Pelindungmu

Selesai bekerja Liam segera menemui Renata ke tempat kerjanya. Dia sengaja menunggu Renata untuk pulang bersama, karena takut Renata akan di ganggu Arman lagi. Liam menunggu di tempat parkir, dia sudah menghubungi Renata dan Lusi untuk pulang bersama malam ini.

Dari kejauhan tampak Renata dan Lusi yang baru keluar dari mall tersebut dan menemui Liam yang sudah menunggu sedari tadi. Liam menatap Renata yang tampak sedih itu. Dia tidak berani bertanya, hingga mereka sampai rumah baru Liam menemui Lusi untuk bertanya.

"Rere kenapa?" tanya Liam setelah menahan tangan Lusi dan membiarkan Renata berlalu terlebih dahulu masuk rumah.

Lusi pun menceritakan semuanya. Sekarang Liam mengerti dengan apa yang terjadi.

"Kasihan Rere. Semua orang seakan-akan mau nyakitin dia, karena dia seolah-olah sebatang kara. Bokap nya udah meninggal, nyokap nya nggak tau deh kemana rimba nya. Jadi semua orang ngerasa dia lemah dan bisa di tumbangin gitu aja," ucap Lusi yang membuat Liam menoleh padanya, lalu kamar Renata yang sudah tertutup.

Liam sebelum ke kamarnya, sekali lagi dia menatap kamar Renata. Lalu ia pun kembali menuju kamarnya sendiri.

Sedangkan Renata di kamar tengah menangis sesegukan, dia tengah merindukan ibunya, sekarang dia benar-benar butuh dekapan ibunya. Tapi entah kemana perginya dia sekarang, dia meninggalkan Renata dan adiknya saat mereka masih kecil dan tidak pernah kembali sampai saat ini. Kenapa dia tetap merindukan wanita itu, walau dia telah mencampakkan dia dan adiknya Rio.

Renata mendekap wajahnya di bantalnya dengan linangan air mata.

***

Pagi-pagi Lusi sudah menggedor pintu kamar Renata. Renata membukanya cukup lama. Sampai-sampai Miko bersiap akan mendobraknya, baru Renata membukanya dalam keadaan mata bengkak. Semua jadi kaget melihatnya, tapi akhirnya malah tertawa melihat raut wajah lucu Renata. Itu membuat Renata kesal dan berniat menutup kembali pintu kamarnya, tapi belum sempat di tutupnya sudah di tahan oleh Lusi.

"Eh... Tunggu-tunggu," seru Lusi sebelum Renata menutup kembali pintu kamarnya.

"Lo nangis semalaman?" tanya nya.

"Hmmm...." jawab Renata singkat "Ngapain ngetuk pintu kamar gue?" sungut Renata yang tampak kesal dengan wajah kusutnya itu. Liam yang duduk di sofa hanya memperhatikannya sekilas lalu lanjut dengan handphone nya lagi.

"Heh, kita udah ambil cuti semua hari ini demi lo. Jadi lo ikut kita, ya. Kita jalan-jalan hari ini, Oke? " ucap Lusi membujuk Renata dan di iyakan oleh Miko dan Robert yang juga berdiri di depan kamar Renata. Renata melirik Liam.

"Dia juga ikut?" tunjuk Renata pada Liam. Liam tampak cuek pura-pura tidak mendengar.

"Iya, Liam juga. Dia khusus ambil cuti buat lo hari ini. Nanti kita ke kebun binatang buat ngunjungin keluarga Miko," ledek Lusi seraya menatap Miko. Dan di sambut umpatan oleh Miko.

"Sialan. Kenapa gue?" seru Miko tidak terima.

Lusi malah tertawa melihat Reaksi Miko. Melihat candaan teman-temannya itu membuat Renata sedikit terhibur dan kembali bersemangat, iya pun setuju dengan rencana sahabatnya itu dan segera bersiap-siap.

***

Setelah siap semua, mereka pun segera berangkat dengan menggunakan mobil Liam. Akhirnya mereka menghabiskan waktu di kebun binatang bersama dengan penuh canda tawa. Rencana sahabatnya untuk menghibur Renata sukses besar. Liam senang melihat Renata kembali bersemangat.

Entah kenapa Liam baru menyadari betapa cantiknya Renata, mungkin pertengkaran dan perdebatan mereka selama ini membuat Liam tidak menyadarinya. Liam mulai merasa tertarik dengan sosok ceria dan lugunya Renata. Liam melihat Renata sebagai sosok yang rapuh dan kesepian, hidup nya juga sering kali di permainkan orang lain. Sangat tidak adil, untuk gadis sebaik Renata di pandang sebelah mata.

(Renata)

Liam terus memperhatikan Renata hingga mereka bertabrak pandang, Liam segera pura-pura melihat ke arah lain. Renata pun tidak ambil pusing.

...***...

Mereka terus berjalan sampai akhirnya mereka di tinggal berdua oleh teman-temannya yang pergi entah kemana.

"Loh! mereka kemana?" seru Renata yang tiba-tiba kehilangan jejak taman-temannya. Hanya ada dia dan Liam sekarang di kebun binatang itu. Karena area nya yang luas memang dapat membuat mereka kesulitan menemukan satu sama lain, apalagi area ini juga berbentuk hutan. Itu memang konsep kebun binatang nya yang di buat menyerupai hutan buatan. Sehingga bisa membatasi pandangan mata saat di sana.

(kebun binatang)

Renata dan Liam terus celingak-celingukkan mencari sosok sahabat-sahabatnya itu. Walau sudah mencari kemana-mana, tapi tetap saja tidak dapat menemukan teman-teman mereka.

Sampai lah mereka pada sebuah danau yang cukup asri. Liam terhenti di sana, Liam tertarik dengan burung Flamingo yang sedang bermain di sana, apalagi pemandangannya membuat rasa tenang saat berada di sana.

(kebun binatang di pinggir danau buatan)

Liam pun segera ke pinggir danau yang terdapat papan yang di susun menjorok ke tengah danau. Terdapat beberapa tampak beberapa Flamingo asyik mencari ikan kecil kesukaan nya, Flamingo itu pun terlihat cukup bersahabat. Hingga Liam bisa cukup dekat dengan burung itu.

"Biarin aja lah, nanti juga ketemu," ucap Liam santai sambil menikmati pemandangan di sana bersama seekor flamingo yang tengah mendekatinya.

Renata pun segera berjalan kesamping Liam dan berdiri di sana juga, tapi tiba-tiba ada seekor burung flamingo lain menghampiri Renata, yang lantas membuat Renata panik.

"Liam, au... Li... Tolongin...." teriak Renata panik.

Liam pun dengan segera menghalau burung tersebut. Liam mendekap Renata untuk melindunginya dari serangan burung yang kelihatannya juga ikut panik karena halauan Liam dan segera pergi.

Renata memperhatikan Liam, entah kenapa Renata merasa Liam seringkali melindunginya dalam diam. Kali ini pun juga begitu, dia dengan sigap mendekap Renata, saat Renata di serang burung itu. Saat pertengkarannya dengan Arman juga. Liam dengan segera mendekap Renata saat Renata menangis ketakutan oleh Arman. Renata juga merasa sangat nyaman tiap kali di dekap oleh Liam. Liam selalu mendekapnya untuk melindunginya.

Renata menatap wajah Liam yang sekarang sangat dekat dengannya. Harum lembut parfum liam, wajah manis Liam, terlihat sangat menarik saat mereka sedekat ini di mata Renata. Sesaat dia kembali tersadar dan melepaskan pelukan Liam, saat Liam berhasil menghalau burung tersebut.

"Makasih, ya," ucap Renata lirih. "Kamu sering ngelindungin aku," gumam Renata lagi. Liam hanya tersenyum tipis. Lalu Renata beranjak akan pergi.

"Re," panggil Liam seraya menahan tangan Renata. Renata menoleh kearah Liam.

"Apa aku bisa ngelindungin kamu terus?" ucap Liam penuh arti. Renata tertegun menatapnya.

"Entah sejak kapan, aku rasa... Aku mulai suka sama kamu. Re, kalo kamu izinkan, aku mau melindungi kamu selalu, dari apapun yang membuat kamu takut. Aku pengen jadi tempat sandaran kamu," ucap Liam penuh arti. Renata masih tampak bingung.

"Maksudnya apa?" tanya Renata.

"Re, biar aku jadi kekasih kamu. Supaya aku bisa lindungin kamu," ucap Liam, yang kali ini menggenggam kedua tangan Renata.

Deg, Renata langsung merasa jantungnya berhenti berdetak. Dia bingung dengan reaksi Liam yang tiba-tiba ini. Terus terang dia juga menyukai Liam, tapi jika melihat latar belakang Liam, apa dia pantas bersanding dengan Liam.

"Li...." seru Renata terputus.

"Jawab aku, Re. Kamu mau apa nggak, Kalo kamu mau, kamu maju ke arah aku dan peluk aku. Kalo kamu nolak, kamu cukup berbalik badan," ucap Liam yang langsung mundur beberapa langkah dengan berlahan melepas genggaman tangannya. Renata terus menatap Liam dengan tatapan yang dalam.

"Maju, Re, kalo kamu terima aku. Dan balik badan kamu, kalo kamu nolak aku," ucap Liam sekali lagi.

Yang mana mereka tengah berdiri di pinggir kolam buatan itu. Tepat di atas sebuah papan yang merentang ke danau. Liam berjalan mundur hingga hampir ke pinggir papan tersebut. Renata masih terdiam, dia tiba-tiba merasa kosong bingung dengan yang ia rasakan.

Di saat bersamaan, Miko, Robert dan Lusi datang, memanggil mereka dari kejauhan. Itu spontan membuat Renata berbalik badan dan melupakan Liam sejenak. Sedangkan Liam yang melihat Renata berbalik langsung terdiam dan balik badan menghadap ke danau.

'Aku di tolak' ucap Liam membatin.

BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Desi Salimah

Desi Salimah

jngan tolak Liam,ree

2021-06-06

1

lihat semua
Episodes
1 Malapetaka Sebuah Skandal
2 Tidak Bisa Sendiri
3 Kembali
4 Memulainya Kembali Dari Awal
5 Kepergian Frans selamanya
6 Hati yang Hancur
7 Liam dan Renata
8 Cinta Sebelah Pihak
9 Tragedi Pertemuan
10 Tanggungjawab
11 Orang Pengganti
12 Cemburu
13 Pameran
14 Di Buntuti
15 Akhiri Saja
16 Keputusan
17 Kesepakatan Terselubung
18 Pungguk Kesepian
19 Pelindungmu
20 Cinta Tau Kemana Tempat Ia Berlabuh
21 Laura Si Menyebalkan
22 Kepulangan Anin
23 Awalan yang Sempurna
24 Anin dan Renata
25 Restu
26 Rencana Pernikahan
27 Hari Pernikahan Semakin Dekat
28 PERSAHABATAN
29 Pernikahan
30 Curiga
31 Pase Kehidupan Pernikahan.
32 Tamu Tidak Terduga
33 Drama Lidya
34 Rencana Pindah
35 Kehadiran Yang Mengancam
36 Lidya dan Masa Lalunya
37 Kontraksi Palsu
38 Hati Seorang Ibu
39 Kunjungan Terselubung
40 Akan Datang Tamu Istimewa
41 Hukuman Bagi Lidya
42 Kunjungan Lidya
43 Kunjungan Rekan Kerja
44 Ibuku Bukan Pembantu
45 Perjalanan Liam Dan Lidya
46 Sampai Di Tempat Tujuan
47 Cerita Lidya
48 Hal Tak Terduga
49 Pilihan
50 Yang Terbaik Bukan Yang Terburuk
51 Kehancuran Liam
52 Provokasi Anin
53 Lepaskan Jika Menyakitkan
54 Mencari Kepastian
55 Memulai Lembaran Baru
56 Salah Nomer
57 Kenakalan Laura
58 Bayangan Yang Mengganggu
59 Menjemputnya Kembali
60 Kedatangan Argio
61 Kedatangan Renata
62 Titip Rindu Untuknya
63 Lampu Hijau
64 Liam Yang Menyebalkan
65 Kenangan Buruk
66 Liam Menemui Renata
67 Rindu Yang Sulit
68 Ayo Kita Mulai Lagi
69 Cinta diantara mereka
70 Cinta Perantara
71 Hatiku Milikmu
72 Mencoba Memahaminya
73 Pembicaraan Pria Dewasa
74 Rindu
75 Jangan Pergi
76 Malam Yang Panas
77 Kehidupan Yang Sempurna
78 Tembok Yang Tinggi
79 Menghabiskan Waktu Bersama
80 Kejanggalan
81 Malam yang indah
82 Hari Yang Menyenangkan
83 Rahasia yang Terungkap
84 Aku Mohon
85 Ceritanya
86 Lidya Menemui Anin
87 Kebenaran
88 Pintu Hati
89 Kesempatan
90 Kepergian Lidya
91 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Malapetaka Sebuah Skandal
2
Tidak Bisa Sendiri
3
Kembali
4
Memulainya Kembali Dari Awal
5
Kepergian Frans selamanya
6
Hati yang Hancur
7
Liam dan Renata
8
Cinta Sebelah Pihak
9
Tragedi Pertemuan
10
Tanggungjawab
11
Orang Pengganti
12
Cemburu
13
Pameran
14
Di Buntuti
15
Akhiri Saja
16
Keputusan
17
Kesepakatan Terselubung
18
Pungguk Kesepian
19
Pelindungmu
20
Cinta Tau Kemana Tempat Ia Berlabuh
21
Laura Si Menyebalkan
22
Kepulangan Anin
23
Awalan yang Sempurna
24
Anin dan Renata
25
Restu
26
Rencana Pernikahan
27
Hari Pernikahan Semakin Dekat
28
PERSAHABATAN
29
Pernikahan
30
Curiga
31
Pase Kehidupan Pernikahan.
32
Tamu Tidak Terduga
33
Drama Lidya
34
Rencana Pindah
35
Kehadiran Yang Mengancam
36
Lidya dan Masa Lalunya
37
Kontraksi Palsu
38
Hati Seorang Ibu
39
Kunjungan Terselubung
40
Akan Datang Tamu Istimewa
41
Hukuman Bagi Lidya
42
Kunjungan Lidya
43
Kunjungan Rekan Kerja
44
Ibuku Bukan Pembantu
45
Perjalanan Liam Dan Lidya
46
Sampai Di Tempat Tujuan
47
Cerita Lidya
48
Hal Tak Terduga
49
Pilihan
50
Yang Terbaik Bukan Yang Terburuk
51
Kehancuran Liam
52
Provokasi Anin
53
Lepaskan Jika Menyakitkan
54
Mencari Kepastian
55
Memulai Lembaran Baru
56
Salah Nomer
57
Kenakalan Laura
58
Bayangan Yang Mengganggu
59
Menjemputnya Kembali
60
Kedatangan Argio
61
Kedatangan Renata
62
Titip Rindu Untuknya
63
Lampu Hijau
64
Liam Yang Menyebalkan
65
Kenangan Buruk
66
Liam Menemui Renata
67
Rindu Yang Sulit
68
Ayo Kita Mulai Lagi
69
Cinta diantara mereka
70
Cinta Perantara
71
Hatiku Milikmu
72
Mencoba Memahaminya
73
Pembicaraan Pria Dewasa
74
Rindu
75
Jangan Pergi
76
Malam Yang Panas
77
Kehidupan Yang Sempurna
78
Tembok Yang Tinggi
79
Menghabiskan Waktu Bersama
80
Kejanggalan
81
Malam yang indah
82
Hari Yang Menyenangkan
83
Rahasia yang Terungkap
84
Aku Mohon
85
Ceritanya
86
Lidya Menemui Anin
87
Kebenaran
88
Pintu Hati
89
Kesempatan
90
Kepergian Lidya
91
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!