Ch 16 - Ingin Bertemu

"Maksudnya Nak?"

"Status Alma sekarang masih

kuliah Bu. Akan sangat disayangkan kalau dia tidak melanjutkan kuliahnya. Demi

kenyamanannya, Saya menyarankan agar Alma tetap tinggal di sini. Mungkin

seminggu sekali Saya akan berkunjung kesini,"

"Tidak! Aku ikut Kakak ke

Jakarta saja." Alma tiba-tiba menyahut. Pikiran akan jauh dari Daniel membuatnya sangat gelisah. Dia takut Daniel akan meninggalkannya.

"Little, Kamu masih kuliah. Kamu harus menyelesaikan kuliahmu,"

"Jangan panggil 'little-little' lagi. Aku sudah besar. Aku akan melanjutkan kuliah di Jakarta!" Alma tetap ngeyel.

"Kalau Kamu ikut ke Jakarta, bagaimana dengan Ibu?"

"Ibu bisa ikut ke Jakarta juga. Akbar juga." Alma tetap keras kepala. Bu Rusmi tersenyum maklum

melihatnya. Bu Rusmi tahu anaknya menyukai Daniel dari kecil, jadi wajar saja kalau anak itu bersikeras untuk mengikuti kemana pun Daniel pergi, apalagi Daniel sekarang sudah menjadi suaminya.

"Begini Nak Daniel. Sekarang kalian sudah berkeluarga. Tidak baik bagi pasangan suami istri yang baru menikah hidup berjauh-jauhan. Ibu sudah menikahkan Alma denganmu. Ibu

sudah melepas tanggung jawab Ibu terhadapnya. Sekarang Alma menjadi tanggung

jawabmu. Baiknya kalian hidup bersama saja. Biarkan Alma ikut bersamamu ke

Jakarta. Masalah kuliah kan bisa dilanjutkan di sana? Untuk Ibu, Ibu akan tetap di sini saja. Akbar juga pasti tidak akan mau ikut pindah ke Jakarta. Dia tidak akan mau berpisah dengan teman-teman motornya. Itu pendapat Ibu Nak."

Daniel terdiam mendengar penjelasan Bu Rusmi. Kata-kata Bu Rusmi memang benar, tapi dia tidak puas. Membayangkan akan hidup dengan Alma seterusnya membuat perasaannya terbebani.

Bagaimana dia harus bersikap ke depannya? Bagaimana dia akan memperlakukan

Alma? Mereka pasti akan hidup dalam kekikukan. Tapi meskipun hatinya keberatan, mau tidak mau Daniel tetap harus menerima keputusan itu. Dia suami Alma sekarang, dia harus bertanggung jawab terhadap gadis itu.

"Baiklah Bu, bila memang itu keputusan Ibu, Saya akan segera membawa Alma bersama Saya. Mengenai dokumen-dokumen, akan ada orang yang kesini untuk mengurusnya."

"Iya Nak."

"Kami harus pergi hari ini Bu. Ada pekerjaan yang harus Saya selesaikan."

"Iya Nak. Kalau begitu, Ibu akan bantu Alma untuk berkemas."

Selama hampir satu jam Alma mengemasi barang-barangnya. Hatinya berbunga-bunga begitu mengetahui Daniel mengijinkannya untuk ikut bersamanya.

Sore itu mereka terbang ke Jakarta. Daniel membawa Alma ke apartemennya yang baru. Sebenarnya Mommy Kate sudah menghadiahi mereka hunian mewah di lingkungan elit, tapi Daniel tidak mau menerimanya. Dia tetap menggunakan apartemennya.

Sesampainya di apartemen, Daniel segera meletakkan barang-barang Alma di kamar ganti dan menunjukkan pada Alma sebuah kamar.

"Al, ini kamarmu. Kamu bisa meletakkan barang-barangmu disini." Daniel membuka pintu sebuah kamar. Alma melongokkan kepalanya. Dia menatap sekeliling.

Kamar itu terasa kosong, meskipun banyak perabot di dalamnya. Terlihat bahwa kamar itu tidak pernah di huni seseorang.

"Aku tidur di sini Kak?"

"Iya. Aku tidur di kamar sebelah." Daniel menunjuk kamar lain, tepat di sebelah kamar Alma.

Alma menelan ludah dengan pahit. Dari awal dia tahu Daniel akan menolaknya. Tapi dia sedikit terkejut mengetahui kenyataan Daniel tidak ingin sekamar dengannya.

"Ba-baik Kak. Kalau begitu Aku mau istirahat dulu Kak," Alma buru-buru masuk ke dalam kamar dan

menutup pintu tepat di depan Daniel. Dia tidak ingin Daniel melihat airmatanya.

Alma menghempaskan dirinya di

ranjang. Dia membenamkan wajahnya di bantal kuat-kuat dan mulai menangis. Tidak

apa-apa kan dia menangis? Dia tidak bisa selalu kuat, dia juga butuh menangis.

Tapi dia tidak ingin Daniel melihat airmatanya. Dia ingin Daniel melihatnya sebagai wanita yang ceria. Dia sudah berjanji akan membuat Daniel mencintainya. Sikap penolakan Daniel yang seperti ini tidak akan membuatnya sakit hati. Tapi

sesekali dia menangis tidak apa-apa kan? Perasaan Alma bergejolak.

Ting...Ting... (bunyi notif pesan masuk)

Alma mengambil ponsel dan melihat pesan yang masuk. Ternyata dari Daniel.

*Al, Aku akan keluar sebentar. Ada pekerjaan yang harus Aku urus.

*Akan ada ART yang datang, jika Kamu lapar minta saja dibuatkan makan.

Alma menghempaskan ponselnya dengan kesal. Selalu saja alasan yang sama. Apa malam ini Daniel akan mabuk lagi? Sampai kapan laki-laki itu akan melakukan rutinitas yang sama? Hah...

Selama beberapa hari selanjutnya, Alma jarang bertemu dengan Daniel. Setiap harinya dia hanya berdua dengan ART yang dipilih Daniel. Pria itu jarang pulang ke rumah. Alma berusaha

menghubunginya, tapi alasan Daniel selalu sama. Ada pekerjaan yang harus di urus!

Alma mulai tidak sabar. Dia sangat merindukan pria itu. Dia ingin melihat wajah Daniel. Timbul niat dalam hati Alma untuk datang ke perusahaan suaminya itu.

Alma tahu Daniel sangat kaya. Hanya dengan mengetik nama Grup H, semua hal tentang grup itu akan muncul di laman gugel. Grup H memiliki ratusan anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Tapi Alma tahu gedung yang hanya di huni oleh para petinggi grup itu.

Alma menyiapkan makan siang. Daniel menyukai makanan oriental, jadi menu siang itu adalah makanan Jepang.

"Nona, biar Saya saja yang masak,"

"Tidak perlu. Aku ingin dia makan masakanku."

Alma memasak sushi, ebi furai, karaage, salad sayur dan jus jeruk. Dia menyiapkan semuanya dengan hati yang riang. Dia berharap Daniel akan senang melihatnya datang dengan membawa

makanan.

Alma mencari alamat gedung pusat di browser. Kemudian dia memulai memesan taksi online.

"Nona, Tuan tidak akan suka melihat Anda keluar dengan taksi. Ijinkan Saya untuk menelepon supir

pribadi,"

"Tidak perlu Bi. Kalau pakai supir pribadi, bukan surprise lagi dong."

"Tapi nanti Tuan akan marah,"

"Dia tidak akan marah."

"Tapi Nona,"

Alma tidak menghiraukan suara pengurus rumah lagi. Dia buru-buru keluar dari apartemen dan masuk ke dalam taksi online. Setelah hampir empat puluh menit akhirnya taksi berhenti di depan sebuah gedung megah. Alma menatap gedung itu dengan takjub. Dia merasa semakin

rendah diri. Merasa bahwa dirinya bukanlah apa-apa bila dibandingkan dengan

Daniel.

Dia hanya wanita biasa, yang menikahi Tuan Muda super kaya. Betapa tidak tahu diri. Seharusnya Daniel bisa mendapatkan wanita yang setara dengannya, tapi karena dirinya yang egois dan

tidak tahu malu, laki-laki itu harus menikah dengannya. Alma merasa malu dengan

dirinya sendiri.

Tapi dia mencintai Daniel dengan

tulus. Andaikan Daniel menjadi pria miskin pun dia akan tetap mencintainya. Bukankah cintanya sudah cukup untuk membuatnya berada di sisi Daniel? Atau belum kah?

Alma bingung harus masuk ke dalam gedung itu atau tidak. Kemudian dia menatap masakannya. Pada akhirnya dia mengumpulkan kepercayaan dirinya dan masuk ke dalam gedung.

Alma mengambil ponsel dan menelepon Daniel, tapi pria itu tidak mengangkatnya. Alma akhirnya memutuskan untuk bertanya pada resepsionis.

"Selamat siang Ibu, ada yang bisa Saya bantu?"

"Ehm, Saya mau bertemu dengan Kak Daniel,"

"Kak Daniel? Mohon maaf, bisa lebih spesifik Bu? Dari divisi mana? Atau jabatannya apa?"

Resepsionis bertanya dengan sabar.

"Emm, Kak Daniel Vieri Nathaniel. Dari divisi apa ya? Lupa juga Kak,"

"Pak Daniel, wakil direktur maksudnya Bu?"

"Iya Kak,"

"Apa Ibu sudah membuat janji?"

"Belum. Saya sengaja datang untuk membuat kejutan."

"Mohon maaf Bu, Ibu tidak bisa menemui wakil direktur Kami sebelum membuat janji."

"Janji? Janji gimana maksudnya ya?"

"Anda bisa langsung confirm ke sekretaris beliau, nanti sekretaris yang akan menentukan Pak Daniel bisa menemui Anda atau tidak."

"Kok rumit sekali prosesnya Kak? Kak Daniel sudah empat hari tidak pulang Kak. Saya kangen, ingin bertemu." Alma berkata dengan polos. Resepsionis menatap Alma dengan pandangan aneh. Seolah-olah berpikir bahwa Alma adalah gadis aneh yang datang untuk mengacau.

"Beneran tidak bisa ketemu Kak? Padahal Saya sudah bawa makanan,"

"Iya mohon maaf belum bisa bertemu Bu,"

"Ohh, itu Kak Daniel. Kak!! Kak!! Ini Aku, Alma! Kak Daniel!!"

***

Happy Reading ^^

Terpopuler

Comments

ThaRoe🍌🍆🌀

ThaRoe🍌🍆🌀

tetap sesak bacanya thor🤧

2025-01-11

1

Nindi Silvana

Nindi Silvana

yaampun Alma sedihh bgt loh kamu😭

2024-06-25

0

Isni Alfatih Rahman

Isni Alfatih Rahman

sedih aku lihat kamu Alma 😢😢😢 baca yg kesekian kalinya nih thor

2024-02-10

2

lihat semua
Episodes
1 VISUAL PEMAIN
2 Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3 Ch 2 - Cinta dalam Diam
4 Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5 Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6 Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7 Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8 Ch 7 - Hati yang Patah
9 Ch 8 - Membawamu Pulang
10 Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11 Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12 Ch 11 - Perasaan Bersalah
13 Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14 Ch 13 - H-1
15 Ch 14 - Hari H
16 Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17 PENGUMUMAN
18 Ch 16 - Ingin Bertemu
19 Ch 17 - Bekal Makan Siang
20 Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21 Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22 Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23 Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24 Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25 Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26 Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27 Dia adalah EZRA
28 Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29 Ch 26 - Jangan Menjemputku
30 Ch 27 - Perasaan Marah
31 Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32 Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33 Ch 30 - Tubuhku Panas
34 Ch 31 - Karyawan Baru
35 Ch 32 - Makan di Kantin
36 Ch 33 - Amarah
37 Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38 Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39 Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40 Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41 Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42 Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43 Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44 Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45 Ch 42 - Nonton Film
46 Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47 Ch 44 - Maldives?
48 Ch 45 - Honeymoon
49 Ch 46 - Malam Kita
50 Ch 47 - Kecewa
51 Ch 48 - Menunggumu Pulang
52 Ch 49 - Lepaskan!!
53 Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54 Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55 Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56 Ch 53 - Aku Membencimu
57 Ch 54 - Menghindarimu
58 Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59 Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60 Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61 Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62 Ch 59 - Hamil??
63 Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64 Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65 Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66 Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67 Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68 Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69 Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70 Ch 67 - Cintai Aku
71 Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72 Ch 69 - Berdamai
73 Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74 Ch 71 - Mencintaimu
75 BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76 Ch 72 - My Hubbie
77 Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78 Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79 Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80 Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81 Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82 Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83 VISUAL LAGI
84 Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85 Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86 Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87 Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88 Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89 Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90 Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91 Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92 Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93 Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94 Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95 Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96 Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97 Ch 94 - Jujur Padaku
98 Ch 95 - Cupang
99 Ch 96 - Menemani Meeting
100 Ch 97 - Insecure?
101 Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102 Ch 99 - Permintaan Dareen
103 Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104 Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105 Ch 102- Direktur Terpilih
106 Ch 103 - Perasaan Dareen
107 Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108 Ch 105 - Sebuah Rahasia
109 Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110 Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111 Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112 Ch 109 - Positif
113 Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114 Ch 111 - Pertolongan Pertama
115 Ch 112 - Operasi
116 Ch 113 - Hasil Operasi
117 Ch 114 - Kondisi Daniel
118 Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119 Ch 116 - Calon Tersangka
120 Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121 Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122 Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123 Ch 120 - Metode Lain
124 Ch 121 - Melahirkan
125 Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126 Ch 123 - Perasaan Haru
127 Ch 124 - Belajar Memaafkan
128 Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129 VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130 Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131 Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132 Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133 Side Story 4 : Dareen & Allea
134 Side Story 5 : Princess Alice
135 Side Story 6 : Jordan & Mitha
136 Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137 Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138 Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139 Side Story 10 : Final (END)
140 PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141 NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
VISUAL PEMAIN
2
Ch 1 - Awal Cinta Bermula
3
Ch 2 - Cinta dalam Diam
4
Ch 3 - Aku Ingin Kamu Menjadi Milikku
5
Ch 4 - Kapan Aku Mendapat Perlakuan Seperti Itu?
6
Ch 5 - Aku Lega Mendengar Kabarmu
7
Ch 6 - Permintaan Keluarga Besar
8
Ch 7 - Hati yang Patah
9
Ch 8 - Membawamu Pulang
10
Ch 9 - Aku Tidak akan Meninggalkanmu
11
Ch 10 - Aku akan Menikahimu
12
Ch 11 - Perasaan Bersalah
13
Ch 12 - Pertemuan Keluarga
14
Ch 13 - H-1
15
Ch 14 - Hari H
16
Ch 15 - Malam Pertama Kita?
17
PENGUMUMAN
18
Ch 16 - Ingin Bertemu
19
Ch 17 - Bekal Makan Siang
20
Ch 18 - Kamu Sakit Apa?
21
Ch 19 - Aku Akan Membantumu
22
Ch 20 - Sejak Kapan Kamu Tumbuh Menjadi Wanita Cantik?
23
Ch 21 - Aku Akan Memandikanmu
24
Ch 22 - Cara Untuk Dekat Denganmu
25
Ch 23 - Sekretaris Pribadi
26
Ch 24 - Tolong Jangan Beritahu Yang Lain
27
Dia adalah EZRA
28
Ch 25 - Menginap di Rumah Kakak
29
Ch 26 - Jangan Menjemputku
30
Ch 27 - Perasaan Marah
31
Ch 28 - Akhirnya Kamu Pulang
32
Ch 29 - Rencana Mommy Kate??
33
Ch 30 - Tubuhku Panas
34
Ch 31 - Karyawan Baru
35
Ch 32 - Makan di Kantin
36
Ch 33 - Amarah
37
Ch 34 - Apa Kamu Menyesal Menikah Denganku?
38
Ch 35 - Aku Tidak Menyesal
39
Ch 36 - Menangkap si Pembuat Masalah
40
Ch 37 - Mengapa Menciumku?!!
41
Ch 38 - Mari Kita Mencobanya
42
Ch 39 - Bagaimana Memperlakukanmu?
43
Ch 40 - Apa yang Kamu Harapkan?
44
Ch 41 - Aku Tidak Suka Istri Kurus
45
Ch 42 - Nonton Film
46
Ch 43 - Kencan Ala Anak Muda?
47
Ch 44 - Maldives?
48
Ch 45 - Honeymoon
49
Ch 46 - Malam Kita
50
Ch 47 - Kecewa
51
Ch 48 - Menunggumu Pulang
52
Ch 49 - Lepaskan!!
53
Ch 50 - Hari Terakhir Magang
54
Ch 51 - Hari Pertama di Kampus
55
Ch 52 - Menjilat Ludah Sendiri
56
Ch 53 - Aku Membencimu
57
Ch 54 - Menghindarimu
58
Ch 55 - Menangkap Istri Licik
59
Ch 56 - Merindukan Istri Licikku
60
Ch 57 - Kamu Sangat Bau!
61
Ch 58 - Meminta Bantuan Ibu Mertua
62
Ch 59 - Hamil??
63
Ch 60 - Aku Mencintaimu Sayang
64
Ch 61 - Aku Benar-benar Hamil!!
65
Ch 62 - Terima Kasih, Aku Bahagia
66
Ch 63 - Mengungkapkan Perasaan
67
Ch 64 - Kamu Imut Kalau Tidur
68
Ch 65 - Kelakuan Istri Labilku
69
Ch 66 - Mengapa Kamu Sangat Tampan?
70
Ch 67 - Cintai Aku
71
Ch 68 - Apa Kalian Masih Sering Melakukannya?
72
Ch 69 - Berdamai
73
Ch 70 - Bisa dilakukan dan Aman
74
Ch 71 - Mencintaimu
75
BIAR NGEHALUNYA SEMAKIN LANCAR
76
Ch 72 - My Hubbie
77
Ch 73 - Berkumpul Bersama Keluarga
78
Ch 74 - Aku Tidak Bisa Menahannya
79
Ch 77 - Sejak Kapan Mencintaiku?
80
Ch 78 - Pertemuan Lagi?
81
Ch 79 - Pertemuan Tak Terduga
82
Ch 80 - Aku Merasa Aman Ketika Bersamamu
83
VISUAL LAGI
84
Ch 81 - Kedatangan Allea Part 1
85
Ch 82 - Kedatangan Allea Part 2
86
Ch 83 - Kedatangan Allea Part 3
87
Ch 84 - Membawakanmu Bekal, Lagi
88
Ch 85 - Apa Yang Kamu Sembunyikan?
89
Ch 86 - Mengapa Bisa Mencintaiku Sebesar Itu?
90
Ch 87 - Dirimu Terlalu Berharga
91
Ch 88 - Jangan Ganggu Istriku!!
92
Ch 89 - Perasaan Takut dan Gelisah
93
Ch 90 - Siapa Kamu Sebenarnya?
94
Ch 91 - Jordan Satrya Sanjaya
95
Ch 92 - Ada Hubungan Apa?
96
Ch 93 - Katakan Kamu Milikku
97
Ch 94 - Jujur Padaku
98
Ch 95 - Cupang
99
Ch 96 - Menemani Meeting
100
Ch 97 - Insecure?
101
Ch 98 - Jenis Kelamin Bayi
102
Ch 99 - Permintaan Dareen
103
Ch 100 - Semakin Besar Ya?
104
Ch 101 - Rapat Umum Pemegang Saham
105
Ch 102- Direktur Terpilih
106
Ch 103 - Perasaan Dareen
107
Ch 104 - Malam di Tepi Pantai
108
Ch 105 - Sebuah Rahasia
109
Ch 106 - Pergi ke Luar Negeri
110
Ch 107 - Aku Menyayangimu, Lil Bro!
111
Ch 108 - Kak Nisha Melahirkan
112
Ch 109 - Positif
113
Ch 110 - Kejadian Tak Terduga
114
Ch 111 - Pertolongan Pertama
115
Ch 112 - Operasi
116
Ch 113 - Hasil Operasi
117
Ch 114 - Kondisi Daniel
118
Ch 115 - Kondisi Mencurigakan
119
Ch 116 - Calon Tersangka
120
Ch 117 - Isi Surat Wasiat
121
Ch 118 - Terima Kasih Karena Sudah Hadir Dalam Hidup Kami
122
Ch 119 - Bangunlah Sayang, Aku Merindukanmu
123
Ch 120 - Metode Lain
124
Ch 121 - Melahirkan
125
Ch 122 - Terjaga Dari Tidur Panjang
126
Ch 123 - Perasaan Haru
127
Ch 124 - Belajar Memaafkan
128
Ch 125 - Aku Hanya Ingin Hidup Bahagia Bersama Keluarga Kecilku
129
VISUAL SEMUA TOKOH NOVEL DANIEL & ALMA
130
Side Story 1 : Hari-hari Bersama Baby Ziel
131
Side Story 2 : Sudah 40 Hari Belum?
132
Side Story 3 : Jodoh untuk Firda??
133
Side Story 4 : Dareen & Allea
134
Side Story 5 : Princess Alice
135
Side Story 6 : Jordan & Mitha
136
Side Story 7 : Sedikit Lagi, Kamu Pasti Akan Melihatku
137
Side Story 8 : Daddy Niel & Baby Ziel
138
Side Story 9 : Akhirnya Menikah Juga
139
Side Story 10 : Final (END)
140
PENGUMUMAN NOVEL LOVE ME PLEASE, HUBBY TERBIT CETAK!!
141
NOVEL DANIEL & ALMA TELAH TERBIT CETAK!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!