Ch 7 - Hati yang Patah

Alma menatap wajah Daniel dengan

bingung. Dia menoleh pada Ibu yang berdiri tak jauh darinya. Memohon pada Ibu

untuk membantunya menjawab pertanyaan Daniel.

"Zoey kemana Bu?"

"Zoey ikut Nisha Nak."

"Kemana? Sejak kapan?"

"Sekitar seminggu yang lalu

Nak. Dia ikut Nisha ke Jakarta. Katanya Nisha ada pekerjaan disana,"

"Ap-Apa?!" Daniel

terlihat sangat bingung. Raut wajahnya terlihat sangat khawatir. Dia mencoba

menghubungi Nisha. Nomor Nisha bisa dihubungi, namun tidak ada jawaban.

"Sampai kapan mereka di

Jakarta Bu?"

"Kata Nisha mungkin

beberapa bulan atau satu tahun Nak,"

"APA?!" Daniel semakin

terkejut. Di tengah usahanya dalam menghubungi Nisha, tiba-tiba terdengar suara

kendaraan berhenti tepat di depan rumah mereka. Alma mendekat ke jendela, untuk

melihat siapa yang datang.

"Itu-itu Kak Nisha Bu,"

"Mana Al? Beneran itu kakakmu?" Ibu ikut-ikutan mengintip. Dan benar saja. Mereka melihat Nisha

sedang keluar dari dalam mobil sembari menggendong Zoey. Ibu begitu sumringah

melihat anak dan cucunya datang. Beliau segera membuka pintu dan melangkah

keluar rumah dengan terburu-buru. Langkah Ibu di ikuti oleh Alma dan Daniel di

belakangnya. Ibu menyongsong Nisha dan Zoey.

"Cucu Uti sudah datang!!" Ibu segera meraih Zoey yang berada di pelukan Nisha dan menggendongnya dengan sayang.

"Glandmaaa," Zoey

balas memeluk utinya dengan sayang. Dia menciumi pipi utinya.

"Cucu Uti kemana aja? Uti kangen,"

"Zoey pelgi cali Daddy. Zoey pulang bawa Daddy. Itu Daddy Zoey Glandma..." Zoey menunjuk Zico yang berdiri di sebelah Nisha. Ibu menatap Zico dengan pandangan bertanya-tanya.

Tatapan matanya secara bergantian melihat Nisha dan Zico.

"Ib-Ibu... Kita bicarakan

hal ini di dalam. Ayo Kita masuk dulu." Nisha memecah keheningan dan

meraih tangan ibunya. Menuntunnya agar segera masuk ke dalam rumah. Di depan

pagar Nisha berpapasan dengan Daniel, yang sedari tadi memperhatikan mereka

dalam diam. Nisha tidak berani menatap wajah Daniel. Sepertinya perasaan

bersalah menyelimuti hatinya.

Daniel menatap Zico dengan

tatapan tajam. Aura ingin menghancurkan tampak dari gestur tubuhnya. Sementara

Zico menatapnya dengan penuh persahabatan. Tampak dari matanya bahwa dia sangat

berterima kasih terhadap Daniel.

Alma menatap tingkah laku semua

orang. Dia bertanya-tanya, siapa pria yang datang bersama kakaknya? Mengapa

Daniel menatap pria itu dengan tatapan membunuh? Sebenarnya apa hubungan

mereka? Zoey bilang pria itu adalah "Daddy" nya. Benarkah pria itu adalah ayahnya Zoey?

Alma melihat Ibu yang tengah

menyeret Kak Nisha ke dapur. Alma mengikutinya. Tidak mungkin dia berdiri

mematung di antara dua pria itu bukan?

Di dapur, Ibu membombardir Nisha

dengan pertanyaan. Alma menjadi orang ketiga yang mendengarkan percakapan

mereka.

"Siapa dia Nduk? Kenapa

Kamu pulang dan membawa orang asing? Apa Kamu tahu betapa bingungnya Nak Daniel

mencarimu?"

"Ibu, Nisha mohon Ibu jangan marah ya..."

"Kenapa Nduk? Ada apa ini? Siapa laki-laki itu?"

"Se-sebenarnya dia adalah ayahnya Zoey Bu..."

"A-APA?!!" Ibu tampak

kehilangan keseimbangan. Nisha segera menahan tubuh Ibu agar tidak goyah. Dia

segera mengambil Zoey dari gendongan Ibu dan menyuruh Alma untuk menemani Zoey

bermain.

Alma ikut terkejut mendengarnya.

Benar kata Zoey, pria itu adalah ayahnya. Sekarang ayah kandung Zoey

benar-benar sudah datang. Lalu bagaimana dengan nasib Daniel?! Apakah pria itu

akan berakhir dengan ditinggalkan?!

Ibu terduduk di kursi. Rupanya

beliau masih terkejut dengan berita yang disampaikan putrinya.

Alma menggendong Zoey dan

membawanya keluar dari dapur. Sebenarnya dia ingin mendengar cerita kakaknya

lebih lanjut. Tapi Ibu dan Kak Nisha mengusirnya secara halus. Mau tidak mau

Alma harus pergi dari tempat itu.

Di ruang tamu Alma bertemu

dengan kedua pria yang saling bertatap-tatapan dingin. Aura ruangan itu menjadi

lebih pekat dibanding biasanya. Alma tidak ingin ikut campur, dia cepat-cepat

membawa Zoey pergi dari ruangan itu. Sebelum menghilang di balik pintu, dia

menoleh untuk menatap wajah Daniel. Hatinya sangat sakit ketika menatap wajah

pria itu. Terbayang rasa sakit yang dirasakan Daniel ketika melihat kakaknya

membawa pria lain ke rumah mereka.

Alma membawa Zoey bermain di

lingkungan sekitar. Dia ingin menjauhkan anak itu dari drama yang mungkin saja terjadi.

***

Daniel menatap Zico dengan penuh

kemarahan. Ingin rasanya dia memukul habis wajah pria itu. Bagaimana bisa Nisha

kembali bersama Zico?!! Kapan hal ini terjadi?! Mengapa dirinya tidak

menyadarinya?!! Sejak kapan hal ini bermula?!!

Tubuh Daniel gemetar menahan

amarah. Berbagai pertanyaan memenuhi kepala Daniel. Kepalanya dipenuhi dengan

kemarahan dan nafsu ingin membunuh. Hatinya sangat sakit. Ingin rasanya dia

berteriak untuk mengungkapkan segala rasa sakit hati dan kecewanya.

Zico balik menatapnya. Pria itu

tersenyum hangat kepadanya. Dia muak dengan senyum itu!! Seolah-olah senyum itu

sedang mengejeknya, karena sudah kalah dalam memenangi hati Nisha. Ingin

rasanya Daniel meninju wajah itu sampai tak berbentuk!!

Di tengah suasana ruangan yang

mencekam, tiba-tiba Nisha datang.

"Ehem.. Zi, Aku akan keluar sebentar dengan Daniel."

"Kemana?"

"Ada yang ingin kubicarakan."

"Apa Aku perlu ikut?"

"Ti-tidak perlu. Kamu di sini saja. Ibu ingin lebih mengenalmu."

"Ba-baiklah."

Daniel menelan ludah. Nisha

memanggil Zico dengan panggilan "Zi"?? Mesra sekali!! Hatinya panas karena cemburu. Tapi Daniel diam. Berusaha menahan gejolak hatinya yang berkobar. Dia keluar, mengikuti Nisha yang berjalan di depannya.

Di sepanjang jalan, mereka

terdiam. Bila dalam kondisi normal, akan banyak canda dan tawa yang akan mereka

lakukan. Tapi saat ini suasana menjadi hening. Mereka sibuk dengan pikirannya

masing-masing.

Nisha membawa Daniel ke sebuah

cafe di dekat rumah.

Daniel memperhatikan Nisha

dengan sangat intens. Campuran emosi sangat terlihat di wajahnya. Nisha menjadi

gugup dan salah tingkah. Nisha tidak berani menatap wajah Daniel secara

langsung. Yang bisa dilakukannya hanya tertunduk.

Banyak hal yang ingin ditanyakan Daniel. Tapi dia terlalu gugup untuk mendengar jawaban Nisha. Daniel menghela napas dalam-dalam. Berusaha untuk menyiapkan hatinya mendengar setiap

jawaban Nisha. Daniel pun mulai bertanya.

"Jadi Kamu memutuskan untuk kembali padanya?"

Pertanyaan pertama itu sepertinya membuat Nisha tertegun. Daniel bisa melihat ekpresi yang terpancar dari wajahnya.

"Di-dia ayah Zoey,"

"Ya, Aku tahu. Kamu belum

menjawab pertanyaanku."

"Zoey membutuhkan

ayahnya,"

"Jangan jadikan Zoey

sebagai alasan. Aku menanyakan hatimu Girl. Apa Kamu masih mencintainya?"

Daniel menelan ludah. Pertanyaan yang sangat takut untuk ditanyakan akhirnya

meluncur juga dari mulutnya.

"Daniel, jangan bertanya

seperti itu,"

"Jawab Girl, apa Kamu masih

mencintainya?" Nisha terdiam. Dia tidak menjawab pertanyaan Daniel. Daniel

merasa sangat nyeri di dadanya. Sepertinya dia sudah tahu dimana hati Nisha

berlabuh.

"Diammu Aku anggap sebagai 'iya'."

Daniel berkata dengan sendu. Dia berusaha untuk tidak berteriak. Mengguncang-guncang tubuh Nisha dan mempertanyakan pilihannya. Bertanya mengapa Nisha tidak memilihnya?! Apa yang kurang dari dirinya? Maka dia akan berusaha

memperbaikinya!

"Daniel," Nisha memegang tangan Daniel.

"Jangan katakan apa-apa

Girl. Aku tahu apa yang ingin Kamu katakan. Katakan padaku, apa sekarang Kamu

bahagia?"

"Iy-ya," Nisha menjawab ragu.

Meskipun wajahnya berusaha untuk

menahan emosi kesakitan karena patah hati, tapi Daniel tersenyum dengan tulus.

"Jika Kamu dan Zoey bahagia, maka Aku juga bahagia. Semoga Kamu dan Zoey akan bahagia selamanya Girl, " Setiap kata yang di ucapkannya, menimbulkan kepedihan di hatinya.

Daniel mencoba untuk tegar, hanya di depan Nisha saja. Dia mengambil tangan Nisha dan mengecup buku jarinya. Nisha tak kuasa menahan tangis. Airmata mulai mengalir di sudut matanya.

"Maaf-maafkan Aku,"

"Tidak ada yang perlu di

maafkan Girl." Suara Daniel tampak gemetar, dia berusaha menahan airmata

yang akan keluar. Daniel mengigit bibirnya dalam-dalam.

Daniel sudah tidak kuat lagi.

Bila dia berlama-lama bersama Nisha, dia pasti akan memeluk dan bersimpuh di

kaki wanita itu. Memohon-mohon pada Nisha agar tidak meninggalkannya. Sebelum

dia kehilangan harga dirinya, Daniel memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu.

Daniel berdiri. Dengan cepat dia

memeluk Nisha dengan erat dan mencium keningnya. Kemudian dia pergi menjauh

secepat mungkin.

"Sampai berjumpa lagi Girl.

Titip salam buat Zoey." katanya sembari melambaikan tangan tanpa menoleh

pada Nisha. Meninggalkan Nisha sendirian di cafe.

Daniel segera berlari ke

mobilnya. Dia mendengar suara Alma memanggil, namun tak di hiraukannya. Daniel

memacu kendaraan dengan cepat. Hatinya sangat sakit. Dia menangis dengan sangat keras.

"Arrghhh!! Arrrghhh!! Nishaaa!! Arrggggh!!" Daniel menangis sembari memukul-mukul kemudi

mobilnya. Pada akhirnya, dia benar-benar patah hati!!

***

Happy Reading ^^

Terpopuler

Comments

Wa Ode Reni Sulfianti Hakim

Wa Ode Reni Sulfianti Hakim

kasian banget babang Daniel 🥲

2024-08-28

0

Nindi Silvana

Nindi Silvana

lah dasar Daniel kocak,kamu yg bawa Nisha kabur dari Zico bisa-bisanya kamu marah SMA Zico GK jelas🙄

2024-06-20

0

She Imoed

She Imoed

aku padamu bang Daniel yg udah gentle menerima keputusan Nisha

2023-10-25

0

lihat semua
Episodes
1 VISUAL PEMAIN
2 Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3 Ch 2 - Cinta dalam Diam
4 Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5 Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6 Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7 Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8 Ch 7 - Hati yang Patah
9 Ch 8 - Membawamu Pulang
10 Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11 Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12 Ch 11 - Perasaan Bersalah
13 Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14 Ch 13 - H-1
15 Ch 14 - Hari H
16 Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17 PENGUMUMAN
18 Ch 16 - Ingin Bertemu
19 Ch 17 - Bekal Makan Siang
20 Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21 Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22 Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23 Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24 Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25 Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26 Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27 Dia adalah EZRA
28 Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29 Ch 26 - Jangan Menjemputku
30 Ch 27 - Perasaan Marah
31 Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32 Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33 Ch 30 - Tubuhku Panas
34 Ch 31 - Karyawan Baru
35 Ch 32 - Makan di Kantin
36 Ch 33 - Amarah
37 Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38 Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39 Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40 Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41 Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42 Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43 Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44 Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45 Ch 42 - Nonton Film
46 Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47 Ch 44 - Maldives?
48 Ch 45 - Honeymoon
49 Ch 46 - Malam Kita
50 Ch 47 - Kecewa
51 Ch 48 - Menunggumu Pulang
52 Ch 49 - Lepaskan!!
53 Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54 Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55 Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56 Ch 53 - Aku Membencimu
57 Ch 54 - Menghindarimu
58 Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59 Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60 Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61 Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62 Ch 59 - Hamil??
63 Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64 Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65 Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66 Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67 Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68 Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69 Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70 Ch 67 - Cintai Aku
71 Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72 Ch 69 - Berdamai
73 Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74 Ch 71 - Mencintaimu
75 BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76 Ch 72 - My Hubbie
77 Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78 Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79 Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80 Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81 Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82 Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83 VISUAL LAGI
84 Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85 Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86 Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87 Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88 Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89 Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90 Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91 Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92 Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93 Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94 Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95 Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96 Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97 Ch 94 - Jujur Padaku
98 Ch 95 - Cupang
99 Ch 96 - Menemani Meeting
100 Ch 97 - Insecure?
101 Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102 Ch 99 - Permintaan Dareen
103 Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104 Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105 Ch 102- Direktur Terpilih
106 Ch 103 - Perasaan Dareen
107 Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108 Ch 105 - Sebuah Rahasia
109 Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110 Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111 Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112 Ch 109 - Positif
113 Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114 Ch 111 - Pertolongan Pertama
115 Ch 112 - Operasi
116 Ch 113 - Hasil Operasi
117 Ch 114 - Kondisi Daniel
118 Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119 Ch 116 - Calon Tersangka
120 Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121 Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122 Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123 Ch 120 - Metode Lain
124 Ch 121 - Melahirkan
125 Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126 Ch 123 - Perasaan Haru
127 Ch 124 - Belajar Memaafkan
128 Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129 VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130 Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131 Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132 Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133 Side Story 4 : Dareen & Allea
134 Side Story 5 : Princess Alice
135 Side Story 6 : Jordan & Mitha
136 Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137 Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138 Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139 Side Story 10 : Final (END)
140 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141 NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
VISUAL PEMAIN
2
Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3
Ch 2 - Cinta dalam Diam
4
Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5
Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6
Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7
Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8
Ch 7 - Hati yang Patah
9
Ch 8 - Membawamu Pulang
10
Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11
Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12
Ch 11 - Perasaan Bersalah
13
Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14
Ch 13 - H-1
15
Ch 14 - Hari H
16
Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17
PENGUMUMAN
18
Ch 16 - Ingin Bertemu
19
Ch 17 - Bekal Makan Siang
20
Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21
Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22
Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23
Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24
Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25
Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26
Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27
Dia adalah EZRA
28
Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29
Ch 26 - Jangan Menjemputku
30
Ch 27 - Perasaan Marah
31
Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32
Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33
Ch 30 - Tubuhku Panas
34
Ch 31 - Karyawan Baru
35
Ch 32 - Makan di Kantin
36
Ch 33 - Amarah
37
Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38
Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39
Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40
Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41
Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42
Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43
Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44
Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45
Ch 42 - Nonton Film
46
Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47
Ch 44 - Maldives?
48
Ch 45 - Honeymoon
49
Ch 46 - Malam Kita
50
Ch 47 - Kecewa
51
Ch 48 - Menunggumu Pulang
52
Ch 49 - Lepaskan!!
53
Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54
Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55
Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56
Ch 53 - Aku Membencimu
57
Ch 54 - Menghindarimu
58
Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59
Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60
Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61
Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62
Ch 59 - Hamil??
63
Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64
Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65
Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66
Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67
Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68
Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69
Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70
Ch 67 - Cintai Aku
71
Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72
Ch 69 - Berdamai
73
Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74
Ch 71 - Mencintaimu
75
BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76
Ch 72 - My Hubbie
77
Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78
Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79
Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80
Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81
Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82
Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83
VISUAL LAGI
84
Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85
Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86
Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87
Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88
Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89
Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90
Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91
Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92
Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93
Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94
Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95
Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96
Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97
Ch 94 - Jujur Padaku
98
Ch 95 - Cupang
99
Ch 96 - Menemani Meeting
100
Ch 97 - Insecure?
101
Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102
Ch 99 - Permintaan Dareen
103
Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104
Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105
Ch 102- Direktur Terpilih
106
Ch 103 - Perasaan Dareen
107
Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108
Ch 105 - Sebuah Rahasia
109
Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110
Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111
Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112
Ch 109 - Positif
113
Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114
Ch 111 - Pertolongan Pertama
115
Ch 112 - Operasi
116
Ch 113 - Hasil Operasi
117
Ch 114 - Kondisi Daniel
118
Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119
Ch 116 - Calon Tersangka
120
Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121
Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122
Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123
Ch 120 - Metode Lain
124
Ch 121 - Melahirkan
125
Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126
Ch 123 - Perasaan Haru
127
Ch 124 - Belajar Memaafkan
128
Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129
VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130
Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131
Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132
Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133
Side Story 4 : Dareen & Allea
134
Side Story 5 : Princess Alice
135
Side Story 6 : Jordan & Mitha
136
Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137
Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138
Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139
Side Story 10 : Final (END)
140
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141
NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!