"Ayo pulang." Alma menyentuh bahu Daniel. Dia menarik tangan Daniel agar segera berdiri dari
duduknya.
Daniel maupun wanita itu menatap Alma dengan bingung. Daniel tersenyum melihat Alma. Wajah pria itu merah, sepertinya sudah benar-benar mabuk.
"Girl,"
"Kamu kenal dia?" tanya wanita itu. Daniel tidak menjawab. Dia hanya tersenyum bodoh melihat Almabdatang.
"Saya istrinya. Saya akan membawanya pulang. Terima kasih sudah menemani suami Saya minum." Alma membantu Daniel berdiri. Daniel memeluk Alma.
"Girl, I miss You so much," bisiknya lirih. Kata-katanya terdengar dalam dan menyedihkan.
"Ya, Aku juga merindukanmu." bisik Alma.
"Dasar br*ngsek. Sudah punya istri masih saja bermain-main dengan wanita lain!!" Wanita itu pergi dengan marah. Mulutnya tak berhenti mengomel.
Alma memapah Daniel keluar dari klub. Tubuh Daniel sangat tinggi dan atletis sedangkan tubuh Alma kecil mungil. Untungnya Daniel masih bisa berjalan, meskipun terseok-seok.
Alma memanggil taksi yang terparkir di pinggir jalan. Dengan bantuan supir, dia memasukkan Daniel ke dalam taksi. Di sepanjang perjalanan, Daniel memeluknya dengan erat.
"Girl, I miss you. I miss you. Please don't leave me," Mulut Daniel menceracau tidak jelas.
Alma hanya bisa diam. Dia tahu Daniel salah sangka terhadapnya. Daniel mengira
dirinya adalah Nisha. Meskipun hatinya sakit, tapi Alma masih bisa menahannya.
Sakit hati yang dirasakannya sekarang tidak sebanding dengan sakit yang dirasakan Daniel. Pria itu pasti begitu terpuruk. Hatinya hancur berkeping-keping. Untuk melupakan rasa sakit hatinya, Daniel memilih mabuk-mabukan sembari
bermain perempuan. Alma memahaminya.
Sesampainya di hotel, Alma meminta bantuan bell boys untuk membawa Daniel ke dalam kamar. Bell boys membantu Alma membawa Daniel. Sesampainya di kamar dia merebahkan Daniel di ranjang.bSetelah memberikan tips, bell boys meninggalkan mereka berdua.
Alma menatap Daniel dengan sedih. Pria yang selalu tersenyum ceria di depannya sudah tidak ada lagi. Yangbtersisa hanya pria menyedihkan yang sedang patah hati.
Alma mendekati Daniel. Pelan-pelan dia membuka sepatu Daniel. Kemudian dia mulai beralih pada kemeja Daniel. Dia bermaksud untuk melonggarkan kancing kemeja itu. Ketika Alma tengah menyentuh kancing baju, tiba-tiba Daniel memegang tangannya. Dengan sekali
gerakan dia memeluk tubuh Alma dan berguling di atasnya. Tanpa Alma sadari, dia
sudah berada di bawah tubuh Daniel.
"Girl, Ka-mu tahu Aku sa-ngat mencintaimuuu. Ta-pi mengapa Ka-mu meninggalkan-ku?"(untuk percakapan seterusnya adalah bahasa Inggris, tapi karena Author tidak bisa bahasa Inggris
jadi Author bahasa Indonesia kan saja 🤭✌️)
"Ka-mu tahu Aku su-dah menunggu-mu selama lima tahun ini. Aku ber-harap suatu saat nanti perasaan-mubberubah. Ka-mu akan mem-buka hatimu dan mencintai-ku, hiks..." Dengan
terbata-bata Daniel mengungkapkan unek-unek di hatinya. Daniel menangis. Mabuk membuat pikirannya tidak jernih. Dia menunjukkan sisi kepribadiannya yang paling rapuh yang belum pernah ditunjukkan pada orang lain.
"Apa Ka-mu bisa membayang-kan perasaanku begitu melihat-mu bersama-nyaaa? Hatiku sangat sakiiiiit. Sakit sekaliiiii. Dada-ku terasa tercabik-cabik. Bagai-mana mungkin Ka-mu kembali pada-nyaaa? Tidak-kah Kamu ingat perlakuan keluarga-nya terhadap-mu? Apa Kamu
tidak ingat penderi-taan itu Girl?" Daniel memukul-mukul dadanya sendiri
untuk menunjukkan rasa sakit di hatinya.
"A-ku akan memperlakukan-mu dengan baik. A-ku tidak akan menyakitimuuu. Aku akan membuat-mu dan Zoey bahagia. Ja-di, please kembali padaku yaaaa? To-long tinggalkan diaaa. Akubakan membuat-mu menjadi wanita yang paling bahagia," Daniel masih menangis.
Alma ikut menangis setiap kali mendengarkan percakapan satu arah itu.
"Ke-napa Kamu tidak bisa mencintaiku? Apa yang kurang dari-ku? Katakan padaku, A-ku akan
memperbaikinya,"
"Tidak ada yang perlu diperbaiki. Kamu sudah sangat sempurna," Alma menjawab sendu. Dia meraih wajah Daniel dengan kedua tangannya
"Lalu mengapa Kamu tidak mencintaiku?"
"Dari dulu Aku sudah mencintaimu. Kamu saja yang tidak menyadarinya." Alma terbawa suasana.
Dari dulu dia ingin mengatakan pada Daniel, bahwa dia mencintainya. Tapi dia
terlalu pengecut untuk melakukannya. Mungkin saat ini adalah satu-satunya kesempatan yang di milikinya. Meskipun Daniel menganggapnya sebagai Nisha, tapi setidaknya dia sudah mengungkapkan isi hatinya.
"Benarkah Kamu mencintaiku?"
"Ya, sangat."
"Girl, Kamu benar-benar mencintaiku? Kamu tidak akan menarik kata-katamu?"
"Ya."
"Ka-mu ti-dak akan kembali padanyaaa?”
“Ya.”
“Girl, I love You,” Daniel segera membungkam mulut Alma dengan mulutnya. Mengecup dan mengecap rasa bibirbitu. Mengekplorenya secara perlahan-lahan. Pelan-pelan Daniel memasuki mulut Alma. Lidahnya mengekplore kedalaman rongga bibir Alma yang hangat. Alma yang
terkejut hanya bisa terdiam. Dia benar-benar tidak menyangka Daniel akan menciumnya seperti itu!
Alma membiarkan Daniel menjelajah. Lambat laun Alma mulai terhanyut juga. Dia memejamkan mata dan mulai merengkuh kepala Daniel. Membuat ciuman itu semakin dalam. Lama mereka saling bertautan lidah. Saling mengecap dan menyesap. Saling mengigiti bibir dengan lembut.bLambat laun ciuman mereka semakin dalam. Tangan Daniel tidak bisa diam.
Tangannya mulai menjelajahi pinggang Alma. Memeluk Alma dengan lebih erat.
Menempelkan tubuh Alma pada tubuhnya. Daniel mulai mengecupi leher Alma. Tangannya bergerilya. Semakin lama tangan Daniel bergerak semakin ke atas. Pada akhirnya tangan itu berhenti pada gundukan hangat dan mulai meremasnya.
Alma terkesiap. Dia sangat terkejut dengan perlakuan Daniel. Dengan spontanitas dia segera mendorong tubuh Daniel menjauh.
“Le-lepaskan Aku. Ini-ini sudah terlalu jauh,” Alma beringsut. Dia segera membenahi bajunya yang mulai awut-awutan. Alma berusaha menjauh dari ranjang. Namun sebelum dia sampai di
ujung ranjang, tubuhnya dipeluk dari belakang.
“Ja-ngan tinggal-kan Akuuu…” Daniel mengecupi leher Alma. Tangannya kembali bergerilya. Meremasi dada Alma dengan nafsu.
“Kak!! Ini terlalu jauh. Jangan lakukan ini. Lepaskan Aku.” Alma berusaha menjauh, namun Daniel tidak mengijinkan. Dia tetap mengecupi leher Alma dan mengigiti telinganya.
“Nisha, jangan tinggalkan Aku. A-ku tidak bisa hidup tanpamu,” Daniel mulai terisak lagi. Tubuh Alma menjadi kaku. Lagi-lagi nama kakaknya yang dipanggil.
Daniel, tatap Aku!! Ini Aku!!
Aku Alma, bukan Tanisha!! Tidak adakah Aku di hatimu meskipun hanya sedikit?bMengapa yang Kamu ingat selalu Kakakku?! Aku mencintaimu!! Aku mencintaimu!!
Ingin rasanya Alma meneriakkan kata-kata itu. Hatinya sangat sakit. Alma membalikkan tubuhnya. Dia menatap Daniel yang menunduk. Airmata tampak membanjiri wajah Daniel. Alma ikut menangis. Dia mengabaikan rasa sakit hatinya sendiri. Hatinya lebih sakit
setiap kali melihat Daniel yang rapuh seperti ini.
“Girl, jangan tinggalkan Aku,” Daniel meraih tangan Alma. Menahan Alma agar tidak menjauh darinya. Wajahnya masih tertunduk. Dia benar-benar bukan Daniel yang Alma kenal selama ini. Hati
Alma seperti jatuh. Rasa sakitnya sungguh tidak tertahankan. Dia tidak ingin laki-laki yang dicintainya menjadi terpuruk seperti ini. Andaikan rasa sakit bisa berpindah, dia ingin rasa sakit yang di alami Daniel berpindah padanya.
Dia tidak ingin Daniel merasakan penderitaan patah hati!
Alma memeluk Daniel di dadanya. Tubuhnya bergetar karena tangis.
“Aku, Aku tidak akan meninggalkanmu,” bisiknya parau. Dan Alma pun mulai mencium kening Daniel dengan lembut.
***
Happy Reading ^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Supartini
akan kah teradi kayak nisa
2023-10-07
1
Dini Lestari
berani jga c alma ,seperti bkn orang kampung yg kata nya lugu dan polos ,ini d luar dugaan mungkin karna cinta yg mendalam
2023-09-21
1
SUGA 💙💚💛💜💝💘
😂😂😂😂 boleh juga gaya inces
2023-07-15
1