasihan.

"Tuan belum pulang lagi Non?"

"Iya Bi,"

"Non, jangan nungguin Tuan. Nanti Nona sakit. Tuan akan pulang setelah pekerjaannya selesai. Nona istirahat saja di kamar. Jangan menunggu di di depan TV terus. Bibi khawatir Non,"

"Iya Bi, terima kasih." Alma melangkah ke kamar. Dia mengambil ponselnya. Tidak ada

telepon maupun chat dari Daniel. Alma merasa kecewa. Dia ingin menghubungi

Daniel terlebih dulu, tapi dia takut akan mengganggu pria itu. Untuk itu dia menahan diri.

[Lily was a little girl, affraid of the big wide world. She grew up within her castle walls]

Ponsel Alma berdering. Dengan sigap Alma melihat siapa yang meneleponnya. Dia berharap itu Daniel. Alma kecewa ketika bukan Daniel yang menelepon. Ada nomor baru yang tak dikenalnya.

Haruskah dia mengangkat telepon itu?

Alma membiarkan panggilan itu.

Kalau itu telepon iseng, pasti akan berhenti di panggilan pertama. Namun nomor

itu menelepon terus-menerus, akhirnya Alma mengangkat panggilan itu.

"Iya, halo?"

"Honey, ini Mommy. Where are you? Kenapa Mommy tidak melihatmu di sini sayang?"

Alma berusaha menelaah suara si penelepon, dia merasa familiar dengan suara itu namun tidak bisa menebak siapa pemilik suara.

"Siapa ya?"

"Sayang, ini Mommy Kate. Kamu lupa sama suara Mommy?"

"Eh-uh Ma-ma?"

"Yeah, that right. Kamu di mana sayang? Kenapa tidak kesini?"

"Eum, Ak-aku di apartemen saja Ma,"

"Sayang, Daniel sedang sakit. Apa Kamu tidak ingin menjenguknya?"

"Hah? Apa Ma? Siapa yang sakit Ma?"

"Daniel sayang. My little boy, suamimu sayang,"

"Di-dia sakit Ma? Sakit apa?Di-dia dimana Ma?" Tubuh Alma bergetar, tangisnya sudah akan pecah.

"Kami di RS H-Hospital sayang,"

"Ak-aku akan segera kesana Ma." Tanpa memikirkan tindakannya sopan atau tidak, Alma menutup panggilan itu. Tubuhnya bergetar. Pikirannya kalut.

Daniel sakit? Sakit apa? Mengapa

sampai dirawat di rumah sakit? Pasti sakitnya parah kan? Kenapa tidak ada yang

memberitahunya? Bagaimana kondisinya sekarang?

"Bi! Bi Ida."

"Iya Non?" Bu Ida datang dengan tergopoh-gopoh.

"Pang-panggilkan Pak Tohir Bi."

"Ada apa Non? Nona mau kemana? Sudah ijin Tuan Non?"

"Panggilkan Pak Tohir Bi!" Alma berkata dengan nada sedikit keras. Pikirannya sudah kalut. Bu

Ida tampak terkejut mendengar nada suara majikannya. Dengan cepat dia segera

mencari Pak Tohir.

"Iya Non? Ada yang bisa Saya bantu Non?" Pak Tohir datang.

"Tolong antarkan Saya ke RS H-Hospital Pak." Tanpa berganti baju ataupun membawa tas, Alma segera berjalan keluar dari apartemen dengan terburu-buru. Pak Tohir mengikutinya.

"Cepat ya Pak."

"Iya Non."

Alma mulai terisak-isak. Ekpresi wajahnya tampak sangat khawatir. Pikirannya dipenuhi dengan Daniel. Tangannya gemetar, dia meremas-remas tissue di tangannya. Sesekali dia mengusap

airmatanya.

Daniel baik-baik saja kan?Dia tidak apa-apa kan? Ta-tapi kenapa harus di rawat di rumah sakit? Sebenarnya Daniel sakit apa? Kenapa tidak ada yang memberitahunya? Apa dia benar-benar

tidak dianggap sebagai istri sehingga ketika suaminya sedang sakit dia tidak

perlu dikabari?

"Pak, bisa lebih cepat."

"Iya Non." Pak Tohir memperhatikan ekpresi majikannya.

Tiga puluh menit kemudian mereka tiba di depan RS H-Hospital. Alma segera berlari ke resepsionis dan menanyakan kamar tempat Daniel di rawat.

"Mohon maaf Ibu, pasien

tersebut tidak menerima kunjungan Bu,"

"Saya istrinya! Kenapa Saya tidak boleh mengunjunginya?!" Alma menjadi emosi. Air mata marah dan khawatir memenuhi wajahnya.

"Mohon maaf Bu, tetap tidak bisa." Resepsionis itu menatap Alma dengan bertanya-tanya. Wajahnya

terlihat tidak percaya bahwa wanita di depannya itu adalah istri dari putra pemilik rumah sakit. Setahu dia, Tuan Muda Daniel belum menikah.

Alma mengambil ponsel dan mulai menelepon Mommy Kate.

"Ma, Aku sudah di rumah sakit. Nomor berapa kamarnya Ma?"

"Sayangku, Kamu sudah di bawah? Maafkan Mommy tidak bisa turun. Akan ada orang yang menjemputmu. Tunggu di situ sayang."

Alma menuruti perkataan Mommy Kate. Tak berapa lama kemudian, seorang pria berpakaian rapi mendekatinya dan memandunya ke kamar VVIP.

Rumah sakit H-Hospital adalah rumah sakit milik grup H. Merupakan satu dari sepuluh rumah sakit terbesar di Jakarta. Alma tidak terlalu memperhatikan kemewahan RS tersebut, pikirannya hanya fokus pada Daniel.

Kamar Daniel terletak di lantai

paling atas. Kamar yang di desain khusus untuk para direktur-direkdur pemilik

perusahaan besar. Di depan pintu kamar terdapat dua bodyguard yang sedang berjaga.

"Dia di rawat di sini Pak?"

"Iya Nona, silakan." Pria itu mempersilakan Alma untuk masuk ke dalam kamar. Tanpa diminta dua kali Alma langsung membuka pintu itu dan menerobos masuk. Pandangan mata Alma

langsung tertuju pada sesosok yang terbaring di ranjang. Sosok itu terbaring lemah dengan tangan yang sedang di infus.

"Ka-kakak," Alma mendekati sosok itu. Airmata kembali mengalir di wajahnya. "Ka-kakak sakit

apa?"

Alma mengambil tangan Daniel dan menggenggamnya. Daniel membuka mata. Dia tersenyum begitu melihat Alma.

"Little,"

"Ka-kakak sakit apa? Ke-kenapa tidak ada yang memberitahuku? Ka-kakak kenapa? Sebenarnya Kakak sakit apa?! Huuuu," tangis Alma pecah. Dia memegang tangan Daniel dengan erat. Tubuhnya bergetar karena tangis.

"Ssshhhh, Al, kenapa menangis? Aku tidak apa-apa,"

"Kalau Kakak tidak apa-apa, tidak mungkin Kakak di rawat disini!! Huuuu..." Alma memeluk tubuh Daniel. Seolah-olah takut ditinggalkan oleh sosok itu.

"Sayang, dia tidak apa-apa. Jangan menangis lagi." Tiba-tiba Mommy Kate datang dan merangkul bahu Alma dari belakang. Alma tidak menyadari kehadirannya karena terlalu sibuk fokus pada Daniel.

"Ma? Se-sebenarnya dia sakit apa Ma? Kenapa harus di opname?"

"Sakitnya tidak seserius itu sayang. Kamu tidak perlu khawatir berlebihan sayang."

"Ta-tapi Ma,"

"Tidak ada tapi-tapian. Berhubung istrimu sudah datang, Mommy akan pulang dulu." Mommy Kate

mengambil tas dan bersiap-siap untuk pulang.

"Untuk selanjutnya, Mommy serahkan dia padamu sayang. Tolong jaga dia untuk Mommy ya." Kate

menepuk-nepuk pundak Alma dan memeluknya. "Mommy pulang ya semuanya, see you soon." Dan Mommy Kate pun menghilang di balik pintu.

Pandangan Alma kembali fokus pada Daniel. Bulir-bulir airmata masih ada di sudut-sudut matanya.

"Kakak sakit apa? Kenapa tidak memberitahuku?"

"Aku baik-baik saja Al. Kamu pulanglah,"

"Aku tidak mau pulang!! Aku akan tetap di sini!"

"Aku beneran gak apa-apa Al,"

"Kak, sebenarnya Kakak sakit apa?"

"Aku hanya lelah Al. Aku tidak apa-apa,"

"Karena Kakak tidak mau memberitahuku, Aku akan bertanya langsung pada dokter!"

Alma pergi mencari dokter yang menangani Daniel. Hatinya berdebar-debar. Dia takut Daniel sakit parah dan berusaha menyembunyikan hal itu darinya. Tapi Mommy Kate berkata bahwa sakitnya Daniel tidak serius. Semoga saja apa yang di ucapkan Mommy Kate sesuai dengan

diagnosa dokter.

***

Happy  Reading ^^

Terpopuler

Comments

Nindi Silvana

Nindi Silvana

duhh Alma udh digituin SMA Daniel masih bgtu bgt khawatir nya kalo aku sih males ya hahaha🤭

2024-06-25

0

Supartini

Supartini

kasian sih sama alma tp ya sudah harus dijalani

2023-10-08

0

Dini Lestari

Dini Lestari

mungkin daniel lelah karna blm bisa nerima alma ,lma banget hti daniel luluh nya iihhh geregetan jdi nya

2023-09-21

0

lihat semua
Episodes
1 VISUAL PEMAIN
2 Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3 Ch 2 - Cinta dalam Diam
4 Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5 Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6 Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7 Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8 Ch 7 - Hati yang Patah
9 Ch 8 - Membawamu Pulang
10 Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11 Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12 Ch 11 - Perasaan Bersalah
13 Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14 Ch 13 - H-1
15 Ch 14 - Hari H
16 Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17 PENGUMUMAN
18 Ch 16 - Ingin Bertemu
19 Ch 17 - Bekal Makan Siang
20 Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21 Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22 Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23 Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24 Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25 Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26 Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27 Dia adalah EZRA
28 Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29 Ch 26 - Jangan Menjemputku
30 Ch 27 - Perasaan Marah
31 Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32 Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33 Ch 30 - Tubuhku Panas
34 Ch 31 - Karyawan Baru
35 Ch 32 - Makan di Kantin
36 Ch 33 - Amarah
37 Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38 Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39 Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40 Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41 Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42 Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43 Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44 Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45 Ch 42 - Nonton Film
46 Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47 Ch 44 - Maldives?
48 Ch 45 - Honeymoon
49 Ch 46 - Malam Kita
50 Ch 47 - Kecewa
51 Ch 48 - Menunggumu Pulang
52 Ch 49 - Lepaskan!!
53 Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54 Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55 Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56 Ch 53 - Aku Membencimu
57 Ch 54 - Menghindarimu
58 Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59 Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60 Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61 Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62 Ch 59 - Hamil??
63 Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64 Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65 Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66 Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67 Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68 Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69 Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70 Ch 67 - Cintai Aku
71 Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72 Ch 69 - Berdamai
73 Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74 Ch 71 - Mencintaimu
75 BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76 Ch 72 - My Hubbie
77 Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78 Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79 Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80 Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81 Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82 Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83 VISUAL LAGI
84 Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85 Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86 Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87 Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88 Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89 Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90 Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91 Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92 Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93 Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94 Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95 Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96 Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97 Ch 94 - Jujur Padaku
98 Ch 95 - Cupang
99 Ch 96 - Menemani Meeting
100 Ch 97 - Insecure?
101 Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102 Ch 99 - Permintaan Dareen
103 Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104 Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105 Ch 102- Direktur Terpilih
106 Ch 103 - Perasaan Dareen
107 Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108 Ch 105 - Sebuah Rahasia
109 Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110 Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111 Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112 Ch 109 - Positif
113 Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114 Ch 111 - Pertolongan Pertama
115 Ch 112 - Operasi
116 Ch 113 - Hasil Operasi
117 Ch 114 - Kondisi Daniel
118 Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119 Ch 116 - Calon Tersangka
120 Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121 Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122 Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123 Ch 120 - Metode Lain
124 Ch 121 - Melahirkan
125 Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126 Ch 123 - Perasaan Haru
127 Ch 124 - Belajar Memaafkan
128 Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129 VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130 Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131 Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132 Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133 Side Story 4 : Dareen & Allea
134 Side Story 5 : Princess Alice
135 Side Story 6 : Jordan & Mitha
136 Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137 Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138 Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139 Side Story 10 : Final (END)
140 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141 NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
VISUAL PEMAIN
2
Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3
Ch 2 - Cinta dalam Diam
4
Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5
Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6
Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7
Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8
Ch 7 - Hati yang Patah
9
Ch 8 - Membawamu Pulang
10
Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11
Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12
Ch 11 - Perasaan Bersalah
13
Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14
Ch 13 - H-1
15
Ch 14 - Hari H
16
Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17
PENGUMUMAN
18
Ch 16 - Ingin Bertemu
19
Ch 17 - Bekal Makan Siang
20
Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21
Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22
Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23
Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24
Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25
Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26
Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27
Dia adalah EZRA
28
Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29
Ch 26 - Jangan Menjemputku
30
Ch 27 - Perasaan Marah
31
Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32
Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33
Ch 30 - Tubuhku Panas
34
Ch 31 - Karyawan Baru
35
Ch 32 - Makan di Kantin
36
Ch 33 - Amarah
37
Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38
Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39
Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40
Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41
Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42
Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43
Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44
Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45
Ch 42 - Nonton Film
46
Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47
Ch 44 - Maldives?
48
Ch 45 - Honeymoon
49
Ch 46 - Malam Kita
50
Ch 47 - Kecewa
51
Ch 48 - Menunggumu Pulang
52
Ch 49 - Lepaskan!!
53
Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54
Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55
Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56
Ch 53 - Aku Membencimu
57
Ch 54 - Menghindarimu
58
Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59
Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60
Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61
Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62
Ch 59 - Hamil??
63
Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64
Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65
Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66
Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67
Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68
Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69
Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70
Ch 67 - Cintai Aku
71
Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72
Ch 69 - Berdamai
73
Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74
Ch 71 - Mencintaimu
75
BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76
Ch 72 - My Hubbie
77
Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78
Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79
Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80
Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81
Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82
Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83
VISUAL LAGI
84
Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85
Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86
Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87
Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88
Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89
Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90
Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91
Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92
Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93
Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94
Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95
Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96
Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97
Ch 94 - Jujur Padaku
98
Ch 95 - Cupang
99
Ch 96 - Menemani Meeting
100
Ch 97 - Insecure?
101
Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102
Ch 99 - Permintaan Dareen
103
Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104
Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105
Ch 102- Direktur Terpilih
106
Ch 103 - Perasaan Dareen
107
Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108
Ch 105 - Sebuah Rahasia
109
Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110
Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111
Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112
Ch 109 - Positif
113
Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114
Ch 111 - Pertolongan Pertama
115
Ch 112 - Operasi
116
Ch 113 - Hasil Operasi
117
Ch 114 - Kondisi Daniel
118
Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119
Ch 116 - Calon Tersangka
120
Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121
Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122
Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123
Ch 120 - Metode Lain
124
Ch 121 - Melahirkan
125
Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126
Ch 123 - Perasaan Haru
127
Ch 124 - Belajar Memaafkan
128
Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129
VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130
Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131
Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132
Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133
Side Story 4 : Dareen & Allea
134
Side Story 5 : Princess Alice
135
Side Story 6 : Jordan & Mitha
136
Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137
Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138
Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139
Side Story 10 : Final (END)
140
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141
NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!