Alma sedang tertidur ketika
terdengar suara ribut-ribut di dalam kamar. Alma segera terbangun. Dia terkejut
ketika mendapati dirinya berada di pelukan Daniel. Sepertinya Daniel juga terkejut melihatnya. Tampak dari raut wajahnya yang kebingungan. Alma memeriksa bajunya. Syukurlah dia masih menggunakan baju lengkap. Meskipun di bagian
dadanya sedikit terbuka. Alma buru-buru mengancingkan bajunya yang terbuka.
“Se-sedang apa di sini?” Daniel
bertanya bingung. Alma memilih untuk membuang muka dan tidak menjawab. Dia
terlalu malu untuk menatap wajah Daniel.
“Benahi baju kalian. Papa
menunggu kalian di private room.” Suara Nyonya Kate mengejutkan mereka. Alma
dan Daniel menatap Nyonya Kate yang berdiri di depan mereka dengan wajah
terkejut. Alma dengan cepat beranjak dari ranjang. Dia cepat-cepat membenahi
pakaiannya dan berdiri dengan salah tingkah.
“Apa-apaan ini Mom?!” nada suara
Daniel meninggi. Dia menatap Kate dan orang-orang di belakangnya. Ada asisten
Tito dan asisten setia ayahnya juga.
“Benahi pakaian kalian. Papa
menunggu kalian di bawah.” Nyonya Kate kembali memberi perintah. Kemudian dia
keluar dari kamar. Senyum kemenangan tersungging di bibir tipisnya. Sepeninggal
Nyonya Kate dan asistennya, Daniel menatap asisten Tito.
“Apa maksudnya ini?! Kenapa Alma
ada di sini?! Kenapa orang tuaku juga ada di sini?” Daniel beranjak dari ranjang, membenahi bajunya yang tidak terkancing. Dia berjalan mendekati
asisten Tito yang berdiri tak jauh dari mereka.
"Ehem, sebaiknya Anda
segera menemui chairman terlebih dahulu. Saya akan ke bawah lebih dulu." Asisten Tito memilih menghindar dan kabur dari kamar itu.
Sepeninggalnya semua orang,
hanya tinggal Alma dan Daniel di ruangan itu. Alma berdiri salah tingkah, sementara Daniel menatapnya dengan bingung.
"Al, kenapa Kamu di sini?" Alma tidak menjawab. Dia hanya menunduk. Andaikan saja ada pintu
doraemon, ingin rasanya dia segera kabur dari kamar itu. Wajahnya terbakar karena malu.
"Ak-aku akan pulang," Alma segera berlari ke pintu, namun sebelum mencapai pintu tangan Daniel menahannya.
"Tunggu. Orang tuaku menunggu Kita di bawah. Sebaiknya Kita segera turun."
"Ta-tapi untuk apa bertemu dengan beliau?"
"Aku juga tidak tahu. Tunggu disini. Aku akan membersihkan muka lebih dulu."
Daniel meninggalkan Alma
sendiri. Alma berdiri dengan penuh kebingungan. Otaknya berputar-putar, memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya.
Mengapa orang tua Daniel ingin
bertemu dengan mereka? Apa mereka menangkap sesuatu yang salah? Ah ya, tentu
saja salah. Mereka menangkap basah dirinya dan Daniel tengah tidur berpelukan
di ranjang. Tentu saja mereka pasti berpikir bahwa telah terjadi sesuatu antara
dirinya dan Daniel. Ahh, apa yang harus di lakukannya?!! Ini sungguh memalukan!
Kesan pertamanya terhadap orang tua Daniel sungguh tidak baik! Dia pasti akan
dianggap sebagai wanita murahan yang dengan gampang melempar tubuhnya pada
pria lain!! Alma menutup wajah dengan kedua tangannya. Dia benar-benar malu!!
***
Di sepanjang perjalanan menuju
private room, Daniel tak henti-hentinya berpikir. Dia merasa sangat aneh mendapati Alma tidur di sebelahnya. Seingatnya tadi malam dia sedang minum dan menggoda beberapa wanita cantik. Kemudian dia bermimpi bertemu Nisha. Wanita
itu datang dan membawanya pulang. Di mimpi itu dia menangis dengan sangat menyedihkan.
Memohon-mohon pada Nisha agar tidak meninggalkannya lagi. Nisha berjanji tidak
akan meninggalkannya. Nisha juga mengatakan bahwa dia juga mencintainya.
Kemudian mereka berciuman dengan sangat mesra, dan apa yang terjadi
setelah itu? Dia benar-benar tidak bisa mengingatnya!!
Apakah yang dianggap Nisha oleh
dirinya adalah Alma? Apakah Alma yang menemaninya sepanjang malam? Apakah Alma
yang menyatakan cinta terhadapnya? Apakah telah terjadi sesuatu antara dirinya
dan Alma?! Akh, mengapa dia tidak bisa mengingat ingatan itu?! Sebenarnya apa
yang terjadi tadi malam?!
Tadi pagi dia mendapati terbangun dengan Alma di pelukannya. Meskipun mereka masih memakai pakaian, tapi pakaian mereka sudah tidak tertutup lagi. Ada beberapa bagian yang sudah
terbuka. Apakah benar-benar telah terjadi sesuatu antara dirinya dan Alma?!!
Arrghh!! Ini sangat tidak bermoral!! Dirinya sudah menganggap Alma sebagai adik
kecilnya sendiri. Bagaimana mungkin dia sudah menodai kesucian seorang adik
kecil?! Dirinya benar-benar menjadi laki-laki brengsek, biadab dan tak
bermoral!! Bagaimana dia akan menghadapi Nisha ke depannya?!!
"Arghh!!" Daniel berteriak. Mengejutkan Alma dan orang-orang di sekitar mereka.
Mereka akhirnya sampai di private room. Pintu di buka oleh asisten ayahnya. Keduanya memasuki ruangan itu. Di dalam ruangan tampak ada delapan kursi. Dua kursi di duduki oleh Edwin
dan Kate. Sebenarnya private room digunakan untuk jamuan makan yang bersifat
private. Namun sepertinya saat ini ruangan itu sudah beralih fungsi menjadi
ruang sidang bagi Daniel dan Alma.
Daniel menatap orang tuanya dengan tatapan bertanya-tanya. Edwin dan Kate duduk dengan wajah yang serius.
"Silakan duduk." Papa Edwin berkata dengan wibawa. Ekpresi wajahnya yang serius membuat Daniel tidak bisa membantah.
Daniel duduk di depan mereka.
Alma dengan salah tingkah mengikuti Daniel. Dia tidak berani memandang wajah
kedua orang tua Daniel. Rasa malu membakar tubuhnya.
“Dengan Nona Alma?” Papa Edwin
memulai. Alma mendongakkan wajahnya begitu mendengar namanya di sebut.
“Iya?” Alma menganggukkan kepala.
“Nona Alma, putra Kami telah
melakukan tindakan amoral terhadap Anda. Kami selaku orang tua akan membantu
untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.”
“Hah?” Alma terlalu bingung. Sehingga
tanpa sadar kata-kata yang keluar dari mulutnya hanya seruan seperti itu.
“Kami akan menikahkan putra Kami
dengan Anda,"
“PA?!!” Daniel berseru. Dia terlalu
terkejut dengan perkataan ayahnya.
“Diam. Kamu tidak memiliki
kewenangan untuk berbicara di sini!”
“Tapi Pa,”
“Daniel, apa yang dikatakan
Papamu sangat benar. Kamu harus bertanggung jawab dengan perbuatanmu. Kamu telah
merusak masa depan seorang gadis muda. Seharusnya dia bisa menikmati masa
mudanya dengan cerah dan bahagia, tapi Kamu telah merusaknya. Kamu harus
bertanggung jawab!!” Nyonya Kate ikut-ikutan berbicara. Daniel tercengang mendengar kata-kata ibunya. Kemudian dia menoleh pada Alma.
Bagaimana bisa dia menikahi Alma? Dia sudah menganggap Alma sebagai adiknya sendiri. Dia sudah mengenal Alma semenjak gadis itu berusia 15 tahun. Perbedaan usia mereka terlalu jauh. Dia
bukan hanya pantas dipanggil sebagai kakak Alma, tapi dia juga pantas dipanggil sebagai pamannya. Kenapa masalahnya menjadi rumit seperti ini?
Tapi gadis ini memang masih muda. Benar kata ibunya, dia sudah merusak masa depan Alma. Bagaimana mungkin dia sudah menodai Alma? Kalau bukan dirinya yang bertanggung jawab, lalu siapa lagi? Bukan tidak mungkin Alma akan mengalami trauma yang mendalam akibat
peristiwa ini. Dia harus mencegah hal seperti ini terjadi! Sebagai laki-laki dewasa yang baik, dia harus bertanggung jawab! Dia tidak bisa membiarkan masa depan gadis muda rusak karena dirinya. Dia harus menikahi Alma!
“Baiklah, Pa, Mom, ku akan
menikahi Alma.”
***
Happy Reading ^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Supartini
keluarga daniel baik ya
2023-10-07
0
Dini Lestari
keluarga danil baik gk seperti keluarga zico
2023-09-21
0
Lisi Lisi
lanjut
2023-07-11
0