Ch 15 - Malam Pertama Kita?

Alma terbangun karena suhu

ruangan yang dingin. Dia menatap sekelilingnya. Belum ada tanda-tanda Daniel

datang. Alma melihat pemandangan di luar. Pantulan cahaya matahari berwarna

cerah sudah tidak ada lagi, di gantikan oleh gelapnya malam.

Alma mengambil ponsel untuk

melihat waktu. Jam di ponsel menunjukkan pukul 01.15 WIB alias jam 1 pagi!!

Alma sudah tertidur selama sembilan jam dan Daniel belum pulang?!

Alma mengelilingi ruangan,

berusaha mencari keberadaan Daniel. Namun Daniel tidak ada di ruangan itu. Alma

mengambil ponsel dan menelepon nomor Daniel. Nomor itu aktif, namun tidak diangkat. Beberapa kali Alma mencoba menghubungi, namun tetap tidak ada yang mengangkat. Setelah panggilan ke sekian kalinya akhirnya ada yang mengangkat

panggilan itu.

"Kak, Kakak dimana?" tanyanya.

"Eum, maaf. Pemilik ponsel sedang tidur di depan Saya. Dia mabuk. Apakah Anda mengenalnya?"

"Saya istrinya."

"Bisakah Anda menjemput suami Anda? Dia dari sore di sini. Ini sedikit mengganggu bisnis Kami,"

"Anda dimana? Saya akan segera ke lokasi." Laki-laki itu memberitahu lokasinya. Ternyata Daniel masih berada di gedung yang sama dengannya. Dia sedang berada di bar hotel.

Alma mengenakan baju lengkap, kemudian dia pergi mencari Daniel. Raut wajahnya di penuhi dengan kekhawatiran. Mencari Daniel di tempat seperti itu mengingatkan Alma pada malam beberapa minggu yang lalu. Malam yang membuat mereka pada akhirnya menikah.

Alma melihat Daniel duduk di depan meja bartender dengan posisi kepala tertelungkup dan menjadikan tangan sebagai bantalan. Alma segera menghampirinya.

"Saya istrinya. Saya akan segera membawanya."

"Anda yakin bisa membawanya?"

"Saya rasa bisa. Saya pernah melakukan ini sebelumnya."

"Ohh," Bartender itu menatap Alma dengan penuh kasihan. Merasa hidup Alma pasti berat karena

memiliki suami pemabuk.

"Kak, bangun. Ayo Kita kembali ke kamar." Alma menggoyang-goyang tubuh Daniel dengan lembut.

Daniel bangun, matanya merah. Sepertinya pengaruh minuman masih menguasainya.

Dia tersenyum kecut melihat Alma.

"Ohh istriii kecilku,"

"Iya, Aku istrimu. Ayo bangun, Aku akan memapahmu."

"Aku ti-dak ma-u. Biar-kan Aku ti-dur di sini," Daniel menolak. Alma malas untuk berdebat, akhirnya

dia meminta bantuan orang untuk membawa Daniel ke kamar mereka.

Alma menatap Daniel yang sudah

tertidur pulas. Beberapa kali Daniel mengigau nama kakaknya, setiap kali itu terjadi dada Alma selalu sakit. Matanya mulai berkaca-kaca.

"Maaf ya Kak, pasti berat untukmu menikahiku. Maafkan Aku karena sudah tidak jujur. Maafkan keegoisanku. Tapi Aku tidak bisa melepaskanmu. Aku tidak bisa membiarkanmu di miliki wanita

lain. Bila hanya dengan cara seperti ini bisa membuatmu menikahiku, maka Aku

akan melakukannya. Aku akan membuatmu melupakan Kak Nisha. Aku akan

memberikanmu semua cintaku untukmu Kak. Aku akan membuatmu tidak bisa menolakku. Aku mencintaimu, suamiku," Alma mengecup dahi Daniel dengan lembut. Kemudian dia ikut merebahkan diri di ranjang. Sepanjang malam yang dilakukannya hanyalah menatap wajah Daniel dengan intens. Pikirannya melayang

kemana-mana. Menjelang subuh, Alma mulai tertidur. Itulah akhir dari malam

pertama mereka.

***

Daniel merasa sangat hangat dan berat. Perlahan-lahan dia membuka mata. Betapa terkejutnya dia melihat Alma bergelung di dadanya!! Instingnya ingin segera menjauhkan Alma dari tubuhnya, tapi karena melihat wanita itu tertidur dengan nyenyak pada akhirnya Daniel

hanya bisa diam, menahan diri.

Setiap pagi, semua laki-laki dengan kondisi tubuh normal dan segar akan mengalami apa yang sedang dialaminya sekarang. Ya, tubuh bagian bawahnya sedang tertindih kaki Alma yang

mulus.

Daniel menahan napas, berusaha memikirkan hal-hal yang lucu untuk merilekskan tubuhnya yang terbangun. Ketika pikirannya sudah rileks, kaki Alma mulai bergerak ke atas ke bawah seakan-akan mengusiknya agar kembali bangun. Dan benar saja, dengan seketika tubuhnya

kembali bereaksi.

"Huumm?" Alma mendesah. Kemudian dia mulai membuka mata. Daniel buru-buru menutup matanya, pura-pura tertidur.

Alma melirik Daniel yang masih tidur. Kemudian tatapan mata Alma beralih pada kakinya yang sedang menindih tubuh Daniel.

"Akhhp!!" Alma terkesiap. Tanpa sadar dia berteriak sembari menutup mulutnya. Alma cepat-cepat memindahkan posisi kakinya. Dia kembali melirik Daniel yang masih tertidur

dengan sikap aneh. Alma buru-buru turun dari ranjang. Mata Alma tanpa sadar

kembali menatap bagian tubuh Daniel. Wajah Alma kembali memerah karena malu.

Dia segera keluar dari kamar itu, dan memilih ke kamar mandi.

Selepas Alma pergi, Daniel langsung membuka mata. Dia cepat-cepat menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Rasa malu membakar seluruh tubuhnya. Rasanya sangat memalukan Alma melihatnya dalam kondisi seperti itu. Meskipun mereka berdua pernah melakukan hubungan

itu, tapi saat itu dia sedang tidak sadar sehingga tidak bisa mengingat kejadian itu dengan jelas.

Daniel masih bertanya-tanya, bagaimana dia bisa berakhir seranjang dengan Alma lagi? Seingatnya kemarin sore dia masih minum-minum di bar, kenapa pagi ini dia sudah berada di ranjang? Apa

Alma kembali mencari dan membawanya pulang? Hah, dia benar-benar laki-laki yang menyusahkan.

Sebenarnya sore itu Daniel sengaja meninggalkan Alma sendiri. Bukan karena dia benci Alma, tapi dia butuh waktu untuk memikirkan segalanya dan menata perasaannya. Saat ini dia sudah

berstatus sebagai suami Alma. Meskipun dia tidak mencintai Alma sebagai wanita,

tapi dia menyayangi Alma seperti adik kandungnya sendiri. Rasanya akan sangat

tidak adil bagi Alma bila dia terus-terusan memikirkan Nisha. Mungkin dia selamanya tidak akan bisa mencintai Alma, tapi dia tetap harus melupakan Nisha. Wanita itu sudah tak terjangkau lagi. Apapun yang dilakukannya tidak akan

membuat wanita itu menjadi miliknya lagi. Dia harus mengubur perasaannya dalam-dalam.

Memikirkan akan melupakan Nisha

membuat Daniel stres. Satu-satunya hal yang bisa membuatnya melupakan segalanya

hanyalah dengan minuman. Untuk itulah dia minum sore itu. Sebagai perayaan bagi

keputusannya untuk melupakan Nisha. Mengatakan memang mudah, tapi mempraktikkannya pasti berat. Entah butuh waktu berapa lama baginya agar bisa melupakan Nisha?

Sore itu mungkin dia minum terlalu banyak, sehingga pada akhirnya dia kembali berakhir di pelukan Alma. Sungguh laki-laki bodoh, hah.

Karena pernikahan mereka sangat

mendadak, masih banyak hal yang belum dia bicarakan dengan Alma. Misal masalah

tempat tinggal? Sepertinya dia harus segera melakukan pembicaraan serius dengan Alma.

Daniel membuka selimut dan turun dari ranjang. Kemudian dia duduk di kursi yang terletak di ruang santai. Dengan tenang dia menunggu Alma keluar dari kamar mandi.

Setelah hampir dua puluh menit menunggu, akhirnya Alma keluar dari kamar mandi.

"Al ada yang harus Kita bicarakan."

"A-apa Kak?" Alma kaget melihat Daniel sudah duduk dengan tenang.

"Mengenai masa depanmu. Tapi sebaiknya Kita pulang dulu. Kita bicarakan masalah ini bersama dengan keluargamu."

"Aku bisa membuat keputusan sendiri Kak,"

"Jangan. Kita bicarakan di rumah saja. Siap-siap, Kita akan segera check out."

"Eh iya Kak,"

Alma menuruti perintah Daniel. Dia segera membereskan barang-barangnya dan mereka segera check out dari kamar super mewah itu. Di sepanjang perjalanan hanya ada keheningan. Mereka terlalu sungkan dengan satu sama lain untuk memulai pembicaraan. Beberapa puluh menit kemudian mereka sampai di rumah Bu Rusmi. Daniel menatap sekelilingnya, dia

berharap Nisha dan laki-laki itu sudah pulang. Harapannya berhasil, keluarga Nisha sudah kembali ke Jakarta. Daniel menghela napas lega.

"Ada apa ini Nak? Sepertinya ada hal penting yang mau di bicarakan?"

"Iya Bu, ini masalah masa depan Alma."

***

Happy Reading ^^

Terpopuler

Comments

Supartini

Supartini

pelan pelan alma

2023-10-08

0

Dini Lestari

Dini Lestari

danil msh merasa canggung ya wajarlah dari adik jdi istri ,tpi lama kelamaan mgkin danil bisa menerima, semoga saja

2023-09-21

0

SUGA 💙💚💛💜💝💘

SUGA 💙💚💛💜💝💘

yakin nih gc bakal bisa cinta sama alma?? ok gpp 😊 semoga aja alma banyak cogan beruang yg mendekati hehehe karma cinta biasanya ada

2023-07-15

1

lihat semua
Episodes
1 VISUAL PEMAIN
2 Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3 Ch 2 - Cinta dalam Diam
4 Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5 Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6 Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7 Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8 Ch 7 - Hati yang Patah
9 Ch 8 - Membawamu Pulang
10 Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11 Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12 Ch 11 - Perasaan Bersalah
13 Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14 Ch 13 - H-1
15 Ch 14 - Hari H
16 Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17 PENGUMUMAN
18 Ch 16 - Ingin Bertemu
19 Ch 17 - Bekal Makan Siang
20 Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21 Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22 Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23 Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24 Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25 Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26 Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27 Dia adalah EZRA
28 Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29 Ch 26 - Jangan Menjemputku
30 Ch 27 - Perasaan Marah
31 Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32 Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33 Ch 30 - Tubuhku Panas
34 Ch 31 - Karyawan Baru
35 Ch 32 - Makan di Kantin
36 Ch 33 - Amarah
37 Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38 Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39 Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40 Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41 Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42 Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43 Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44 Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45 Ch 42 - Nonton Film
46 Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47 Ch 44 - Maldives?
48 Ch 45 - Honeymoon
49 Ch 46 - Malam Kita
50 Ch 47 - Kecewa
51 Ch 48 - Menunggumu Pulang
52 Ch 49 - Lepaskan!!
53 Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54 Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55 Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56 Ch 53 - Aku Membencimu
57 Ch 54 - Menghindarimu
58 Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59 Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60 Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61 Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62 Ch 59 - Hamil??
63 Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64 Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65 Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66 Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67 Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68 Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69 Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70 Ch 67 - Cintai Aku
71 Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72 Ch 69 - Berdamai
73 Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74 Ch 71 - Mencintaimu
75 BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76 Ch 72 - My Hubbie
77 Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78 Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79 Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80 Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81 Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82 Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83 VISUAL LAGI
84 Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85 Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86 Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87 Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88 Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89 Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90 Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91 Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92 Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93 Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94 Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95 Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96 Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97 Ch 94 - Jujur Padaku
98 Ch 95 - Cupang
99 Ch 96 - Menemani Meeting
100 Ch 97 - Insecure?
101 Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102 Ch 99 - Permintaan Dareen
103 Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104 Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105 Ch 102- Direktur Terpilih
106 Ch 103 - Perasaan Dareen
107 Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108 Ch 105 - Sebuah Rahasia
109 Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110 Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111 Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112 Ch 109 - Positif
113 Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114 Ch 111 - Pertolongan Pertama
115 Ch 112 - Operasi
116 Ch 113 - Hasil Operasi
117 Ch 114 - Kondisi Daniel
118 Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119 Ch 116 - Calon Tersangka
120 Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121 Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122 Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123 Ch 120 - Metode Lain
124 Ch 121 - Melahirkan
125 Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126 Ch 123 - Perasaan Haru
127 Ch 124 - Belajar Memaafkan
128 Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129 VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130 Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131 Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132 Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133 Side Story 4 : Dareen & Allea
134 Side Story 5 : Princess Alice
135 Side Story 6 : Jordan & Mitha
136 Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137 Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138 Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139 Side Story 10 : Final (END)
140 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141 NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
VISUAL PEMAIN
2
Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3
Ch 2 - Cinta dalam Diam
4
Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5
Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6
Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7
Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8
Ch 7 - Hati yang Patah
9
Ch 8 - Membawamu Pulang
10
Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11
Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12
Ch 11 - Perasaan Bersalah
13
Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14
Ch 13 - H-1
15
Ch 14 - Hari H
16
Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17
PENGUMUMAN
18
Ch 16 - Ingin Bertemu
19
Ch 17 - Bekal Makan Siang
20
Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21
Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22
Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23
Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24
Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25
Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26
Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27
Dia adalah EZRA
28
Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29
Ch 26 - Jangan Menjemputku
30
Ch 27 - Perasaan Marah
31
Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32
Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33
Ch 30 - Tubuhku Panas
34
Ch 31 - Karyawan Baru
35
Ch 32 - Makan di Kantin
36
Ch 33 - Amarah
37
Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38
Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39
Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40
Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41
Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42
Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43
Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44
Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45
Ch 42 - Nonton Film
46
Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47
Ch 44 - Maldives?
48
Ch 45 - Honeymoon
49
Ch 46 - Malam Kita
50
Ch 47 - Kecewa
51
Ch 48 - Menunggumu Pulang
52
Ch 49 - Lepaskan!!
53
Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54
Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55
Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56
Ch 53 - Aku Membencimu
57
Ch 54 - Menghindarimu
58
Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59
Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60
Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61
Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62
Ch 59 - Hamil??
63
Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64
Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65
Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66
Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67
Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68
Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69
Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70
Ch 67 - Cintai Aku
71
Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72
Ch 69 - Berdamai
73
Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74
Ch 71 - Mencintaimu
75
BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76
Ch 72 - My Hubbie
77
Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78
Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79
Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80
Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81
Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82
Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83
VISUAL LAGI
84
Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85
Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86
Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87
Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88
Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89
Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90
Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91
Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92
Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93
Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94
Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95
Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96
Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97
Ch 94 - Jujur Padaku
98
Ch 95 - Cupang
99
Ch 96 - Menemani Meeting
100
Ch 97 - Insecure?
101
Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102
Ch 99 - Permintaan Dareen
103
Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104
Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105
Ch 102- Direktur Terpilih
106
Ch 103 - Perasaan Dareen
107
Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108
Ch 105 - Sebuah Rahasia
109
Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110
Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111
Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112
Ch 109 - Positif
113
Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114
Ch 111 - Pertolongan Pertama
115
Ch 112 - Operasi
116
Ch 113 - Hasil Operasi
117
Ch 114 - Kondisi Daniel
118
Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119
Ch 116 - Calon Tersangka
120
Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121
Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122
Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123
Ch 120 - Metode Lain
124
Ch 121 - Melahirkan
125
Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126
Ch 123 - Perasaan Haru
127
Ch 124 - Belajar Memaafkan
128
Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129
VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130
Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131
Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132
Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133
Side Story 4 : Dareen & Allea
134
Side Story 5 : Princess Alice
135
Side Story 6 : Jordan & Mitha
136
Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137
Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138
Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139
Side Story 10 : Final (END)
140
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141
NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!