Ch 17 - Bekal Makan Siang

Alma berteriak-teriak memanggil

Daniel yang tengah berjalan ke pintu utama gedung dengan diikuti belasan pria

di belakangnya. Daniel menoleh, untuk mencari suara yang memanggilnya. Tatapan

matanya bertemu dengan Alma. Raut wajahnya terlihat sangat terkejut. Tanpa

sadar Daniel menghentikan langkahnya.

"Kak, ini Aku! Aku bawa makan siang." Alma berjalan ke arah Daniel sembari melambai-lambaikan bekal yang di bawanya. Raut wajah Alma terlihat sangat senang bisa bertemu

dengan Daniel.

Daniel tersadar dari terkejutnya. Sebelum Alma lebih dekat dengannya, dia memalingkan wajah dan meneruskan langkahnya dengan cepat.

"Kak! Kak Daniel! Tunggu Aku. Aku bawa makanan kesukaan Kakak." Alma berusaha mengejar, namun tubuhnya ditahan oleh pihak keamanan yang berjaga di sana.

"Le-lepaskan Pak. Aku bukan orang jahat. Aku mau ketemu dengan Kak Daniel."

"Maaf Nona, sepertinya Anda harus membuat janji dulu untuk bertemu beliau. Beliau sedang tidak bisa ditemui sekarang."

"Ta-tapi Aku hanya mau memberinya makanan ini."

"Maaf Nona, tidak bisa."

Alma berusaha melepaskan diri, namun tidak bisa. Pihak keamanan baru melepaskannya setelah melihat bos mereka memasuki mobil.

"Silakan Nona pulang. Buatlah janji lebih dulu sebelum bertemu dengan beliau agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi."

Alma terduduk dengan lemas. Dia yakin Daniel melihatnya, tatapan mata mereka bertemu. Tapi mengapa Daniel mengacuhkannya? Apa Daniel malu melihatnya? Apa Daniel malu memiliki istri

seperti dirinya? Tanpa sadar mata Alma mulai berkaca-kaca. Lama dia duduk di

kursi lobby gedung itu sebelum memutuskan untuk pulang.

Alma pulang ke apartemen dengan

sedih. Di sepanjang perjalanan dia menangis. Sesampainya di apartemen, dia meletakkan bekal buatannya di meja dan berjalan ke kamarnya.

"Kok sudah pulang Non? Sudah bertemu dengan Tuan? Kenapa bekalnya masih di sini?" Wanita paruh baya bernama bu Ida itu mengikuti Alma.

"Bekalnya Bibi aja yang makan. Aku mau tidur aja Bi." Alma masuk ke kamar dan menutup pintu. Di

dalam kamar dia mulai terisak-isak lagi. Dia sedih karena Daniel berpura-pura tidak mengenalnya. Mungkin dia memang tidak pantas berada di sisi pria itu. Dia yang tidak tahu diri. Seharusnya dia tidak ke kantor pria itu dan mempermalukannya. Kejadian ini sepenuhnya adalah kesalahannya.

***

Daniel masih berusaha untuk menormalkan debaran jantungnya. Dia terkejut melihat Alma berada di perusahaannya. Untuk apa gadis kecil itu datang? Apa karena dia lama tidak

pulang? Atau karena terlalu banyak waktu luang? Ah ya!! Dia lupa mendaftarkan Alma di kampus!! Pantas saja gadis itu memiliki waktu untuk berkeliaran di perusahaannya! Gadis itu pasti bingung harus melakukan apa. Maka dari itu gadis

itu datang mencarinya.

"Setelah meeting ini selesai, antarkan Aku pulang."

"Siap Bos. Mau bertemu dengan istri kecil ya Bos?" bisik asisten Tito jail.

"Diam." Daniel mendelikkan mata pada Tito yang masih tersenyum jail.

Meeting dengan para petinggi grup H itu selesai dua jam kemudian. Tito langsung mengantar bosnya ke apartemen.

"Tadi Kamu melihatnya kan?"

"Nyonya kecil? Ya, Saya melihatnya. Kasihan sekali dia. Seharusnya tadi Anda menghampirinya,"

"Ada banyak mata yang memperhatikan."

"Dia pasti sedih."

"Tidak mungkin. Alma bukan orang yang seperti itu. Dia gadis yang kuat, tidak mungkin sedih karena hal sepele seperti ini."

"Tapi bila menyangkut Anda, Saya yakin dia tidak sekuat yang Anda kira Bos."

"Maksudnya?"

"Hehe, tidak ada maksud apa-apa,"

"Untuk apa dia datang ke kantor? Apa Kamu tahu alasannya?"

"Hemmm," Tito tampak berpikir. "Tadi Saya melihat dia melambai-lambaikan kotak makan. Mungkin dia datang untuk membawakan makan siang untuk Anda?"

"Serius?"

"Sepertinya begitu Bos. Coba Anda tanyakan langsung padanya."

Tito melajukan kendaraan, menembus arus lalu lintas yang padat. Sesampainya di apartemen, Daniel langsung mencari Alma.

"Dimana dia?" tanya Daniel pada bu Ida.

"Tu-tuan sudah pulang? Nona di kamarnya Tuan." Bu Ida menjawab dengan takut-takut.

Daniel segera pergi ke kamar Alma. Dia mengetuk pintu itu dengan pelan.

Tok...Tok...Tok...

"Al, ini Aku. Buka pintunya."

Tidak ada jawaban.

"Al? Aku buka pintunya ya." Daniel memegang handle pintu, bersiap-siap untuk membuka. Tapi

sejurus kemudian pintu terbuka dari dalam.

"Iya Kak?" Mata Alma bengkak karena menangis.

"Kenapa matamu bengkak?"

"Gak apa-apa Kak. Ada apa Kak?" Alma bertanya dengan takut-takut.

"Mana makan siangku?"

"Hah?"

"Tadi Tito melihatmu melambai-lambaikan kotak makan, bukankah itu makan siangku?"

"Hah? Eh iy-ya Kak,"

"Dimana sekarang? Aku lapar."

"Eh sebentar Kak, tadi Aku taruh di meja, Aku ambilkan dulu Kak," Masih dengan perasaan bingung Alma pergi ke ruang makan, mencari-cari kotak bekal yang di siapkannya tadi.

"Cari apa Non?"

"Eh bekal yang di sini tadi mana ya Bi?"

"Bekal yang Nona buat? Sudah Bibi makan Non. Katanya bekalnya buat Bibi?" Bu Ida bertanya dengan bingung.

"Eh iya sih. Berarti sudah habis ya Bi?"

"Iya Non, kebetulan Bibi juga lapar banget. Kenapa memangnya Non?"

"Nggak, nggak apa-apa Bi." Alma melangkah lunglai. Daniel mencari makanannya dan makanan itu sudah habis, apa yang harus di lakukannya? Haruskah dia memasak lagi? Sudikah Daniel untuk

menunggu?

Alma pergi ke ruang kerja, dia melihat Daniel sedang berbicara dengan asistennya.

"Emm Kak,"

"Ya Al? Mana makananku?"

"Kak, Aku masakin lagi ya. Tadi makanannya sudah habis. Kakak mau menunggu kan?" Alma berharap-harap cemas.

Tadi dia begitu khawatir Daniel akan marah dan menceraikannya. Dia sudah menyiapkan hati bila laki-laki itu marah. Ternyata Daniel tidak marah, laki-laki itu malah datang untuk menanyakan

bekal makan siang yang dia buat. Bukankah ini kejadian yang sangat langka? Dia tidak boleh membuang kesempatan ini. Dia harus melayani Daniel dengan baik, dalam hal apapun termasuk makanan.

"Nggak apa-apa Al. Nggak usah masak lagi. Nanti malah merepotkan Kamu. Aku akan makan di luar,"

"Nggak-nggak Kak. Sama sekali

nggak merepotkan. Tunggu ya Kak, setengah jam lagi makanannya siap." tanpa menunggu jawaban Daniel, Alma segera pergi ke dapur dengan terburu-buru.

Alma memasak bahan yang tersisa

dan mudah untuk dibuat. Dia membuat sushi. Tangannya bergerak dengan cepat.

Sementara Bu Ida hanya memperhatikan dengan takjub. Dua puluh menit kemudian,

sushi buatannya selesai. Alma segera pergi ke ruang kerja Daniel lagi.

Laki-laki itu tampak sendiri. Asisten Tito tidak tampak di manapun.

"Kak, makanannya sudah siap."

"Oh ya? Cepet banget Al?"

"Iya Kak, Aku masak seadanya,"

Mereka pergi ke ruang makan. Daniel tampak antusias melihat sushi di depan matanya. Dia duduk dan menyantap sushi itu dengan lahap. Alma menatap Daniel dengan harap-harap cemas.

"Ba-bagaimana rasanya Kak?"

"Ini sih enak banget Al. Nggak kalah sama restoran bintang lima. Belajar darimana Al? Pinter banget Kamu masaknya."

"Beneran Kak? Kakak nggak bohong kan?"

"Mana mungkin bohong? Untuk

apa bohong sama adik sendiri?" Daniel terus mengunyah. Dia tidak sadar dengan pemilihan kata-katanya membuat Alma mengernyit menahan sakit.

"Kalau Kakak suka, Aku akan buatkan kapan pun Kakak mau,"

"Beneran ya?"

"Iy-ya Kak,"

"Little,"

"Iya Kak?"

"Tadi Aku minta maaf ya. Aku tidak bermaksud untuk mengacuhkanmu. Banyak mata yang melihat. Lain kali jangan ke kantor lagi ya."

"Iy-ya Kak. Aku juga minta maaf Kak. Aku yang salah. Aku ke kantor tanpa memberitahu Kakak. Kakak pasti," Malu terlihat mengenalku.

Malu terlihat bersamaku. Karena Aku tidak sepadan dengan Kakak. Benar seperti

itu kan?

"Lain kali Aku tidak akan ke kantor lagi Kak,"

"Gadis baik," Daniel menepuk-nepuk kepala Alma dengan lembut. Seperti tepukan orang tua kepada

anaknya. "Kalau ada apa-apa hubungi Aku saja. Aku akan segera datang. Meskipun status Kita sudah menikah, tapi hubungan Kita akan tetap sama seperti dulu. Anggap Aku sebagai kakakmu. Jangan sungkan-sungkan untuk meminta bantuan.

Oke?"

"Iya Kak," Alma menelan ludah yang terasa pahit.

"Aku lupa mendaftarkanmu kuliah Al. Tito akan mengurus semuanya. Mungkin minggu depan Kamu sudah bisa kuliah."

"Iya Kak." Sebenarnyabila diharuskan memilih, Alma lebih memilih berada di sisi Daniel dibandingkan harus kuliah. Tapi Daniel pasti tidak akan setuju.

"Untuk beberapa hari kedepan Aku akan jarang pulang, tapi begitu pekerjaan selesai Aku usahakan untuk pulang. Selama Aku tidak ada di rumah, ada Bu Ida dan Pak Tohir yang akan

menemanimu. "

"Iy-ya Kak,"

"Aku akan kembali ke kantor lagi."

***

Happy Reading ^^

Terpopuler

Comments

Nindi Silvana

Nindi Silvana

harus banyak sabar Al menghadapi Daniel, biarin nnti kamu dikampus ketemu seseorang biar Daniel tahu rasa tuh haha

2024-06-25

1

Nindi Silvana

Nindi Silvana

kurang ajar ya si Daniel😡

2024-06-25

0

She Imoed

She Imoed

harus banyak sabar ya Alma

2023-10-26

0

lihat semua
Episodes
1 VISUAL PEMAIN
2 Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3 Ch 2 - Cinta dalam Diam
4 Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5 Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6 Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7 Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8 Ch 7 - Hati yang Patah
9 Ch 8 - Membawamu Pulang
10 Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11 Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12 Ch 11 - Perasaan Bersalah
13 Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14 Ch 13 - H-1
15 Ch 14 - Hari H
16 Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17 PENGUMUMAN
18 Ch 16 - Ingin Bertemu
19 Ch 17 - Bekal Makan Siang
20 Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21 Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22 Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23 Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24 Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25 Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26 Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27 Dia adalah EZRA
28 Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29 Ch 26 - Jangan Menjemputku
30 Ch 27 - Perasaan Marah
31 Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32 Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33 Ch 30 - Tubuhku Panas
34 Ch 31 - Karyawan Baru
35 Ch 32 - Makan di Kantin
36 Ch 33 - Amarah
37 Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38 Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39 Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40 Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41 Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42 Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43 Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44 Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45 Ch 42 - Nonton Film
46 Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47 Ch 44 - Maldives?
48 Ch 45 - Honeymoon
49 Ch 46 - Malam Kita
50 Ch 47 - Kecewa
51 Ch 48 - Menunggumu Pulang
52 Ch 49 - Lepaskan!!
53 Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54 Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55 Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56 Ch 53 - Aku Membencimu
57 Ch 54 - Menghindarimu
58 Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59 Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60 Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61 Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62 Ch 59 - Hamil??
63 Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64 Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65 Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66 Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67 Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68 Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69 Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70 Ch 67 - Cintai Aku
71 Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72 Ch 69 - Berdamai
73 Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74 Ch 71 - Mencintaimu
75 BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76 Ch 72 - My Hubbie
77 Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78 Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79 Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80 Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81 Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82 Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83 VISUAL LAGI
84 Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85 Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86 Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87 Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88 Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89 Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90 Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91 Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92 Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93 Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94 Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95 Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96 Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97 Ch 94 - Jujur Padaku
98 Ch 95 - Cupang
99 Ch 96 - Menemani Meeting
100 Ch 97 - Insecure?
101 Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102 Ch 99 - Permintaan Dareen
103 Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104 Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105 Ch 102- Direktur Terpilih
106 Ch 103 - Perasaan Dareen
107 Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108 Ch 105 - Sebuah Rahasia
109 Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110 Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111 Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112 Ch 109 - Positif
113 Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114 Ch 111 - Pertolongan Pertama
115 Ch 112 - Operasi
116 Ch 113 - Hasil Operasi
117 Ch 114 - Kondisi Daniel
118 Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119 Ch 116 - Calon Tersangka
120 Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121 Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122 Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123 Ch 120 - Metode Lain
124 Ch 121 - Melahirkan
125 Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126 Ch 123 - Perasaan Haru
127 Ch 124 - Belajar Memaafkan
128 Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129 VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130 Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131 Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132 Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133 Side Story 4 : Dareen & Allea
134 Side Story 5 : Princess Alice
135 Side Story 6 : Jordan & Mitha
136 Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137 Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138 Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139 Side Story 10 : Final (END)
140 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141 NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
VISUAL PEMAIN
2
Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3
Ch 2 - Cinta dalam Diam
4
Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5
Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6
Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7
Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8
Ch 7 - Hati yang Patah
9
Ch 8 - Membawamu Pulang
10
Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11
Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12
Ch 11 - Perasaan Bersalah
13
Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14
Ch 13 - H-1
15
Ch 14 - Hari H
16
Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17
PENGUMUMAN
18
Ch 16 - Ingin Bertemu
19
Ch 17 - Bekal Makan Siang
20
Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21
Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22
Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23
Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24
Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25
Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26
Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27
Dia adalah EZRA
28
Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29
Ch 26 - Jangan Menjemputku
30
Ch 27 - Perasaan Marah
31
Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32
Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33
Ch 30 - Tubuhku Panas
34
Ch 31 - Karyawan Baru
35
Ch 32 - Makan di Kantin
36
Ch 33 - Amarah
37
Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38
Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39
Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40
Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41
Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42
Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43
Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44
Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45
Ch 42 - Nonton Film
46
Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47
Ch 44 - Maldives?
48
Ch 45 - Honeymoon
49
Ch 46 - Malam Kita
50
Ch 47 - Kecewa
51
Ch 48 - Menunggumu Pulang
52
Ch 49 - Lepaskan!!
53
Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54
Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55
Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56
Ch 53 - Aku Membencimu
57
Ch 54 - Menghindarimu
58
Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59
Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60
Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61
Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62
Ch 59 - Hamil??
63
Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64
Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65
Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66
Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67
Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68
Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69
Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70
Ch 67 - Cintai Aku
71
Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72
Ch 69 - Berdamai
73
Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74
Ch 71 - Mencintaimu
75
BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76
Ch 72 - My Hubbie
77
Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78
Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79
Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80
Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81
Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82
Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83
VISUAL LAGI
84
Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85
Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86
Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87
Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88
Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89
Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90
Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91
Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92
Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93
Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94
Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95
Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96
Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97
Ch 94 - Jujur Padaku
98
Ch 95 - Cupang
99
Ch 96 - Menemani Meeting
100
Ch 97 - Insecure?
101
Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102
Ch 99 - Permintaan Dareen
103
Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104
Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105
Ch 102- Direktur Terpilih
106
Ch 103 - Perasaan Dareen
107
Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108
Ch 105 - Sebuah Rahasia
109
Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110
Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111
Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112
Ch 109 - Positif
113
Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114
Ch 111 - Pertolongan Pertama
115
Ch 112 - Operasi
116
Ch 113 - Hasil Operasi
117
Ch 114 - Kondisi Daniel
118
Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119
Ch 116 - Calon Tersangka
120
Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121
Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122
Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123
Ch 120 - Metode Lain
124
Ch 121 - Melahirkan
125
Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126
Ch 123 - Perasaan Haru
127
Ch 124 - Belajar Memaafkan
128
Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129
VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130
Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131
Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132
Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133
Side Story 4 : Dareen & Allea
134
Side Story 5 : Princess Alice
135
Side Story 6 : Jordan & Mitha
136
Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137
Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138
Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139
Side Story 10 : Final (END)
140
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141
NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!