(Flashback) Daniel POV
Daniel menatap wajah Nisha yang sedang tertidur pulas. Ada kepuasan di dalam hatinya karena berhasil membuat Nisha berada di sisinya. Mungkin apa yang dirasakannya ini terbilang jahat. Dia senang Nisha berada di sisinya, sedangkan ada laki-laki lain yang begitu terpuruk melihat kepergiannya.
Dia memang egois. Meskipun Nisha sudah menjadi milik orang lain, dia masih tetap menginginkannya. Perasaannya memang sangat tidak masuk akal dan juga sangat menyedihkan. Dia juga heran kenapa perasaannya pada Nisha begitu kuat? Apa yang dilakukan wanita itu hingga membuatnya seperti ini?
Dia sempat terpuruk begitu mengetahui Nisha adalah istri Zico, laki-laki yang dianggapnya seperti saudara sendiri. Keputusan untuk mengalah dan mengikhlaskan Nisha sudah di buatnya. Dia akan pergi ke LN lagi dan akan berusaha untuk melupakan Nisha. Namun sejurus kemudian, kesempatan itu kembali datang.
Tanpa diduga Nisha menghubunginya. Meminta bantuannya agar terlepas dari Zico. Sebagai pria yang baik, dia seharusnya tidak membantu Nisha. Dia seharusnya tetap menyuruh Nisha agar bersama dengan Zico karena laki-laki itu adalah suaminya. Namun pikirannya berubah ketika Nisha menceritakan perlakuan tidak enak keluarga Zico. Timbul niatan dalam hatinya untuk melindungi Nisha. Tanpa memikirkan perasaan Zico, dia memutuskan untuk membantu Nisha agar bisa keluar dalam jeratan keluarga besar itu.
Dia mengikuti alur yang sudah direncanakan. Karena takut Nisha akan menyesal dengan keputusan yang dibuatnya, dia menyuruh dokter untuk memberikan anestesi. Dengan begitu Nisha tidak akan melihat kemarahan dan penderitaan yang Zico rasakan. Dia ingin Nisha melupakan Zico sepenuhnya.
Saat ini dia berhasil membawa Nisha bersamanya. Dia akan membuat Nisha melupakan Zico dan memulai hidup baru dengannya.
Rencananya tidak berjalan mulus. Nisha berulang kali meminta pulang ke Indonesia. Setelah hampir setiap waktu mendengar rengekan itu, pada akhirnya dia setuju membawa Nisha pulang dengan beberapa syarat.
Dia menempatkan Nisha di Surabaya yang merupakan Ibu Kota provinsi. Surabaya lebih dekat dengan kampung halaman Nisha yang terletak di salah satu kabupaten di Jawa Timur. Nisha bersikukuh untuk tinggal sendiri. Nisha tidak mau ditemani dirinya. Karena khawatir Daniel mencari keluarga Nisha dan membuat mereka tinggal bersamanya.
Daniel tahu mendapatkan hati Nisha tidak semudah membalikkan telapak tangan. Yang dibutuhkannya hanyalah kesabaran. Dia yakin dengan kesabaran, lambat laun hati Nisha akan luluh kepadanya.
Hari-hari pun berlalu dengan cepat. Perut Nisha pun semakin bertambah besar. Dia tetap setia mendampinginya. Dia tahu, fokus Nisha saat ini bukan pada masalah cinta tapi pada masa depan anak dan keluarganya. Dia harus tetap bersabar, menunggu Nisha siap menerimanya. Yang bisa di lakukannya hanyalah tetap berada di sisi wanita itu.
Hari kelahiran pun tiba. Melihat Nisha kesakitan, membuat hatinya ikut merasakan sakit. Andaikan rasa sakit bisa dipindah, dia ingin menggantikan rasa sakit itu. Timbul sebersit kebencian di hatinya pada Zico. Karena laki-laki itulah Nisha merasakan penderitaan seperti ini.
Pikirannya begitu bingung dan kalut. Dia hanya bisa menemani Nisha melewati masa-masa sakitnya. Dia sudah menawarkan Nisha untuk melakukan operasi caesar, tapi wanita itu tidak mau. Nisha bersikukuh untuk melahirkan secara normal.
Setelah berjuang selama delapan jam, akhirnya Nisha melahirkan bayi laki-laki sehat yang tampan. Meskipun sedikit kecewa karena wajah bayi itu mirip dengan ayahnya, namun rasa suka cita, bahagia, terharu menyelimuti hatinya. Untuk kedua kalinya Daniel jatuh cinta.
Daniel tidak ingin bayi itu diambil Zico. Dia takut suatu saat nanti Zico akan datang dan kembali mengambil anaknya. Oleh karena itu, dia menyuap pihak rumah sakit agar mau merekayasa hari lahirnya.
Bayi tampan itu bernama Zoey. Zoey mengisi hari-hari hampanya yang tak mampu diisi oleh Nisha. Kehadiran Zoey bagaikan cahaya dalam gelapnya hidup. Daniel merasa sangat bersyukur. Dia ikut merawat Zoey. Meskipun dia tidak bisa setiap hari bertemu dengan bocah itu (karena masalah pekerjaan), tapi dia selalu mengusahakan untuk bertemu dengannya meskipun terkadang hanya seminggu sekali.
Dia mencintai Zoey seperti mencintai anaknya sendiri. Dia lupa bahwa Zoey memiliki ayah kandung. Dia menganggap dirinya adalah ayah kandung Zoey. Dia mengajari Zoey memanggilnya "Daddy". Dia berharap dengan melakukan hal seperti itu, Zoey akan menjadi anaknya, Nisha akan menjadi istrinya. Namun harapannya sia-sia. Nisha selalu saja berkata, bahwa dia hanyalah "Uncle" bukan "Daddy". Tidak bisakah Nisha mempertimbangkannya untuk menjadi daddy Zoey? Sampai kapan Nisha akan membuka hati untuknya? Sampai kapan dia akan menunggu?
Menunggu perasaannya disambut, bagaikan menulis di atas air, suatu hal yang sia-sia. Mungkin itu pandangan orang lain terhadapnya. Membuang waktu selama lima tahun dengan tak berguna? Tapi Daniel tetap akan menunggu. Dia yakin, suatu saat nanti Nisha akan melihat ketulusan hatinya. Nisha akan melupakan Zico sepenuhnya.
Hari berganti hari, bulan pun berganti dengan tahun. Hubungannya dengan Nisha tidak kunjung mengalami perkembangan. Tetap stagnant di tempat. Setiap kali dia mencoba untuk dekat, Nisha selalu menghindar. Berulang kali dia merencanakan kencan, tapi Nisha selalu menghancurkannya. Mengapa dia tidak diberi kesempatan? Bukankah dirinya cukup mampu bersaing dengan laki-laki seperti Zico? Masalah tampang? Dia juga tampan. Masalah kekayaan? Dia juga kaya, bahkan kekayaannya melebihi Zico. Masalah keluarga? Dia yakin keluarganya tidak akan berpikiran picik. Keluarganya akan selalu mendukungnya, apapun keputusan yang di buatnya. Masalah hati? Mungkin dulu dia memang playboy, tapi setelah bertemu dengan Nisha dia tidak memiliki ketertarikan dengan wanita lain. Bukankah itu cukup untuk mengukur kesetiannya? Jadi apa yang kurang?! Apa yang dimiliki Zico tapi tidak dimilikinya?! Mengapa hati Nisha tetap dipenuhi oleh pria itu?! Mengapa?!
Setiap kali memikirkannya Daniel merasa sangat frustasi. Ketidakberdayaannya dalam memaksa Nisha untuk menerima hatinya membuat waktu berjalan dengan cepat. Tanpa disadarinya, 5 tahun pun sudah berlalu dengan cepat. Hubungannya tetap tidak mengalami perkembangan apa-apa. Nisha tetap menganggapnya seperti kakak. Tidak lebih dari itu. Sepertinya Nisha sudah benar-benar menutup hatinya untuk orang lain. Yang bisa dilakukannya hanyalah menjalani hari-hari seperti biasanya. Memimpin perusahaan, bertemu dengan rekan bisnis, bepergian ke luar negeri untuk perusahaan. Kesibukan itu membuatnya tidak bisa setiap hari menemui Nisha dan Zoey. Dia hanya bisa menemui mereka terkadang 3-4 minggu sekali.
Selama lima tahun, tidak ada pergerakan dari Zico. Tidak ada orang mencurigakan yang mencari keberadaan Nisha dan Zoey. Sepertinya Zico sudah benar-benar melupakan Nisha dan memutuskan untuk tidak mencarinya. Memikirkan hal itu membuat Daniel bernapas lega. Dia yakin Nisha dan Zoey akan tetap aman meskipun tanpa pengawasannya selama 24 jam penuh.
Pikiran yang sangat menyepelekan. Tanpa di sadari dan di ketahuinya, Nisha malah pergi ke sarang singa itu sendiri!!
***
Happy Reading 🥰🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Nindi Silvana
karenaaaa kamu Zico juga hampir gila Daniel edan pake bawa Nisha jauh bgtt😡
2024-06-20
0
Nindi Silvana
dasar Daniel pengganggu rumah tangga orang nih😡 masih kesel aja SMA Daniel
2024-06-20
0
She Imoed
lah itu yg namanya jodoh bang Daniel mau sekuat apapun kamu menghalanginya jodoh ttp akan bertemu
jodohmu udah ditulis sana kak Erka🥰
2023-10-25
2