(Flashback) Alma POV
Alma memeluk Nisha ala kadarnya. Dia senang bertemu dengan kakaknya. Tapi tidak sesenang itu. Dia harus menelan kenyataan pahit bahwa dia sudah jatuh cinta pada kakak iparnya sendiri.
Ibu tampak sangat heboh. Beliau terkejut setengah mati melihat putri sulungnya berbadan dua. Nisha membawa Ibu ke kamar, menjelaskan ini-itu. Terdengar suara tangisan di dalam kamar. Sepertinya Ibu sangat sedih mendengar penjelasan kakaknya.
Selagi Nisha dan Ibu berbincang-bincang di kamar, Daniel membawa mereka mencari makan sekaligus angin segar. Alma terdiam seribu bahasa. Dia begitu kecewa. Rupanya Akbar juga sangat terganggu. Tanpa berbasa-basi, Akbar langsung menanyakan inti permasalahan.
"Jadi, Om suami kakakku?"
"Uhuk." Daniel tersedak mendapat pertanyaan seperti itu.
"Be-belum. Tapi akan."
"Masih akan?! Kenapa kakakku hamil seperti itu tapi Om belum menikahinya?!" Akbar menjadi emosi.
"Biarkan Kakakmu yang menjelaskannya. Habiskan makananmu." Daniel memberi perintah dengan nada yang dalam. Alma masih terdiam membisu. Dia sudah tidak memiliki nafsu makan lagi.
Setelah hampir satu jam berada di luar rumah, Daniel kembali membawa mereka pulang. Yang Alma tangkap, Daniel belum menikahi kakaknya tapi masih “akan”. Itu artinya bayi di dalam perut kakaknya adalah anak dari laki-laki itu.
Alma menghela napas berat. Dia memutuskan untuk mengambil tindakan bodo amat dan pergi tidur. Berharap esok hari perasaan yang ada di dalam hatinya akan segera hilang dengan sendirinya.
***
Pagi berikutnya dan pagi-pagi lainnya perasaan Alma tidak kunjung hilang. Di rumah itu mereka tinggal berempat. Pria itu tidak tinggal bersama mereka. Tetapi hampir setiap hari Daniel mengunjungi mereka. Selalu membawakan hadiah untuk mereka. Memperlakukan kakaknya dengan penuh kasih dan cinta. Sangat terlihat bahwa Daniel sangat mencintai Nisha.
Alma sangat tidak mengerti sikap Nisha. Ketika ada pria yang begitu baik dan mencintainya, mengapa Nisha bersikap biasa-biasa saja? Apa Nisha tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Daniel? Sebenarnya seperti apa hubungan mereka?
Alma selalu memperhatikan perkembangan hubungan kakaknya. Setelah merasa ada sesuatu yang aneh, dia menjadi begitu penasaran. Pada akhirnya Alma menanyakan hal itu pada ibunya. Saat itu Alma tahu, bahwa bayi yang dikandung Nisha bukan anak Daniel. Tapi anak laki-laki lain. Lalu mengapa Daniel sangat berniat untuk menikahi Nisha? Sebegitu besarkah rasa cinta Daniel untuk kakaknya?
Memikirkan hal itu membuat Alma sedih. Tidak ada kesempatan baginya. Hati Daniel sepenuhnya milik Nisha. Dia hanya menjadi orang luar dari hubungan mereka.
Alma berusaha melupakan rasa cintanya pada Daniel. Dia tergoda untuk menerima cinta beberapa teman yang menyatakan cinta terhadapnya. Hal itu dilakukannya untuk melupakan perasaannya pada Daniel. Tapi wacana tinggallah wacana. Dia menolak mereka semua. Perasaannya tetap tidak tergoyahkan. Hatinya dipenuhi dengan Daniel seorang, sama seperti hati Daniel yang dipenuhi dengan Nisha.
Alma memutuskan untuk mencintai Daniel secara diam-diam. Meskipun dia tahu cinta itu tidak akan berakhir dengan indah, tapi dia tetap akan memelihara perasaannya.
Daniel selalu menemani mereka. Mendaftarkannya di SMA yang bagus. Menemani Ibu mereka. Menemani kakaknya melewati masa-masa kehamilan. Kehamilan Nisha sangat rewel. Hampir setiap hari kakaknya itu selalu muntah. Namun Daniel dengan sabar selalu menemaninya. Membawanya ke dokter kandungan. Membelikan makanan apa saja yang diinginkan kakaknya. Melakukan apapun yang di minta oleh kakaknya. Tanpa dissadari, pria itu sudah menjadi bagian dari keluarga mereka.
Alma sering mendengar Ibu selalu mendesak Nisha untuk tidak menggantung perasaan Daniel dan memberinya keputusan. Dari yang dia tangkap, kakaknya tidak mencintai Daniel. Dia tidak bisa menerima Daniel sebagai suaminya. Mungkin yang di cintai Nisha adalah ayah dari bayinya? Tapi ayah bayi sudah meninggalkan mereka, mengapa Nisha masih mencintainya? Entahlah, dia tidak begitu mengerti dengan hubungan orang dewasa.
Yang Alma sesalkan hanyalah, Nisha benar-benar menyia-nyiakan pria yang sangat baik hanya untuk menunggu pria yang sudah meninggalkannya. Alma merasa sangat kasian pada Daniel. Andaikan dia berada di posisi Kak Nisha, dia pasti akan menerima Daniel dengan senang hati dan penuh rasa syukur. Dimana lagi menemukan pria tampan, tinggi, kaya dan baik hati selain Daniel? Benar-benar paket yang komplit.
Ketika Nisha akan melahirkan, Daniel menjadi orang yang paling stress dan gila. Bagaikan seorang suami yang tengah menunggu kelahiran bayinya, dia menemani Nisha dari awal. Dari pembukaan pertama sampai terakhir. Dia rela menjadi pelampiasan Nisha. Kakak menjambak, mencubit bahkan menendang Daniel ketika sakit di perutnya datang. Tapi Daniel tetap setia menemaninya. Alma menjadi sangat sedih melihatnya. Betapa besar pengorbanan pria ini? Apa yang dilihatnya dari Nisha hingga memiliki cinta sebesar itu? Memang Nisha cantik, tapi pria seperti Daniel pasti bisa mendapatkan yang lebih cantik. Nisha pendidikannya rendah, miskin, dan juga sedang mengandung anak dari pria lain. Apa yang membuat Nisha begitu spesial? Mengapa pria seperti Daniel bisa mencintainya begitu dalam?
Alma sangat iri dengan nasib baik kakaknya. Dia juga ingin mendapatkan pria seperti Daniel. Yang mencintainya dengan sepenuh hati dan tubuhnya. Sikap Daniel yang begitu sempurna, membuat perasaan Alma menjadi semakin besar. Cinta pada pandangan pertama, cinta monyet yang dialami remaja berusia 15 tahun lambat laun berubah menjadi cinta yang dalam. Hati, pikiran dan tubuh Alma sepenuhnya milik Daniel. Dia tidak bisa menerima pria lain selain Daniel di kehidupannya.
Tapi Alma sadar diri. Yang di cintai Daniel hanya Nisha. Maka yang bisa dilakukan Alma hanya memperhatikan Daniel diam-diam. Mencintainya dalam diam. Berusaha membantu Daniel sebisanya. Meskipun sangat menyakitkan melihat pria yang dicintainya mencintai wanita lain, namun Alma masih bisa menahannya. Cintanya tidak goyah.
Nisha melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat lucu. Daniel sangat mencintai bayi itu, seperti dia mencintai bayinya sendiri. Alma berpikir, mungkin setelah Nisha melahirkan mereka akan melangsungkan pernikahan. Tapi pernikahan yang di tunggu tidak kunjung datang.
Nisha fokus pada bayi dan pendidikan. Setelah keponakannya berumur beberapa bulan, Nisha memutuskan untuk kuliah. Selama kakak kuliah, mereka secara bergantian menjaga Zoey. Terkadang Ibu, Akbar, Daniel atau pun dirinya. Momen yang paling di tunggu-tunggunya adalah ketika dia menjaga Zoey bersama Daniel. Alma merasa seperti pengantin baru yang tengah menjaga anak mereka. Bagi sebagian orang, perbedaan umur 12 tahun sangatlah jauh. Mereka pasti berpikir bahwa remaja berusia 15 tahun tidak pantas mencintai laki-laki berumur 27 tahun? Tapi itu tidak berlaku untuk Alma. Cintanya pada Daniel tidak bisa diukur dengan umur. Dia akan mencintai Daniel berapa pun usia laki-laki itu.
Hari berubah menjadi bulan. Bulan pun berubah menjadi tahun. Cintanya masih tetap sama, malah semakin besar. Tidak terasa beberapa tahun pun sudah berlalu. Dia sudah lulus SMA dan sedang menempuh pendidikan di universitas terkenal di kota Surabaya.
Remaja berusia 15 tahun sudah tumbuh menjadi seorang wanita yang sangat manis. Alma menatap wajahnya di cermin. Dia tersenyum dengan sangat manis. Dia berharap, suatu saat nanti Daniel akan melihatnya sebagai seorang wanita, bukan hanya sekedar adik dari Tanisha Alifya. Semoga saja.
***
Happy Reading 🥰🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Nindi Silvana
kmu belum liat aja KK iparmu yg asli si Zico lebih tampan dari Daniel hehee🤭🤭🥰
2024-06-20
1
~**Alfi_Pjm** ~💜💜💜
🎀🎀🎀
2024-05-01
1
She Imoed
ini namanya cinta segi 4
2023-10-25
2