Ch 14 - Hari H

Hari yang ditunggu-tunggu Alma

akhirnya datang juga. Alma bangun jam tiga pagi. Dia mulai dirias lengkap. Dari

wajah, pakaian, hiasan kepala sampai hiasan tangan dan kaki. Nisha menemani

Alma melalui semua proses itu. Meninggalkan Zoey dan Zico yang masih tidur.

Selesai melihat Alma dirias,

Nisha mulai mandi dan bersiap-siap. Beberapa MUA (Make Up Artist) menawarkan

untuk meriasnya, namun Nisha menolak dan memilih untuk berdandan sendiri. Nisha

membangunkan Zoey dan Zico. Meskipun sangat susah membangunkan keduanya, tapi

akhirnya keduanya bangun. Zico memandikan Zoey. Sementara Nisha mulai membantu

ibunya mempersiapkan ini dan itu.

Akad itu akan dilaksanakan pada

pukul 09.00 WIB di salah satu masjid terkenal di kota Surabaya. Jam delapan pagi,

rombongan keluarga bu Rusmi berangkat ke tempat akad.

"Al, apa Kamu yakin?" Akbar memulai percakapan. Mereka sedang berada di mobil.

"Apanya?"

"Apa Kamu yakin akan menikah? Apa Kamu yakin akan menikahi paman itu? Kamu masih muda Al. Banyak laki-laki yang umurnya jauh lebih muda dan tertarik padamu. Apa Kamu tidak akan

menyesal? Dan juga Kamu masih kuliah Al. Masa depanmu masih panjang. Kalau Kamu

menikah dengannya, Kamu akan berakhir menjadi ibu rumah tangga saja." Akbar mulai mempengaruhi. Bu Rusmi menjewer telinga Akbar.

"Jangan pengaruhi kakakmu. Dasar anak bandel!"

"Tapi Akbar bener kan Bu? Paman itu sudah tua!! Al kan cantik, bisa dapat yang lebih muda dan lebih tampan,"

"Tapi belum tentu sebaik dia!"Alma menyela dengan kesal. "Aku sangat yakin dengan pilihanku

Bar. Kamu tidak perlu mempengaruhiku dengan pemikiranmu. Aku yakin Aku akan

bahagia hidup bersamanya!"

"Ya-ya, kakak yakin itu. Sudah lah Dek, Kamu seneng banget bikin kakakmu marah." Nisha menyela dan memeluk Alma. Akbar hanya bisa terdiam sembari bersungut-sungut.

Mereka akhirnya tiba di lokasi

akad. Di dalam masjid keluarga besar Daniel sudah menunggu. Mata Alma

mencari-cari keberadaan Daniel. Tapi laki-laki itu tak tampak di manapun. Alma

mulai panik. Itu sangat terlihat di wajahnya. Sepertinya Kate bisa membaca

pikiran calon menantunya. Dia mendekati Alma dan memeluknya.

"Anak Mommy, cantik sekali,"

"Eh eum, te-terima kasih Tante,"

"Eits, jangan panggil Tante lagi. Panggil Mommy atau Mama? Sebentar lagi Kamu juga akan menjadi anakku sayang. Aku sangat bersemangat. Aku menyambut kedatanganmu dengan sangat

bahagia sayang, sini peluk Mommy." Kate kembali memeluk Alma yang masih saja kikuk.

"Eum kalau boleh tahu,"

"Daniel? Dia ada sayang. Dia sedang ke toilet. Kamu tidak perlu khawatir sayang." Kate

menepuk-nepuk bahu Alma, bermaksud untuk memberi semangat. Alma menghela napas

lega.

Tepat pukul sembilan, acara pun

di mulai. Akbar menjadi wali nikah Alma, sebagai pengganti ayah mereka yang telah tiada.

Alma didudukkan di sebelah

Daniel. Mereka mengenakan pakaian putih. Ada tudung yang menutupi keduanya.

"Bagaimana calon pengantin, sudah siap?"

"Iya, Saya siap." Mata Daniel memerah, entah karena efek kebanyakan mabuk semalam atau efek habis menangis?

"Siapa yang menjadi wali nikah?" tanya pak penghulu.

"Saya Pak." Akbar menyahut.

"Masih muda. Anda siapanya pengantin wanita?"

"Saya adiknya Pak. Mewakilkan almarhum ayah Kami."

"Oh, baiklah. Ini mau di wakilkan atau mau di lakukan sendiri?"

"Saya lakukan sendiri."

"Baiklah. Mana saksinya?

"Saya Pak."

"Saya." Papa Edwin dan Dareen menjawab bersamaan.

"Baik, kalau begitu mari Kita mulai acaranya."

Pak penghulu memberi nasihat singkat, berupa wejangan-wejangan pernikahan. Kemudian prosesi ijab qabul pun di mulai.

 “Saya nikahkan engkau Daniel Vieri Nathaniel

bin Edwin Atmajaya dengan ananda Almahyra Tsalsania binti Riswanto dengan mas

kawin berupa seperangkat alat sholat dan berlian 50 carat di bayar tunai!!" (FYI : 1 carat \= $ 11.500 - $ 13.000, sedangkan 1 dolar \= Rp

13.943,- jadi di kalikan saja berapa mahar Alma ya, koreksi bila salah, hehe)

 “Saya terima nikah dan kawinnya Almahyra

Tsalsania binti Riswanto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!!” Daniel menjawab tegas.

"Bagaimana saksi?"

"SAH!!" Para saksi dan orang-orang yang berada di sana menjawab bersamaan.

"AlhamduLillah. Barakallahu

laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fiil Khairin."

"Amin,"

Alma meneteskan air mata. Begitu

pula dengan Bu Rusmi dan Nisha. Mereka sangat terharu. Kedua pengantin menandatangani beberapa berkas, kemudian Alma mencium tangan Daniel. Dengan kikuk Daniel balas mencium kening Alma.

Kemudian beberapa tamu undangan

mulai menyalami mereka. Zico mendekati Daniel. Sudah lama dia ingin bertemu dengan Daniel, tapi pria itu selalu menolaknya. Zico menjulurkan tangannya.

"Selamat atas pernikahannya Tuan Daniel" Katanya.

"Ya, terima kasih." Daniel mengabaikan uluran tangan Zico dan pergi menjauh dari pria itu. Nisha

melihat kejadian itu, dia mendekati Zico.

"Sabar sayang. Suatu saat nanti dia pasti akan menerima kehadiranmu."

"Begitukah?"

"He'em. Ayo pergi. Bayinya sudah lapar." Nisha mengelus-ngelus perutnya.

"Bukan bayinya, tapi ibunya. Ini sungguh tidak adil sayang. Kamu bisa makan sebanyak-banyaknya, tapi Aku tidak bisa." Zico mengomel.

"Ini sangat adil sayang. Ingat ketika hamilnya Zoey? Siapa yang paling menderita?"

"Iya tahu, tapi Kamu juga menyiksaku dengan permintaan aneh-aneh. Ayo." Zico mengambil tangan Nisha dan menggandengnya.

Acara dilanjutkan di hotel bintang lima di kota tersebut. Acara itu bertujuan untuk menjamu tamu-tamu yang datang. Daniel harus tersenyum palsu pada semua orang. Dia dan Alma

berkeliling, menyalami tamu-tamu penting ayahnya. Selama berkeliling matanya

selalu saja mencari-cari keberadaan Nisha. Matanya di penuhi kecemburuan begitu

melihat Nisha dan Zico bersama. Dia segera memalingkan wajahnya. Matanya mulai

berkaca-kaca. Alma melihat hal itu. Dia segera mengalihkan perhatian Daniel.

Hari sudah sore ketika acara itu selesai. Papa Edwin dan Nyonya Kate sengaja memesan kamar presidental suit di hotel bintang lima itu. Kamar itu ditujukan untuk Daniel dan Alma. Daniel

menolak, tapi Nyonya Kate memaksa dengan keras sehingga mau tidak mau Daniel

harus menerima hadiah itu.

Semua keluarga memutuskan untuk pulang. Keluarga Daniel langsung terbang ke Jakarta menggunakan jet pribadi. Sementara keluarga Alma berkumpul di rumah Bu Rusmi.  Tinggal Daniel dan Alma di kamar itu.

Kamar itu di desain dengan sangat elegan dan mewah. Semua properti di kamar itu di dominasi oleh warna coklat kayu dan krem. Kamar itu terdiri dari satu ranjang king size, ruang santai,

ruang kerja, ruang makan, ruang ganti, kamar mandi super mewah dan akses

pemandangan yang indah.

Alma begitu takjub melihat sekelilingnya. Dia merasa bukan berada di sebuah kamar, tapi di sebuah apartemen atau hunian mewah. Meskipun Nisha terbilang sukses, tapi kakaknya

tidak pernah membawa keluarga mereka menginap di tempat semewah itu. Alma

tercengang melihatnya.

Mata Alma menelusuri satu persatu perabotan di kamar, kemudian matanya menangkap ranjang besar yang kehadirannya sangat menonjol. Wajahnya langsung memerah karena terbakar.

Pikirannya mulai berkelana kemana-mana. Membayangkan hal-hal yang diinginkannya? (Hehe)

"Ehem." Suara Daniel membuyarkan lamunan Alma. Seketika dia berbalik dan menatap Daniel yang telah berdiri di belakangnya.

"Al, Aku mau keluar dulu. Kamu bisa mandi, nonton TV atau terserah mau ngapain aja."

"Oh iya Kak. Kakak mau kemana?"

"Aku, Aku ada urusan. Kamu di sini saja ya."

"Iya Kak."

Selepas mengatakan hal itu, Daniel langsung menghilang dari hadapan Alma. Mengikuti saran Daniel, Alma berganti pakaian, membersihkan riasan dan mandi. Setelah itu dia mulai duduk di

depan TV, menunggu kedatangan Daniel dengan sabar. Karena kelelahan Alma mulai

mengantuk, pada akhirnya dia tertidur.

***

Happy Reading ^^

Terpopuler

Comments

Nindi Silvana

Nindi Silvana

Alma akan bahagia GK ya🥺 duh Daniel kmu itu move-on orang Nisha udh bahagia kok SMA Zico jdi jgn kamu ganggu2 lgi😡

2024-06-21

0

Supartini

Supartini

beneran orang kaya mahanya fantastis

2023-10-08

0

Dini Lestari

Dini Lestari

danil susah sekali maapin zico mudah2an kedepan nya hti danil bisa luluh maapin zico

2023-09-21

0

lihat semua
Episodes
1 VISUAL PEMAIN
2 Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3 Ch 2 - Cinta dalam Diam
4 Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5 Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6 Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7 Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8 Ch 7 - Hati yang Patah
9 Ch 8 - Membawamu Pulang
10 Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11 Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12 Ch 11 - Perasaan Bersalah
13 Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14 Ch 13 - H-1
15 Ch 14 - Hari H
16 Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17 PENGUMUMAN
18 Ch 16 - Ingin Bertemu
19 Ch 17 - Bekal Makan Siang
20 Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21 Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22 Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23 Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24 Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25 Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26 Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27 Dia adalah EZRA
28 Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29 Ch 26 - Jangan Menjemputku
30 Ch 27 - Perasaan Marah
31 Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32 Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33 Ch 30 - Tubuhku Panas
34 Ch 31 - Karyawan Baru
35 Ch 32 - Makan di Kantin
36 Ch 33 - Amarah
37 Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38 Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39 Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40 Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41 Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42 Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43 Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44 Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45 Ch 42 - Nonton Film
46 Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47 Ch 44 - Maldives?
48 Ch 45 - Honeymoon
49 Ch 46 - Malam Kita
50 Ch 47 - Kecewa
51 Ch 48 - Menunggumu Pulang
52 Ch 49 - Lepaskan!!
53 Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54 Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55 Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56 Ch 53 - Aku Membencimu
57 Ch 54 - Menghindarimu
58 Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59 Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60 Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61 Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62 Ch 59 - Hamil??
63 Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64 Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65 Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66 Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67 Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68 Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69 Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70 Ch 67 - Cintai Aku
71 Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72 Ch 69 - Berdamai
73 Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74 Ch 71 - Mencintaimu
75 BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76 Ch 72 - My Hubbie
77 Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78 Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79 Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80 Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81 Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82 Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83 VISUAL LAGI
84 Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85 Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86 Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87 Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88 Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89 Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90 Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91 Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92 Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93 Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94 Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95 Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96 Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97 Ch 94 - Jujur Padaku
98 Ch 95 - Cupang
99 Ch 96 - Menemani Meeting
100 Ch 97 - Insecure?
101 Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102 Ch 99 - Permintaan Dareen
103 Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104 Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105 Ch 102- Direktur Terpilih
106 Ch 103 - Perasaan Dareen
107 Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108 Ch 105 - Sebuah Rahasia
109 Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110 Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111 Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112 Ch 109 - Positif
113 Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114 Ch 111 - Pertolongan Pertama
115 Ch 112 - Operasi
116 Ch 113 - Hasil Operasi
117 Ch 114 - Kondisi Daniel
118 Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119 Ch 116 - Calon Tersangka
120 Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121 Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122 Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123 Ch 120 - Metode Lain
124 Ch 121 - Melahirkan
125 Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126 Ch 123 - Perasaan Haru
127 Ch 124 - Belajar Memaafkan
128 Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129 VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130 Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131 Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132 Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133 Side Story 4 : Dareen & Allea
134 Side Story 5 : Princess Alice
135 Side Story 6 : Jordan & Mitha
136 Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137 Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138 Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139 Side Story 10 : Final (END)
140 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141 NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
VISUAL PEMAIN
2
Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3
Ch 2 - Cinta dalam Diam
4
Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5
Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6
Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7
Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8
Ch 7 - Hati yang Patah
9
Ch 8 - Membawamu Pulang
10
Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11
Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12
Ch 11 - Perasaan Bersalah
13
Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14
Ch 13 - H-1
15
Ch 14 - Hari H
16
Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17
PENGUMUMAN
18
Ch 16 - Ingin Bertemu
19
Ch 17 - Bekal Makan Siang
20
Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21
Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22
Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23
Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24
Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25
Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26
Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27
Dia adalah EZRA
28
Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29
Ch 26 - Jangan Menjemputku
30
Ch 27 - Perasaan Marah
31
Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32
Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33
Ch 30 - Tubuhku Panas
34
Ch 31 - Karyawan Baru
35
Ch 32 - Makan di Kantin
36
Ch 33 - Amarah
37
Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38
Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39
Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40
Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41
Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42
Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43
Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44
Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45
Ch 42 - Nonton Film
46
Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47
Ch 44 - Maldives?
48
Ch 45 - Honeymoon
49
Ch 46 - Malam Kita
50
Ch 47 - Kecewa
51
Ch 48 - Menunggumu Pulang
52
Ch 49 - Lepaskan!!
53
Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54
Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55
Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56
Ch 53 - Aku Membencimu
57
Ch 54 - Menghindarimu
58
Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59
Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60
Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61
Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62
Ch 59 - Hamil??
63
Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64
Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65
Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66
Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67
Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68
Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69
Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70
Ch 67 - Cintai Aku
71
Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72
Ch 69 - Berdamai
73
Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74
Ch 71 - Mencintaimu
75
BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76
Ch 72 - My Hubbie
77
Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78
Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79
Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80
Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81
Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82
Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83
VISUAL LAGI
84
Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85
Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86
Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87
Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88
Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89
Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90
Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91
Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92
Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93
Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94
Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95
Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96
Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97
Ch 94 - Jujur Padaku
98
Ch 95 - Cupang
99
Ch 96 - Menemani Meeting
100
Ch 97 - Insecure?
101
Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102
Ch 99 - Permintaan Dareen
103
Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104
Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105
Ch 102- Direktur Terpilih
106
Ch 103 - Perasaan Dareen
107
Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108
Ch 105 - Sebuah Rahasia
109
Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110
Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111
Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112
Ch 109 - Positif
113
Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114
Ch 111 - Pertolongan Pertama
115
Ch 112 - Operasi
116
Ch 113 - Hasil Operasi
117
Ch 114 - Kondisi Daniel
118
Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119
Ch 116 - Calon Tersangka
120
Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121
Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122
Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123
Ch 120 - Metode Lain
124
Ch 121 - Melahirkan
125
Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126
Ch 123 - Perasaan Haru
127
Ch 124 - Belajar Memaafkan
128
Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129
VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130
Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131
Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132
Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133
Side Story 4 : Dareen & Allea
134
Side Story 5 : Princess Alice
135
Side Story 6 : Jordan & Mitha
136
Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137
Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138
Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139
Side Story 10 : Final (END)
140
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141
NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!