Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?

(Present)

Alma menatap pria di depannya dengan sangat bahagia. Sudah hampir sebulan lebih pria itu tidak mengunjungi mereka. Kali ini dia datang. Meskipun kedatangannya bukan untuknya ( tapi untuk keponakan gembulnya), tapi tetap saja dia bahagia. Setidaknya dia bisa menatap wajah tampan itu berlama-lama.

"Hey kids... Please hug Me..." Daniel merentangkan tangannya. Zoey dengan antusias masuk ke pelukannya.

"Daddy!!" Katanya dengan bahagia. Daniel menggendong Zoey dan menciumi pipi tembemnya. Mereka bercakap-cakap dengan antusias. Alma berdiri memperhatikan mereka. Menunggu Daniel menyadari keberadaannya.

"Kids, where is Your Mom?" Daniel melihat sekitar untuk menengok keberadaan Nisha. Selagi melihat sekitar, pandangan matanya bertemu dengan Alma.

"Kak Nisha pergi ke Jakarta."

"Apa?!! Ke Jakarta? Kapan dia pergi?" Daniel tampak terkejut.

"Baru kemarin Kak,"

Daniel mengabaikan Alma. Dia meraih ponsel dan menghubungi nomor Nisha.

nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Silakan hubungi beberapa saat lagi

"Argh, shit!!" Daniel begitu gusar. Nomor Nisha tidak bisa dihubungi.

"Onty, sit itu apa?" Zoey bertanya dengan bingung. Seingatnya daddy Niel tidak pernah mengajarinya kata-kata itu.

"Oh...oh... Sit itu artinya duduk. Ayo Kita duduk di sofa itu." Alma meraih Zoey dari gendongan Daniel dan duduk di sofa. Dengan sabar dia menunggu Daniel yang sedang sibuk menelepon nomor Nisha.

"Sejak kapan nomor Nisha tidak bisa dihubungi?"

"Kemarin masih bisa dihubungi Kak. Zoey sempat video call juga. Mungkin HP Kak Nisha ketinggalan di hotel. Atau baterainya sedang habis Kak." Alma berusaha meredam kekhawatiran Daniel.

"Oh ya, mungkin benar katamu. Hey anak Daddy, sini gendong Daddy lagi." Daniel kembali meraih Zoey.

"Dimana Ibu dan Akbar?"

"Ibu sedang ke pasar, Akbar sedang main Kak."

"Jadi Kamu hanya berdua dengan Zoey?"

"Iya Kak."

"Zoey pengen apa? Daddy akan belikan semuanya."

"Eum, Kak... Kata Kak Nisha jangan terlalu memanjakan Zoey. Takutnya nanti dia menjadi terbiasa..."

"Tidak apa-apa. Siapa lagi yang akan memanjakannya kalau bukan Kita? Anak Daddy minta apa?"

"Zoey pengen maem Mekdi. Kata temen, Zoey bisa dapat dino."

"Zoey pengen makan di McD? Ayo Kita berangkat." Daniel menggendong Zoey di lengan kirinya. Sementara tangan kanannya membuka pintu mobil. Alma masih berdiri mematung di depan pintu. Dia merasa bingung harus ikut mereka atau tidak.

"Hey Little, kenapa berdiri di situ?  Ayo masuk." Daniel memanggil. Merasa mendapat lampu hijau, Alma segera mengambil tasnya. Mengunci pintu rumah dan menyusul Zoey dan Daniel. Sudah lima tahun Daniel selalu memanggilnya “Little”. Mungkin yang di maksud pria itu adalah “gadis kecil”. Alma tidak suka dengan panggilan itu. Bagaimana pun juga sekarang dia bukan gadis kecil lagi, dia sudah menjadi wanita dewasa yang matang. Tapi Alma harus menerima setiap kali dipanggil seperti itu, karena dia tidak berani melayangkan protes secara lansung kepada Daniel.

Di sepanjang perjalanan Daniel dan Zoey tampak bercakap-cakap sangat heboh. Sesekali mereka bersenandung ria. Zoey mendemonstrasikan lagu yang dipelajarinya di PAUD. Daniel ikut-ikutan bernyanyi.

Alma duduk di kursi belakang. Dia memperhatikan keakraban dua pria di depannya. Hatinya dipenuhi dengan kehangatan. Matanya tidak bisa lepas dari Daniel. Dia membayangkan, andaikan bisa menikah dengan Daniel pasti pria itu akan menjadi ayah yang hebat. Kasih sayangnya pada Zoey sangatlah dalam, padahal Zoey bukan darah dagingnya sendiri. Bisa dibayangkan bila pria itu memiliki anak sendiri? Pasti kasih sayangnya akan bertambah besar bukan?

Setiap kali pergi bertiga seperti ini, membuat Alma selalu berkhayal. Orang lain pasti akan melihat mereka sebagai satu keluarga. Dia sangat suka bila orang lain berpikiran seperti itu. Seolah-olah dia menjadi istri Daniel. Hah, kapan hal itu bisa terealisasi?

"Little, Kamu tidak kuliah?"

"Eum, tidak ada jadwal hari ini Kak."

"Oh baguslah. Kita bisa seharian menemani Zoey main."

"Iy-ya Kak..."

"Zoey, katanya besok ada hari ayah ya?"

"Yeah. Daddy day. Bu gulu nyuluh Zoey bawa Daddy ke sekolah."

"Pinter banget. Zoey langsung menghubungi Daddy. Toss dulu."

"Yeeeyy!!" Mereka berdua toss. Alma tersenyum-senyum sendiri.

"Little, besok ada jadwal kuliah kah? Kalau tidak ada, besok Kita bisa menemani Zoey ke sekolah."

"Ti-tidak ada Kak. Besok kosong Kak." Alma menjawab dengan antusias.

"Oke, sip." Daniel mengedipkan mata senang. Wajah Alma menjadi merah karena malu.

***

Hari itu mereka datang ke sekolah Zoey. Hampir setiap anak ditemani oleh orang tua mereka. Hanya Zoey saja yang tidak. Ibunya pergi ke Jakarta, sedangkan ayahnya tidak tahu dimana rimbanya. Untung saja ada Daniel dan Alma. Mereka menemani Zoey layaknya pasangan suami istri yang sedang menunggu anaknya di sekolah.

Mereka menunggu giliran untuk diperkenalkan. Setiap anak mengenalkan orang tuanya masing-masing pada teman sekelasnya. Alma melihat Daniel. Pria itu menggunakan jas hitam yang elegant. Tema hari ayah tahun ini adalah tentang pekerjaan ayah. Daniel semakin tampan dengan balutan jasnya.

Selagi menunggu giliran, Alma melihat Daniel tampak sibuk menelepon. Entah yang di telepon rekan bisnis, asisten atau Kak Nisha? Ahh, setiap kali memikirkan pria itu sedang mencoba untuk dekat dengan kakaknya, membuat hatinya sakit seperti teriris sembilu. Alma mengerjap-ngerjapkan matanya yang sudah tampak berkaca-kaca. Dia takut airmatanya akan jatuh bila tidak segera dihentikannya.

"Ayah dari Zoe Achazia Axelle, silahkan memperkenalkan diri." suara guru mulai memanggil. Alma langsung menyentuh pundak Daniel, mengingatkan pria itu bahwa sudah gilirannya untuk tampil.

Daniel memperkenalkan diri sebagai ayah dari Zoey. Dia menggendong Zoey di bahunya. Zoey tampak sangat senang. Sepertinya Zoey puas karena sudah bisa membuktikan pada teman-temannya bahwa dia juga memiliki seorang ayah sama seperti yang lainnya.

Kegiatan di sekolah hari itu di habiskan dengan bermain bersama ayah. Menjelang siang hari, kelas dibubarkan. Zoey pulang dengan perasaan bahagia.

"Mau kemana Kita Kids?"

"Zoey pengen naik mobil-mobilan."

"Kenapa naik mobil-mobilan kalau sekarang Zoey naik mobil beneran?"

"Pokoknya Zoey mau itu!"

"Oh oke-oke. Ayo Kita pergi." Daniel mengalah.

Mereka pergi ke mall dan mencari game center. Daniel menemani Zoey main sepuasnya. Alma hanya berdiri melihat mereka. Keberadaannya memang hanya pelengkap. Daniel benar-benar tidak menganggapnya.

Mereka pulang menjelang sore hari. Alma menggendong Zoey, sementara Daniel sibuk bertelepon.

"Kenapa nomor kakakmu masih tidak aktif? Kemana saja dia?"

"Saya kurang tahu Kak..."

"Apa tadi malam Kamu tidak berkomunikasi dengannya?"

"Tidak Kak. Tadi malam Saya menyelesaikan laporan. Jadi belum komunikasi dengan Kak Nisha..."

"Sebenarnya kemana wanita itu? Bikin khawatir saja." Daniel mengigit-gigit bibirnya. Kebiasaan yang sering dilakukannya ketika gugup dan panik.

Alma bertanya-tanya, mengapa Daniel begitu gugup? Kak Nisha hanya pergi ke Jakarta. Dan itupun karena pekerjaan. Kepergiannya pun tidak akan memakan waktu yang lama. Apa Daniel takut kakaknya akan kecantol pria lain? Itu tidak mungkin bukan? Alma tahu kakaknya seperti apa. Pada pria seperti Daniel yang menemaninya dalam suka dan duka selama lima tahun saja kakaknya tidak bergeming, apalagi dengan pria baru. Jadi apa sebenarnya yang di khawatirkan Daniel?

Apa dia takut Kak Nisha diculik orang dan hilang? Haha, ada-ada saja. Mana mungkin orang setua Kak Nisha diculik? Yah, mungkin kekhawatiran Daniel di dorong karena perasaannya yang begitu besar untuk Kak Nisha. Memikirkan hal itu membuat Alma tersenyum kecut. Kapan dia akan diperlakukan seperti itu oleh Daniel?

***

Happy Reading 🥰🤗

Terpopuler

Comments

Nindi Silvana

Nindi Silvana

Daniel takut kk nishamu diculik suaminya, dan itu benar hahahaa🤣😍

2024-06-20

1

She Imoed

She Imoed

Daniel takut Kakakmu diculik Suaminya dan balikan lagi Alma🤭

2023-10-25

1

Supartini

Supartini

alma kesabaranmu patut diacungi👍👍

2023-10-07

0

lihat semua
Episodes
1 VISUAL PEMAIN
2 Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3 Ch 2 - Cinta dalam Diam
4 Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5 Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6 Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7 Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8 Ch 7 - Hati yang Patah
9 Ch 8 - Membawamu Pulang
10 Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11 Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12 Ch 11 - Perasaan Bersalah
13 Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14 Ch 13 - H-1
15 Ch 14 - Hari H
16 Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17 PENGUMUMAN
18 Ch 16 - Ingin Bertemu
19 Ch 17 - Bekal Makan Siang
20 Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21 Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22 Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23 Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24 Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25 Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26 Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27 Dia adalah EZRA
28 Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29 Ch 26 - Jangan Menjemputku
30 Ch 27 - Perasaan Marah
31 Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32 Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33 Ch 30 - Tubuhku Panas
34 Ch 31 - Karyawan Baru
35 Ch 32 - Makan di Kantin
36 Ch 33 - Amarah
37 Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38 Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39 Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40 Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41 Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42 Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43 Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44 Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45 Ch 42 - Nonton Film
46 Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47 Ch 44 - Maldives?
48 Ch 45 - Honeymoon
49 Ch 46 - Malam Kita
50 Ch 47 - Kecewa
51 Ch 48 - Menunggumu Pulang
52 Ch 49 - Lepaskan!!
53 Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54 Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55 Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56 Ch 53 - Aku Membencimu
57 Ch 54 - Menghindarimu
58 Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59 Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60 Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61 Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62 Ch 59 - Hamil??
63 Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64 Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65 Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66 Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67 Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68 Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69 Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70 Ch 67 - Cintai Aku
71 Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72 Ch 69 - Berdamai
73 Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74 Ch 71 - Mencintaimu
75 BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76 Ch 72 - My Hubbie
77 Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78 Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79 Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80 Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81 Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82 Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83 VISUAL LAGI
84 Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85 Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86 Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87 Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88 Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89 Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90 Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91 Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92 Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93 Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94 Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95 Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96 Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97 Ch 94 - Jujur Padaku
98 Ch 95 - Cupang
99 Ch 96 - Menemani Meeting
100 Ch 97 - Insecure?
101 Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102 Ch 99 - Permintaan Dareen
103 Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104 Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105 Ch 102- Direktur Terpilih
106 Ch 103 - Perasaan Dareen
107 Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108 Ch 105 - Sebuah Rahasia
109 Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110 Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111 Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112 Ch 109 - Positif
113 Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114 Ch 111 - Pertolongan Pertama
115 Ch 112 - Operasi
116 Ch 113 - Hasil Operasi
117 Ch 114 - Kondisi Daniel
118 Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119 Ch 116 - Calon Tersangka
120 Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121 Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122 Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123 Ch 120 - Metode Lain
124 Ch 121 - Melahirkan
125 Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126 Ch 123 - Perasaan Haru
127 Ch 124 - Belajar Memaafkan
128 Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129 VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130 Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131 Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132 Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133 Side Story 4 : Dareen & Allea
134 Side Story 5 : Princess Alice
135 Side Story 6 : Jordan & Mitha
136 Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137 Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138 Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139 Side Story 10 : Final (END)
140 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141 NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
VISUAL PEMAIN
2
Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3
Ch 2 - Cinta dalam Diam
4
Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5
Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6
Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7
Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8
Ch 7 - Hati yang Patah
9
Ch 8 - Membawamu Pulang
10
Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11
Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12
Ch 11 - Perasaan Bersalah
13
Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14
Ch 13 - H-1
15
Ch 14 - Hari H
16
Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17
PENGUMUMAN
18
Ch 16 - Ingin Bertemu
19
Ch 17 - Bekal Makan Siang
20
Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21
Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22
Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23
Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24
Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25
Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26
Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27
Dia adalah EZRA
28
Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29
Ch 26 - Jangan Menjemputku
30
Ch 27 - Perasaan Marah
31
Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32
Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33
Ch 30 - Tubuhku Panas
34
Ch 31 - Karyawan Baru
35
Ch 32 - Makan di Kantin
36
Ch 33 - Amarah
37
Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38
Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39
Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40
Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41
Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42
Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43
Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44
Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45
Ch 42 - Nonton Film
46
Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47
Ch 44 - Maldives?
48
Ch 45 - Honeymoon
49
Ch 46 - Malam Kita
50
Ch 47 - Kecewa
51
Ch 48 - Menunggumu Pulang
52
Ch 49 - Lepaskan!!
53
Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54
Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55
Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56
Ch 53 - Aku Membencimu
57
Ch 54 - Menghindarimu
58
Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59
Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60
Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61
Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62
Ch 59 - Hamil??
63
Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64
Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65
Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66
Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67
Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68
Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69
Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70
Ch 67 - Cintai Aku
71
Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72
Ch 69 - Berdamai
73
Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74
Ch 71 - Mencintaimu
75
BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76
Ch 72 - My Hubbie
77
Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78
Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79
Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80
Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81
Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82
Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83
VISUAL LAGI
84
Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85
Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86
Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87
Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88
Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89
Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90
Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91
Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92
Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93
Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94
Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95
Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96
Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97
Ch 94 - Jujur Padaku
98
Ch 95 - Cupang
99
Ch 96 - Menemani Meeting
100
Ch 97 - Insecure?
101
Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102
Ch 99 - Permintaan Dareen
103
Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104
Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105
Ch 102- Direktur Terpilih
106
Ch 103 - Perasaan Dareen
107
Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108
Ch 105 - Sebuah Rahasia
109
Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110
Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111
Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112
Ch 109 - Positif
113
Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114
Ch 111 - Pertolongan Pertama
115
Ch 112 - Operasi
116
Ch 113 - Hasil Operasi
117
Ch 114 - Kondisi Daniel
118
Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119
Ch 116 - Calon Tersangka
120
Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121
Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122
Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123
Ch 120 - Metode Lain
124
Ch 121 - Melahirkan
125
Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126
Ch 123 - Perasaan Haru
127
Ch 124 - Belajar Memaafkan
128
Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129
VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130
Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131
Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132
Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133
Side Story 4 : Dareen & Allea
134
Side Story 5 : Princess Alice
135
Side Story 6 : Jordan & Mitha
136
Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137
Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138
Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139
Side Story 10 : Final (END)
140
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141
NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!