Ch 13 - H-1

Selama hampir dua minggu

keluarga Bu Rusmi sibuk menyiapkan ini-itu. Meskipun pernikahan yang diadakan

hanya akad saja (tanpa resepsi), tapi persiapan dilakukan dengan benar-benar matang.

Nisha mendampingi Alma mengurusi

semuanya. Dari fitting baju, make up, catering dan lain sebagainya. Zico beberapa kali datang untuk sekedar temu kangen dengan Nisha dan Zoey, setelah itu dia kembali ke Jakarta.

Selama dua minggu penuh, Alma

dan Daniel dilarang bertemu. Menurut adat, mereka harus di pingit. Menjelang

H-1 dari acara, Zico kembali datang.

"Bagaimana perasaanmu sayang? Kamu pasti deg-degan ya?" Nisha menggoda adiknya.

Mereka sedang berkumpul di ruang

keluarga. Akbar sedang memangku Zoey, Alma meletakkan kepalanya dipangkuan Bu

Rusmi. Sementara Nisha duduk di sebelah Zico yang sedang menempel ketat padanya.

"Ya, deg-degan Kak,"

"Kenapa sayang? Kamu ingin

menikah lagi?" Zico berbisik usil. Nisha mencubit paha Zico.

"Diam."

"Aku lihat sepertinya Kamu lebih antusias dalam pernikahan ini di banding Alma. Siapa tahu sayangku ingin menikah lagi, hehe."

"Siapa yang membuat pernikahanku tidak istimewa?! Kamu pelakunya."

"Oh ampun sayang. Semua

salahku," Zico memeluk Nisha erat-erat. Sikap mesra mereka sedikit membuat risih orang-orang yang berada di ruangan itu.

"Nduk, awakmu sesok wis

bakal dadhi bojone wong. Awakmu kudu ngerubah watakmu. Awakmu kudu manut dek

bojomu. Ojo ngeyelan. Bojomo ngomong opo ae kudu mbok turuti, ngerti ora?

(Nduk, Kamu besok sudah jadi istri orang. Kamu harus merubah sifat-sifatmu. Kamu harus patuh sama suamimu. Jangan suka membantah. Suamimu ngomong apapun harus Kamu turuti, mengerti?)

"Enggeh Bu." (Iya Bu)

"Bu, dia suka bantah omongan Saya. Dia tidak pernah menuruti Saya. Malah sebaliknya, Saya yang diharuskan untuk menuruti dia Bu. Tolong kasih dia nasihat juga Bu." Zico

mengadu sembari menunjuk istrinya. Nisha mencubit perut Zico keras-keras.

"Auww, ampun sayang."

"Jangan ngaduan."

"Nduk, awakmu pisan. Awakmu

kudu jaga perasaan bojomu. Duwe bojo kudu di openi, di sayang-sayang. Ojok

malah bojone di dadhikno mbabu seng mbok kongkon mrena-mrene gelem. Opo maneh

saiki bojomu gantikno awakmu ngidam. Awakmu kudu luweh perhatian ning bojomu,

paham?!"(Nduk, Kamu juga. Kamu harus menjaga perasaan suamimu. Punya suami

itu harus diurus, disayang-sayang. Kok malah suamimu Kamu jadikan sebagai pembantu, yang Kamu suruh kesana-kemari mau. Apalagi sekarang suamimu menggantikanmu ngidam. Kamu harus lebih perhatian sama suamimu, paham?!)

Bu Rusmi memberi nasihat dengan suara yang tegas. Nisha hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan patuh. Zico tersenyum penuh kemenangan.

"Ehem, sepertinya sudah malam. Saatnya Kita beristirahat. Besok pagi Kita akan melalui hari yang panjang." Bu Rusmi menyudahi percakapan malam itu.

"Mihh, Zoey tidul baleng Mommih," Zoey beranjak dari pangkuan Akbar dan berlari ke Nisha.

Bu Rusmi segera mengambil Zoey dan menggendongnya.

"Zoey tidur sama Uti saja. Tiap malam kan tidurnya juga sama Uti."

"Nggak, nggak. Zoey tidul sama

Mommih. Daddy dateng, nanti Daddy ambil Mommih." Zoey bersikeras.

"Hahaha," Orang-orang di rumah tertawa bersamaan. Zico mengambil Zoey dari gendongan bu Rusmi.

"Ya, Zoey tidur sama Mommy dan Daddy, oke?"

"Yeah."

"Zoey nggak kangen Daddy?" Zico bertanya.

"Nggak tuh."

"Beneran gak kangen?"

"Nggak!"

"Ibu dan anak sama saja." keluh Zico dan kembali membuat tertawa orang-orang di sekitarnya.

Malam itu Zoey tidur bersama Nisha dan Zico. Nisha tidur di tengah-tengah mereka. Zico tidur memeluk Nisha dengan erat.

"Sayang, Aku kangen."

"Baru tiga hari nggak ketemu, sudah kangen?"

"Ya, kangen tiap hari. Ini bukti kangenku." Zico menempelkan tubuhnya yang mengeras di bok*ng Nisha yang mencubit lengan Zico dengan keras.

"Aauww! Sakit."

"Biarin. Mesumnya kok nggak hilang-hilang sih?"

"Jangan salahkan dia. Setiap kali melihatmu dia selalu terbangun dan tegang. Kamu harus bertanggung jawab sayang," Zico mulai mengendus-ngendus leher Nisha dan menjilati

telinganya.

"Jangan macam-macam, ada Zoey di sebelah Kita."

"Iya, huft," Zico menghela napas dalam-dalam. Nafsunya sudah berada di ubun-ubun namun sayangnya tidak bisa di salurkan.

"Sayang, beneran sayang nggak mau melakukan resepsi?"

"Iya, untuk apa?"

"Beneran nggak bakal menyesal? Sayang nggak iri melihat Alma menikah?"

"Ngapain iri sih. Kamu itu aneh. Sudah ada Kamu, Zoey dan calon bayi Kita, untuk apa iri?? Asalkan ada kalian semua, mau hidup seperti apapun Aku akan bahagia sayang." Nisha

mengecup bibir suaminya. "Ayo tidur."

"Hemm..." Nisha tidur memeluk Zoey, sementara Zico memeluk keduanya.

***

Malam itu Alma tidak bisa tidur. Pikirannya melayang kemana-mana. Dia memikirkan Daniel. Bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan Daniel sekarang? Apa yang dipikirkan Daniel? Besok adalah hari penting mereka. Mereka akan terikat dalam ikatan pernikahan. Apakah Daniel

menyesal? Apakah Daniel marah? Pasti Daniel kesal karena harus menikah dengannya. Laki-laki sesempurna Daniel pasti akan mendapatkan wanita yang jauh di atasnya dalam hal apapun. Bagaimana kalau tiba-tiba saja Daniel membatalkan pernikahan ini? Bagaimana bila Daniel tidak datang di pernikahan mereka besok?

Apa yang harus dilakukannya?

Bila hal itu benar-benar terjadi, Alma sudah tidak mampu hidup lagi. Balutan rasa malu dan terluka akan memenuhi dirinya. Alma bergidik memikirkan kemungkinan itu. Alma berharap besok akan berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.

***

Tito menatap atasannya dengan perasaan sedih. Daniel sedang mabuk-mabukkan sekarang. Mungkin itu adalah ungkapan kekecewaan dia akan kehidupan yang tidak berjalan sesuai rencananya.

"Hahaha, Ti-to...Be-sok Aku

a-kan me-nikah. ME-NI-KAH!! hahaha!! Uhuhuhu," Emosi Daniel berubah-ubah, dari tawa menjadi tangis, tangis menjadi tawa begitu seterusnya.

Tito menatap Daniel dengan prihatin. Gelombang perasaan bersalah menghantuinya.

Meskipun kedatangan orang tua Daniel pada malam itu bukan karena laporan dari dirinya, tapi

Tito merasa bersalah karena membiarkan Alma dan Daniel pulang berdua malam itu. Kalau dia tahu bosnya akan semenderita ini karena harus menikah dengan Alma, dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Tapi nasi sudah menjadi bubur,

takdir yag sudah digariskan tidak bisa di ubah lagi.

"Tito... Bagaimana Aku a-kan me-nikahi wa-nita yang su-dah Ku ang-gap sebagai A-DIK sendiri?!

Bagai-mana Aku me-nikahi adik dari wanita yang Ku cintai?! Apa-kah Kamu bisa membayangkan perasaanku? De-ngan me-nikahi Al-ma, Aku akan se-ring bertemu dengan-nya. Hatiku sakit setiap kali melihatnya, sakiiitt

sekali, uhuhuuu," Daniel kembali menangis.

"Hati-ku sangat panas. Mem-bayangkan dia bersama laki-laki ******** itu!! Hatiku terbakar!! Sampai kapan perasaan ini akan ada!! Kapan perasaan ini akan hilang? Jawab Aku Tito!!"

"Aku tidak ingin bertemu dengannya. Aku tidak ingin melihat senyum bahagianya. Mungkin Kamu pikir Aku adalah laki-laki picik dan egois. Tapi hatiku benar-benar sakit. Aku tidak rela

dia bahagia bersama laki-laki itu!! Huuuuu," Daniel memukul-mukul dadanya. Menunjukkan rasa sakitnya. Ketika dia akan mengambil botol minuman lagi, Tito segera menjauhkan botol itu dari jangkaun tangannya.

"Cukup Tuan. Besok Anda akan menikah. Sebaiknya Anda tidur sekarang." Tito bergerak ke sebelah Daniel dan mulai memapah laki-laki itu menuju kamarnya. Tito membaringkan Daniel di

ranjang. Malam ini dia mendapat tugas untuk menjaga Daniel sampai besok pagi karena orang tuanya khawatir anak laki-lakinya itu akan kabur dari pernikahannya besok. Semoga esok kan baik-baik saja, itu harapan Tito.

***

Happy Reading 🥰

Terpopuler

Comments

Nindi Silvana

Nindi Silvana

udahlah Daniel terima aja takdirmu, Nisha emng bukan ditakdirkan untuk kamu tapi untuk ZICO😍😍

2024-06-21

0

Supartini

Supartini

ya gimana ya daniel semua sudah terjadi jalani dng ikhlas aja

2023-10-08

0

A Yes

A Yes

tuuuh kan, ngerinya pas tahu dibohongi dan kaya dijebak Daniel berubah ke Daris ckckckck

2023-04-13

0

lihat semua
Episodes
1 VISUAL PEMAIN
2 Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3 Ch 2 - Cinta dalam Diam
4 Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5 Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6 Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7 Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8 Ch 7 - Hati yang Patah
9 Ch 8 - Membawamu Pulang
10 Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11 Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12 Ch 11 - Perasaan Bersalah
13 Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14 Ch 13 - H-1
15 Ch 14 - Hari H
16 Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17 PENGUMUMAN
18 Ch 16 - Ingin Bertemu
19 Ch 17 - Bekal Makan Siang
20 Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21 Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22 Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23 Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24 Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25 Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26 Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27 Dia adalah EZRA
28 Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29 Ch 26 - Jangan Menjemputku
30 Ch 27 - Perasaan Marah
31 Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32 Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33 Ch 30 - Tubuhku Panas
34 Ch 31 - Karyawan Baru
35 Ch 32 - Makan di Kantin
36 Ch 33 - Amarah
37 Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38 Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39 Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40 Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41 Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42 Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43 Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44 Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45 Ch 42 - Nonton Film
46 Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47 Ch 44 - Maldives?
48 Ch 45 - Honeymoon
49 Ch 46 - Malam Kita
50 Ch 47 - Kecewa
51 Ch 48 - Menunggumu Pulang
52 Ch 49 - Lepaskan!!
53 Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54 Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55 Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56 Ch 53 - Aku Membencimu
57 Ch 54 - Menghindarimu
58 Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59 Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60 Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61 Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62 Ch 59 - Hamil??
63 Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64 Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65 Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66 Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67 Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68 Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69 Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70 Ch 67 - Cintai Aku
71 Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72 Ch 69 - Berdamai
73 Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74 Ch 71 - Mencintaimu
75 BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76 Ch 72 - My Hubbie
77 Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78 Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79 Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80 Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81 Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82 Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83 VISUAL LAGI
84 Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85 Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86 Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87 Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88 Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89 Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90 Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91 Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92 Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93 Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94 Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95 Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96 Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97 Ch 94 - Jujur Padaku
98 Ch 95 - Cupang
99 Ch 96 - Menemani Meeting
100 Ch 97 - Insecure?
101 Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102 Ch 99 - Permintaan Dareen
103 Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104 Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105 Ch 102- Direktur Terpilih
106 Ch 103 - Perasaan Dareen
107 Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108 Ch 105 - Sebuah Rahasia
109 Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110 Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111 Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112 Ch 109 - Positif
113 Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114 Ch 111 - Pertolongan Pertama
115 Ch 112 - Operasi
116 Ch 113 - Hasil Operasi
117 Ch 114 - Kondisi Daniel
118 Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119 Ch 116 - Calon Tersangka
120 Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121 Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122 Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123 Ch 120 - Metode Lain
124 Ch 121 - Melahirkan
125 Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126 Ch 123 - Perasaan Haru
127 Ch 124 - Belajar Memaafkan
128 Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129 VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130 Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131 Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132 Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133 Side Story 4 : Dareen & Allea
134 Side Story 5 : Princess Alice
135 Side Story 6 : Jordan & Mitha
136 Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137 Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138 Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139 Side Story 10 : Final (END)
140 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141 NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
VISUAL PEMAIN
2
Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3
Ch 2 - Cinta dalam Diam
4
Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5
Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6
Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7
Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8
Ch 7 - Hati yang Patah
9
Ch 8 - Membawamu Pulang
10
Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11
Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12
Ch 11 - Perasaan Bersalah
13
Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14
Ch 13 - H-1
15
Ch 14 - Hari H
16
Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17
PENGUMUMAN
18
Ch 16 - Ingin Bertemu
19
Ch 17 - Bekal Makan Siang
20
Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21
Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22
Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23
Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24
Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25
Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26
Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27
Dia adalah EZRA
28
Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29
Ch 26 - Jangan Menjemputku
30
Ch 27 - Perasaan Marah
31
Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32
Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33
Ch 30 - Tubuhku Panas
34
Ch 31 - Karyawan Baru
35
Ch 32 - Makan di Kantin
36
Ch 33 - Amarah
37
Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38
Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39
Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40
Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41
Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42
Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43
Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44
Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45
Ch 42 - Nonton Film
46
Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47
Ch 44 - Maldives?
48
Ch 45 - Honeymoon
49
Ch 46 - Malam Kita
50
Ch 47 - Kecewa
51
Ch 48 - Menunggumu Pulang
52
Ch 49 - Lepaskan!!
53
Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54
Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55
Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56
Ch 53 - Aku Membencimu
57
Ch 54 - Menghindarimu
58
Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59
Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60
Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61
Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62
Ch 59 - Hamil??
63
Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64
Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65
Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66
Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67
Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68
Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69
Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70
Ch 67 - Cintai Aku
71
Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72
Ch 69 - Berdamai
73
Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74
Ch 71 - Mencintaimu
75
BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76
Ch 72 - My Hubbie
77
Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78
Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79
Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80
Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81
Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82
Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83
VISUAL LAGI
84
Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85
Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86
Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87
Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88
Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89
Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90
Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91
Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92
Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93
Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94
Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95
Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96
Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97
Ch 94 - Jujur Padaku
98
Ch 95 - Cupang
99
Ch 96 - Menemani Meeting
100
Ch 97 - Insecure?
101
Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102
Ch 99 - Permintaan Dareen
103
Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104
Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105
Ch 102- Direktur Terpilih
106
Ch 103 - Perasaan Dareen
107
Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108
Ch 105 - Sebuah Rahasia
109
Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110
Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111
Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112
Ch 109 - Positif
113
Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114
Ch 111 - Pertolongan Pertama
115
Ch 112 - Operasi
116
Ch 113 - Hasil Operasi
117
Ch 114 - Kondisi Daniel
118
Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119
Ch 116 - Calon Tersangka
120
Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121
Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122
Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123
Ch 120 - Metode Lain
124
Ch 121 - Melahirkan
125
Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126
Ch 123 - Perasaan Haru
127
Ch 124 - Belajar Memaafkan
128
Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129
VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130
Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131
Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132
Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133
Side Story 4 : Dareen & Allea
134
Side Story 5 : Princess Alice
135
Side Story 6 : Jordan & Mitha
136
Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137
Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138
Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139
Side Story 10 : Final (END)
140
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141
NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!